Siang hari ketika pulang dari kampus aq langsung masuk kamar untuk istirahat. bibi ku sedang sibuk
didapur sedang merapikan barang barang yang tak terpakai untuk ditumpuk digudang.
Sudah 2 tahun ini aq menumpang dirumah paman dan bibi. karna aq harus kuliah dikota ini. sedangkan ayah dan ibuku tinggal dikampung.
Paman mengajakku tinggal dirumahnya. setelah tahu aq kost sendiri. setahun kost tampa sepengetahuan mereka. pikirku tak mau merepotkan paman dan bibi ku.paman dan bibiku
mempunyai dua anak yaitu mas dika yang seumur dengan kakakku 3 tahun diatasku. dan meira adik sepupuku yang kuliah semester 4.
Sedangkan diriku sudah kkn .namun aq sudah menyusun proposal skripsi untuk maju sidang aq pengen cepat selesai bahkan aq sempat ikut semester pendek dan menambah sks untuk mempercepat kuliahku
" tok....tok.....mb rara" ada sebuah ketukan dipintu.
" masuk.." jawabku yang memang malas membuka pintu karna pintu tidak dikunci.karna sedang leyeh leyeh diatas ranjang.
" mb rara bantuin meira bikinin tugas dong." kata sepupuku itu nyelonong masuk menghampiri yang srdang tiduran.
" tugas apa sih " jawabku malas.
" ini tugas makalah besok ada penijauan ke luar kampus" kata meira.
Kulihat makalah yang disodorkannya dan membacanya sekilas.
" ya nanti sore ya, mb rara mau ngaso sebentar capek " jawabku.
" benaran ya mb.." katanya senang.
" dah sana ...hush hush pergi cantik sana mb mau istirahat " kataku yang sudah lemas ingin tidur.
" ok ..." katanya berlalu.
" woi mei.....pintunya tutup " teriakku melihatnya melewati pintu.
" iya.....iya......" kata meira dan menghilang begitu saja.
...............................
Sore hari kubantu meira untuk membuat makalahnya sambil mengajarkan hal mana yang harus diperbaiki dan yang penting. meira mengangguk paham ketika aq menjelaskan secara
spesifik inti dan permasalahannya.
" mb nanti kalo sudah selesai , makan bakso yuk "
kata meira.
" mb lagi malas keluar,lagian bibi masak kan" kataku.
" iya tapi meira pengen makan yang seger seger ngitu mb ayolah cuma sebentar" katanya merengek..sambil mecebikkan bibirnya.
" sana ra....diantar....bibi ngak masak tadi belum sempat karna bersih bersih dapur " kata bibi yang
keluar dari dapur setelah mandi habis bersih bersih.
" hore...... makan bakso..." kata meira senang karna lama memang tak makan bakso. mungkin hampir seminggu karna sibuk.
" yah alamat ....lama nih ujung ujungnya" kataku.
" kan sekalian mb jalan jalan,minggu depan kan sudah puasa ramadhan" kata meira senang.
" ck......apa hubungannya.kan tetap bisa beli bakso buat dimakan waktu buka." kataku.
" ih mb rara......sekalian ngeceng mb ,skali skali
masa ndekam terus" kata meira yang tahu aq memang tak sering keluar rumah kecuali ada urusan penting.
........................
Sore itu pun aq dan meira meluncur ke warung bakso langanan meira yang katanya enak.
ketika kami disana memang banyak muda mudi yang antri. katanya baksonya enak dan tempat tongkrongannya juga asyik. karna lumayan murah dan tak menguras kantong cuma 12 000 per
mangkok dan mimumnya 3000 untuk tehanis dan es jeruk.
kami mencari tempat duduk. karna lumayan penuh
dan dapat di pojokkan namun kami harus melewati meja cowo cowo yang ada dibarisan depan karna .
meja yang kosong dipojok.
" wow..... mb ada cogan cogan " kata meira bebisik ketika kami ingin menuju tempat duduk.
" heh......kita mau makan kesini, bukan mau nyari ngebetan" jawabku cuek lalu melewati meja itu
dan duduk manis .
Kami sedang menunggu pesanan datang ketika
meira berbisik pelan.
" mb...mereka ngelihatin kita tuh" bisik meira bicara pelan.
" biarin kan punya mata." kataku yang duduk santai sambil memainkan dawai .
" tapi keren keren mb,.dan kayanya cogan tajir lihat
baju baju mereka pada bermerk" kata meira yang memperhatikan 3 orang ciwo yang tak jauh dari tempat duduk kami berdua.
Terlihat mereka duduk santai sambil mengobrol.
seklias mataku melirik dengan ujung mata.
memang sih terlihat keren apalagi yang mengunakan kaos putih yang dipadu kemeja
terbuka.
" mb mereka memperhatikan kita tuh" kata meira lagi.
" mhem......... biarin aja" jawabku.
Tak lama kemudian bakso pesanan kami datang bersama minumannya. tampa banyak bicara aq pun lahap menyatapnya begitu juga dengan meira.
tampa memperdulikan orang orang sekitar.
Setelah makan bakso aq dan meirapun pulang.
namun mampir dulu kesupermarket untuk membeli
sabun cuci pesanan bibi.
Ketika didalam sedang melihat lihat rak sabun cuci
" brug.............. keranjangku jatuh berserakkan.
" eh maaf mb ngak sengaja nga lihat." jawab suara bariton.
Deg.........
" bukannya dia salah satu cowo yang di warung bakso tadi" gumanku dalam hati.
Aq pun buru buru merapikan belanjaan ku yang jatuh.
" eh.....kenapa mb" kata meira yang dartang menghampiri.
" mhemm.....maaf saya yang menabrak " kata cowo yang menabrakku.
" eh....ngak pa pa mas" kata meira tersenyum manis.
" oh ya maaf sekali lagi " katanya seraya berlalu.
" oh...iya mas " jawab meira, sedang aq hanya diam
saja.
Meira memandangi cowo iyang menabrakku
" ya ampun keren banget mb, meleleh hatiku.
kaya opa opa korea" katanya takjub melihat
ketampanan laki laki itu.
" aish........ awas ngiler...." kataku mengoda.
" ck......mb rara ....masa ngak kagum sih lihat
cogan keren gitu.
" ck .......bukan ngak kagum tapi malas sudah banyak tuh dikampus mb. lagian mb lagi fokus
nyelesaiin kuliah dulu baru cari cogan buat suami
ngak usah pacaran lah takut di gosting" kataku
malas.
" he....he.... he..... bilang aja belum laku mb" kata meira mengodaku.
" siapa bilang" kataku sewot.
" lah buktinya mb rara ngak punya gebetan" jawab meira.
" eh .........bukan ngak laku mb rara ngak mau pacaran" jawabku percaya diri.
" yah .....sama aja" kata meira.
" tahu ah.....kataku" lalu melangkah menuju kasir untuk membayar belanjaan.
.............................
Memasuki bulan ramadhan . aq fan meira juga bibi dan paman terawih bersama,kak dika belum pulang dari luar kota karna ada kerjaan dinas katanya. kak dika sudah setahun kerja setelah lulus kuliah.
Deg...........
" Aish........kenapa ketemu lagi" bathin ketika keluar
dari wc umum karna batal dan berwudhu dimasjid.
Cowo itupun ikut terkejut melihatku..begitu juga
aq yang deg degan ......
Dia menoleh padaku sambil tetsenyum ketika tadi kami hampir bertabrakan lagi.tapi aq cuma diam dan cuek.toh aq juga ngak kenal siapa tuh cogan keren idola meira.
Aq mengambil wudhu kedalam karna tempat wudhu pria dan wanita terpisah. setelah selesai
aq pun cepat cepat kembali kedalam masjid.
begitu juga dengan cowo keren itu yang memakai sarung dan koko putih menambah ketampanan.
" mb.......mb.........itu kan cogan keren yang nabrak mb tempo hari itu" kata meira berbisik.
" tahu ah..." kataku seraya berdiri ketika iqomat selesai dilafadkan.
Sholat terawih selesai dengan khusuk . para jemahpun bubar dengan teratur. begitu juga dengan ku dan meira.juga bibi yang pulang jalan kaki.
Meira yang penasaran pada cogan ganteng
yang juga rajin terawih itupun bertanya tanya
pada paman ketika suatu kali paman menegurnya dan berjalan bersama ketika pulang terawih.
" yah.....tadi ayah pulang bareng siapa " kata meira
ketika masuk rumah.
" oh itu masa kamu lupa itu mas Devan teman masmu dia kan baru pulang dari jerman menyeledaikan S2 disana. itu anak hajii ali yang kaya tetangga kita." kata paman.
" astaga......itu mas devan.temannya mas dika.kok
berubah jadi ganteng dan keren ya yah" kata meira
tampa sadar memujinya.
" anak ayah suka ya" kata ayah mengoda.
" mhem.......dehem bibi.
" masih kuliah , kuliah dulu yang benar baru mikirin lelaki" kata bibi.
" ih.....bunda hanya kagum kan boleh" kata meira.
Aq yan mendengkannya obrolan paman dan bibi juga meira hanya diam.karna memang tak pantas ikut campur. apalagi aq cuma numpang dirumah paman adik dari ibuku.
.......................
Hari hari berlalu. bulan ramadhan sudah hampir berakhir. kesibukan dirumah sudah mulai terasa.
kami membuat roti kering bersama bibi. dan meira.
juga bersih bersih rumah.
hari ini rencananya mas dika akan pulang. dari luar kota.kami pun menyambutnya dengan senang hati. karna mas dika yang kukenal dangat baik dan penyayang.dulu sewaktu kecil aq sangat dekat dengannya.
dan benar saja, sore hari mas dika sudah dampai dan paman dan bibi sangat senang. apalagi banyak membawa oleh oleh dari luar kota. meira yang juga dapat uang thr dari mas dika sampai berjingkrak jingkrak saking senangnya, aq sampai terbahak bahak bersama bibi melihat polahnya
" nih untuk kamu ra, kata mas dika menyodorkan amplok ke padaku.
" alhamdulilh mas trimakasih " kataku.
" kamu lebaran disini kan ra" kata mas dika.
" rencananya mau pulang mas H - 3 " kataku
santai.
" mbok skali skali lebaran disini nduk. kan lagi
musim pandemi" kata paman.
" iya ra, kami juga keluarggamu ra" kata bibi ikut menimpali.
" tapi rara kagen ibu bapa bi, paman" kataku lirih.
" nanti biar paman telp bapamu. masa tega lihat pulang uyel uyelan di bis " kata paman.
" iya mb, meira juga bisa jalan jalan lebaran
biar seru. madalahnya biasa meira ngak ada teman dekat pada pulang kampung." kata meira.
" tuh tetangga banyak" sahutku
" ih beda lagi disini gadis gadis tetangganya suka panas panasan" kata meira.
" kok bisa" kata heran.
" maklum ra, teman temanya meira disini rada usil usil dulu waktu kecilnya jadi meira jarang main.
" oh gitu" aq pun mengangguk mengerti.
paman dan mas dika yang mendengarnya hanya diam karna memang pada kenyataan lingkungan perumahan slalu ada persaingan tapi bagi yang
cuek seperti paman dan bibi mereka hanya diam dan tak terpengaruh toh setiap orang berbeda beda
Sudah dua hari mas dika dirumah, aq dan meira
yang belanja untuk keperluan lebaran termasuk baju baru sibuk memilih milih di sebuah mall terbesar di kota ini.
Mas dika menunggu kami berdua dengan sabar.
duduk dikursi penunggu ketika kami memilih milih
sendal.
" Hai dik apa kabar" sapa seseorang menepuk bahu.mas dika.
" eh......bro kapan datang kok ngak ltahu." kataas dika. ketika tak jauh dariku tempat mencari sepatu.
" yah......jangan ngumpet aja . sampai lupa teman" kata devan santai.
" sudah kelar nih study ,kerja dong..atau nikah dama cewe bule" kata mas dika mengoda.
Mhem......kerja dulu lah mau dikasih makan apa anak orang" jawab devan.
" mau beli sendal juga" kata mas dika.
" rencana....sih , kamu kesini sama siap" selidik devan.
" tuh adik sama sepupuku, biasa jadi bodyguard
dadakan " kata dika santai.
" kamu sendiri van" kata mas dika.
"iya cuma mau beli sendal buah lebaran, tapi lihat penuh gini jadi malas" kata devan.
........................
aq dan meira pun sudah selesai belanja. setelah mendapat kan barang yang kami pilih.kami pun
menghampiri mas dika dan uga kak devan.
" sudah selesai" kata mas dika kepada ku dan meira.
meira yang melihat devanpun langsung tersenyum senang dan mengulur tangannya.
" hai ka... kenalin aq meira adik mas dika" kata meira yang disambut devan yang ikut tersenyum.
" oh kamu meira yang dulu imut dan pendiam itu
ya" kata devan lalu melepaskan jabatannya.
" iya ka, kaka tambah keren aja " kata meira tampa malu.
" aish.........gila nih meira menjatuhkan martabat wanita saja" gumanku dalam hati yang jelas tak terdengar.
" hai ....aq devan " katanya lalu menyodorkan tangannya kearahku.
" rara " kataku cepat menangkup kedua tanganku didepan dada.
" salam kenal" jawabku lagi
devan yang melihat itupun cepat menarik tangannya
" maaf ...."katanya tersenyum nanun jelas ada rasa
kecewa dari sorot matanya.
" ini sepupuku dari kalimatan yang kuliah disini dev, sudah mau kelar dan wisuda tahun ini, ya kan de" kata mas dika sambil melirikku.
" oh iya.." jawabku gugup.tapi berusa setenang mungkin.
" lho tapi kaliatan masih imut" kata devan " seakan bertanya,
" iya umurnya baru 20 karna kuliahnya cuma 3 tahun lebih dikit jawab " jawab mas dika.
setelah perkenalan itupun ka devan sering main kerumah hanya sekedar ngobrol dengan mas dika.
mas dika bilang kalo mas devan sudan diterima kerja disebuah perusahhaan asing dan gajinya cukup besar. kak devan yang jadi idola di sejitar lingkungan pun jadi perbicangan pada emak emak rempong yang pengen mengambilnya jadi menantu
apalagi keluargganya termaksud paling kaya disekitar para tetangga fan lulusan luar negri.
Meira pun ikut suka caper kalo ka devan datang kerumah, tapi tidak denganku. karna bagiku ahlak
dan kebaikan hati jadi tolak ukur seorang imam.
dan aq juga tidak ingin bermimpi kosong sibuk
dengan harapan palsu.
Bukan tampa sembab karna aq pun sudah biasa dikejar kejar cogan ganteng semasa sma. tapi ujung ujung cuma jadi ban setep dan itu membuatku kapok. bagiku aq lebih fokus kuliah fan kalo memang berjodoh aq lebih baik punya pacar halal.
Dua hari sehabis lebaran keluargga kami berkumpul bersama ketika sehabis sholat isya.
paman dan mas dika baru pulang dari masjid. kebetulah ayah dan ibu datang dari kampung untuk silahturahmi. sedang kakaku tidak bisa ikut menjaga rumah.
Kami berkumpul diruang tengah sambil menonton tv.sambil ngobrol tentang kuliah dan kerjaan.
" wah berarti mb rara langsung kerja dong habis wisuda" kata bibi.
" insyaallah bi , mau nyari nyari dulu sekitar sini." kataku.
" tapikir mau menikah mb" kata meira yang mengodaku.
" heh.....ngawur aja, lagian mb belum punya calon " kata ku santai.
"paman kalo rara ada yang lamar diterima ngak" kata mas dika bertanya kepada bapa yang duduk santai sambil menguliti kacang disebelah ibuku.
" itu sih terserah aira , paman sih oke oke aja " jawab bapa pada mas dika.
" wah......bakal cepat punya cucu nih " kata paman
" ih paman belim juga wisuda masih lama" kataku.
" tapi bau baunya ada yang mau lamar malam ini "
kata mas dika seraya mencomot kue pukis.
" hah..............kami semua pun yang ada disitu semua terkejut medenggar tentang itu terutama
bagi diriku. yang belum tahu apapun dan juga belum siap.
Tak lama setelah itu terdengar orang memberi salam di pintu depan.paman dan mas dika pun
langsung bangkit dan menuju pintu.
" walaikum salam " kata mas dika membuka pintu.
Paman yang cukup terkejut akan ada tamu dadakan, mencoba tenang dan bersikap biasa
" masyaallah haji ali ,nak devan ayo masuk masuk"
kata paman .
Aq yang mendengar itu pun buru buru masuk kamar tapi tidak dengan meira dia mengitip fari balik gorden ruang tengah. sedang bibi dan ibu kedapur untuk membuat teh dan cemilan.
bapa hanya diam memperhatikan meira. sambil tersenyum.
" mei sana masuk kamar saru....ah ngintip ngitip
tamu nanti bintiitan " kata bapa.
" ih pakde cuma penasaran aja yang bertamu." kata meira sambil manyun.
mas dika pun masuk memanggil bapa diruang tengah.untuk ikut ngobrol didepan.
" heh ....ngapain ngintip ngintip saru.....sana masuk kamar anak gadis kok ngak tahu aturan" kata mas dika yang terdengar dampai kamarku yang memang tak jauh fari ruang tengah
" ih .....kakak ....apaan sih" cebik meira.
Bibi membawa nampan teh manis 5 buah dan ibu membawa beberapa toples cemilan dengan nampan.
" wah tumben nih haji ali berkenan mampir rumah saya " kata paman membuka obrolan.
" oh ya ini abang saya yang dikampung pa haji" kata paman memperkenalkan bapa
" assalamualiakum "kata bapa menyodorkan tangan.ke haji ali dan devan.
" walaikumsalam " jawab keduanya sambil bersalaman.
setelah semuanya duduk ibu dan bibi datang membawa minum dan cemilannya.
" monggo pak haji ini tehnya." kata bibi ramah.
" ya ...ya ini sudah cukup" kata haji ali fan devan hanya ikut tersenyum.
ketika hendak masuk haji ali pun bicara
" oh ya bu imran disini saja ikut mendengarkan
tadi sebenar istri saya mau ikut tapi lagi ngak badan beberapa hari ini" kata haji ali.
" ya allah tapi baik baik saja kan pa" kata bibi.
" insyaallah baik cuma kecapean saja." kata haji ali.
Sejenakpun hening. paman,bapa dan bibi juga ibu
hanya diam sedang mas dika dan ka devan saling pandang.seakan memberi kode.
" begini paman niat kami kesini mau mengkhitbah
aira keponakan paman, mumpung juga bapa dan ibu dek aira disini" kata devan sedikit gugup.
" iya pa imran itu tujuan kami kesini" kata haji ali menambahi.
Paman pun menatap bapa ,bapa yang mengerti menganggukkan kepalanya lalu bicara.
" apa nak devan dekat dengan puutri bapa" kata bapa bertanya.
" hanya kenal dan sering bertemu beberapa kali om" kata devan.
" apa kami boleh melihat, maksud saya bertemu" kata haji ali.
" maaf sebenarnya saya pribadi belum pernah
melihat dan bertemu keponakan pa imran. yang katanya tinggal disini" kata haji ali.
mhuh........paman pun membuang nafas kasar.
" sebenarnya keponakan saya sudah lama tinggal disini ji, tapi memang anaknya pendiam dan sedikit tertutup jadi jarang keluar rumah." kata paman.
" oh pantasan saja, tapi kapan devan ketemu
kok bisa nekat niat melamar " kata haji ali menatap putra nya dalam.
devan yang bingungpun jadi salah tingkah sambil mengaruk kepalanya yang tidak gatal.
" mhem ngomong dev, jangan cengar cengir aja" kata dika menyindir.
" eh iya bi....devan ketemu beberapa kali diluar pas lagi bareng teman teman " kata devan gugup.
" trus gimana, jadi nih ngelamarnya " goda haji ali
putra tertuanya karna devan masih mempunyai satu adik perempuan dan adik laki laki yang masih smp. yang perempuan seumur meira.
" ya jadi dong bi, ini serius abi kira devan main main." kata devan dengan perasaan ngak enak.
ha.....ha .....ha .....otomatis semua yang ada disitu tertawa mendengarkan perkataan devan.
" wah ....wah .......maaf pa imran juga pa.....
" sofyan " kata paman.
" oh ya pa sofyan anak saya ini sudah ngak sabar...
padahal baru 2 minggu disini. eh pulang pulang minta nikah." kata haji ali.
paman dan bapa pun tersenyum mendengar kelakar haji ali.
" takut ada yang nikung duluan paman" kata dika
menjawab
" iwah berat ini......." kata haji ali lagi.
" ha ....ha.....ha...... ruangan pun menjadi hidup
dengan obrolan santai dan canda.
" kalo masalah itu kita tanyakan anaknya saja pa haji. ya kan bang " kata paman lalu meminta persetujuan bapa.
" iya kalo saya pribadi setuju setuju saja pa hajii toh mereka yang menjalani." kata bapa
" bu panggilkan rara ." kata bapa kepada ibu.
" iya pa, monggo sambil disambi pa haji, sambil menunggu" pamit ibu berlalu masuk untuk memanggil rara.
sepeninggalan ibu. obrolan berlanjut.
" katanya dika sudah kerja ya, sdh S2 juga nyambi kerja apa sudah punya calon" kata haji ali.
" insyaallah sudah pa haji rencana habis lebaran ini akad" kata paman.
" masyaallah.......pantasan devan ngak mau kalah" kata haji ali mengoda putranya.
gelak tawapun membuat suasana diruang tamu
menjadi ramai , bibi juga ikut tersenyum.
Namun ketika rara muncul suasana kembali hening.rara menundukkan kepalanya. ada rasa
malu dan dadanya deg degan seakan berlompatan
bagaimana tidak orang yang melamarnya idola para gadis tetangga dan juga sepupunya bahkan rara belum pernah ngobrol sama sekali.
" masyaallah pa imran ini punya keponakan cantik disimpan rapat banget" kata haji ali yang menatap rara. hanya dengan penutup kepala yang longgar
karna rara memang belum berhijab.
" he...he....he.... bisa saja pa haji" kata paman
Sedangkan bapa hanya tersenyum.bersama ibu dan juga bibi.
" bagaimana nduk, ini pa haji ali mengkhitbah rara
untuk putranya nak devan " kata bapa memberitahu rara.
" iya nak keputusan ada ditangan mu.kami hanya
memantapkan niat baik " kata haji ali yang terdengar tegas.
sejenak rara menatap ibunya lalu kepada bapa dan juga paman dan bibinya. semua menganggukkan kepala menerima keputusan rara.
Devan yang tak sabar sedikit gelisah menunggu jawaban .mas dika yan duduk disebelahnya mengusap punggung nya seakan memberi ketenangan.
" boleh saya meminta syarat " kara rara akhirnya bicara setelah berpikir tenang.
Semua mata tertuju pada devan seketika. juga pa haji ali.
" devan......kamu siap " kata haji ali .
" katakanlah saya siap menerima syarat" kata devan bicara walau sedikit tegang.
" saya masih ingin melanjutkan study dan berkerja.
dan saya ingin kak devan memberi kebebasan
setelah menikah" kata rara lugas.
" syarat saya terima selama dek rara memenuhi
kewajiban dek rara sebagai istri dan saya tidak akan membatasi." jawab devan
" trimakasih ka." jawab rara. pelan.
" lalu ....jawabanya" kata mas dika menyela karna
melihat devan menatapnya.
" alhamdulilah saya menerima lamaran ini." jawab rara dengan sedikit gugup.
" alhamdulilah ......serentak semua yang ada disitupun ikut senang karna tadi sedikit tegang.
" syukur lah kalo begitu lamaran resminya akan kami lanjutkan bulan depan dan akad nikahnya biar nanti dibicarakan bersama" kata haji imran lega usai mengkhitbah untuk sang putra.
" iya pa haji nanti kita bicara lkan mana baiknya.
monggo teh nya hampir dingin " kata paman.
.............................
Aira zahra alima. .....itu namaku. tak pernah terlintas dipikiranku menikah dengan tetangga.
aq memang mengagumi ka devan tapi tak percaya
pada akhirnya pertemuan itu menjadi sebuah
kata khitbah untukku.
Ya bagaimana tidak meira yang sewot dan kesal
karna devan calon imamku menjadi sering cemberut.
" ih.......kenapa mb rara ngak nolak sih, kan aq juga mau dilamar" kata meira saat itu.
" yah belum jodoh ..dek" lagian yang dilamar rara
kok kamu yang mau" kata mas dika.
Tapi aq suka mas sama kak devan" kata meira
mecebikkan bibirnya.
" kamunya suka kak devannya sih enggak" ledek mas dika.
" mas........kok adik sendiri ngak dibela. sih." kata meira sewot.
" lagian mana mau devan yang bar bar sama kamu, tuh dia mau nya yang kalem kaya rara" tunjuk mas dika sambil meledek
suasana ngambek pun sering terjadi dengan drama. rara dapat memaklumi. tapi apa mau dikata
aq pun menyukai kak devan tampa sepengetahuan meira.dan kesempatan itu tidak mungkin aq lewatin begitu saja. allah memberikan kita sekali hidup didunia ini. dan itu tak akan aq sia siakan
begitu juga keberuntungan yang kudapat.
Tamat
.
.
.