Pagi yang cerah, hari ini adalah waktu bersantai ku dari kegiatan yang padat di sekolah. Sambil mengambil nafas panjang menikmati sejuknya udara pagi di balkon depan kamarku, aku melihat sebuah mobil box dan sebuah mobil sedan mewah berhenti di depan sebuah rumah yang telah lama kosong dan rumah itu terletak di samping rumahku.
Wah ada yang baru pindah nih, syukurlah akhirnya punya tetangga baru, soalnya banyak orang bilang rumah yang dibiarkan kosong banyak hantunya, memikirkan hal itu aku jadi ngeri.
Aku penasaran siapa orang yang akan menjadi tetanggaku ini, aku turun dan keluar mengintip dari samping pagar rumahku. Dari mobil sedan yang mewah keluar seorang pemuda yang sangat tampan, begitu aku memperhatikan wajahnya aku langsung tidak bisa berkata-kata, badanku tiba-tiba saja panas dingin, dan kaki ku gemetar (kesannya seperti melihat hantu ya).
"Hyung Kai?", teriakku tanpa mengecilkan suaraku, seketika dia menoleh padaku dan tersenyum.
"Hai", sapanya sambil melambaikan tangannya.
"Woaaah", mukaku langsung memerah, aku berlari kedalam rumah.
"Kak Kenzo, tetangga kita ternyata artis Korea, anggota grup KPop TXT", ga nyangka", teriakku lagi.
"Naomi!, Kakak tau kamu itu ngefans banget sama dia, tapi ga usah teriak gitu juga, Kakak ga tuli, aduh gendang telingaku", jawab Kenzo sambil menutup kedua telinganya.
"Hehehe, maaf Kak, Naomi terlalu semangat, eh Kak, tau ga, ternyata Hyung Kai itu aslinya lebih ganteng, kyaaaa, Naomi suka", sambil melompat dengan gembira.
"Duh, bahagianya anak Mama, ada apa sih kok seneng banget, Mama jadi penasaran", tanya Mama yang baru saja keluar dari kamarnya.
"Biasalah Ma, Naomi itu ramainya kalau ada tiga hal yang terjadi, pertama kalau lagi bermain sama kucing-kucing kesayangannya, kedua kalau ketemu sama gerobak cilok kesukaannya, ketiga apalagi kalau bukan ketika dia lagi nonton idola tercintanya.
"Anak Mama sampai segitunya ya", mengelus kepala Naomi.
"Tau ga Ma, dia sekarang ada di rumah sebelah, jadi tetangganya kita", jelas Naomi lagi.
"Naomi bahagia?", goda Mamanya. Naomi menganggukkan kepalanya dengan wajah yang merona. Kenzo melihat wajah adiknya yang seperti itu hanya bisa tertawa, dalam hatinya ia bersyukur, karena sampai detik ini ia tidak pernah mengidolakan siapapun selain kedua orang tuanya.
Sementara itu Kai yang sedang beristirahat, tersenyum sendiri mengingat teriakan tadi, ia memang sudah biasa dengan teriakan penggemarnya, tapi kali ini ada yang berbeda, ada kehangatan yang menjalar didadanya.
"She is cute", gumamnya sambil tersenyum.
"Siapa yang cute, Kai?", pertanyaan Mamanya membuyarkan semua lamunannya.
"Kok Mama kedengaran aja sih", katanya lagi.
"Ekhm, siapa gadis yang sudah menarik perhatianmu Kai, biasanya kamu acuh tak acuh", tanya Mamanya lagi.
"Yang tinggal di sebelah rumah kita Ma?", jawabnya dengan santai.
"Kapan kamu ketemunya?", tanya Mamanya lagi dengan heran.
"Barusan Ma, kelihatannya lingkungan di sekitar rumah kita menyenangkan juga ya Ma", melangkahkan kakinya ke balkon di depan kamarnya.
Begitu sampai di depan kamarnya secara tidak sadar ia menoleh ke balkon tetangga sebelahnya, pandangannya menangkap wajah seorang gadis yang baru saja menarik hatinya sedang senyum-senyum sendiri. Dengan cepat ia turun dan berlari keluar rumah tanpa memperdulikan pandangan heran dari mamanya.
Didepan rumah Naomi iya melambaikan tangannya sambil berteriak," Hai, you".
Naomi yang sedari tadi senyum-senyum sendiri membayangkan wajah idolanya kaget, ketika ia melihat idolanya sedang melambaikan tangan kepadanya, wajahnya langsung memucat.
"Aduuh, gimana ini, kalau ditemui bisa-bisa aku pingsan ditempat, tapi kalau ga ditemui akunya akan menyesal sampai tua nantinya, Bismillah, mudah-mudahan ga pingsan", katanya sambil berjalan menemui Kai.
"Hai", kata Kai ketika melihat Naomi menampakkan wajahnya.
Naomi tidak bisa berkata-kata, hanya bengong.
"Aku ga disuruh masuk nih", ujar Kai lagi.
"Eeh, iiiiyyaaa, sssilaaahkaan maasuuk Kak", Naomi menjawab sambil terbata-bata, (aduh ni mulut kenapa juga ikutan gugup, kan malu akunya) kata Naomi dalam hati.
"Ga usah gugup, aku hanya ingin mengenalmu lebih dekat aja, karena kita kan udah jadi tetangga sekarang", kata Kai menenangkan Naomi yang terlihat salah tingkah".
Mereka lalu berbincang cukup lama, Kai yang ramah dan Naomi yang ceria membuat mereka merasakan adanya kenyamanan di antara satu sama lainnya. Pembicaraan itu akhirnya ditutup dengan ajakan Kai yang meminta Naomi jalan-jalan bersama dengan dirinya. Kai ingin mengetahui lebih banyak tentang Indonesia dari mulut Naomi sendiri.
Sebenarnya ia bisa saja menanyakan hal ini kepada Manajernya, tapi rasanya akan lebih menyenangkan bila ia mendengarkannya dari Naomi.
Sesuai janjinya, keesokan harinya ia menjemput Naomi, Ia terpana melihat penampilan Naomi saat itu, memakai celana kulot berwarna biru dengan atasan yang berwarna putih dengan sedikit hiasan renda di bagian leher dan tangannya, sepatu sket yang berwarna senada dengan bajunya, sementara rambutnya yang berwarna cokelat diikat kebelakang, mata cokelat yang indah itu menatap Kai sambil tersenyum. Kai memakai celana jeans, baju kaos berwarna biru dan memakai jaket serta topi dan kacamata tidak lupa masker untuk menyamarkan penampilannya.
Sengaja Kai tidak memberitahukan siapapun tentang kepergiannya kali ini. Ia hanya ingin berjalan berdua dengan Naomi. Mereka hanya ditemani supir pribadi Kai. Di sepanjang perjalanan aku menceritakan tentang Indonesia sesuai dengan apa yang aku tau.
Sebelum kesibukan jadwal manggungnya bersama grup TXT yang lainnya dimulai, ia ingin selalu bersama dengan Naomi.
Tanpa terasa kesibukan Kai dimulai, ia hanya bisa berbicara dengan Naomi lewat hp. Disela-sela kesibukannya ia selalu menyempatkan diri untuk memberikan perhatian kepada Naomi sekecil apapun itu.
Anggota grup TXT yang lainnya sudah mengetahui hubungan Kai dengan Naomi. Mereka hanya tidak menyangka cintanya Kai berlabuh pada seorang gadis yang berasal dari Indonesia.
Pada saat libur satu hari dari kegiatan rutinnya, kai menyempatkan diri menemui Naomi. Pada saat itulah Kai menyatakan cintanya.
Aku yang mendengarkan pernyataan Kai hanya bisa terdiam, dirinya hanya tidak menyangka sang idola yang selama ini hanya ada dalam mimpinya menyatakan cinta kepada dirinya. Serasa dunia ini hanya miliknya seorang.
Begitulah jalinan hubungan aku dengan Kai, mau tidak mau aku harus mengerti dengan kesibukan Kai, bagiku semua itu tidak masalah, karena aku dari awal sudah menyadari resikonya mempunyai pacar seorang artis ternama. Kesabaran itu adalah kunci yang utama.
TAMAT
Teruntuk penggemarnya Heuning Kai, penulis mohon maaf hari ini penulis izin pinjam idolanya untuk dijadikan isi cerpen penulis. Apabila ada kesalahan penulisan nama sebelumnya penulis meminta maaf. Disini penulis memang benar-benar menghayal..padahal kenyataannya ibarat bumi dan langit.🙏✌️😊