Seorang putri yang kesepian, berjingkat ingin keluar istana. Ia menarik roknya tinggi keatas. Melihat sekitar sepi. Ia berlari menuju pintu belakang te maid.
Ia menyusuri hutan dengan pohon yang lebat. Jalan lurus. Sesekali ia melihat kelinci berlarian. Kadang ia jadi tak fokus, lama bermain dengan kelinci berbulu lembut itu.
Saat fokusnya kembali ia menutupi kepalanya dengan tudung, entah punya siapa, ia ambil saat melarikan diri.
Ia melanjutkan perjalanannya. Ditengah jalan ia melihat seekor anak kelinci terluka karena jerat yang dipasang oleh pemburu.
"Aduh sakit ibuuuu... ibuuuuu.." Teriak kelinci itu. Ups, Iya si putri memiliki kemampuan tersembunyi. Ia bisa berbicara dengan Mahkluk hidup selain manusia. Sssttt... ini rahasia ya...
"Astaga, kenapa kau bisa begini" si Putri mencoba melepaskan jeratan itu. Sangat kuat dan susah tapi dengan tenaganya.
"Aku... aku tak berhati-hati" tangisan sedih juga kesakitan.
"Okey aku bantu, sebentar, tahan sebentar ya" kata sang Putri.
"Iyaa Aw! huhuuuhuuu" Pekik kesakitan, membuat sang Putri mengangkat tangannya.
"Maaf aku akan pelan-pelan" Si Putri itu berhasil melepaskan jerat dari kaki kelinci itu.
"Manusia kau bisa bahasa kami" tanya anak kelinci dengan sedikit terisak.
"Iya" Sang Putri itu tersenyum. Rupanyabanak kelinci itu baru sadar ia bisa berkomunikasi dengan manusia yang menolongnya ini.
Kreek...
"Maaf ya kelinci manis, aku hanya mempunyai ini" Si putri membalut luka kelinci, dengan merobek bawah gaunnya.
Si kelinci melihat putri cantik itu dengan rasa berterima kasih.
"Ngomong-ngomong siapa namamu" tanya Putri.
"Aku Albert, sedang kau siapa?" Tanyanya balik.
"Aku Putri Vevilia" Jawab Putri Vevil ramah.
"Putri kamu mau kemana?" Tanya anak kelinci itu, ia tadi mencoba berjalan, tapi luka dikakinya terlalu parah. Jadi si Putri mengantarkan si anak kelinci pulang kerumahnya.
"Aku mau ke pasar, kata para maid disana akan diadakan pesta bagi rakyat oleh Raja. Tapi sayang aku tak diperbolehkan kesana oleh mereka" Sendu putri.
Kelinci yang melihat itu, berinisiatif. "Didunia kami juga sedang mengadakan pesta Putri. Tadi aku ingin mencari buah berry segar disebrang, ibuku sudah mengingatkanku, tetapi aku sangat ingin membawanya pada festival itu jadi aku nekat dan jadi terluka seperti ini"
Sang anak kelincipun ikut bersedih. Harusnya ia mengikuti kata ibunya, sekarang ia dipastikan juga tak diperbolehkan ikut festival.
"Apa aku boleh ikut berpesta diduniamu?"
"Ntah, aku tak tahu, nanti kau tanya saja pada ibuku" Vevil pun mengangguk.
"Itu kau masuk saja ke balik tanaman rimbun itu Putri, disitu dunia kami berada"
Albert menunjuk.
Vevilia menyibak dedaunan itu, ia menemukan pintu gerbang besar dibaliknya.
"Turunkan aku" Albert meronta digendongan Vevilia.
WUUUSSHH...
Alber menjelmah menjadi sesosok berbadan manusia dan berkepala kelinci, sosok bocah lelaki sepertinya seumuran dengan putri Vevilia.
"Wuooh..." Vevilia terkejut. Melihat keajaiban didepannya. Ia melihat berbagai hewan dengan tubuh manusia melakukan aktifitas selayaknya manusia biasa.
Berbelanja, bersenda gurau, bermain, dan ada juga beberapa manusia disana. Hanya beberapa. Vevil meninggalkan Albert dan menbuat Albert oleng.
"Ouch!" Seru Albert. Mendengar pekikan kencang Albert, Vevilia kembali berlari kearah Albert dengan wajah meminta maaf.
"Sorri Albert, kau... seperti seusiaku, aku pikir kau lebih mudah dariku dengan wujud kelincimu"
"Dasar!" Kesal Albert karena rasa nyeri dikakinya.
"Ayo papah aku agar cepat sampai dirumah"
"katanya aku ingin ikut festival kan?"
" 'emm" Vevilia mengangguk adn menyampirkan tangan kanan Albert pada bahunya.
Susah payah karena tubuh Albert ternyata lebih besar dari tubuhnya.
"Argh... beratnya, bisa kau berubah kembali jadi kelinci, wujudmu sebelumnya, agar aku bisa membopongmu lebih mudah"
Albert hanya menggeleng dengan telinga kelincinya ikut bergerak.
"Kau tahu kau sangat berat kan" Vevil mencoba menahan tangan Albert.
"Ayolah Putri katanya kau ingin ke festival, jika jalanmu selelet ini bisa bisa festivalnya bubar"
Astaga menyebalkan sekali dia. Tadi saat nentuknya berupa kelinci, ia sangat manis, Vevilia, mengerutu dalam hatinya.
*
*
*
"Tuan putri anda lapar?" Tanya pria paruh baya seumuran ayahnya,
"Sedikit, aku ingin makan pie itu, Mr. Salvadore" Mr. Salvadore adalah kepala sekolah tempat Vevil bersekolah. Saat Debora mengijinkannya ikut featival dengan Albert yang masih pincang.
Vevil bertemu dengan kepala sekolahnya itu. Si kepala sekolah terlihat terkejut dan "Nanti ketika kita kembali jangan ceritakan kemampuanmu ini Tuan Putri" hanya itu pesan Mr. Salvadore padanya yang membuatnya bingung.
Festival yang sangat meriah, Vevil terlalu larut didalamnya. Ia baru pertama kali ikut berdansa dikeramaian. Rasanya sangat menyenangkan, usia remaja dengan banyak keingin tahuan yang tinggi.
Para Zuman, sebutan mereka disana, berparade dengan mengotong sebuah batu berkilau. Batu Zambrals. Batu yang dipercaya mendatangkan keberuntungan.
Banyaknya pengunjung yang menikmati parade membuat jalanan tak kondusif. Mereka saling mendorong ingin menyentuh kereta yang membawa batu Zambrals. Niscaya siapa yang menyentuh akan mendapat kemakmuran.
Vevil, yang terpisah dari robongannya, ia terdorong maju dan tak sengaja menabrak kereta yang membawa batu, dan menyentuhnya.
SLIIIIIING...
Sinar hijau terang keluar dari batu tersebut. Menyoroti Vevil. Tiba-tiba tubuh Vevil terangkat. Ia memejamkan mata, seperti ada sesuatu hangat yang masuk dalam tubuhnya. Dan saat kakinya kembali menyentuh tanah.
Para Zuman sudah bersujut kepadanya.
"Dewi Zarabels, berkati kami" mereka serentak berteriak kencang.
Mata Vevil terbuka, tatapannya seperti bukan dirinya, bola matanya yang tadi berwarna kecoklatan berubah menjadi hijau kehitaman terang.
Vevil hanya tersenyum menyejukkan bagi para Zuman. Lalu sinar disekeliling Vevil perlahan menghilang, Dan kesadarannya pun hilang.
Vevil yang pingsan dibawa kekedai dekat tempat ia pingsan. dan suasana kembali seperti tak terjadi apapun. Vevil kembali menikmati suasanan Festival. ia tahu orang-orang disini menerima.
Festival selesai. Waktunya Vevilia kembali. Ia akan ikut dengan Mr. Salvadore. Karena tadi juga, Mr. Salvadore yang membantunya mengurus ijin masuk Vevil. Agar tak membuat keluarga Albert terkena masalah membawa manusia asing diam-diam.
Meninggalkan Dunia yang Mr. Salvadore sebut dengan Znimals. Rasanya Vevil lebih suka tinggal disana.
*
*
*
Karena ketamakan dan kebencian Raja Bandres pada Znimals. ia membuat peraturan, jika ada Zuman keluar dari dunia mereka dan masuk kedunia manusia maka hukumannya adalah mati.
Banyak Zuman yang menjadi korban. Bahkan Raja Bandres memerintahkan prajuritnya memasang banyak jebakan untuk menangkap para Zuman.
Dan Zuman jika ingin ke dunia manusia ia harus menjadi hewan agar tak ketahuan. Hidup mereka menjadi terkurung juga tak jarang berpindah-pindah jika ada seorang mata-mata kerajaan.
Maka dunia Znimals akan segera Raja Bandres hancur leburkan sat itu juga.
Setelah dari Znimals, Vevil tak bisa mengendalikannya. suatu ketika Dewi Zarabels munjul di depan sang raja dan menghunuskan pedangnya.
Saat itu banyak orang yang tak percaya bahwa putri Vevilia mereka adalah keturunan yang mewarisi darah Dewi Zarabels.
Dewi Zarabels murka. melihat ketidakadilan raja Bandres. Mengancamnya. akan menurunkan penyakit.
"KAU TERLALU TAMAK BANDRES! AKU AKAN MENURUNKAN WABAH PENYAKIT AGAR KAU TAHU, APA ITU PENDERITAAN"
Setelah itu, Mr. Salvadore, menyelamatkan Vevil yang tak tahu apapun di mengungsikan diri ke dunia Znimals. menghindari kutukan Dewi Zarabels.
Beberapa bulan kemudian, Vevil diminta untuk pulang, Vevil pulang kekerajaannya, lalu kemudian tubuhnya dikuasai oleh Dewi Zarabels.
"Bagaimana Bandres?" Angkuh Dewi Zarabels.
"Maafkan aku yang tamak ini Dewi, tolong hilangkan wabah ini, kasihanilah rakyatku." Suara lemah Raja Bandres di ranjangnya. tubuhnya semakiin kurus, menopangnya untuk berdiri saja ia tak mampu.
"Tolong, Dewi, kasihani Rakyatku. Setelah ini aku akan serahkan kepemimpinanku pada putri Vevilia"
"Kamu telah menerima hukuman atas perbuatanmu selama ini Bandres"
setelah mengatakan itu tubuh Vevil terjatuh. Ia tak sadarkan diri. Walaupun begitu ia mengetahui kekejaman ayahnya.
kekecewaan juga kemarahan. bergemuruh didadanya. Vevil menerima jabatan menjadi Ratu di kerajaan Warmilton. Tapi belum bisa mengerjakan tugasnya, menunggu usianya genap 17 tahun. tahun depan.
Vevil belajar dengan giat, mempelajari tentang kerajaannya juga dunia Znimals. ia tak ingin menjadi seperti ayahnya. ia ingin dunianya dan Znimals bisa hidup berdampingan seperti selama ini ia berada di Znimals.
kemana Dewi Zarabels? Ada, selalu mendampingi Vevilia.