Jatuh cinta memang berjuta rasanya. tapi bagaimana kalau kamu mencintainya dalam diam? apakah dia akan tahu tentang perasaan cinta ini
Tahun 2020
sudah lama Lia terduduk diam di meja kerjanya. yang ia lakukan tidak lain hanya berkutat dengan data yang deadlinenya sebentar lagi.
" Lia, mana data yang saya minta kemarin?" tanya atasan Lia
"iya Bu segera saya bawakan bu." sahut Lia
Lia merupakan salah satu karyawan teladan di kantornya. dan hal itu menjadikan dia salah satu karyawan yang kurang disenangi oleh rekan-rekan kerjanya. namun hal tersebut tidak membuat Lia patah semangat. justru menurutnya hal itu adalah bahan bakar untuk memacu semangatnya semakin membara
"oke Lia, setelah ini kerjakan proyek yang kemarin saya kirim via email ya." perintah Bu Arum atasan Lia
"siap Bu, segera saya selesaikan." jawab Lia.
waktu berlalu dengan cepat, hingga jam menunjukkan pukul 12 siang
"akhirnya..." seru Lia sambil meregangkan tangannya ke udara untuk melepas lelah sejenak
"ke kantin yuk Lia" ajak Andini rekan kerja Lia yang selalu bersamanya dan menjadi bestie nya
"hayuuk lah." sahut Lia
mereka pun berjalan menuju kantin. disana sudah ramai dengan karyawan yang juga mengantri untuk mengambil makan siang mereka.
"Yo Lia." sapa Niko
"Yo ko." sahut Lia sambil melambaikan tangannya ke arah Niko
Niko adalah karyawan berbeda divisi dengan Lia. namun mereka cukup akrab saat mereka bertemu di pesta penyambutan karyawan baru tahun lalu.
"mau makan lu?" tanya Niko
"bukan, mau jogging! ya mau makan lah Niko Dwi Saputra." jawab Lia sebal dengan kelakuan Niko
"ya ampun, biasa aja dong Lia nggak pakai urat kali ngomongnya." jawab Niko sambil tersenyum jahil
setelah mengobrol ringan, sembari mengambil makan siang. akhirnya Lia, Andini dan Niko duduk di satu meja sambil menyantap makan siang mereka.
"eh,eh Lo berdua nggak pada ikut Trip company ke Bali?" tanya niko
"i'm in dong" jawab Andini
"kalo lo Lia?" tanya niko lagi
"mmmm, aku izin ke papa dulu deh. kalau nggak gitu nggak bakal di kasih pergi aku sama papa." jawab Lia
"pokoknya pak Toni harus kasih Lo izin hehehe" ucap Niko sambil terkekeh jahil
tak terasa jam istirahat pun berakhir. mereka kembali ke rutinitas masing-masing hingga jam menunjukkan pukul 18.00 wib yang artinya mereka bisa bersiap untuk pulang
********
(sesampainya di rumah..)
"Lia, kamu sudah mandi nak? kok malah langsung tiduran?" tanya mama sari
"sebentar mah, mau meluruskan pinggang yang kaku karena seharian duduk dulu. habis itu baru Lia langsung mandi deh" jawab Lia
selesai mandi, Lia langsung menuju ruang makan. dan makan bersama mama Sari, papa Toni dan kak Martin
"pah, Lia boleh ikut trip company ke bali?" saat Lia membuka obrolan di sela waktu makan malam
"berapa hari mau trip company nya?" tanya papa Toni
"3 hari 2 malam aja kok pah" sahut Lia
"iya papa kasih izin, tapi dengan syarat sesampainya disana kamu tetap vidcall ke papa dan mama ya" ucap papa toni
"siap komandan" jawab Lia sambil menirukan hormat ala tentara
"jangan lupa oleh-oleh dong ya" kata kak Martin sambil mengacak rambut adik kesayangannya
"oh, tentu aja dong. nanti Lia bawakan pasir pantai Kuta yg terkenal itu" jawab Lia sambil terkekeh jahil
*******
(Hari H keberangkatan trip ke Bali, bandara Soekarno Hatta)
Lia, Andini dan Niko sedang duduk bersama sambil menunggu waktu keberangkatan. Mereka sudah menunggu di ruang tunggu keberangkatan
"eh, Lo bakal jalan kemana pas di Bali nanti" tanya Andini membuka obrolan
"ke pantai Kuta dong" jawab Niko
"aku pingin banget ke GWK ah" jawab Lia
"oke, berarti kita harus buat list kemana aja kita bakal jalan dan jangan lupa ke pusat oleh-oleh" sahut Andini sambil tertawa
"kepada para penumpang tujuan Bali, silahkan menuju gate. karena waktu keberangkatan telah tiba"
mereka bertiga dan rombongan perusahaan ABC segera menuju ke gate keberangkatan
*******
(sesampainya di Bali)
"Bali i'm comiiiingggg" ucap Niko sambil merentangkan kedua tangannya ke udara
"woi jangan norak lu, kayak nggak pernah ke Bali aja" ucap Andini sambil menoyor kepala Niko
"biar aja keles, namanya juga lagi happy karena liburan" sahut niko
setelah selesai dengan urusan di bandara. Lia beserta rombongan perusahaan ABC langsung menuju hotel tempat mereka menginap
"wah, hotelnya dekat pantai Kuta. bagus banget pemandangannya" ucap Lia sambil berdiri di balkon hotel dan melihat ke arah pantai
"c'mon guys waktunya jalan jalan" ucap Andini dengan semangat
"eh, emangnya boleh ya" tanya Lia
"yah, bolehlah. tadi aku sudah minta izin sama Bu Arum dan dibolehin dong" jawab Andini dengan ceria
akhirnya Lia, Andini dan Niko menuju mall terdekat dari hotel mereka dan secara tak sengaja saat di loby hotel...
"aduh, mb hati-hati ya kalau jalan" ucap seorang pria kepada Lia
"oh, maaf mas saya nggak sengaja... Heru!!" seru Lia saat tahu siapa pria yang tidak sengaja ia tabrak
Heru adalah teman SMA Lia dan dia adalah seseorang yang spesial buat Lia. karena Lia memendam perasaan cinta kepada Heru namun tak berani mengungkapkannya
"Lia? kamu Lia teman SMA ku dulu kan" tanya Heru sambil menatap Lia dengan gembira
"ah, iya aku Lia teman SMA mu dulu" jawab Lia dengan ekspresi biasa saja
padahal di dalam hati Lia, Lia sama senangnya ketika bisa bertemu kembali dengan Heru secara kebetulan di Bali. tapi Lia memilih bersikap biasa saja agar perasaannya tak terlihat jelas ketika dihadapan Heru
"ya ampun kebetulan banget ya bisa ketemu disini" ucap Heru
"iya ya, kamu lagi trip company juga disini?" tanya Lia
"oh, nggak. aku disini bersama keluarga besar ku lagi mempersiapkan resepsi pernikahan kak Sintya" jawab Heru
"oh, kak Sintya nikah. wah selamat ya, semoga langgeng hingga maut memisahkan" ucap Lia
"aamiin, semoga kamu juga ya" sahut Heru
"hah, maksudnya??" tanya Lia heran
"nggak, maksud aku besok kalau kamu nikah juga ku doakan sama seperti doa mu buat kak Sintya" ucap Heru sambil nyengir
setelah beberapa saat mereka mengobrol santai
"ehem, ehem kenalin kita dong Lia sama temen lu" sahut Andini sambil menyenggol pundak Lia
"oiya, maaf. Heru ini Andini dan Niko temen kerja aku di Perusahaan ABC" ucap Lia sambil mengenalkan mereka
"gue Heru temen SMA Lia." ucap Heru sambil berjabat tangan secara bergantian dengan Andini dan Niko
"gue Andini" sambut Andini
"gue Niko" sahut niko
setelah Lia selesai mengenalkan Andini dan Niko pada Heru. mereka bertiga pamit untuk melanjutkan agenda mereka yaitu jalan jalan malam di kota Denpasar, Bali.
"tunggu sebentar Lia" ucap Heru sambil menggenggam pergelangan tangan Lia.
"iya, ada apa Heru?" Lia menghentikan langkahnya
"gue pingin ngobrol lagi sama lo. gue bisa minta kontak Lo?" tanya Heru dengan wajah penuh harap
"oke, boleh." jawab Lia sambil melepaskan genggaman tangan Heru dari pergelangan tangannya dan segera mengambil smartphone miliknya.
setelah mereka berdua bertukar kontak, Lia pun pamit untuk pergi bersama teman-temannya dan meninggalkan Heru di lobby hotel.
"gue seneng banget Lia akhirnya bisa ketemu sama lo lagi setelah 9 tahun berlalu. Lo nggak berubah ya" ucap Heru dalam hati sambil pergi meninggalkan lobby menuju kamar hotel.
*******
(di dalam mall)
"eh, Lia. ganteng banget sih si Heru" seru Andini sambil memegang kedua pipinya
"biasa aja lah, gantengan gue kali" sahut niko
"ya ampun, ganteng darimananya Lo." ucap Andini sambil menoyor kepala Niko
"kurang ajar Lo Din, gini gini gue pernah jadi model tau nggak" jawab Niko kesal dan menoyor balik kepala Andini
"iya model majalah trubus, hahaha" tawa Andini sambil jalan mendahului Lia dan Niko
setelah 2 jam lebih mereka jalan jalan di mall akhirnya mereka memutuskan untuk balik ke hotel
(di resto hotel..)
mereka segera bergabung dengan rombongan dan menyantap makan malam yang telah disediakan oleh pihak hotel. setalah itu mereka semua kembali ke kamar hotel masing-masing
(keesokan paginya... )
day one..
Lia, Andini, Niko beserta rombongan melakukan kegiatan trip company menggunakan bus yang telah disiapkan oleh perusahaan ABC.
mulai dari ke tempat wisata, GWK, tempat tempat bersejarah, sampai pergi ke pantai Kuta. benar benar hari yang melelahkan.
day two
mereka menghadiri seminar tentang peningkatan kinerja karyawan di ballroom hotel. hari kedua ini mereka di berikan edukasi dari narasumber seorang mantan CEO perusahaan ABC yang dulu pernah membuat perusahaan ABC berjaya hingga go internasional.
Lia, Andini, Niko dan rombongan lainnya mengikuti kegiatan tersebut dengan serius dan mencatat setiap kata yang penting yang disampaikan oleh mantan CEO tersebut sampai selesai.
day three
hari terakhir Lia, Andini, Niko dan rombongan perusahaan ABC berkumpul di salah satu rumah makan untuk menutup kegiatan trip company. sepatah kata dari CEO Bu Arum membuat mereka kembali bersemangat untuk menyambut hari esok dan bekerja dengan semangat yang tinggi. dan trio company perusahaan ABC pun telah selesai...
******
(di hotel tempat mereka menginap)
Lia sedang duduk di sofa lobby hotel sambil memainkan smartphonenya. dan di saat ini seorang lelaki menghampirinya. dan lelaki itu tidak lain adalah Heru.
"ehem, ehem." ucap Heru berdeham dan duduk di sebelah Lia
"Heru? kamu ngapain disini?" tanya Lia dengan sedikit terkejut melihat kehadiran Heru
"Lo, sudah mau balik ke Jakarta ya? yah, nggak bisa ketemu lagi dong sama lo?" ucap heru dengan nada sedih
"biasa aja kali Heru, kan kamu punya kontak ku. tinggal chat aku selesai kan masalahnya" jawab Lia dengan nada santai
"beda lah Lia, kalau gue chat Lo sama berhadapan langsung dengan Lo seperti ini" ucap Heru sambil menatap Lia.
Lia pun menoleh dan tak sengaja tatapan mereka saling bertemu. cukup lama Heru menatap Lia tanpa bersuara. namun semua terlihat jelas di matanya bahwa perasaan Heru kepada Lia masih sama seperti saat SMA dulu.
=flashback SMA 234 tahun 2011=
(di perpustakaan sekolah)
Lia sedang duduk sambil mengerjakan tugas dari guru sejarah. Lia sibuk membolak-balik buku sejarah yang ia pinjam dengan serius. dan sesekali ia menuliskannya di buku latihannya.
ketika akan membalikkan buku ke lembar berikutnya, saat itu Heru datang dan menahannya agar tak bisa dibalik oleh Lia.
"woy, serius amat Lo Lia. lagi ngerjain apa sih" ucap Heru dengan usil sambil tetap menahan buku sejarah yang dipinjam lia
"berisik kamu, aku lagi ngerjain tugas dari guru sejarah nih. selesai Istirahat harus aku kumpulin" jawab Lia dengan sedikit kesal
belum selesai Lia menuliskan tugas sejarah itu di bukunya. Heru meraih tangan Lia dan menggenggamnya. sontak Lia kaget akan perlakuan Heru yang tiba tiba menggenggam tangannya. Heru menatap Lia dengan tatapan yang dalam yang membuat Lia sedikit salah tingkah
"kamu ngapain sih heru!" ucap Lia sambil mencoba melepaskan genggaman tangan Heru
"dengerin gue Lia, Sekarang kita sudah kelas XII dan setelah itu kita lulus" ucap Heru sambil mengeratkan genggaman tangannya
"terus kenapa? kan emang iya setelah ini kita lulus lah" jawab Lia sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain karena malu dengan tatapan Heru yang tidak pernah lepas darinya
"gue pingin kita bisa lebih dari sekedar sahabat" ucap Heru sambil memegang dagu Lia agar kembali menatapnya
Lia bingung bukan kepalang, ia tak tahu harus menjawab apa. memang benar Lia juga ingin persahabatan ini menjadi lebih dari sekedar sahabat. tapi ada yang mengganjal di dalam hatinya dan membuat Lia tidak bisa menerima pernyataan cinta yang mendadak dari heru
"maaf Heru, aku nggak bisa. aku sudah menganggap kamu sebagai sahabat terbaikku. hanya itu" jawab Lia sambil melepaskan genggaman tangan Heru dan kembali berkutat dengan tugasnya.
"gue, nggak pernah menganggap ini sebagai penolakan, gue bakal tunggu Lo sampai Lo mau buka hati Lo walaupun itu butuh waktu yang lama" ucap Heru di telinga Lia sambil tersenyum dengan hangat dan berlalu meninggalkan Lia.
=flashback end=
(di lobby hotel)
"kamu ngapain liatin aku kayak gitu Heru. aku cantik ya?" tanya Lia sekenanya agar bisa merubah suasana romantis tersebut
"Lo itu ya, nggak berubah sama sekali" ucap Heru sambil mencubit hidung Lia karena gemas
siapa sangka kejadian tersebut dilihat dari kejauhan oleh Niko. walaupun Niko tidak menunjukkan secara gamblang bahwa ia menyimpan perasaan terhadap Lia, namun kejadian hari ini membuatnya bertekad untuk menyatakan perasaannya kepada Lia. apakah hal ini akan menyebabkan persahabatan mereka merenggang?
*****
akhirnya setelah sekian lama menempuh perjalanan dari Bali menuju Jakarta, rombongan trip company perusahaan ABC telah tiba di Jakarta. dan tanpa menunggu lama keesokannya pun mereka semua kembali ke rutinitas mereka masing-masing di perusahaan ABC.
"nih buat Lo" ucap Niko sambil memberikan minuman kepada Lia dan meletakkannya di atas meja Lia.
"wah ada apa nih, tumben banget kadal gurun kasih minuman ke Lia? ke gue nggak nih?" tanya Andini dengan usil kepada Niko
"beli sendiri lah, manja bener jadi orang" sahut niko sambil menoyor Andini
"udah, udah, kalian ini kayak Tom and Jerry aja. berkelahi terus. nih Andini kalau kamu mau ambil aja minuman ku." ucap Lia saat ingin memberikan minuman dari Niko ke Andini
"nggak boleh!! ini khusus buat Lia" ucap Niko sambil menahan tangan Lia saat akan memberikan minuman itu ke andini
"ya udah sih kalau Lo nggak kasih ke gue, dasar Niko pelit!!" ucap Andini sambil menjulurkan lidahnya ke arah Niko dan berlalu pergi meninggalkan ruangan
setelah itu, Niko menjadi canggung karena ia merasa melakukan tindakan bodoh. ia takut perlakuannya kepada Lia yang berubah secara signifikan membuatnya ketahuan apabila ia memiliki perasaan terhadap Lia
"jangan gitu lah ko, Andini kan cuma minta minum ini, kamu jahil banget sih sama Andini" ucap Lia sambil meletakkan kembali minumannya di atas meja
"nggak gitu Lia, minuman untuk emang gue beli khusus buat Lo. bukan buat Andini si cerewet itu" ucap Niko sambil mendengus kesal
Lia merasa heran dengan tingkah sahabatnya yang satu ini. ia merasa setelah pulang dari trip company Niko jadi seperti bukan Niko yang ia kenal.
"Niko kenapa ya? kok aku ngerasa ada yang berbeda dengan tingkah si Niko?" ucap Lia membatin dalam hati
tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 18.00 wib dan mereka bertiga pun bersiap untuk pulang
*****
(di rumah Lia)
setelah selesai mandi dan menggunakan piyama kesayangan Lia. Lia pun merebahkan dirinya di atas kasur yang sangat ia rindukan. betapa nikmat rasanya ia bisa berisitirahat di kamarnya sendiri
drrrt..drrrt..drrrt
smartphone Lia berbunyi dan ada pesan baru masuk. Lia seger melihat pesan tersebut. dan betapa bercampur aduknya perasaan Lia saat tahu yang mengirimkan pesan tersebut adalah Heru
"malam Lia, Lo lagi apa? sudah makan?" tanya Heru
"aduuuhh, aku harus jawab apa? aku nggak nyangka kalau dia bakal chat aku" ucap Lia membatin dalam hati
akhirnya Lia pun memberanikan diri membalas pesan dari Heru
"malam juga Heru, lagi istirahat aja di kamar, iya udah kok 💞" jawab Lia singkat
Lia kaget bukan kepalang saat tahu ia salah memberikan emoticon saat membalas pesan dari Heru.
"mati aku, aku salah masukin emoticon lagi" ucap Lia sambil menendang nendang selimut miliknya karena malu.
sedangkan di sisi lain. saat Heru melihat balasan pesan dari Lia, ia tersenyum hangat dan merasa gemas.
"bagaimana gue nggak bisa berpaling dari Lo Lia, Lo gemasin banget sih, tapi Lo nggak mau jujur sama perasaan Lo sendiri" gumam Heru sambil tersenyum melihat layar smartphonenya
*****
(keesokan harinya, di perusahaan ABC)
Lia sedang sibuk mengerjakan proyek yang diberikan Bu Arum untuk segera diselesaikan secepatnya. tiba-tiba Andini menghampiri meja Lia
"Lia, Lo temenan Deket kan sama Heru?" tanya Andini
"iya Andini, ada apa?" tanya balik Lia kepada Andini
"comblangin gue dong sama Heru" ucap Andini sambil menaik turunkan alisnya
dalam hati Lia, ia tidak bisa menolak permintaan sahabatnya itu.
"oke, aku bantu kamu dini. tapi kalau kedepannya kamu sama Heru jadi atau nggak bukan tanggungan ku ya" ucap Lia kepada Andini
"it"s oke lah Lia. gue yakin Heru bakal jatuh cinta sama gue. hahaha" jawab Andini sambil tertawa lebar