Tetanggaku rupanya idolaku dan juga kekasih yang menyebalkan. Cerita ini bermula dari sebuah kesalahan yang tak disengaja hingga akhirnya aku terjebak dalam situasi yang tak bisa keluar karena janji yang ku ucapkan sendiri
🎶🎶🎶
Pagi itu aku mendengarkan sebuah alunan lagu yang sangat aku sukai, lagu yang dinyanyikan oleh seorang penyanyi yang bernama Ferdian. Entah kenapa lagu h lagunya selalu membuatku tenang dan hanyut kedalam lagunya, seakan akan aku bisa merasakan perasaan yang dia sampaikan lewat lagu - lagunya itu.
Dan lagu dari penyanyi Ferdian itu selalu mengena dan cocok disegala suasana baik sedih, bahagia atau pun galau lagunya selalu enak untuk didengarkan. Aku sangat ngefans padanya tapi aku tak punya apa apa untuk diberikan padanya seperti penggemarnya yang lain, yang bisa membelikan dia apa saja dan datang dalam konsernya. Kalau aku hanya bisa melihatnya dari layar persegi empat yang disebut tv.
Aku adalah Renata Karina siswi angkatan pertama disebuah universitas unggulan dan aku masuk melalui jalur beasiswa, dan aku memiliki teman bernama Ambarwati dan Yunus.
Kedua teman ku yang ku kenal di hari pertama aku mengikuti orientasi itu telah menjadi sepasang kekasih, dan jika keluar untuk jalan aku bagaikan ibu mereka berdua karena aku selalu mengawasi mereka yang kadang kekanak-kanakan.
"Rena di sini." teriak Ambar memanggil ku dari lantai 2 gedung kulia ku
Ya hari ini aku dengar Ferdian akan mengadakan konser di daerah tempat tinggal ku dan hari ini dia akan datang ke kampus ku untuk melakukan jumpa fans. Banyak dari mereka yang berkerumun dan membawah berbagai hadiah untuk Ferdi.
"Wah dia keren ya?" gumam ku yang melihat Ferdi dikerumuni banyak orang yang ingin meminta tanda tangannya dan juga foto bareng dia.
"Dia kan emang idola." sahut ambar yang juga sama sepertiku mengidolakan Ferdi namun hanya bisa melihat dari jauh karena kami tak memiliki apa pun, belajar saja ambil jalur beasiswa.
"Apalah daya tangan tak sampai, ku hanya bisa bilang i love you dari jauh yayang Ferdian." ucap Ambar dan membuat ku terkekeh karena dia mendapatkan pukulan dari Yunus kekasihnya.
"Aduh sayang aku kan hanya menggemarinya saja, dan yang akan ku nikahi tetaplah dirimu Bebeb." ucap Ambar membela diri didepan Yunus.
Ya ulah mereka selalu membuat aku tersenyum karena mereka adalah teman teman terbaik ku serta orang yang sangat lucu, mereka tak pernah bertengkar secara serius. Dan kalau pun ada pertengkaran selalu berakhir dengan candaan.
"Hah, mereka sudah pergi andai saja aku bisa berfoto dengan Ferdi tadi pasti bahagia hati ku." gumam ku liri dan tertawa sendiri karena merasa geli.
"Ferdian, dia adalah bintang yang tak dapat ku gapai karena sinarnya yang terlalu terang serta jaraknya yang terlalu jauh."
"Ingin cepat selesai dan pulang biar bisa memimpikan yayang Ferdian karena hanya didalam mimpi saja aku bisa menyentuh dan memeluknya."
Renata tak menyadari kalau gumaman-nya dari tadi ada seseorang yang mendengarnya. Renata yang lagi istirahat dan berteduh dibawah pohon itu merasakan kedamaian, dan dengan samar Renata menyanyikan lagu dari Ferdian.
"Sangat merdu dan enak didengar, tak ku sangka aku bisa mendengar suara yang sangat merdu, boleh kah aku berfoto dengan mu?" tanya seseorang yang mengagetkan ku.
Cekrek...suara dari foto ponsel
Belum siap aku menjernihkan pikiran ku dari rasa terkejud ku orang itu sudah pergi meninggalkan aku, bagai sebuah mimpi setelah itu aku tak pernah lagi bertemu. Terkadang aku berfikir apakah benar yang ku lihat waktu itu dan apakah benar seorang Ferdian menyapa ku.
Ambyar ya pikiran ku ambyar mau cerita pun tak akan ada yang percaya dan pasti aku akan dianggap gila. Lagian tak mungkin seorang bintang mendekati ku, menyapa dan meminta berfoto dengan ku.
Setiap aku pulang dari kampus aku selalu melihat rumah besar yang katanya sudah ada yang menempati itu, namun sudah 1 Minggu tak ku lihat ada orang di rumah itu.
"Rena setelah ini antarkan nasi campur ini ke rumah disebelah itu ya, karena ibu masih repot banyak pembeli." perintah ibu ku
"Siap ibu suri, hamba siap mengantar tapi siap orang itu? Rumahnya aja sepi?" tanyaku pada ibu ku.
"Ya orang masak siluman." jawab ibu ku ketus.
"Ya kali siluman, emang ibu mau anak ibu yang cantik dan satu satunya ini jadi mangsa siluman." jawabku sama ketus ya pada ibu.
"Gak apa siapa tau setelah itu ibu bisa dapat uang banyak tanpa harus sudah paya jual nasi." jawab ibu ku lagi dengan cuek.
"Ya Allah ibu, jadi dikau tega menumbalkan diri ku demi uang." aku berkata dengan sedih.
"Sudah jangan lebai cepat pergi sana, nanti keburu gak dapat rizki loh." ibuku menyentil kening ku dan aku pun pergi kerumah sebelah untuk mengantar pesanan nasi campur.
Lama ku tekan bel rumah itu tak juga ada orang yang keluar, dan aku pun memberanikan diri untuk masuk yang ternyata pintu rumahnya tak terkunci.
"Permisi, pesanan nasi campur anda sudah datang tuan, nyonya!" teriak ku didalam rumah yang sepi itu.
"Halo...Apa ada orang didalam?" aku masuk semakin dalam kedalam rumah itu.
Srak
"Kyaaaah.!"
Bruk
"Aduh sakit."
"Kamu? Kenapa bisa masuk ke sini?" tanya seseorang yang tadi ku tabrak.
"Maaf tuan saya tak tau kalau ada orang karena gelap, saya cuma mau mengantarkan pesanan nasi saja dan karena sudah lama ku panggil tak ada yang menyahut jadi aku masuk, pintu rumah juga tak dikunci." jelas ku panjang lebar
"Tak masalah untuk itu, yang jadi masalah adalah kamu telah melecehkan aku." jawabnya dan saat ku lihat ternyata dia sedang tak berbusana dan handuk yang entah dari mana bisa ada ditangan Ku.
"Aaaaah. Maaf maaf tuan tak sengaja dan tak bermaksud." ucap ku dengan panik tanpa melihat orangnya siapa.
"Kenapa Ga?" tanya seseorang lagi
"Tak apa hanya ada serangga kecil yang masuk rumah."
"Serangga? Berani sekali dia menyebutku serangga." kesal ku dalam hati yang tak terima.
"Oh putri penjual nasi ya? Tadi ibunya bilang kalau putrinya sudah mengantarkan ke rumah." jelas orang yang baru datang
"Hei tuan aku buka serangga ya, apa kau tak dengar apa yang dikatakan oleh teman mu barusan, aku datang untuk mengantarkan pesanan nasi."
"Huh. Sifatnya sungguh buruk tak seperti idola ku." ketus ku melangkah keluar dari rumah itu.
"Siapa idola kamu itu.?!" tanya orang itu dengan ketus.
"Yang jelas dia tak seperti mu, dia adalah kekasih impian ku dan orang yang keren serta suaranya merdu Ferdian.!" teriak ku dengan sangat kesal.
"Uhuk uhuk" orang yang tadi baru dateng tiba - tiba terbatuk.
"Oh, jadi kau adalah kekasih ku?" jawab orang yang ku tabrak tadi
Deg
Jantungku hampir copot dari tempatnya, bagaimana tidak. Orang - orang hanya bisa melihat tampilannya yang keren dengan busana lengkap sementara aku melihatnya dengan telanjang dada dan bentuk tubuhnya yang sungguh menawan.
"Fer - Ferdian." gumam ku tertegun dan tanpa sadar aku menelan salifa ku.
"Kenapa? Bukankah tadi kamu bilang bahwa aku adalah pacar impian mu, yang kamu sebutkan dengan sangat lantang dan percaya diri." ucapnya sambil berjalan mendekati aku.
"I - itu, maaf itu hanya salah paham dan aku hanya bercanda, benar aku bercanda maafkan aku." ucapku dengan takut karena aku pasti akan masuk penjara dengan tuduhan pelecehan dan pencemaran nama baik artis terkenal.
"Seorang pacar yang hanya bisa dipeluk didalam mimpi saja, ternyata kamu orang mesum ya?" ledeknya pada ku dan membuat aku terkejut karena dia tau apa yang aku bicarakan saat aku istirahat dan menghabiskan waktu ku dibawah pohon ditaman kampus tadi siang.
"Ganti rugi berikan aku kompensasi." ucapnya berdiri tepat di depanku dan aku sudah tak bisa mundur lagi karena ada dinding dibelakang ku
"Baiklah, tapi aku tak punya uang. Katakan apa saja asal aku bisa aku akan melakukannya aku janji" jawab ku dan berjanji.
"Ok. Tak sulit, jadilah pacarku dan manjakan aku selama aku berada dikota ini." ucapnya dengan senyuman yang terlihat sangat aneh.
"Hah?"
"Itu mudah dan tak sulit, serta tak membutuhkan biaya untuk melakukannya." ucapnya lagi.
"Bagaimana mungkin?"
"Apanya yang tidak mungkin? kecuali kalau kamu mau ke pengadilan karena sudah menerobos masuk rumah ku tanpa ijin dan melecehkan aku." jawabnya lagi.
"Aku tak mau dipenjara." jawab ku dengan cepat.
"Ok, jadilah kekasihku."
"Ba - baik tapi hanya sementara kan?" tanya ku dengan takut dan juga senang campur jadi satu
"Hem, untuk itu aku pikirkan dulu, dan selama jadi kekasihku kamu harus mematuhi semua perintah ku tanpa terkecuali, serta tak boleh memiliki hubungan dengan pria lain." perintahnya lagi pada ku.
"Ya asal tak merugikan dan melanggar hukum akan ku lakukan semua perintah mu." jawab ku lagi.
Ku lihat dia tersenyum sangat manis dan ada lesung pipi yang manambah manis dari senyumannya itu.
"Perintah pertama, cium aku sekarang." perintahnya dan itu membuat jantungku berdebar semakin cepat.
"Ini tak baik untuk kesehatan jantungku." suara hati ku
"Itu tak merugikan dan tak melanggar hukum" sambungnya lagi dan mendekatkan wajahnya pada ku.
"Dia terlalu dekat." suara hatiku dan aku mengerjapkan mata
"Ku hitung sampai hitungan ke 3."
1
2
3
Cup
Aku langsung mengecup pipinya dan lari keluar disaat hitungan ketiga, dan ku dengar suara tawanya yang nyaring karena telah berhasil mengerjai aku tadi.
Tak ku sangka seorang Ferdian yang terlihat cool, diam dan sulit didekati itu adalah orang yang jail dan ceria serta banyak sekali omong, dan juga keras kepala.
Aku menjalani hubungan dengannya sudah 1 Minggu dan setiap hari dia selalu menyuruh aku melakukan ini dan itu untuk dirinya. Dari situlah aku tau kalau Ferdian adalah orang yang sangat menyebalkan.