hai namaku adalah Audia Zahra. biasa di panggil Audia.
aku adalah gadis buta yang hidup dengan kedua orang tua ku.
karna 4 tahun yang lalu aku mengalami kecelekaan mobil yang membuat ku menjadi seperti saat ini.
dan akhirnya aku harus menjalan kan sisa hidup ku dengan gelap nya dunia.
kini aku tak lagi mampu melihat warna dunia.
aku sangat lah terpuruk bahkan pernah sekali aku ingin mengakhiri hidup ku sendiri dengan memotong urat nadi tangan ku.
tapi tuhan masih sayang nyawa ku, dan aku masih
selamat dan hidup sampai saat ini.
setelah kejadian itu aku berusaha menerima semua nya dengan ikhlas dan berusaha bangkit lagi.
aku masuk kesekolah husus anak-anak berkekurangan.
disana aku merasakan ada teman dan keluarga yang mampu membuat ku semangat menjalani hidup ini.
dan ada satu orang yang membuat aku semangat dan mampu melewati hari-hari gelap ku, dia seorang laki-laki yang mampu membuat ku melihat indah nya dunia tampa menggunakan penglihatan ku.
dia selalu menuntun jalan ku kemana pun aku mau.
aku dengan nya sudah bersama satu tahun lamanya.
ketangguhan nya mengurusi ku.
tampa lelah dia selalu ada di samping ku.
aku terkadang menyuruh nya pergi dan memilih wanita yang lebih baik.
tapi dia tak sedikit pun menjauh dari ku.
dan bahkan menangis saat aku mengucapkan kata pisah.
"yank...kalau nanti aku sudah bisa melihat aku mau kita nikah" ucap ku.
"beneran yank?" tanya nya memastikan.
"iya yank aku mau kita nikah setelah aku bisa melihat lagi nanti" aku tersenyum pada nya.
"semangat yah semoga ada orang baik yang akan mendonorkan kornea untuk mu" semangat nya padaku.
"iya yank"
setelah sekian lama, aku mendengar dari orang tua ku bahwa ada seseorang yang mendonor kan kornea untuk ku.
aku sangat lah bahagia saat mendengar berita itu.
aku bergegas ingin memberi tau kan berita itu pada fahmi.
tapi entah kenapa akhir-akhir ini dia selalu sibuk.
dan gak ada waktu untuk ku.
aku berusaha menghubungin nya dan memberi tau kan dia berita bahagia ini, tapi dia bilang lagi sibuk kerja.
aku berusaha positif thinking mungkin memang dia lagi sibuk kerja.
aku mengirimi nya chat berharap dia baca dan akan hadir saat aku oprasi nanti.
[...."yank aku akan segera bisa melihat lagi, aku akan bisa melihat mu nanti... dan aku harap kamu lah orang pertama yang aku lihat.
kamu semangat yah kerjanya jaga kesehatanjuga🥰isi pesan ku.....]
akhirnya tiba di mana hari aku akan oprasi tapi aku tak melihat sosok fahmi sama sekali.
aku sedikit kecewa kenapa dia, tidak datang di hari yang paling aku harap kan selama hidup ku.
aku masih berusha berfikir posotif mungkin setelah oprasi dia sudah ada di sebelah ku.
setelah oprasi selesay aku tak lagi mengingat siapa pun aku hanya tidur tak sadar kan diri hinga 2 hari.
setelah aku bangun aku masih tak menemui sosok fahmi di samping ku.
aku amat lah kecewa kenapa dia lebih mentingin kerjaan nya dari pada aku.
akhirnya perban yang membalut mataku kini bisa di buka.
saat selesay di buka aku pun membuka mata ku pelan-pelan hingga terbuka sempurna.
akhir nya aku dapat melihat lagi.
akhir nya dunia ku tidak gelap lagi.
rasa ku benar-benar campur aduk saat itu, ada rasa bahagia rasa kecewa karna yang ku pertama ku lihat bukan sosok laki-laki yang selama ini ingin ku ketahui rupanya.
tapi dia benar-bner hilang tampa kabar sama sekali.
setelah beberapa hari aku keluar dari rumah sakit aku pun kembali ke sekolah tempat biasaaku belajar.
aku ingin pamit sekaligus ingin melihat seperti apa rupa teman-teman ku.
sesaat aku sampai di sana aku melewati sebuah taman depan sekolah.
aku melihat sosok laki-laki duduk di kursi sambil memegang tongkat, di taman biasa aku duduk dulu dengan fahmi.
aku pun menghampirinya mungkin saja dia adalah salah satu teman ku.
"hay" sapa ku.
laki-laki itu seperti kaget mendengar sapaan ku.
"sayang.. ini kamu? kamu sudah bisa melihat" ucap laki2 itu.
"iya... anda siapa yah? kok suara nya familiar banget?apa kita pernah kenal sebelum nya yah?" aku sedikit kaget karna suara nya terdengar sangat familiar.
" aku fahmi yank... alhamdullah kamu udah bisa melihat lagi yank" ucap laki2 itu hendak ingin memeluk ku.
aku mengelak dan sedikit mendorong nya tapi karna pijakan nya tidak seimbang di pun jatuh.
" sorry mas gak usah ngaku-ngaku yah fahmi gue gak buta... lagian mas nya kurang ajar amat main peluk-peluk orang gitu" aku sangat dongkol dan pergi meninggal kan laki-laki itu.
sesampai nya di ruang kepala sekolah aku menemui ibu sukma dia lah kepala sekolah di sekolah ini.
aku berniat meminta alamat fahmi dari data2 sekolah.
dan aku mendapat kan alamat nya itu.
setelah beberapa hari karna pihak sekolah harus meminta izin dulu ke pihak yang mempunyai data karna ini menyangkut data pribadi siswa.
aku pun bergegas ke alamat yang di kasih bu sukma dengan mengendari mobil.
aku sedikit trauma tapi semua itu tertutup dengan rasa bahagia.
sesampainya di alamat rumah fahmi aku di bingung kan karna di rumah itu banyak orang.
aku pun memberanikan diri memasuki halaman rumah itu.
" hmmm bener kok ini alamat nya...tapi kok banyak orang yah apa lagi ada acara" gumam ku.
aku pun semakin masuk kedalam tak ada satu pun orang yang memperhatikan kedatangan ku semua nya terlihat merunduk dan bersedih.
aku semakin di bingung kan dengan adanya foto berbingkai bunga, dan gambar nya laki-laki yang ku temui kemaren di taman.
"loh ini kan mas yang kemaren gak senonoh ma gue" gumam ku.
"assalamualaikum" ucap ku,
"waalaikumsalam, cari siapa neng" saat ku temui seorang yang berada di teras rumah itu.
"aku cari fahmi buk apa benar ini rumah dari fahmi?" tanya ku.
" oh iya benar nak ini rumah almarhum nak fahmi" ucap nya, dan sontak membuat ku lemas seketika.
"hah ibu gak salah kan? aku cari fahmi bu" tanya ku masih tidak percaya.
"iya nak nak ini rumah almarhum nak fahmi dia meninggal tadi malam karna penyakit kangker paru-paru".
aku masih tidak percaya dengan apa yang di katakan ibu itu, karna foto di luar sana adalah pria kemaren yang ku temui.
aku pun memberanikan diri ke dalam rumah itu.
aku menemui pria yang kemaren ku temui di taman sudah terbujur kaku.
aku masih tidak percaya dengan apa yang di katakan ibu tadi.
aku berdiam terpaku tampa kata2, hingga seorang wanita paruh baya datang menghampiri ku.
"nak audia akhirnya kau sudah bisa melihat" sambil memeluk ku.
aku sangat bingung siapa wanita ini tapi suara nya sangat aku kenal.
"hah ini ibuk? ibuk nya fahmi kan" antusias ku.
"mana fahmi buk? kok ibu disini?"
dia bukan nya menjawab tapi menuntun ku masuk kesuatu kamar gelap, dan ibuk tadi menghidup kan lampu di kamar itu.
betapa aku sangat kaget saat ki temui puluhan foto tertempel di dinding kamar itu.
yang tak lain adalah foto ku bersama pria yang di taman kemaren.
aku langsung terduduk lemas dan merasa sangat-sangat terpukul dengan apa yang ku lihat.
aku pun berlari ke tempat tubuh fahmi sudah terbujur kaku.
"sayang!!! bangun.... aku sudah bisa melihat sekarang...., kamu ingat janji kita kan yank....?kalau aku sudah bisa melihat kita akan nikah
kamu jahat yank....!! kamu tega ngingkarin janji,
kita"
"maafin aku yank aku tidak mengenali mu kemarin dan kenapa kamu tidak meyakin kan aku" aku pun tak lagi sadar kan diri.
aku terbangun saat orang-orang sudah tak ada.
rumah itu sangat sepi dan hanya ada orang tua dari fahmi.
aku masih tidak percaya dengan apa yang terjadi.
"nak ini titipan dari fahmi" ibu nya fahmi memberiku sepucuk surat.
"""hai sayang.......
gimana kabar mu?
maaf kan aku yah yank aku gak ada waktu akhir-akhir ini untuk mu.
karna aku mau mengajar kan mu hidup tampa ku.
maaf ya yank aku gak bisa nepati janji.
untuk hidup bersama mu, tapi aku akan selalu untuk mu.
semangat yah cantik..... kamu hebat, kamu kuat.
sering-sering juga mampir ke rumah baru ku nanti.
karna aku selalu ingin melihat mu tersenyum dengan dunia mu nanti dan aku ingin lihat si kecil audia hahaha..
janji yah yank jangan pernah nangis lagi entar aku sedih loh ...
semangat sayang....aku menyayangi mu...
jaga mata ku baik-baik yah yank😊
love you
aku semakit amat hancur setelah membaca surat terakhir fahmi.
karna si pendonor kornea yang tak ku ketahui itu adalah fahmi.
aku adalah wanita yang amat bodoh, karna tidak mengenali orang yang amat aku sayangi.
penyesalan ini amat lah membut ku tersiksa hingga akhir hayat ku.