10-25-3025
Pada hari ini Cartinas sedang berulang tahun, dan dia merayakan ulang tahunnya bersama dengan keluarga
Suara terompet terdengar keras ditelinga Cartinas
"Selamat ulang tahun, Kakak"
Seorang anak kecil yang merupakan adik kecil Cartinas tersenyum lebar
"Terima kasih"
Sosok Ibu berjalan menuju ruang tamu dan hendak menuju Cartinas dengan membawa kue.
Ibu itu tersenyum
"Selamat ulang tahun, Nak"
"Terima kasih, Ibu"
Hari ini adalah hari ulang tahun ku. aku merayakannya tanpa seorang Ayah.
tentu saja, sudah tidak mempunyai sosok Ayah adalah hal yang paling sedih.
Tetapi Ayah ku berpesan
"Jangan menangis dan tunjukkan senyummu. kamu terlihat kuat dan keren ketika tersenyum"
"Jadi, perlihatkan senyuman terakhir mu kepada Ayah"
Cartinas menarik air mata dan berusaha tersenyum
"Anak pintar"
Cartinas melihat sosok ayahnya yang mengalami kesakitan yang luar biasa akibat perkerjaannya
"Ayah!"
"Tenang saja Cartinas. Ayah adalah sosok yang kuat dan keren, jadi kamu harus selalu tersenyum agar terlihat kuat dan keren seperti Ayah mu"
Sosok Ayah meletakkan tangannya di atas kepala Cartinas
"Dengar ini Cartinas!"
"Manusia tidak abadi, manusia tidak bisa mengubah takdir, manusia memiliki batasan dan sesuatu yang hidup akan kembali kepada sang pencipta"
"Jadi, kematian Ayah adalah sesuatu yang wajar dan umum. karena ini adalah fenomena yang sudah pasti seseorang juga mengalami ini!"
Cartinas menunjukkan senyuman terakhir kepada Ayahnya
"Seperti itu Cartinas!"
"Kamu harus selalu tersenyum"
"Sudah saatnya"
"Ayah!"
"Ayah!"
"Ayah, tidak kesakitan kan? Ayah baik baik saja kan?"
"Ya, Ayah tidak kesakitan di alam sana dan Ayah yakin, Ayah akan baik baik saja di alam sana. jadi jangan khawatir!
Tangan Ayah Cartinas terjatuh dari kepala Cartinas
"Baiklah Ayah, semoga kita bertemu dikehidupan selanjutnya!"
"Ayah juga mengharapkan itu"
"Selamat tinggal"
"...."
"Kakak, kenapa kamu melamun? apa yang terjadi?"
"Tidak, tidak terjadi apa apa. aku hanya kelelahan saja"
"Setelah ini, sebaiknya kamu tidur"
"Baik, Ibu"
Cartinas sudah merasa puas dan kenyanh setelah memakan kue yang dibuat Ibu
"Baiklah, aku akan ke kamar ku"
"Selamat malam"
"Selamat malam, Nak"
Cartinas membuka pintu kamarnya dan terlentang di kasur
"Aku mengingat hari itu"
"(Hari itu adalah hari terburuk yang pernah aku alami)"
"(Aku harap, aku tidak akan mengalami hal buruk itu lagi)"
Cartinas menutup matanya dan tertidur
Tiba tiba seorang perempuan berambut perak membangunkan ku
"Hey, bangunlah"
"Apa? aku di mana?"
"Kita sekarang berada di katedral"
"Katedral?"
"Apa yang kamu maksud?"
"Hah?"
"Kamu kenapa?"
"Entahlah. bisakah kamu jelaskan?"
"Jelaskan?"
"Kenapa aku tertidur di Katedral?"
"Apa yang kamu maksud?"
"Katedral adalah rumah mu"
"Rumah ku?"
"Ya, tentu saja"
Cartinas bingung dengan kondisinya yang sekarang
"Sebentar, ini tahun berapa?"
"Tahun 60.000 sebelum masehi era manusia"
"(Tahun 60.000 sebelum masehi era manusia? apa maksudnya ini)?"
"Sudahlah, ini membuat ku bingung"
"Jadi, kenapa kamu membangunkan ku?"
"Apakah kamu lupa?"
"Hari ini adalah hari kebangkitan sihir mu!"
"Sihir?"
"Ya!"
"Bisakah kamu menjelaskan sedikit tentang sihir?"
"Baiklah"
"Sihir adalah fenomena yang umum"
"Sihir menggunakan Mana kastor sebagai sumber bahan bakar, Mana internal digunakan sebagai media untuk menciptakan kekuatan selain sihir dari dalam diri manusia dan sebagai simbol jika mahkluk hidup membutuhkan Mana internal untuk hidup. hidup tanpa Mana internal adalah sesuatu yang mustahil!"
"Mana internal tidak seperti pikiran dan jiwa, mereka tidak seperti itu"
"Selama Mana internal dapat bertahan, maka manipulasi pikiran dan jiwa tidak akan berpengaruh"
"Baiklah, ada pertanyaan?"
"Bagaimana sihir bekerja?"
"Sihir mengikuti aturan termodinamika.
Sebagai contoh, es akan meleleh jika suhu mencapai tingkat mendidihnya"
"Tanpa Mana kastor atau oksigen, maka tidak mungkin juga terjadinya reaksi kimia, sebab itu tidak akan menghasilkan panas jika menerapkan sihir api"
"Jadi, sebagian besar kekuatan memprioritaskan kontrol Mana kastor"
"Sihir akan terwujud jika kamu membayangkan dipikiran mu"
"Bahkan ada seseorang yang mengaktifkan sihir tanpa pikiran atau membayangkannya"
"Dan juga, Sihir dapat dikontrol sesuai dengan Mana internal"
"Jika kamu mengeluarkan Mana internal secara penuh, maka kekuatan sihir mu akan berubah menjadi berbahaya. bahkan ada kemungkinan kalau kamu akan lepas kendali dan gila"
"Mana internal dan Mana kastor adalah sesuatu yang berbeda"
"Mana internal sudah pasti ada disetiap keberadaan mahkluk hidup, sedangkan Mana kastor merupakan hal yang berlawanan. tidak semua mahkluk hidup memiliki Mana kastor"
"Dan juga, tidak semua mahkluk hidup bisa menggunakan sihir"
"Tetapi juga, setiap mahkluk hidup diberkahi oleh para dewa"
"Setiap mahkluk hidup memiliki bakatnya tersendiri.
jika kamu ahli diseni berpedang, maka kekuatan dan simbol keberadaan kamu berbentuk pedang"
"Dan semua kekuatan memerlukan Mana kastor agar kekuatan itu bisa aktif"
"Ini adalah hal yang perlu kamu ketahui! Kekuatan bisa secara otomatis aktif jika pengguna atau Mana kastor berada dikondisi dalam bahaya atau terdapat sesuatu niat yang buruk"
"Dan ada juga kekuatan yang selalu aktif"
"Apakah kamu mengerti?"
"Sebagian besar mengerti"
"Baiklah, saatnya kita berlatih"
"Sebelum itu, bisakah kamu melemahkan sedikit aura mu?"
"Meskipun aura mu sudah melemah, tetapi aura ini juga bisa membunuh mahkluk yang lebih lemah"
"Sejak kapan aku mengaktifkan aura ku?"
"Eh? kamu tidak menyadarinya?"
"Tidak"
"Baiklah, pikirkan saja dilain waktu"
"bisakah kamu melemahkan sedikit aura mu?"
"Tidak"
"Ini merepotkan"
"Dengarkan aku"
"Bayangkan kalau kamu menjadi seseorang yang tak berdaya dan lemah"
"Baiklah"
Cartinas membayangkan apa yang dikatakan perempuan itu
"..."
"Lihat! kamu berhasil"
"Sudah?"
"Ya"
"Baiklah"
"(Tapi, tadi itu apa? aku seperti tidak memiliki tubuh fisik dan ada sesuatu yang aneh di dalam diri ku.")
"Hey, apakah Mana eksternal adalah sesuatu yang abstrak?"
"Tentu saja"
"Memangnya ada apa?"
"Tidak, itu pertanyaan yang tiba tiba muncul dipikiran ku"
"Oh, baiklah"
Cartinas dan perempuan berambut perak hendak keluar dari Katedral dan menuju ke tempat latihan
"Di mana seseorang yang mengajarkan ku?"
"dia belum datang?"
"Sepertinya"
"Begitu ya"
Tiba tiba terdengar suara pria yang hendak minta tolong
"Tolong aku"
"Hey, sepertinya pria itu adalah guru mu"
"Guru ku? tapi kenapa dia berlari?"
Pria itu masih berlari dan hendak menuju kepada Cartinas
"Tolong aku"
"Apa apaan itu? kenapa Beruangnya mengejar ku?"
"Hah?"
"Maaf Cartinas, sepertinya Beruang itu keluar dari tempatnya"
"Daripada itu, tolong usirlah Beruang itu"
"Beruang itu sangat besar"
Perempuan berambut perak mengeluarkan sihir
"Masalah selesai?"
"Hey, hey apa itu?"
"Baru saja aku mengeluarkan sihir benang untuk mengikat Beruang itu"
"Jadi seperti itu sihir"
"Rasanya seperti mimpi kalau manusia bisa menggunakan sihir"
"Ya, kamu benar"
"Hey, jangan abaikan aku dong!"
Cartinas dan Perempuan berambut perak menoleh ke pria itu
"Perkenalkan, nama ku adalah Bryl"