Entah apa salahku hingga aku diperakulan tidak seperti anak yang lainnya,padahal aku juga anak kandung mereka.
Lelah.....memang tapi sekarang aku sudah tak lagi merasakan kejamnya perlakukan Mereka
______________________
Suatu hari.....
jam menunjukkan pukul 03.00 pagi aku bangun dari tempat tidurku.Aku mulai awalai hari dengan menyelesaikan tugas tugas dirumah sebelum berangkat sekolah.
Aku berlari menuju ke halaman untuk menyapu halaman tersebuat dan terlihat matahari belum muncul .Aku memerlukan waktu lama untuk menyapu halaman tersebuat karena luasnya halaman rumahku.Selesainya aku masuk kedalam rumah untuk dibersihkan, mulai dari menyapu mengepel dan lainnya.
Jam menunjukkan pukul 05.00 aku pergi ke kamar mandi membersihkan badan,setelah selesai aku menuju ke dapur.Aku mulai menyalakan kompor,memasukkan nasi dan ku lanjutkan beberapa bumbu dan kecap.Tak perlu waktu berjam berjam sarapan sudah siap dan sudah tertata rapi di meja makan.
Terlihat mereka, kakakku dan juga kedua orangtuaku tenggah duduk di kurisnya masing masing.Saat aku ingin duduk bersama mereka untuk sarapan bersama,mereka melihat ku tidak suka.
"Siapa yang menyuruhmu duduk di sini dan makan bersama kami?" tanya mamaku padaku.
Aku yang mendengar itu langsung meninggalkan mereka dan membawa sepiring nasi goreng.
pyar.....
Nasi goreng yang ku bawa tidak lagi berada di tanganku. Nasi goreng tersebuat telah jatuh,bukan aku yang menjatuhkannya namun kakakku.
"upss....maap tadi ga lihat kalo lagi bawa nasi goreng"ucap kakakku yang sedikit tertawa.
"iya" ucapku sigkat.
"bersihin dulu kalo mau berangkat sekolah" kata mama
"ma...tapi ini udah jam 6" ucapku yang memang benar jam menunjukkan pukul 6 pagi.
"bersihin!!!"tegas mama
aku hanya mematuhinya membersihkan kekacauan ini.
Selesai membersihkan aku berlari menuju sekolah. Bedahalnya dengan kakakku yang selalu diantar oleh papaku.
Sesampainya di sekolah aku merasa lega karena tepat bel masuk berbunyi. Aku menuju kelaasku.
Byurr.....
Seragam yang ku kenakan basah.
Terdengar tawa senang mereka karena rencannya berhasil.
Aku hanya mengabaikan mereka dan lagsung duduk di bagkuku.
Di sekolah aku tak jauh bedanya di rumah. Di sekolah aku tidak punya teman satu pun dan aku selalu kena buly oleh teman-temanku.
tet.....tet...
bel pulang sekolah berbunyi, Semua murid berhamburan untuk keluar dari kelasnya termasuk aku.
Saat aku berjalan ada seseorang yang memanggilku.Aku menoleh pada orang itu.
"ada apa??"tanyaku pada kedua siswi itu.
"gausah banyak tanyaku ikut kita aja" jawab salah satu dari mereka yang sudah menarikku.
Entah aku akan dibawa kemana? aku hanya pasrah karena mereka berdua dan aku sendiri.
ternyata Aku di bawa ke kamar mandi oleh mereka dan terlihat ada 3 siswi lainnya yang sudah menunggu di sana.
"Kenapa aku di bawa ke sini?" tanyaku yang memang tidak tau maksud mereka membawaku.
tanpa ada jawaban dari mereka,mereka langsung menorongku masuk ke kamar mandi dan mengunciku di dalam.
mereka tertawa keras
" HAHAH Rasin!! "ucap mereka bersama lalu meninggalkan kamar mandi
Entah apa salahku Pada mereka hingga aku selalu diperakulan seperti ini.
Aku mencoba berterika dari dalam kamar mandi agar ada yang bisa mendengar dan menorongku keluar dari sini.Hingga malam pun tiba aku masih terkurung di dalam dan mencoba berteriak dan akhirnya aku mendengar suara lagkah kaki, Aku berteriak sekeras kerasnya dari dalam kamar mandi.
"SIAPAPUN YANG ADA DI LUAR TOLONG..... AKU" terikaku yang berhasil terdengar oleh orang itu.
Orang itu lantas berjalan menuju ke kamar mandi
"Apa ada orang"ucapnya memastika jika yang ia dengar tadi memang benar.
Aku yang mendengar itu bernafas lega," TOLONG!!..."ucapku
Orang itu membukakan pintu kamar mandi yang tadi dikunci.
Aku berterima kasih pada orang itu lalu pulang kerumah
Sampainya di rumah terlihat mamaku yang tengah duduk di sofa, ia yang juga melihatku mulai berdiri dan mendekat kearahku dengan wajah marahnya.
"Dari mana saja? pulang malam kaya gini!"
"Tadi aku di kunci di kamar mandi ma" ucapku.
" halah alesan aja!!! kamu pasti main kan?" bentaknya
"engga ma..." ucapku
krek.....
suara pintu terbuka
"mama aku pulang" ucap kakakku pada mama.
mama yang melihat itu meghampiri kakakku " baru pulang?"
"iya ma,tadi aku main kerumah temen soalnya"katanya
"yudah kamu langsung ke kamar terus istirahat"ucap mama penuh dengan kehangatan.
kakakku mengangguk lalu menuju kemamarnya.
"ma kakak main pulang malam Kenapa Engga dimarahin?"tanyaku pada mamaku.
mamaku mulai mengubah ekspresinya menjadi marah lagi."terserah mama lah,terus kamu bisa apa?"
aku tertunduk "emm....kenapa mama selalu pilih kasih antara aku sama kakak!! apa hebatnya kakak sampe mama selalu sayang sama dia bukan aku!!" tanyaku yang sudah tidak bisa menahan airmataku.
plakk.....
sebuah tamparan mendarat ke pipiku
"kamu berani ngomong kaya gitu?" ucap mama dengan kemarahan yang sudah meluap-luap menarikku dan mengunciku di kamar mandi dan tak lupa ia menguyurku dengan air.
"ini hukuman karena kamu pulang terlambat dan membuatku marah!" ucapnya lalu pergi meninggalkan aku sendiri terkunci di kamar mandi.
Apa salahku hingga semua membenciku... hingga mamaku juga tega memperlakukanku seperti ini.
Pandanganku mulai buram.
bruk.....aku tak sadarkan diri di kamar mandi itu hingga pagi harinya mamaku membuka kamar mandi itu
paginya
"heh bangun!!" ucap mama yang mencoba membangunkanku namun tak ada jawaban dariku
mama mendekatiku memeriksa denyut nadi ku dan.....
tak ada suara denyut nadi tersebut........