Hari ini di sekolah ada kompetisi basket antar sekolah yang diadakan tiap tahun aq dan teman
teman wajib mendukung event ini. dan memberikan semangat untuk teman teman kami yang bertanding mewakili sekolah kami.
" hid...ayo berangkat " kata pipit temanku.
" ngak nunggu yang lain" kataku sambil merapikan tas.
" ketemu disana aja , tuh titi dan yanti udah nunggu" tunjuk pipit pada dua temanku yang ada di luar kelas.
Hari ini kami pulang cepat agar bisa jadi spoter pendukung. dan guru guru pun ikut menonton.
kami berempat naik angkot menujju gor tempat pertandingan.
" ditribun atas aja ya" kata pipit setelah kami turun dari angkot.
" ngak kejauhan pit, ambil yang tengah aja" kata titi.
" iya pit, biar jelas kan bisa lihat cogan cogan yang tanding" kata yanti menimpali.
" aq sih terserah yang penting bisa nonton" jawabku.
Kami berempat pun melangkah menuju ke dalam gor. sudah banyak orang yang nonton diatas tribun.
dan pertandingan sudah berlangsung dari 10 menit yang lalu.
" tuh disitu kosong " tunjuk yanti ketika kami sudah ditribun dan mencari tempat duduk ternyaman.
" ayo naik nunggu apalagi" kata pipit.
Kami berempatpun naik dan duduk dekat adek adek kelas kami yang juga sudah berada disana lebih dulu.
Terlihat beberapa perwakilan dari sekolah lain yang bertanding memasuki tribun juga menunggu waktu untuk masuk sambil menunggu urutan.
Deg.............
Ketika rombongan dari sma budi otomo masuk
entah kenapa mataku langsung saling pandang kepada seorang cowo yang berjalan di tengah teman temannya.
" oh dia ikut " bathinku yang lalu menoleh kearah lain.
Rombongan perwakilan itu duduk tak jauh dari kami ,mereka menunggu giliran sambil menonton dan melihat perwakilan dari sekolah sekolah lain.
" mhem ....ada cogan cogan tuh" kata titi menyenggol pipit
" emang ngapa" kata yanti.
" bisa kenalan dong,dari sekolahana ya" kata titi.
" budi otomo ,lihat tuh kaos pembimbingnya" kata pipit.
" hida kok diam aja" kata pipit menyengol tanganku.
" kenapi sih , kan kita niat nonton" kataku.
" heh.....hid sambil menyelam minum air lah.sekalian jadi sporter dapat gebetan" celutuk titi senang.
" terserah deh" kataku.
" eh mereka lihat kesini tuh, gila oey pada keren habis" kata pipit.
Jelas mereka melihat kesini.karena barisan kami cewe cewe pendukung yang manis manis. dan bukan dari perwakilan budi otomo saja.perwakilan dari sekolah lain pun ikut memperhatikan kami,.
" bian....." kata ku belum sadar menyebut namanya.
ketika bian dan teman temannya melihat kami berempat,dan mata bian tertunju padaku. aq cepat
berpaling seakan tidak melihatnya pura pura tak tahu.
tan teman bian pun berbisik bisik melihat kearah kami, karna kami berempat memang gadis yang cukup pepuler disekolah dan menurut mereka kami cantik dan manis manis.
" kamu bilang apa tadi i hid" kata yanti yang mendengar aq menyebut nama bian.
" ngak ada, salah dengar kali" kataku.
" aish... tadi kamu bilang bian kok" kata yanti.
" oh itu baca nama pungung pemain itu tuh" kata ku menunjuk kearah pemain basket diarena.
Yantipun diam karna memang ada nama bian melihat itu,
" ya ampun ....hampir ketahuan" bathinku.
Bian adalah teman sepermainan dari kecil. tapi kami jarang bertemu lagi setelah menginjak smp dan sma. badannya atletis, tampan dan cool juga pintar dan sholeh.dia sangat ramah dan santun.
juga baik hati. teman teman perempuanku di komplek perumahan sangat mengaguminya.
bian bukan orang yang sombong, pria peranakan aceh tersebut sangat fasih mengaji dan suaranya sangat merdu bila mengumandangan azan.selain pintar dan jadi idola di lingkungan perumahan dia juga jadi idola disekolahnya, bian yang jurusan ipa
pernah bilang mau menjadi diplomat kata temanku
tia tetangga sebelah rumahku yang satu smp dengan bian.
Aq sangat kagum dengan keramahannya. bahkan
hati ku rasa dag dig dug bila bertemu dengannya.
pria sholeh itu menjadi impian bagi setiap gadis termasuk dengan ku. yang mengaguminya diam diam.
sorak sorai kehebohan ditribun sangat ramai. karna
saling mendukung para idola sekolahnya masing masing. termasuk kami berempat yang juga ikut berteriak memberi semangat.
.............................
ketika sore hari sepulang les tak sengaja aq bertemu dengan helen tetanggaku.
" len kok ngak bareng wandi" kata ku ketika helen
pulang bersamaku dari Lb -lia. tempat les kami.
" dia sama bian tuh, ada urusan katanya,
" karna memang helen dekat dengan wandi teman kami. dikomplek perumahan.
" oh....kupikir kenapa" kataku seraya melihat wandi asyik ngobrol dengan bian.
Ada beberapa gadis yang mendekati kedua cogan itu dan mereka ngobrol bareng. hatiku terasa nyilu
melihatnya tapi aq pun membuang arah mataku ketempat lain
" hid tuh bian lihat kesini, dia ngelihatin kamu tuh" kata helen ketika kami berdua menunggu angkot.
" biarin lah dia punya mata" jawabku cuek.
" heh....diperhatikan cogan kok cuek, embatlah ..." kata helen narsis
" embat aja sana buat lho..." kataku cuek.
" ih ....tahu ngak hid bian tuh sering nanyain kamu lewat wandi, kenapa kamu gak gabung karang taruna " kata helen.
" kok bisa " kataku.
" kayanya dia suka deh hid" kata helen.
" ngawiur.....kamu len mungkin cuma care aja kali" kataku.
" aduh ....kamu hid, ngak peka amat kalo aq yang jadi kamu dah ta embat. tahu ngak dia tuh jadi idola banget disekolah dah keren, ganteng, cool juga pintar dan sholeh. gila aja kalo ada gadis yang nolak dia" kata helen panjang lebar..
" masa sih" kataku.
" ih nih anak ,kamu tuh lugu dan polos nya kelewatan banget hid makanya jangan ngumpet terus dirumah gaul dikit ngapa" kata helen..
" tahu ah" jawabku ..
" jangan kuper hid, sibuk baca wae keburu tua, nikmati masa muda kita nih enjoy your life ..." kata helen.
" lebay ......" kataku mencebikkan bibir.
" ha ha ha " helen pun menertawaiku.
" narsis dan pede banget kamu len" kataku.
" jelas dong makanya wandi suka." kata helen dengan pedenya.
" kok bian ngak suka" pancing ku.
" nah kalo bian aq ketar ketir hid, takut nelangsa lagian banyak yang suka sama dia. takut sakit hati dan makan hati hid. jadi aq ngak brani lah, lagian dia ngak suka sama aq yang bar bar gini." kata helen.
" tuh sadar......." kataku meledek.
" ck......mancing nih" kata helen
" ngak mana ada mancing, umpann juga ngak punya " jawabku asal.
Cukup lama kami ngobrol sambil menunggu angkot kosong lewat, karna jam begini pasti penuh karna banyak siswa yang les di jam 4 sore.
Tampa kusadari wandi dan bian mendekati aq dan helen yang sedang asyik ngonbrol.
" belum dapat juga" kata wandi menyapa kami.
" santai masih pada penuh tuh" kata helen.
Aq hanya diam dan mencoba mengalihkan kan perhatian lain ketika mataku dan bian saling bertemu.
" duh jantungku bisa copot nih dilihat kaya gini, meleleh nih hati takut hilap" bathinku. yang gugup karna mata bian menatapku.
baru ditatap aja aq geer banget, apa lagi di tembak bisa guling guling nih dirumah " bathinku lagi.
" hai ...hid lama ngak lihat kemana aja" sapa bian
lembut.
"oh lagi sibuk aja " kata ku sambil senyum menahan kegugupanku.
" hida sih sibuk trus........ kapan ngak sibuknya hid" kata wandi sambil memainkan kedua alisnya.
" mhem......." jawabku berdehem.
" maklum kutu buku maksimal, jadi tiada hari tampa buku " kata helen.
" oh ya ngomong ngomong buku aq punya buku baru dirumah hid, mau pinjam ngak" tawar bian.
deg..............
" waduh.......kenapa aq nih, bisa geer nih" bathinku
tambah salah tingkah tapi aq berusaha setenang mungkin biar ngak dikatain salting" bathinku.
" woi......kesembet lho hid, ditawari buku bian kok bengong aja" kata wandi yang melihatku diam dari tadi.
" eh ngak......eh emang buku apa" kataku membuang kegugupan sejenak.
Bian lalu menatapku dalam.namun aq pura pura tak melihatnya.
" banyak kok, kemaren dapat kiriman dari kak rissa" kata bian
" kalo minat bisa taantar kerumah, atau datang sendiri kalo mau lihat" kata bian menawarkan.
" tuh hid kesepatan " bisik helen ditelingaku pelan.
Siapa yang tak senang mendengarnya, tapi aq
tak percaya diri untuk bisa dekat dengan bian,.walau dalam hati aq slalu berdoa bisa mendapatkan pria sebaik dia pria yang sangat sempurna.dan aq tak brani untuk mengharap
dan bermimpi karna aq takut terjatuh.
Kami berempat pun naik angkot untuk purang bersama aq duduk didepan bian persis dia menatapku intens.tapi aq pura pura tak tahu.
karna setiap mata kami bertemu pasti jantungku berdetak kencang. apa perlu ya ke spesialis jantung.
Wajah tampan dan matanya yang tajam dan indah
serta senyumnya yang membuat hatiku meleleh
setiap saat. pintar juga baik dan sholeh pasti jadi dambaan setiap gadis. tapi aq tak berani berandai andai, namun di setiap doaku setelah sholat, kusematkan namanya.entah allah lah yang tahu
apa yang pantas untukku, dan jodoh terbaikku.karna allah lah pemilik hati dan pembolak balik hati manusia dan aq sebagai manusia hanya bisa berharap kepadanya.
" oh ya hid jadi mau pinjam buku" katanya ketika kami masih diangkot,
" lihat nanti ya bi" kataku tampa menatapnya.
" kalo malu kerumah, nanti ku antar kerumahmu" katanya lagi.
" oh ngak usah malah merepotkan kamu bi" kataku cepat.
" santai aja hid, lagian bian kan iklas ngantarnya ya kan bi" kata helen melirikku.
" iya skalian ajak kamu main, kamu jarang ikut ngumpul karang taruna kan hid" kata wandi.
" aq ngak ikut kok" kataku.
" kenapa.." kata bian seraya menatapku.
" ah ngak apa apa, cuma pas malas aja" jawabku asal.
Tak lama kami pun sampai di komplek perumahan
tapi karna dari arah jalan raya dan komplek masih agak jauh sebab angkot tak bolehasuk perumahan karna diportal jadilah kami berjalan berempat wandi dan helen berjalan berdua didepan.bian dan aq berjalanan dibelakang.
................................
Tiga tahun sudah berlalu. tak terasa aq sudah kuliah di semester empat.di sebuah kampus negri yang ternama, bian pun satu kampus denganku juga helen.sedankan wandi ambil kuliah dibandung.
wandi dan helen resmi pacaran setelah lulus sma.
dengan hubungan jarak jauh.tapi tiap liburan wandi pasti pulang. sedangkan aq masih menjomblo sampai sekarang aq sendiri jarang ketemu bian karna jurusan kami berbeda. hanya kadang kadang saja. bian sangat aktif di kampus dalam organisasi kemahasiswaan di menjadi ketua Bem dikampusku. aq tahu dari helenkarna aq sering janjian pulang dengan helen walau kami beda jurusan.
Selama kuliah aq lebih banyak menyendiri di perpus, aq pun hanyai mempunyai dua atau tiga orang teman yang akrab. karna jarang gumpul dengan anak lain. waktu kosong makul ku lebih sering kuliangkan di perpus.
" eh ....hid kamu dengar gosip ngak tuh teman kita nency dengan sama ketua bem yang ganteng banget tuh kalo ngak salah namanya bian afnan abdillah " kata dita teman sekelasku.
"ah masa aq ngak tahu dit, lagian ngaiin ngurusin urusan orang " kataku santai.
" hadeh.......lho mah hid jangan kuper banget mbok
gaul dikit gitu lah, lagian kamu cantik lebih cantik dari si nency ganjen itu" kata dita cemberut.
" lah apa masalahnya kok aq dibawa bawa" kata sewot.
" ih...kamu tahu ngak hid. jadi gadis itu jgn sibuk dengan dunia sendiri buka mata dan hati, dan wawasan juga biar bisa jadi publik pigur" kata dita.
" lah ......ku aq kenapa ngak kamu aja" jawabku menatap dita sambil manyun.
" kamu kan pintar hid, baik dan cantik kali kali lah ikut eksis dari kelas kita ngak ada yang cantik dari kamu, tapi kamunya sibuk dengan duniamu sendiri.
" emang kenapa dengan kelas kita" jawab ku.
" kelas kita sering menang dalam kompentisi tapi cewe cewanya cupu semua" kata dita.
" kok bisa " kata ku.
" ya iyalah ngak ada yang populer kaya si nency kelas tentangga.
" trus masalah buat lho" kataku menatap dita
" aish....kamu hid. maksudku kelas kita anaknya pada pintar pintar dan dari setiap jurusan juga tau tapi para gadisnya ngak ada yang bisa ngakat reting bikin keren dikit gitu sama jurusan lain yang punya idola tiap jurusan " kata dita panjang llebar.
" omongan orang kok dipikir dit...dit" kataku cuek sambil mencoret cotet kertas dikelas menunggu makul selanjutnya.
" bukan gitu hid biar gadis gadis dikelas kita jadi pede dan modis gitu." kata dita.
" lah apa urasan nya sama aq," kataku menujuk diriku sendiri.
" kamu kan cantik ambil langkah buat macarin tuh cowo cowo bem biar rada keren dikit"kata dita.
" astaga ....dit...pikirin mu sempit amat , jodoh tuh ngak kemana, aq niat kluliah disini bukan buat ngecengin cowo." kataku tegas.
" yah salah..paham deh, dah lah " kata dita lalu terdiam sambil manyun.
..........................
Aq baru saja keluar dari perpus ketika tiba tiba ada orang yang kutabrak karena buru buru berjalan.
brak..........buku bukuku berhamburan dilantai.
" eh maaf ....." kataku.
orang yang kutabrakpun berjongkok merapikan buku bukuku dan
deg .........
Mata kami bertemu saling lihat
" hida......
" eh maaf bi "kataku pelan
" oh ngak apa apa, apa kabar lama ngak lihat kamu hid" kata bian menatapku.
" baik,....kok " jawabku.
jantung ku serasa mau melpmpat keluar, saking kagetnya.apalagi ketika melihatnya tesenyum manis
" ya allah kuatkan imanku, jangan pingsan disini" bathinku
" oh sini bukunya " kataku.
" biar ku bawakan , kamu sudah selesai "tanya bian.
" sudah ini mau pulang " jawabku grogi.
" biarku bawakan aq juga sudah mau pulang" kata bian tersenyum lagi.
" ya ampun bang jangan senyum gitu, bisa cepat gila nih " bathinku
" ayo ..." kata bian melihatku diam terpaku.
" eh.... iya kamu duluan gih " kataku ngak enak hati.
Tampa banyak bicara bianpun langsung menarik tanganku dengan erat dan menyeretku ke parkiran
" bi..... lepas ngak enak dilihat orang " jawabku.
" mhem ........bian hanya berdehem.
Beberapa pasang mata memperhatikan kami, aq mulai tak nyaman tapi tidak dengan bian. dia ceuk san dantai saja seakan tak terjadi apapun.
Ketika sudah sampai diparkiran bian membuka pintu mobilnya.
" masuk......." katanya menyuruhku
dengan perasaan bingung aq pun terpaksa masuk.
kedalam mobil lalu bian menutup pintunya.dia pun
berjalan memutar utuk masuk dari pintu sebelah.
hatiku sudah berdebar debar tak karuan. atas perlakuan namun aq mencoba tuntuk tetap tenang.
bian menhidupkan mesin mobil dan mobilpun melaju pelan keluar dari parkiran kampus untuk
jalan raya yang mulai padat merayap disore hari.
" kenapa slalu menghidariku" katanya membuka obrolan.
" ah ngak biasa aja" jawab ku.
" masa.......tapi aq merasa seperti itu" katanya menatapku tajam seakan mencari jawaban.
" mungkin perasaan mu aja bi, aq tak pernah menghidar kok" jawabku pelan.
Suasana dimobil jadi tegang ditambah kemacetan jakarta, mobil harus berjalan pelan.
"kamu yakin " kata bian memastikan.
" iyalah. kita kan punya kesibukan sendiri." kataku
bicara tampa menolejh.
" hida......." katanya. menoleh kepadaku.
" aq pun menoleh.......
cup..........
Sebuah ciuman pun mendarat dibibirku tampa aba aba.....dan aq pun cukup kaget dengan apa yang dilakukan bian.
" bi.....bian apa yang kamu lakukan" kataku syok
" itu hukuman karna kamu slalu menghidariku " katanya cuek
" astagfirullah.........bi kita bukan muhrim " jawabku
tak enak hati.
" apa perlu kita menikah sekarang atas pertangungjawabanku menciummu" katanya. pelan.
" bi.....bu....bukan begitu maksudnya." kataku
gugup.
" aq mencintaimu karna allah hidayah sifattull ulya
dan hari ini aq melamarmu" katanya dengan penekanan. lalu memenggirkan mobil ke parkiran masjid.
Aq diam terpaku tak bisa berkata kata. apalagi ketika mobil merapat si parkiran masjid.
aq menunduk menahan rasa dihatiku mataku berkaca kaca tak kuasa bicara sedang bian menatapku dan lalu mengelus bahuku.
" kanapa kamu menolak" kata bian tenang.
sekitika air mataku sudah meluncur dengan derasnya dan tubuhku terguncang. bian yang sadar
aq menangis langsung memelukku dalam dekapannya dan membelai rambutku.dengan lembut
" jangan menangis " kata bian.
" maafkan aq.......bila kamu tak berkenan " katanya
dengan suara lembut.
..........................
Seminggu setelah kejadian itu bian tak melewati
sedikitpun tentangku .bian slau menelpkn dan mengirim pesan hanya sekedar bertanya tentang diriku.
Ada sedikit kebahagian yang kurasakan dalan hati.
aq hanya anak yatim piatu. orang tuaku meninggal
karna kecelakkaan aq anak tunggal. paman dan bibi lah yang merawatku sejak aq berumur 10 tahun
aq tinggal dirumah paman yang tak lain adik dari ayahku. aq mempunya sepupu bernama nisa yang sangat menyukai bian. dari itulah aq menutup diri
karna tak ingin menyakiti sepupuku.
Bian pria yang baik dan santun juga pintar itulah kenapa banyak orang yang menyukainya. berbeda dengan ku yang gadis pendiam. dan kuper karna
trauma bahkan kurang kasih sayang orangtuaku.
Sejak bian mengungkap perasaanya dan ingin melamarku. aq lebih sering menyendiri. tapi aq slalu membalas pesannya dan menjawab telpnya.
bian berjanji padaku aq melamarku setelah kami wisuda.
Hatiku sangat senang tak bisa dirangkai dengan kata kata tapi sekaligus was was. mengingat
banyaknya pengemar bian. namun dia bersikap bias begitu juga denganku.
bian menerimaku apa adanya, itu yang membuatku
semakin kagum padanya. kami menjalani hubungan ini dengan cara yang baik tampa seorangpun yang tahu.
...............................
Setahun hubungaku terjalin dan seminggu setelah wisuda bian melamarku bersama kedua orangtuannya. dan itu membuat kaget paman dan bibiku apalagi sepupuku. yang tak pernah tahu dan melihatku bersama bian. karna memang bian tak pernah mengapeli diriku. sebatas kami hanya bertemu di kampus.
Paman pun tak menolak lamaran itu, karna aq pun menerimanya. kami menikah dengan akad sederhana yang hanya keluargga dan krabat keluargga saja . karna aq akan ikut bian pergi kuliah di jepang mengambil beasiswa S2 dan sekalian bekerja disana.
kebahagian itu tak kusangka sangka doa doaku selama ini diijabah allah. idola para gadis itupun menjadi suami ku sah secara agama dan negara.
tak ada kebahagian yang melebihii apapun ketika kita mendapatkan pria yang baik , pintar, dan bertangung jawab, dan tampan hanya sekedar bonus dari allah.
Tamat.
.