Hai, nama ku Harumi Hinata orang-orang menganggap ku sebagai culun karena selalu memakai kacamata.
Aku juga tak suka berdekatan dengan laki-laki, aku adalah cewek yang paling sulit di taklukkan oleh laki-laki.
Walaupun aku berdandan ala culun namun beberapa lelaki akan menganggap ku cantik tanpa kacamata yang melekat di hidungku.
Banyak yang sudah menyatakan cinta padaku, namun semuanya ku tolak dengan alasan yang berbeda beda.
Hingga suatu...
Cowok yang terkenal akan kepintarannya dan ketampanannya menghampiri meja ku, sedangkan aku hanya sibuk membaca buku untuk persiapan ulangan nanti.
"Rumi, ayolah kau selalu saja belajar, " ucap cowok itu yang bernama Ryungie Hoshino.
"Shang, Zou, Qin, Han Periode 3 kerajaan, Sin Dinasti Utara dan Selatan, Sui, Tang..." aku masih sibuk dengan buku ku sendiri.
Tiba-tiba dia menarik buku sejarah ku yang membuat ku mendongak kan kepalaku untuk melihat orang yang mengambil buku sejarah milikku.
Dan tentu, dia Ryu orang yang telah menggangu diriku saat belajar sejarah.
"Rumi, berhentilah belajar di saat istirahat, "ujarnya kepada ku.
"Diam lah Ryu! aku sedang belajar,bisa kah kau pergi dari hadapan ku? "aku kesal dengan orang yang ada di depan ku ini.
"Hey Rumi, kau adalah anak terpintar bukan? kalau begitu maukah kau taruhan dengan ku? "ajaknya.
"Tidak! lebih baik kau kembali ke meja mu sendiri, "ucap ku dengan tegas.
"Kalau kau tak mau, aku akan membuang buku milik mu sekarang, "ancamnya kepada ku.
"Baiklah, apa syaratnya? "aku tak suka dengan basa-basi oleh sebab itu aku langsung to the point saja.
"Baiklah, kalau begitu kalau aku menang kau harus kencan dengan ku, tapi jika aku kalah kau bisa meminta apapun, bagaimana? "tawarnya.
"Ya seterah kau saja dan ku pastikan aku yang akan menang! "tantang ku kepadanya.
"Tak akan bisa, kau yang akan kalah Rumi tunggu saja waktu kencan kita, "ucap dengan sambil pergi.
Tepat setelah dia duduk di mejanya, guru masuk dan memberikan selembar kertas kepada semua murid.
Kami mengerjakannya dengan teliti dan tenang, tak terasa akhirnya waktu pengumpulan tiba, kami langsung mengumpulkan kertas lembar milik kami masing-masing
Tak lama kemudian, hasil ulangan di kembalikan kepada pemilik nya masing-masing, di saat itu Ryungie datang membawa kertas nya.
Kami meletakan kertas kami di meja ku, dan ternyata dia pemenangnya yang membuat ku mendesah kecewa.
"Aku menang, nanti siang kau siapkan dirimu aku akan mengajak mu keluar untuk berjalan-jalan, "finalnya yang membuat ku mengangguk pasrah.
Siang ini sesuai janji, kami bertemu di salah satu mall yang terkenal di kota ku.
"Sesuai taruhan, kau akan menuruti apapun yang ku mau termasuk berkencan, "
"ya ya ya seterah kau, "jawab ku.
Dia menarik ku masuk ke dalam mall tersebut, awalnya kami kebingungan akan pergi ke mana namun dia memutuskan untuk makan terlebih dahulu.
"Kau tau di mana restoran yang terkenal di mall ini? "tanya nya
"Hm, sebentar aku lihat handphone ku, "jawab ku sambil mengeluarkan handphone ku.
"Di internet restoran Yungie adalah yang terkenal di mall ini dan bintangnya pun sangat bagus, "ucap ku kepadanya.
"Tapi, sepertinya akan ramai jika kita makan di sana, "jawabnya.
"Lalu? kita akan makan ke restoran mana? "tanya ku kepadanya.
"Ikutlah dengan ku, "ucapnya sambil menarik tangan ku sedangkan aku hanya mengikuti langkah-langkah nya.
Kami sampai di sebuah kedai yang tak ramai, entahlah kenapa dia membawa ku ketempat ini namun dia menjamin bahwa kedai makan ini sangat lezat.
"Kau yakin? "tanya ku dengan hati-hati
"Tenanglah, insting ku tak pernah salah selama ini, "ucapnya dengan keyakinan.
"Kau hanya mengandalkan insting, "ucapku sambil menatap kedai makan tersebut.
"Hahahah, jangan salah karena aku suka memakai insting ku karena insting ku selalu bekerja, "ucapnya yang di sertai kekehan.
Tak lama akhirnya makanan yang dipesan datang, aku sedikit tak percaya dengan ucapan Ryu.
"Apa kau yakin,Ryu? "tanya ku sekali lagi.
"Kau sangat berisik, Rumi makanlah saja tak akan ada racun di dalamnya, "ucapnya sambil memakan makanannya.
Aku pun mengangguk dan mulai mengangkat sendok ku lalu mengambil sedikit makanan itu dan menyedokkan ke mulut ku.
Dan Fantastis, perkataan nya benar makanan ini sangat enak, hanya saja tak ada yang tahu letak kedai makan ini karena terlalu jauh dari pusat mall.
Setelah makan kami bersenang-senang bersama-sama, ini hari yang sangat menyenangkan bagi ku.
Ku lirik jam yang ada di tangan ku, sekarang waktu menunjukan pukul 03.00 sedangkan aku harus les.
"Aku harus les, sampai jumpa Ryu, "pamit ku kepadanya namun sebelum ku melangkah dia mencengkram tangan ku dan berkata akan mengantarkan diriku.
Sampailah aku di tempat les ku, aku kembali pamit kepadanya namun lagi-lagi dia menghentikan ku.
"Ada apa lagi Ryu? "tanya ku
"Apa kau mau taruhan? "tanya nya
Dia mengambil sebuah koin dan meletakkannya di telapak tangannya.
Aku memilih buntut dan dia memilih kepala, sebelum dia melemparnya ke angkasa dia membuat kesepakatan.
"Jika aku menang maka kau akan bolos les dan pergi bersama mu dan jika aku kalah kau bisa pergi masuk ke dalam tempat les mu, "ucapnya aku menganggukkan kepala.
Dia melemparnya ke angkasa dan menangkapnya kembali, lalu membuka telapak tangannya dan ternyata dia yang menang.
Terpaksa aku harus bolos les dan mengikuti dirinya pergi jalan-jalan..
Kami menikmati saat-saat itu sampai akhirnya kami pulang ke rumah masing-masing.
Keesokannya...
Aku masuk seperti biasa memakai kacamata tepat di hidung ku dan mengabaikan ucapan-ucapan yang ada.
Ku melihat Ryu dengan temannya, aku sedikit menyenderkan tubuh ku ke dinding sekolah.
"Hey Ryu, apakah kau berhasil kencan dengan cewek yang susah di dekati? "
"Tentu, aku selalu berhasil dalam apapun, "
"Wahhh, aku yakin dia akan jatuh cinta padamu, lalu apa yang akan kau lakukan? "
"Kau tahu logat ku bukan? "
"Hahahah, kau akan mematahkan hatinya bukan? "
"Tentu saja, "
Seketika tubuh ku melemas, jadi dia mendekati diriku karena sebuah tantangan?
Aku masuk ke dalam kelas, dan guru pun masuk dan menyuruh kita untuk mengambil sebuah kertas dan akan duduk sesuai nomer yang kita dapatkan.
Sayang sekali, aku duduk tepat di belakang Ryu dan di samping Ryu ada seorang gadis dia terlihat sangat ramah kepada gadis itu.
Hati ku memanas melihatnya, aku yakin aku telah jatuh cinta kepadanya dan aku tahu dia akan menolak diriku.
"Pak, saya izin ke UKS, "izin ku dan guru pun menyetujuinya dengan cepat aku pergi ke UKS untuk menenangkan diriku.
Aku menangis di sana, aku akan kembali setelah puas menangis, namun tiba-tiba seseorang memelukku dari belakang.
Aku menoleh ke belakang, dan ternyata Ryu sedang memelukku dan meletakkan dagunya di bahuku.
"Ada apa dengan dirimu? apa kau sakit? "tanyanya.
"Apa yang kau lakukan di sini? "tanya ku yang masih sedikit terisak.
"Tentu saja aku mengkhawatirkan dirimu, "ucapnya sambil membalikkan tubuh ku.
"Aku tahu kau sedang cemburu, "ujarnya.
"Ya aku sedang cemburu kau hanya mempermainkan hati ku Ryu! "ucap ku dengan tegas namun tersirat kekecewaan.
"Hey, aku mencintai mu, apa mungkin aku akan menyakiti gadis yang ku cintai heum? "tanya nya kepada ku.
Seketika aku menghentikan tangisan ku dan menatap lekat bola matanya.
"Kau pasti bohong Ryu, "jawab ku.
"Aku tak pernah berbohong, saat kita bertemu dan jalan bersama di situlah hati ku merasa nyaman berada di dekatmu, ku pikir itu salah namun itu kenyataannya aku telah jatuh cinta kepadanya cewek yang paling sulit di dekati oleh laki-laki, "ucapnya sambil merapikan rambut ku.
"Aku mencintai mu Harumi Hitana, "ucapnya yang melepaskan kacamata ku.
"Kau adalah gadis ku sekarang, jangan lah bersedih karena hati ku akan sakit, "ucapnya sambil membawa ku ke dekapannya.
"Aku juga mencintai mu Ryungie Hoshino, "ucap ku sambil melihat wajahnya.
Kami mendekatkan wajah kami dan menempelkan bibir kami masing-masing.
Ini adalah cinta pertama ku, ciuman pertama ku dan kesedihan pertama ku karena seorang laki-laki.
Dia telah menghipnotis diriku dengan pesona nya dan sekarang aku telah terjebak di dalamnya bersama cintanya.
Kami menyatukan kening kami dan menikmati hari yang sangat panjang ini.
~Tamat~