Yogyakarta, 18 Maret 2015
Pernikahan sejatinya penuh dengan kebahagiaan. Penuh sukacita. Nyatanya berbanding terbalik dengan yang kualami.
Siang itu didepan jenazah ibuku, kami melangsungkan ijab kabul.
Tak seperti lainnya yang penuh iring-iringan seserahan dan hantaran. Nyatanya di pernikahanku semua penuh dengan iring-iringan para pelayat.
Tangis kesedihan bercampur haru terselip dalam serangkaian acara. Seusai kata "SAH" diucapkan. Diangkatnya jenazah ibuku ke pembaringan terakhir.
Dan sekarang suamiku menjadi pengiringku mengantar ibuku.
Makna terindah dari semua ini, Tuhan tidak pernah memberikan ujian melebihi batas kemampuan hambanya.
Ya, saat ini aku mampu melewati semuanya dengan baik.
Meskipun berat, tapi kami bisa.
Tidak semua melulu tentang kebahagiaan. Tidak semua sedih harus berbalut dengan tangis.
Mari menua bersama, melewati setiap ujian berselimut doa. Sampai saatnya Tuhan memanggil kita untuk kembali.
I Love You
🥰