Saat ini jam menunjukkan pukul 08.48 saat aku sampai di asrama, akupun mulai menata beberapa barang bawaanku kemudian membersihkan diri. Saat ini aku masih sendirian, karena teman sekamar ku belum datang. Oh ya, asrama putra dan putri terletak di gedung yang berbeda dengan 4 siswa/siswi di setiap kamarnya.
Hari ini kami di beri waktu untuk beristirahat sejenak, sebelum besok kembali ke rutinitas sekolah. Saat ini aku sedang duduk di balkon kamar kami yang terletak di lantai 2, aku duduk di kursi yang terbuat dari rotan sambil memandang ke arah bawah.
Dapat kulihat seorang pria tampan yang tak pernah kulihat sebelumnya berjalan kearah kantor kepala sekolah...
“Cukup Tampan, sepertinya dia murid baru disini... Ah ini akan menjadi kabar terbaru untuk teman teman ku”gumam ku sambil tersenyum ketika mendapat topik untuk kami bicarakan.
Tidak lama berselang, dapat ku dengar suara teriakan 2 temanku dari dalam kamar...
“Hallo...”Ucap mereka bersamaan..
“Aku Disini...”Ucapku sambil berjalan masuk.
“Ahhhh Sasa kecil, Miss u!”Teriak Loly lalu memelukku diikuti oleh temanku Lauren.
“Bisakah kalian tidak berteriak wahai anak muda” ucapku sambil menahan sesak akibat pelukan mereka dan sesak yang kurasa kini bertambah ketika Ajeng yang baru datang langsung ikut berpelukan..
“Ya tuhan, kalian ingin membunuhku” ucapku tersengal sengal ketika mereka bertiga melepaskan pelukannya dengan tawa yang begitu keras dan menyebalkan.
“Kamu terlalu kecil untuk tiada sekarang anak muda” ucap Loly tertawa
“Dan menggemaskan!”ucap Ajeng mengusap rambutku lalu dengan tawa dibibirnya.
ya aku memang yang paling kecil di antara mereka bertiga, kami seumuran hanya saja postur tubuhku yang membuat mereka selalu berkata “Sasa Kecil Adikku” ... Aku sangat kesal ketika mendengar nya tapi aku juga sangat senang karena mendapat teman sekamar yang sangat baik dan saling menyayangi.
“Oh ya apa kalian tahu ada berita baru”ucapku membuat ketiga orang yang ada dihadapanku ini penasaran.
“TAPI BO’ONG” Canda ku yang langsung mendapat pukulan kecil dari Lauren..
“Sasa Kecil tidak asik” Ucap Lauren sambil memanyunkan bibir.
“Baiklah aku serius...”kataku membuat mereka kembali menunggu dengan rasa penasaran.
Lama ku terdiam lalu Ajeng membuka suara “Sasa Kecil, kalo sampai kamu mengadakan prank dadakan 2 kali dalam sehari...”Ucapnya sambil mencubit pipiku gemas.
“No no no okeyy, kalian tahu ada murid baru yang sangatttttt tampannnnn!”ucapku memberi kabar.
“Lebih dari Darrel?”Tanya Loly
“Darrel mah tampan dimata kakak doang!”ketusku, oh iya aku memang terbiasa memanggil Loly dan Ajeng kakak sedari awal karena mengira mereka lebih di atas daripada diriku dan itu keterusan
“Terus Sasa udah kenalan sama dia?, sangat tampan kah sehingga Sasa Kecil terlihat begitu tertarik”tanya Lauren sambil menaikan kedua alisnya
“Reren batal ya jadi calon kakak iparku”ucapku tersenyum tipis
“Ish kau ini, ini tidak ada hubungannya dengan kakak tampan mu itu “ucapnya dengan berseri seri, kami pun hanya menggeleng gelengkan kepala melihat Lauren yang begitu tergila gila pada kakaku Marchel yang sangat dingin itu
Pembahasan kami pun semakin lama semakin panjang, banyak hal kami bicarakan saat itu termasuk membicarakan pria tampan yang kulihat tadi
{HARI PERTAMA SEKOLAH}
Hari ini pembelajaran sudah mulai dilaksakan, dan saat ini kami sedang melaksanakan upacara bendera. Memiliki postur badan yang kecil membuatku ada dibarisan paling depan, seperti biasa mataku selalu melihat lihat penampilan baru cogan cogan sehabis liburan wkwk. Ada satu yang menarik perhatian ku
“Pria kemaren, jadi dia kakak kelas baru kami hm” gumamku dalam hati sambil terus menatapnya, hingga pada saat matanya ikut menyusuri barisan pandangan kami bertemu.
Deg!
“Huwaaa, kenapa dia begitu tampan dan dingin di saat yang bersamaan” batinku histeris sambil memutus kontak mata dengannya.
Upacara pun usai, karena larinya lumayan cepat daripada yang lain akupun selalu diminta mengambil absen kepada wali kelas. Ketika sedang berlari tanpa sengaja aku menabrak kakak tampan itu, hm aku memutuskan memanggilnya kakak tampan saja wkwk.
“Maaf” lirihku pelan kemudian bergegas berdiri dan melanjutkan berlari
hari pertama pun berlalu seperti hari hari pelajaran biasanya...
{HARI KEDUA SEKOLAH}
“Sasa kecil ayo bangun” usaha Loly membangunkanku sambil menepuk nepuk pipi
“30 menit lagi ya kak” tawarku sambil membalik posisi tidur menjadi meyamping membelakangi Loly
“Sasa...”ucapnya berhenti ketika tangannya menyentuh lenganku “Woyyy!Sasa kecil sedang demam kalian malah enak enakan tidur” lanjutnya sukses membuat Laureen dan Ajeng yang tadinya akan meneruskan tidur sebentar menjadi terbangun
“Heay kenapa kau bisa sakit sih, adik ipar” Tanya Lauren dengab suara khas bangun tidurnya
Akupun hanya diam, karena sedang larut dialam mimpiku kembali... Yang ku tahu, tidak ada yang berusaha membangunkan ku lagi. Hanya saja beberapa kali kurasakan sebuah kompres dengan air hangat bertengger di kepala ku.
\\ 14.30 \\
Aku yang sudah merasa mendingan, kini sedang mencari udara segar dengan duduk di kursi balkon dengan tatapan mata ke arah lapangan voly.
Dapat kulihat kakak tampan yang notabene masih murid baru tampak sudah sangat bisa berbaur, tapi bukan itu yang kuperhatikan tapi ketampanan dan kelihaian nya dalam bermain voly lah yang membuatku kagum.
“Eh kenapa aku sangat senang ketika melihatnya? seperti melihat seorang idola saja” gumamku sambil tertawa kecil.
Sejak saat itu, aku mulai terobsesi dengan kakak tampan yang baru kuketahui bernama Brian tersebut. Tanpa ku rencanakan, aku mulai menguntitnya diam diam ketika di kantin, selalu memperhatikan dan mencari keberadaanya, mencuri curi foto ketika dia sedang berolahraga, menjadi penonton setia ketika dia bermain voly dan banyak lagi seperti halnya seorang fans pada idola.
Seperti saat ini aku tampak duduk tenang menatap ke arah Kak Brian yang sedang bermain voly bersama teman temannya, akupun disini bersama dengan ketiga teman sekamar dan murid perempuan lainnya. Aku terus melamun menikmati ketampanan yang dimiliki kak Brian, hingga sebuah bola mengenai kepala ku dengan keras membuatku terjatuh kebelakang setelahnya?sepertinya aku langsung jatuh pingsan karena aku tidak mengingat apapun dikelanjutannya.
Akupun tersadar dan merasa begitu terkejut, bukan karena saat ini sedang ada di ruang uks tapi kehadiran kak Brian lah yang mengejutkanku. Ketika menyadari aku yang sudah bangun, Brian pun mendekat
“Sorry, bola ku tak sengaja mengenaimu”
“Eh, tidak apa apa kak. aku harus segera masuk kelas, terimakasih maaf sudah merepotkan kakak” Ucapku gugup, tanpa menjawab apapun dapat kulihat kak Brian berjalan ke arah keluar.
“Huh!Kenapa kau tadi tidak minta foto dengannya Sasa!” gerutu ku sambil berjalan menuju ruang kelas.
Malamnya...
“Ah, Brian bukan hanya tampan tapi dia juga sangat manisss!!!!!”ucapnya Ajeng histeris ketika kami sedang duduk santai berempa
“Manis!?” ketusku pelan
“Ya sangat manis, andai kau dalam keadaan sadar Sasa kecil mungkin kau akan pingsan melihat betapa manisnya Brian yang menghampiri dan langsung menggendongmu ke Uks” ucap Ajeng, membuatku salah tingkah “huh Sasa kenapa harus pingsan sih?”batinku.
Setelah hari itu, ketertarikanku padanya semakin menjadi. Tingkahku semakin menunjukkan bahwa aku begitu ingin selalu dekat dengannya, hingga paa akhirnya aku tak dapat menutupi ketertarikanku lagi pada ketiga 3 teman sekamar ku. Aku mulai kelangkah selanjutnya, yaitu mendatangi kelasnya hanya untuk meletakkan sebuah coklat dengan surat tanpa nama pagi pagi sekali dan aku selalu rutin melakukannya. Aku begitu senang ketika melihat Kak Brian terlihat memakan coklat pemberianku ketika sedang beristirahat main voly.
Disuatu pagi, seperti biasa aku akan menuju kelas Kak Brian untuk meletakkan Coklat dan surat tanpa nama penulis. Namun ada yang berbeda kali ini, ya aku tercyduk.
“Ah Ka Brian sedang apa pagi pagi sudah ada dikelas” batinku lalu bergegas ingin berlari, namu suaranya menghentikan langkahku
“Tidak sia-sia aku datang pagi pagi”ucapnya lalu menghampiri ku.
“Apa kau menyukaiku?”tanya nya membuat ku gugup
aku menganggukkan kepala ku, tapi aku segera meralatnya dengan kebohongan yaitu menggelengkan kepala.
“Lalu ini?” tanyanya mengambil surat dan coklat dari tanganku
“Eh!”ucapku kaget, sunggu aku merasa malu sekali karena sudah tertangkap basah seperti ini.
“Apa kau ingin menjadi pacarku?”
“Dia sedang bertanya atau menembakku?andai ini teks aku akan tahu karena melihat tanda baca” batinku
“Aku hanya mengidolakan kakak, tidak berharap lebih” ucapku lalu dengan secepat mungkin berlari ke asrama kami.
Setelah kejadian itu aku selalu berusaha menghindarinya, aku kembali kekebiasaan awal yaitu hanya menguntitnya diam diam setiap harinya. Hingga saat libur semester akan segera tiba, para murid pun bersiap untuk pulang ke rumah masing masing seperti liburan biasanya...
“Huft!aku akan merindukan kak Brian”lirihku
“Hanya Brian?”tanya Loly, Ajeng, dan Lauren bersamaan.
“Eh?aku akan merindukan kak Brian but akan sangat sangat merindukan kalian”ralatku dan di balas tawa oleh mereka lalu akupun memeluk mereka secara bersamaan
Dan hari kepulangan siswa dan siswi pun tiba, saat ini aku sedang membawa sebuah coklat dan menunggu kak Brian di dekat gerbang karena ayah sedang di parkiran menunggu ku seperti biasa “Semoga kak Brian belum pulang” gumam ku pelan.
Tak berselang lama kulihat kak Brian berjalan ke arahku, setelah dia akan melewatiku aku pun memanggilnya.
“Coklat untuk kakak, sebelum libur” ucapku lalu buru buru berlari kearah mobil.
Setelah pergi ke mini market, kami pun langsung menuju rumah. Aku begitu terkejut ketika melihat kak Brian, duduk di teras rumah di sebelahku.
“Hai tetangga baru” sapanya dengan tersenyum manis.
Aku pun hanya terbengong menatapnya, aku hanya membalas sapaannya dengan tersenyum dan terpana...
Aku pun teringat hari dimana aku akan kembali ke sekolah, dan akan kembali ke asrama aku mendengar pemilik rumah disebelahku berkata bahwa akan ada penyewa baru yang datang hari ini... Namun sayang aku tak dapat berkenalan dengan tetangga baruku, karena harus segera pergi.
“Jadi tetangga baruku hari itu adalah kak Brian?ah ya pantas saja di hari yang bersamaan kak Brian datang sebagai siswa baru”pikirku.
Aku tak pernah menyangka ternyata, orang yang menjadi IDOLAKU adalah TETANGGAKU sendiri.