Aku sangat bersemangat pagi ini. Hari ini aku resmi lulus dari SMP ku. Aku mendatangi SMA 1, SMA yang banyak diimpikan oleh orang orang di kota ini. Semua orang kecuali aku.
"Peringkat 10 pararel ma gampang ya masuk SMA ini" kata Vero padaku.
"Apaan sih.... justru aku mau masuk SMA 2 tau... sodaraku ada di sini. Ah males banget" aku bergidik ngeri saat berjalan menuju SMA.
"Bagus dong... ada channel" Sania menimpali perkataan Vero.
"Boro boro... judesnya ga ketolong tau orangnya" Aku menekan setiap kata yang keluar dari mulutku.
Mereka ber 2 tertawa mendengarku.
Saat hari pendaftaran aku memohon pada mama untuk memasukkanku ke SMA 2. Tapi mama menolak keinginanku mentah mentah. Mau tak mau aku harus mengikuti keinginannya mendaftar ke SMA 1.
Singkat cerita aku diterima di SMA ini. Aku masuk di kelas IPA unggulan mengingat nilai ujianku yang cukup bagus. Aku masuk ranking 25 besar pararel saat pendaftaran.
Seluruh anak baru dikumpulkan di lapangan sekolah. Cukup besar dimana kami dibariskan berdasarkan Rombel yang ditentukan panitia MOS.
(jaman nya ketahuan ya masih MOS hehe..).
Satu persatu panitia dikenalkan kepada kami. Aku menengok ke sekeliling lapangan. Disanalah dia, orang yang aku hindari. Orang yang membuatku malas untuk bersekolah disini. Dia kakak sepupuku. Orang yang sering dibandingkan denganku karna kepintarannya.
"mana sodaramu?" tanya Sania padaku.
"itu... nomor 2 dari kiri" jawabku malas.
"Mas Sad? waskat? gila wakil ketua?" katanya kaget.
"keren..." iya melanjutkan ucapannya.
Aku hanya meliriknya dengan sinis. Kupikir apanya yang keren, sok banget dia.
Cuaca saat itu sangat terik. Tapi aku berusaha untuk mengikuti kegiatan dengan baik. Kaka panitia MOS memberi tahukan kami apa saja yang harus dipersiapkan untuk mengikuti MOS. Tentu saja identik dengan barang barang aneh. Contohnya seperti surat cinta memakai stampel kiss mark, surat benci yang dibakar tepi kertasnya, Tas segi 6 dengan ukuran yang sulit seperti tinggi yang harus 15,89 cm dan yang ga kalah absurd adalah papan nama dengan tulisan nama panggilan tak lebih dari 3 huruf.
Kami juga diberi tahu tentang kegiatan yang akan kami lakukan.Tour sekolah, menghafal mars SMA, Pensi dan yang paling menyebalkan adalah PBB. Iya kegiatan baris berbaris. Sebenarnya aku tak masalah dengan hal itu, karna sewaktu SMP aku juga mengikuti kegiatan itu. Tapi beda halnya jika dilakukan ketika puasa bukan?
Aku terus mencatat hal hal penting yang disebutkan oleh kaka panitia. MOS ini hanya dilaksanakan dalam 3 hari. Maka dari itu kami harus ekstra membuat semua tugas dalam 1 waktu.
"yang dibawa besok adalah; tas, surat cinta dan surat benci ya, kalian harus datang ke lapangan ini sebelum jam 6 pagi! mengerti semua?" kata kakak panitia dengan jelas dan lantang. Semua anak dilapangan menjawab serentak " mengerti kak"
Kami dipulangkan jam 10 WIB setelah kaka panitia membagikan kelas yang akan kami tempati dan tentunya saja kaka pendamping yang akan mendampingi kami selama MOS.
aku dan 25 teman baruku lainnya berkumpul sebelum pulang. Kak Jojo, kak Yuvan, dan kak Fani memberikan nomor telfon mereka dan menghimbau beberapa ketentuan yang harus kami ingat dan terapkan. Contohnya adalah kami harus menghormati waskat. Jika kami berpapasan dengannya kami harus memberi hormat pada mereka. Lakukan 5S di setiap sudut ketika bertemu orang lain. Dan tentunya kami harus menghafal nama 8 orang waskat saat itu. (Waskat adalah sebutan untuk kaka senior yang membawa baret di lengannya. Mereka adalah pengawas dari kegiatan MOS dan orang yang paling ditakuti karna mempunyai mandat khusus dari guru pengawas sekolah)
Sepulang dari sekolah, kami tak diizinkan untuk berkerumun atau berkumpul di sekitar sekolah. Kakak waskat akan langsung menegur kami jika kami ketahuan berkumpul di lingkungan sekolah. Akhirnya aku dan beberapa temanku memutuskan untuk membeli peralatan MOS di pasar. dan mengerjakan nya di salah satu rumah temanku.
Kami mengerjakan tugas itu hingga jam 8 malam. Setelah itu aku pulang ke rumah. Belum selesai disana, aku harus menulis surat cinta dan surat benci menggunakan bahasa jawa. Aku benar benar kesulitan mengingat banyak sekali ketentuan dalam penulisannya. Bodohnya lagi aku lupa menyiapkan pass foto terbaruku. Akhirnya aku pergi untuk mencetak foto di jam 10 malam.
"pak tolong ya... sebentar aja... buat besok soalnya" kataku memohon pada bapak tukang fotokopian. Akhirnya aku diperbolehkan untuk mengambil dan mencetak foto disana. Papa dan mama sudah marah padaku karna tugas yang tak kunjung selesai membuatku menangis.
" mana biar papa telfon mas mu itu, masa ngasih tugas sampe ga tidur gini" kata papa melihatku menangis.
"jangan, ntar aku yang kena marah pah..." kataku masih menangis. Akhirnya aku meneruskan pekerjaanku.
Aku menyelesaikan pekerjaanku tepat pukul 2 dini hari. Tak sadar, aku tertidur di meja belajarku. Pukul 3 dini hari, mama membangunkanku untuk sahur. Setelah sahur aku bersiap untuk berangkat sekolah. Aku harus berangkat pukul 5 pagi karna gerbang akan ditutup ketika waktu menunjukan pukul 6.
DAY 1
"cepat dek!..." teriak para waskat dari lapangan. Mereka menghitung 1-10 sampai kami masuk ke lapangan. Hari pertama adalah tour sekolah. Para waskat menjaga di setiap sudut. Membuat kami harus hormat jika melihat mereka. Tak terkecuali sepupuku yang satu ini.
"kak... sapaku pada mas sad" dia tak menjawab sapaanku. Aku sangat kesal dengan itu. Dia bahkan tak merubah ekspresinya.
Cukup melelahkan untuk hari pertama karna sekolahku ini bisa dibilang cukup besar.
Gedung depan terdapat 3 lantai disana. lengkap dengan ruang guru dan kelas para senior kelas 12. Di tengah ada aula untuk kegiatan pensi di hari terakhir. Di tengah gedung itu ada panggung tempat pusat acara sekolah biasa diadakan. Lantai 2 terdapat perpustakaan yang lumayan lengkap. Lanjut ke gedung sebelahnya adalah semua lab untuk kelas 11 dan 12. Di area lain sekolahan ini ada mushola, ruang kelas 11, kantin utama dan lapangan. terdapat 2 lapangan basket dan 1 lapangan volly.
Bisa dibilang kelas 10 adalah kelas yang paling jauh dari gerbang utama. mungkin jika berjalan cepat butuh waktu sekitar 3 menit untuk mencapai area kelas 10. kelas 10 ditempatkan di 1 area gedung tingakat 2 lengkap dengan lab, kantin kecil, dan ruang guru di sana. Kelas 10 adalah tempat terisolasi. karna samping gedung kami masih ditumbuhi pohon jati dan dikelilingi kolam ikan. Mungkin jika tidak karna area lompat jauh dan lompat tinggi yang berada di belakang gedung kami, kami tak akan bertemu dengan kaka senior. Sekolah ini seperti menggambarkan kasta kelas 10-12.
DAY 2
Hari ke 2 adalah PBB di lapangan. Aku hampir saja terlambat karna jalan yang macet. Entah kenapa acara MOS diadakan serentak 1 kabupaten. Jadi aku harus berlomba lomba berangkat awal dengan anak yang bersekolah di tempat lain. Aku memasukki lapangan 1detik sebelum pintu gerbang lapangan di tutup. Aku benar benar sial hari ini karna tak sahur dan harus PBB di lapangan sejak pagi.
Akhirnya aku tak kuat. Kepalaku sangat pusing dan perutku kram. Mungkin karna aku berlari dari gerbang utama ke kelas dan kembali lagi ke lapangan. Aku izin untuk pergi ke UKS. Disana ada mba Rizka. Kaka kelas SMP ku dulu. Dia adalah ketua PMR di sekolahku sebelumnya. Dia menyapaku dengan ramah.
"lah... sakit? kenapa?" katanya padaku.
"iya mba Riz, minta minyak dong, asli pusing aku" kataku padanya. Aku sudah lama mengenalnya, maka dari itu, aku berbicara santai padanya. Aku adalah Ketua PMR periode setelah mba Rizka. makanya aku sudah akrab dengannya. Aku berbincang dengannya sembari membaringkan tubuhku di kasur. Beberapa anak baru juga tampak sakit disana. Ada yang sampai diberikan oksigen dan air putih karna tak kuat.
Ini penyiksaan sih... kataku dalam hati
Setelah keadaan membaik, aku kembali ke lapangan. Beberapa temanku di sana terlihat lelah setelah dihukum lari lapangan 10 kali karna tak membawa co card. Aku menyadari sesuatu. Aku tak membawa co card saat itu. Aku sedikit panik dibuatnya. Kulihat beberapa waskat berkeliling mengecek keadaan kita. Tak terkecuali mas Sad. Dia melewatiku dan melihatku. Aku tau dia me notice sesuatu. Aku tau dia melihatku tak menggunakan co card.
Aku akan sangat murka jika dia sampai hati menghukumku. Tapi ternayata dia melewatiku begitu saja. Aku sedikit lega dibuatnya. Setelah PBB, aku dan seluruh teman kelasku diarahkan untuk menuju kelas. Ternyata di sana kita harus menghafalkan mars SMA dan membuat drama untuk pensi di hari terakhir. Belum selesai kita berlatih, waskat masuk ke dalam ruang kelas kita.
Menggedor kelas dengan sangat keras. Kaka pendamping kamipun kena marah karna tak segera membukakan pintu. Mereka mengecek setiap tugas yang kami buat tak lupa juga mengecek kerapian dari para siswa baru. 5waskat masuk ke dalam kelasku. Tak terkecuali mas Sad. Disana ada mas Sin, mas Sad, Mba cik, mas Dim dan mba Yol (nama samaran aja ya guys hehe...)
Ada 1 anak di kelasku yang mempunyai rambut berwarna pirang (di cat). hal tersebut menjadi bulan bulanan waskat tentunya. Semua anak di kelasku menunduk takut. Kaka pendamping juga tampak diam di pojok ruangan. Mas Dim, mas Sad dan mas Sin mengecek tas yang telah kami buat. Walaupun kami telah membuatnya semalaman, dan telah diberikan ketentuan ukuran dan tata letak logo, masih ada saja beberapa dari mereka yang salah.
Tas yang tak sesuai dengan ketentuan dikumpulkan di tengah ruangan. Mas sin tampak merobek tas itu. mas sad meneliti tas di barisanku. dia menjatuhkan semua tas dihadapannya. Tapi tidak dengan tas ku. Lucu memang mengingat kejadian itu.
FLASHBACK
"besok adeknya ikut MOS, kamu jangan galak galak sama adekmu, nanti dia takut..." kata budhe pada mas sad.
"yo ga bisa gitu... dia tu harus di tempa mentalnya biar besok gampang pas di SMA, SMA 1 tu beda sma jaman SMP, biar dia belajar. Lagian juga tugas MOS ma ga ada apa apanya" katanya pada budhe.
FLASHBACK OFF.
Mas Sin yang notice hanya tas ku saja yang tak dibuang langsung menjatuhkan tas ku ke bawah. Mas sad hanya melihatnya tanpa berkomentar. Aku agak geli sebrnarnya mengingat kejadian itu.
Setelah ospek hari ke 2 selesai, kamipun pulang. Kaka pendamping menyuruh kami untuk menghafal mars SMA agar dapat tampil maksimal besok.
DAY 3
Hari terkahir MOS. Hari yang ditunggu tunggu karna di hari ini kita semua bebas berakspresi. Kami boleh mengolok olok waskat ataupun mengungkapkan keluh kesah kita selama MOS dalan bentuk drama. kami sangat senang KARNA HARI INI WASKAT TAK DATANG KE SEKOLAH!
kelompokku sudah menyiapkan drama yang menceritakan tentang waskat yang selalu benar. Kami sangat bersemangat saat nama kelompok kami di panggil. Akhirnya kami naik ke panggung di aula. Semua mata tertuju pada kami.
Tak terkecuali WASKAT!. Ya benar... waskat yang duduk di balik tirai yang jika dilihat dari depan tampak seperti dekor panggung. Kami disana saling berhadap hadapan. Tak berani memulai. Kami takut dan panik. Sampai akhirnya penampilan pertama adalah paduan suara Mars SMA.
Hanya sedikit dari kami yang hafal liriknya. Mungkin hanya 5/25 orang yang hafal disana. Aku termasuk tim yang tak menghafal. Bukannya tak mau menghafal. tapi tak ada waktu menghafal. Bisa dibayangkan betapa gagapnya kita disana.
Aku menundukan pandanganku tak mau melihat ke depan. Apalagi ke arah Waskat. Aku malu karna kami tak hafal lagu yang dinyanyikan.
Setelah paduan suara kami memainkan drama roleplay tentang waskat. Beberapa temanku memerankan waskat yang sering kali mencari kesalahan dari kami. Sementara beberapa lainnya memerankan siswa yang tertindas.
Kami siswa yang tertindas sangat sebal dengan waskat. makanya ketika waskat berbalik kami siswa baru mengolok oloknya dengan lagu
"kami ini... adalah regu oranye.... waskat slalu marah marah... kami benar slalu salah"
"berani kalian sama saya, saya ini waskat disini" kata temanku yang memparodikan waskat.
setelah selesai kammipun keluar dari panggung. Semua teman temanku tak terkecuali aku sangat lemas. Kami panik setengah mati akan apa yang kami lakukan. Di depan pintu kami dihadang oleh 3 waskat lainnya. Bisa dibilang mereka adalah pengawas jalannya MOS agar kondusif. disana ada mas eki, mas can dan mas dit. Mereka tak memarahi kami. Hanya berpesan agar tak mengatakan pada anak lainnya jika di balik tirai ada waskat yang duduk disana.
Setelah itu, kamipun duduk kembali ke tempat semula. Setelah selesai MOS kami dikumpulkan di lapangan. Disana kaka panitia memanggil beberapa anak yang menulis surat cinta dan surat benci paling bagus. mereka disuruh membacakan surat mereka di tengah lapangan berhadapan langsung dengan orang yang dituju.
Hal itu menimbulkan riuh ramai dari anak anak lain. Aku sendiri menulis surat cinta untuk kak Jojo. Karna kak jo sangat baik pada kami waktu itu. Sedangkan cari aman, aku menulis surat benciku untuk kakakku sendiri. Aku bahkan lupa apa yang kutulis disana karna nenekku yang mentranslate nya menggunakan bahasa jawa. 😂
Setelah acara usai kamipun bersalam salaman. Sekarang giliranku bersalaman dengan barisan waskat. Untuk pertama kalinya aku melihat waskat tersenyum disana. Dari jauh mas sad sudah meringis melihatku. Aku benar benar kesal melihatnya. Ku cubit lengannya dengan keras.
"aw... sakit..."
"asli nyebelin bgt" kataku padanya.
"ya sorry... salam buat om tante ya.." katanya padaku.
AKHIRNYA MOS KU SELESAI.
Akupun resmi menjadi siswi di SMA 1 ini...
*part tambahan*
Akhirnya hari lebaranpun tiba. Aku mengunjungi rumah mas sad. sebenarnya tahun tahun sebelumnya aku kesini tak pernah banyak mengobrol dengannya. Mungkin karna aku sudah negatif thingking padanya. Tapi tahun ini aku datang kerumahnya disambut dengan senyumnya yang jahil. Dia menyumpan sesuatu di balik badannya.
Saat aku masuk ke rumahnya dia mengeluarkan sepucuk surat disana. Surat yang tak asing.
"Kangge mas sad...
kula mboten remen kalian mas sad amargi... "
"(untuk mas sad.... saya tidak suka dengan mas sad karna...)" dia membaca surat itu dengan lantang. Aku kaget melihatnya.
"mas...." kataku memukulnya. Iya... dia membaca suat benci dariku. Aku mengejarnya mencoba mengambil surat itu darinya. Budhe dan ortu ku hanya keheranan melihat tingkah kami yang seperti tom and jerry.
TAMAT!!