Kringg......
bel pulang berbunyi,saat itu aku langsung pergi keluar dari gerbang sekolah.sembari senantiasa menunggu angkutan umum sampai,aku asik memainkan handphone yang selalu aku bawa.
tiba tiba saat tak sengaja melihat ke arah jalan,di seberang jalan sana aku melihat sosok cowok yang selama ini aku idolakan.cowok yang membuat aku hampir setiap malam susah untuk tidur.
"kak Arka? itu beneran dia kan" bisik aku
Arka itu sebenarnya orang nya biasa aja,tapi sebagian orang bilang dia itu ganteng sayang nya nakal dan berandalan.
entah kenapa saat pertama kali aku liat dia di balkot bulan yang lalu.saat itu aku mulai mengidolakan cowok itu.aku suka dengan gaya dia yang jago main basket,apa lagi bulu tangkis.ehhh itu sangat di sayangkan sekali kalau aku lewatin begitu saja.
tapi aku tak punya keberanian untuk mendekati dia,untuk sekedar bersapa sebagai sang pengidola saja aku tidak sanggup.
aku terlalu gengsi,apa lagi yang ngidolain dia kan bukan cuma aku.aku nggak ada apa apa nya di bandingkan dengan idola arka yang lain nya.
hingga setelah beberapa bulan berlalu aku selalu setia stalking semua media sosial yang arka miliki.hingga suatu hari aku mengetahui bahwa arka ternyata tinggal satu komplek dengan ku.
di situ aku benar benar senang sekali.aku terus cari tau di mana letak rumah nya,tapi nihil aku sama sekali nggak dapet informasi apapun.
"Ama kamu sedang apa?" tanya mamah ku penasaran.
"nggak ngapa ngapain mah" jawab aku tersenyum
"tolong bantu mamah,beliin telor di warung sekilo sama minyak nya seliter aja ni uang nya" titah mamahku lalu kembali pergi sibuk melanjutkan kegiatan memasak nya.
aku pun beranjak pergi menuju warung yang berada di samping rumah ku,saat sedang menunggu pesanan nya siap.
ada segerombolan orang berlarian ke arah rumah yang ada di belakang rumah ku.karena penasaran aku ikut berlarian bersama dengan mereka.biasalah anak komplek selalu kepo sana sini.
"mba ada apa ya ini?" tanyaku penasaran.
"itu lho Salma,anak nya Bu eti meninggal dunia.tadi siang habis pulang sekolah dia kecelakaan di depan sekolah nya." penjelasan yang menghebohkan dari tetangga ku itu.
"innalilahi wainnailaihi roji'un" aku langsung menyebut,karena tiba tiba saja perasaan resah saat itu menghantui hati aku.entah apa sebab nya.
"ehh neng Salma ini belanjaan nya,mani di tinggal gitu aja" ujar sang penjaga warung yang tadi,aku pun langsung meraih kresek belanjaan nya.
aku masih sangat penasaran,hingga aku ikut masuk ke dalam rumah melihat korban kecelakaan itu.sebenar nya aku tidak terlalu kenal dengan tentangga aku yang satu ini,karena tetangga ini baru pindahan ke sini beberapa bulan yang lalu.
saat aku mengintip dari cela cela orang yang sedang berkerumunan di Abang pintu.mata aku langsung membola lebar,saat melihat siapa gerangan orang yang mereka maksud.
"Kak Arka?" air mataku saat itu tiba tiba luntur sempurna dengan sangat mudah.hati aku terasa sesak,aku terus menepuk kedua pipi ku berharap ini semua adalah mimpi.
"mba nama orang itu arka Sudirman kan?" tanya ku memastikan.
"kalau nama panjangnya nya sih mba nggak tau ma,yang pasti nama nya itu arka iya itu nama nya."
karena tak kuat melihat nya,saat itu aku langsung berlarian pulang ke rumah.dengan air mata yang masih mengalir dengan begitu deras nya.
"Ama kamu kenapa? kenapa nangis?" tanya mamah ku
"mah,kak Arka mah" aku benar benar sudah nggak kuat saat itu,aku langsung memeluk mamah meluapkan semua rasa sesak di dalam sana.
"arka idola kamu itu?" tanya mamah,karena semenjak pertama kali aku mengidolakan arka.aku selalu menceritakan nya sama mamah,dan mamah selalu setia menjadi pendengar nya.
"kak Arka meninggal mah" isakan tangisan aku yang bertambah meledak hebat.
"innalilahi wainnailaihi roji'un" mamah ku ikut terkejut,dia seperti tau apa yang aku rasakan dan bertambah memeluk erat tubuh ku.
ya walau tidak ada yang spesial dari ceritaku ini,tapi setidka nya ini sangat berkesan untuk pengalaman hidup ku.
ya gitulah ceritaku,ini kisah nyata ku yang di alami aku saat masih SMP kelas 8.saat itu kak Arka sekolah di seberang sekolahku.dia kelas 11 SMA.sekolah kita tetanggaan dan ternyata bukan hanya sekolah saja.rumah kita juga tetanggaan bahkan sangat begitu dekat.dan bodoh nya aku tidak tau itu.
maaf jika ada yang bilang ini cerita karangan,tapi ini murni cerita dari pengalaman aku saat masih kelas 8.sekian dan terimakasih