Hari ini kelulusan kelas tiga di SMA tunas bangsa, semua murid bergembira karena hari yang mereka tunggu-tunggu telah tiba. Mereka merayakannya dengan melakukan berbagai kegiatan, mulai dari mengaji bersama,pentas seni, unjuk bakat menyanyi Dan lainnya.Air mata mengalir di setiap wajah siswa siswi karena mereka akan berpisah dengan para guru dan teman-teman tercinta.
****
Disini lah Kisahku di mulai, aku diterima kuliah di sebuah universitas di daerah ku dengan jalur beasiswa karena aku mendapatkan nilai tertinggi di sekolah ku. Namaku Azkia putri, seorang gadis yang berasal dari keluarga yang kurang mampu, ayah seorang buruh tani dan ibu seorang ibu rumah tangga, anak kedua dari tiga bersaudara, kakakku sudah menikah dan ikut suami ke kota, sedangkan adikku masih kelas 1 SMA.
***
"Hai kamu!" seru seorang laki-laki dengan almameter
"saya" sambil menengok kanan Kiri, "iya, kamu" jawabnya dengan kesal.
akupun maju kedepan dengan perasaan takut "ada apa kak? ", "siapa nama kamu?" tanyanya. "Azkia putri" dia menatapku dari atas sampai kebawah dan itu membuatku sangat risih, " gue liat dari tadi Loe bengong aja, nggak dengerin apa senior lo lagi ngomong?" bentaknya, memang dari tadi aku agak bengong karna banyak pikiran tentang ibuku yg sakit di rumah.
"ma-maaf kak" jawabku terbata-bata karena aku takut, " sekarang loe gue hukum lari keliling lapangan sebanyak 10 kali", mataku terbelalak karna ukuran lapangan di kampusku sangat lah luas, " Kenapa mau nolak?" sarkasnya "nggak kak" jawabku dengan langsung berlari.
Semua mahasiswa baru dan senior menatapku, ada yang menertawakan dan ada yang merasa iba. Entah mengapa hari ini matahari tidak bersahabat denganku, aku mulai kelelahan pandanganku mulai buram dan
brukkkkkkkk aku terjatuh.
****
aku mengerjapkan mataku dan kulihat dua orang wanita sedang berdiri didepanku, " Hai, kamu udah sadar" tanyanya dan akupun mengangguk "perkenalkan namaku Rina azlina dan ini Riska Ariana", "namaku azkia putri" jawabku, "aku kenapa bisa disini" "kamu tadi pingsan di lapangan" jawab riska, "iya, dan langsung di angkat sama kak Andri, Ya Ampunnnnn kak andri keren bangett Waktu gendong kamu, kayak di film film" jawab rina panjang lebar sambil tertawa, "giliran orang ganteng jadi gila lo nya" sampil menjitak kepala rina, "aduh, apaan sih lo" aku tersenyum melihat kelakuan mereka berdua. "siapa kak andri?" tanyaku "kamu seriusan nggak tau siapa kak andri" jawab Rina dan aku menggeleng, " kak andri itu ketua BEM kampus kita dan laki-laki nomor Dua tertampan di kampus kita" jelas rina dengan gaya lebaynya akupun mengangguk paham."OH Ya, kamu jurusan apa?" tanya riska,"aku keperawatan" "berarti kita bertiga sama dong, kayaknya kita emang ditakdirkan jadi sahabat" jelas rina sambil tersenyum girang.
"tokkk tokkkkk" suara ketukan pintu uks dan menampakkan seorang laki-laki tampan masuk, "bagaimana keadaan kamu? udah mendingan?" tanyanya, Ya dialah andri ketua BEM kampus kami dan benar yang dikatakan oleh rina bahwa kak Andri benar-benar tampan dan sangat berwibawa, aku terlamun memperhatikan kak andri bicara hinggai lamunanku disadarkan oleh senggolan riska,"eh, iya kak udah mendingan" jawabku sambil tersenyum malu,"yaudah kalau gitu kalian nanti boleh gabung kembali sama maba lainnya", "baik kak andri tampan" jawab rina tanpa rasa malunya dan kak andri pun tersenyum melihat tingkah kelakuan rina.
***
Aku, Rina, Riska sudah kembali dan berdiri bersama maba lainnya,dan kulihat laki-laki yang tadi menyuruhku lari menatapku dengan tatapan sinisnya, aku langsung mengalihkan pandanganku saat mata kami saling bertemu. "kia, lo tau nggak Senior yang ngehukum lo tadi itu laki-laki tertampan nomor satu di kampus kita ini, bahkan di indonesia" jelas rina sambil menatapnya "tapi sayang walaupun tampan rajanya playboy dan sifatnya mengintimidasi banget, lo jangan berurusan sama yang namanya Abizar aufar putra, jangan dekat intinya kalau lo nggak mau ada masalah dalam hidup lo" jelas rina dengan penuh peringatan,"lebay lo" sarkas riska "itu cuma omongan lo melebih lebihkan", "alahhhh, gue tau lo ngebelain dia karena lo Suka kan sama dia? sambil menunjuk riska,dan mereka pun mulai memperdebatkan si laki-laki iblis itu menurut Rina, aku tertawa melihat tingkah mereka berdua dan tanpa sengaja pandangan ku beralih ke senior iblis itu dan "degggggg" jantungku tak karuan saat tatapan ku bertemu dengannya, tawaku langsung berhenti dan aku merasakan takut dengan tatapannya........