Kenalin aku Diana seorang cewek belia yang selama 3 tahun berturut menjadi juara lari nasional. Sejak kecil aku pernah bermimpi menjadi seorang atlit lari internasional.Tapi beberapa bulan yang lalu mimpi ku terhenti karena cedera kaki yang ku alami.Aku tertabrak mobil saat aku mau pulang dari tempat latihan ku.
Sejak kejadian itu aku berhenti untuk mencoba mengejar mimpi ku lagi. Banyak sahabat dan juga keluarga ku membujuk ku untuk ikut cabang olahraga lain tapi karena trauma dari kecelakaan aku takut dan enggan untuk mencoba lagi.
"Ayo lah Diana kau bisa kok masuk ke tim jalan cepat,kau berbakat dalam hal itu",bujuk teman ku Reno.
"Lain kali aja lah,Aku lagi malas olah raga".jawab ku.
"Dicoba dulu lah,udah ku daftarin nama kamu tuh!" paksa Reno.
"ahh batalin napa ,salah sendiri ngga bilang aku mau atau tidak", ketus ku.
"tolong lah sekali ini aja Diana kau datang terus liat gimana pelatihannya,please..."bujuk Reno.
"ya udah sekali ini aja".jawab ku.
"gitu dong makasih, ku tunggu nanti sore". jawab reno semangat.
Sebenarnya aku sih ogah ikut,tapi apa daya demi sahabat. kalau sampai ngga dituruti bakal ganggu terus tuh orang. setiap hati aku paling suka baca buku atau duduk di cafe dekat taman.
Di cafe itu aku sangat sering datang sekedar baca buku atau duduk nongkrong sambil minum jus sendirian.Di sana ku sangat akrab dengan pemilik tokonya yang bernama Om robert seorang duda berumur 45 sedang kan aku seorang belia berumur 19.
"Kenapa tuh wajah di tekuk mulu?lagi mikirin pelajaran di sekolah ya?" tanya om robert.
" tuh gegara temen ku om masukin aku ke tim jalan cepat disekolah,ahh... padahal aku malas sangat".jawab ku.
"bagus lah nanti kamu bisa kumpul bareng banyak temanmu."lanjut om robert.
"Aku kn udah pernah cerita kalau aku trauma sama olahraga begitu". kesal ku.
"coba aja dulu,nanti juga ngga gitu". bujuknya
"iya om ku coba" jawah ku singkat.
Keesokan hari aku mulai mengikuti olahraga jalan cepat.Walaupun belum terbiasa tapi jujur dalam hati ku bangkit semangat yang entah datang dari mana.Aku sangat antusias mengikuti setiap kegiatan tim.Dan sore harinya aku mulai membantu di cafe om robert.
Dalam tak sadar ada timbul perasaan ku ke om robert,Aku merasa nyaman dan terbuai dalam perhatiannya.Sempat pada saat yang tidak disengaja aku jatuh terpleset dan menimpa om robert.
" Auh...awas om" aku terpleset dan menimpa tubuh om robert.
"Apa yang kau lakukan?ceroboh sekali!" omelnya.
"Maaf aku tidak sengaja"jawab ku.
Kami sempat saling bertatapan mata.Jantung ku berdebar dan entah ada rasa yang tidak nyaman di badan.Kami hampir berciuman dan larut dalam cinta.mungkin ini mustahil tapi itu yang aku rasakan .Aku menyukai pria paruh baya yang ada di depan ku dan memelukku saat ini.Aku ingin waktu berhenti saat ini.
Namun fikiran kami buyar saat ada pelanggan yang memanggil dan memesan minuman.Dalam hati ku berkata kenapa tidak tutup cafe saja biar moment itu berlanjut.
Semakin lama hubungan kami makin dekat.Selayaknya sepasang kekasih.Aku sudah bertanya dan memastikan hubungan ini sama om robert tapi selalu begitu tak dijawabnya.Aku berfikir mungkin dia malu menjalin hubungan dengan ku yang ketika orang lain memandang selayaknya ayah dan anak.
Aku sangat kesal dengan hubungan yang ngga jelas ini.Tapi aku takut di tinggalkan om robert.Aku mulai fokus membantu om robert sedang kegiatan di tim jalan cepat ku hampir aku tak pernah pedulikan lagi.
Namun beberapa bulan yang akan datang ada lomba jalan cepat disekolah.Aku salah satu peserta di dalamnya.lomba tersebut berhadiah uang dan tiket untuk mengikuti lomba jalan cepat nasional. Aku mulai bimbang ketika aku ikut aku harus berada di asrama selama beberapa bulan.
" Om bagaimana ini?beberapa bulan yang akan datang aku harus latihan di asrama untuk ikut lomba". kata ku.
"Tak mengapa,kejar lah mimpi mu din kau tak usah membantuku lagi"jawab om robert.
" Tapi om aku ngga bisa jauh dari om,aku sangat cinta sama om", kata ku.
"Jangan berkata begitu kita hanya teman dan anggap aku seperti ayah mu".jawabnya.
"Kenapa om berkata begitu?terus hubungan kita selama ini gimana?"kata ku sedikit kecewa.
" Kau masih terlalu muda ,kejarlah mimpi mu sudah dengarkan perkataan ku kalau kau menganggapku berarti dihatimu".kata oma robert.
"Baik kalau itu perkataan om dan maaf mungkin beberapa waktu aku tidak akan menemui om lagi"sembari aku pergi.
Nampak jelas kesedihan di mata om robert .Namun dia sadar bahwa dengan berjalannya waktu mungkin diana akan melupakannya.
Setiap saat om robert sudah mensuport diana tanpa sepengetahuan nya .mengiriminya bekal, melihat dia berlatih sampai saatnya lomba.
Diana berhasil mendapatkan juara dan terpilih untuk mewakili sekolah ke tingkat nasional.Diana mulai fokus kembali untuk mengejar mimpinya.
Dia sadar kalau ini keputusan terbaik baginya.sebelum berangkat ke asrama dia berpamitan ke om robert.
" Om aku juara,lihat mendaliku".semangat ku
"Bagus kalu begitu" .sedikit cuek.
"Apakah om tidak senang?Aku tau tindakan ku yang kemarin salah maaf" jawab ku.
"Tak apa lupakan saja" ketus om robert
" Bisa kah kau tak terlalu dingin sikap pada ku?aku mengerti mulai saat ini ku hanya menganggap mu sahabat ku,apakah salah?" aku tegas.
"Iya mungkin ini yang terbaik mulai seterusnya anggap aku om kamu sendiri"jawan om robert.
" Baik om aku harap om bisa anggap kejadian masa lalu tak pernah ada,dan sekarang aku akan fokus sama belajar dan mimpi ku".jawab ku.
"Iya tetap semangat untuk kejar mimpi mu". om robert tersenyum seolah mengucap kata perpisahan.
" iya om ,dan aku pergi dulu ya sama teman - teman ku,bye om robert"melambai sabil berpamitan.
" see you"jawab om robert.
Ketika aku sudah ada di asrama,aku mendengar kalau om robert pindah rumah.Katanya pergi ke perancis untuk membuka restoran bersama sahabatnya.Walaupun sedih tapi aku cukup senang karena mengenal om robert.
Akhirnya aku menggapai mimpi ku dan kehiangan cinta pertama ku. Dalam hati ku tunggu 10 tahun lagi aku akan segera mencari mu om robert.
Pingin tau kelanjutan dari Kisah OM ROBERT pantengin terus ya.terimakasih admin dan para pembaca cerpen ini hanya karangan fiksi jadi tunggu kelanjutanya di part 2 .Papayo