"Permisi kak, bisakah Kakak mengantarkan saya ke kamar no 13?"
Disebuah apartemen yang kecil, lusuh, dan kotor ini... tidak kusangka akan kedatangan seorang dewi.
"Maaf, mungkin kamu salah alamat... disini hanya apartemen lusuh milik seorang Bibi yang kurang ajar." ucap seorang Laki-laki dengan gayanya yang sok keren.
"Ta-tapi memang benar alamatnya adalah disini, saya juga punya fotonya, ingin melihatnya?"
"Hmph, mana-mana?"
Kamu tidak bisa menipuku wahai gadis cantik, kuakui aku memang jelek tapi kamu tidak bisa memainkan seorang hati laki-laki seperti ini, kamu tau?
Sudah banyak pengalaman yang kurasakan, dan ini adalah salah satunya...
Dia mungkin ber-AKTING seperti gadis lugu yang tersesat, tapi itu tidak berguna bagiku... aku sudah tau kelanjutan situasi ini...
Pasti dia memberikan foto apartemen ini, yang mana itu adalah foto yang dia ambil pada waktu saat aku tidak ada...
Dia sudah mengamatiku sejak lama... itu pasti... karena aku memiliki aura yang memang mudah dipermainkan...
*dia bangga dengan hal tersebut
"ini fotonya..." gadis itu menunjukan foto apartemen.
Sesuai dugaanku, foto nya dia ambil dari kejauhan... yang mana pasti dia ambil hari ini...
Aku juga bisa melihat tanggal fotonya dibawah... difoto pada hari ini... hah! aku tidak semudah itu untuk dipermainkan...
walaupun aku bertugas untuk bersih-bersih kau tidak memiliki hak untuk mempermainkanku, gadis cantik yang berakting polos...
"Hmmm, bagaimana yah... apartemen yang seperti ini ada banyak sekali, kau tau? jika kau memberiku foto seperti ini, itu tidak bisa meyakinkanku..." ucap pemuda itu dengan sombong.
Hmph, jika kau ingin bermain curang seperti ini maka aku akan menanggapimu!
"Misalnya, kamu akan menemukan apartemen seperti ini, jika kamu berjalan sekitar 63 meter dari sekarang ke arah sana..." ucap pemuda itu dengan mengarahkan jarinya kearah barat.
*tentu itu semua kebohongan yang dibuatnya
"Terima kasih kak, semoga kakak sehat selalu..." ucap gadis sambil mendoakan pemuda itu.
Hmph, tidak usah berterima kasih padaku... aku sudah tau rencanamu... kau tidak akan bisa mempermainkan perasaanku!
"Sama-sama, kamu juga semoga sehat selalu..." ucap pemuda itu dengan senyum palsu dimulutnya.
Ahhhh... ahhh... ahhh... leganya, jadi seperti inikah yang namanya balas dendam... pantas saja semua Villain dalam cerita yang kubaca sangat menikmati balas dendamnya...
Aku baru merasakan perasaan ini, ahhh... benar-benar memuaskan... kekekeke
*dia terkekeh
Meskipun begitu, sepertinya aku pernah mendengar suaranya disuatu tempat... hmm... seperti tidak asing saja bagiku.
Yah, mungkin saja itu imajinasiku
*itu kenyataan
Tidak mungkin seseorang secantik dirinya untuk berada di apartemen yang kumuh ini... heh...
"Kenapa lama sekali sih... dimana gadis itu, kuyakin bahwa aku mengirim foto apartemennya dengan jelas... tidak mungkin dia tersesat."
Hmm? Gekkk... Bibi Pemilik... ngapain dia disini?
"Ha-halo Bibi, ada apa siang-siang begini kamu keluar apartemen? tidak seperti biasanya..."
"Ahhh, Xiao Xian... Apa kamu pernah melihat cewek ini...?"
*Yep, dia mati... Gadis yang dia usir barusan lah, yang dicari Bibi Pemilik...
Bahaya... aku harus menipunya untuk menghindari ini...
"A-ahh... begini, Bibi Pemilik... kutahu bahwa gadis ini sangat cantik, tapi tidak mungkin kan dia datang ketempat seperti ini??"
"Xiao Xian..."
"Iya, Bibi Pemilik?"
"Ingin kupukul?"
"Nggak."
*Duakkk!!
Sakittt!!!!!!! Apaan sih?!! kenapa dia tiba-tiba memukulku...
"Aku tahu pasti kamu ulahnya... dimana dia?" ucapnya dengan mata sinis.
"Kearah sana..."
"Tepatnya?!"
"63 meter dari sini ke barat, tapi karena aku memberitahunya barusan jadi mungkin dia masih disektar sini..."
"Xiao Xian..."
"Iya, Bibi Pemilik?"
"Ingin kupukul sekali lagi?"
"Nggak."
*DUAAKKK!!!!!
Beneran dah!!! kenapa dia selalu memukulku... aku tidak membuat kesalahan apa- oh ya aku membuat kesalahan kali ini...
*dia baru sadar
"Bawa dia kesini, atau akan kupotong gajimu?" ancam Bibi Pemilik
"Siap, laksanakan... dan tolong jangan potong gajiku, sungguh... aku tidak mempunyai uang lagi bulan ini, hanya gaji dari sini yang bisa kuandalkan, jadi tolong maafkan aku..." jawab Xiao Xian
"Tergantung kerjamu."
Setelah itu Xiao Xian berlari mencari gadis tadi...
"Kuyakin dia masih disekitar sini..."
"Sungguh, kenapa hari ini sangat panas sekali..."
*ingatlah hei, kamu mengusir seorang gadis cantik dan menyuruhnya untuk berjalan sampai 63 meter.
"Ahhh sial! dimana sih dia..."
"Rambut kuning... rambut kuning... ketemu!"
"Heiiii!!" teriak Xiao Xian memanggilnya.
Serius, tidak Duarius... dia sangat cantik bagaimanapun kau melihatnya...
"Akhirnya ketemu juga, ma-maaf ternyata alamat yang kamu berikan benar."
"Ehhh... tapi kan?"
"Aku bohong"
"Kenapa kamu berbohong?"
"Itu... itu... alasannya rumit, kamu mungkin tidak akan mengerti jika kujelaskan."
"Jadi?"
"Kumohon kembali kesana, Bibi Pemilik sungguh kejam kepadaku!!"
"Bibi Pemilik?"
"Bibi Ann"
"Ahhh... Bibi Ann... sudah lama aku tidak melihatnya... antarkan aku padanya."
"B-baiklah... ayo kita kembali."
Setelah itu mereka berdua kembali ke apartemen, didepan apartemen sudah terlihat bahwa seseorang berdiri didepan... ya orang itu adalah Bibi Pemilik.
"Ohhh... kau sudah kembali Xiao Xian..."
"I-iya..."
"Dan... kamu juga... Yan Zhu."
"Sudah lama aku tidak melihatmu Bibi Ann! kau semakin cantik!!" ucap gadis bernama Yan Zhu itu.
"Haha seperti biasa mulutmu sangat pandai dalam memuji, walaupun aku melihatnya dari layar kaca tapi aku tak berani membandingkannya..." puji Bibi Pemilik.
"Haha, Bibi Ann masih sama seperti dulu."
"Tu-tunggu... kamu bilang apa? Yan Zhu? Yan Zhu yang itu? Yan Zhu yang membuat lagu Sungai Berdarah dan Empat Langit Surgawi?!"
"Ahhh... aku belum pernah memperkenalkanmu ya... kamu benar dia Yan Zhu yang kau maksud." jawab Bibi Pemilik.
"Bibi Ann?"
"Ahhh... Yan Zhu... dia Xiao Xian... walaupun tampangnya tidak seberapa dan perilaku nya buruk... dia adalah fansmu dari dulu..." ucap Bibi Pemilik pada Yan Zhu.
"dari dulu... maksudmu..?"
"BENAR SEKALI!!! AKU ADALAH FANSMU DARI DULU YAN ZHU!!! BAHKAN HINGGA SEKARANG, AKU MASIH MENYIMPAN BANYAK LAGUMU SEPERTI `RODA YANG BERPUTAR`, `TANGISAN SEORANG GADIS`, `PANGGILAN ORANG GILA`, DAN MASIH BANYAK LAGI!!!" teriak Xiao Xian dengan menggenggam tangan Yan Zhu.
"Tenanglah baj*ngan!!!"
*DUAK!
"Kenapa kamu selalu memukulku Bibi Pemilik?!" tanya Xiao Xian.
"HAHHH?!"
"Tidak..."
"Berhentilah, Yan Zhu perlu istirahat... dia sudah jauh jauh untuk datang kesini... Xiao Xian... antarkan dia ke kamarnya."
"S-Siap Bos!" jawab Xiao Xian.
Dengan begitu tiga orang tersebut masuk kedalam apartemen dan kembali ke tempatnya masing-masing, ruang Bibi Pemilik berada paling atas, sementara kamar Xiao Xian dan Yan Zhu bersebelahan pada nomor 13 dan 14.
Saat ini mereka masih berada di lorong menuju kamarnya masing-masing...
"Yan Zhu, bolehkah aku..."
"Umm?"
"MENDAPATKAN TANDA TANGANMU?!!" teriak Xiao Xian.
"Ka-kamu tidak perlu berteriak seperti itu, akan kuberikan."
"Terima kasih banyak, dan disini kamarku... berarti kamarmu itu tepat sebelah kamarku."
"Terima kasih, dan tolong keramahannya..."
"Sama-sama, dan aku juga..."
Setelah itu ada satu hal yang tidak disadari Xiao Xian bodoh ini dari awal... bahwa dia sekarang hidup bertetangga dengan idolanya...
"Serius..? Tetanggaku adalah Idolaku..."
~Selesai~
------------------------------------------------
Terimakasih telah membaca cerpen ini, mohon maaf apabila ada salah kata dan menyinggung pihak lainnya...
Saya semata-mata membuat cerpen ini untuk menghibur semuanya, tidak ada maksud lain...
#CerpenEvent
#Tetangga
#Tetanggakuadalahidolaku
#XiaoXian
#YanZhu
#BibiAnn
~By Azayoi