Siang itu selesai membersihkan rumah, aq duduk santai diteras. sambil memandangi indahnya bunga bunga yang tumbuh subur dihalaman rumahku.sudah menjadi kebiasaan untukku bila kesepian merawat dan membersihan tanaman juga menganti pot dan memisahkan beberapa aglonema yang sudah beranak pinak.hobbyku berkebun untuk hiburan semata.untuk mengusir kesepian dan waktu kosong dari pada duduk manis tampa kegiatan berarti.
" meong.....meong......meong......
Diipin kucing kesayanganku pun pulang. kucing kampung yang kupelihara sejak kecil itu pun menghampiriku untuk minta makan.
" sebentar ya pin ibu ambilkan" kataku seraya mengambil makanannya sepotong ikan pindang dan memberikannya.
drt .....drt.....drt.......
Hp yang letakkan dimeja bergetar
" siapa sih " gumanku seraya meraihnya dan sebuah nama terlihat jelas.
" hai in ada apa " jawabku.
"yuna lagi ngapain" kata ina sahabat masa smpku itu. dari sebrang sana.
" ya lagi samtai in, kamu sendiri ngapain ?" tanyaku balik.
" lagi bete nih ,makanya aq telp kamu yuk telpon jay sama wanto yuk" kata ina.
" boleh kalo ngak sibuk, aq sih takut ganggu aja inikan minggu hati keluargga kataku.
" entar ya ku sambung dulu " kata ina
Tak lama ina pun menelp jay dan wakto dalam mode vc.dan saat itu kami bisa ngobrol bareng entah cerita di masa masa smp
" yah kapan kapan lagi ngumpul vc gini asyik kan" kata ina.
" iyo in tapi kita pada jauh jauh jadi vcan aja." kata wanto.
" emang pada sibuk ya , lama pada ngak nongol difb" kata jay.
" ya kita wanita super sibuk jay " kataku sambil senyum.
" yuna kamu sibuknya keterlaluan, masa sering tatepl gk respon " kata wanto.
" wan kamu telp lihat waktu lah, masa magrib magrib telp. ya jelas aqnya sibuk sholat sama nyiapin makan malam sehabis magrib maklum emak emak " jawabku.
" ha ..ha...ha .. dia sih tinggal makan yun, ngk gerti istrinya " jawab jay.
" apa sih jay, aq kan makanya dikantin istri jauh noh" kata wakto.
" jablai dong wan, wah jauh dari istri pasti tuh mata jelalatan" kata ina.
" ha...ha....ha... kena lho wan, biasa dia uber janda janda bohay" kata jay.
" weh....enak aja, fitnah lho jay mana ada aq gitu" protes wanto.
" ce ileh.....yang doyan janda, wah kalo aq jadi istrimu wan, tak sunat sampai habis tuh burung" kataku
" habis dong yun ha....ha....ha..." gelak ina tertawa.
" biar in, biar nyaho" kata jay menimpali.
" parah nih kalian souzun aja sama aq, mentang aq ganteng gini" kata wanto dengan pedenya.
" yah halu banget kamu wan, ganteng dari hongkong" kataku meledeknya.
" biasa yun, mode gaya alay pedenya selangit kalo jatuh kebawah ambyar ha ha ha " ejek jay memanasi wanto.
" he....he...he..... tapi kan emang gitu jay" kata wanto.
" biar jay...., kasih lewat aja biar bebas tapi ada kali kali dapat batunya" kata ina.
" emang batu kali in" jawab wanto.
" hadeh ......bukan batu kali in, batu ginjal dia" kataku.
" benar yun, batu empedu juga kalo suka ngodain janda" kata ina.
" amit amit ..jauh jauh....hush...hush" kata wanto.
" ha ..ha ..ha......kamu berempat pun ketawa.
entah dimana lucunya tapi itulah kalo sudah pada vc sekedar bercanda unfaedah jadi lelucon gosip.
Ina, jay dan wakto adalah temanku waktu smp banyak cerita dan kenangan yang tersimpan dimasa masa smp dan remaja kami.tapi kini sudah
berbeda. karna kami sudah dewasa dan berumah tangga masing masing. keakraban kami masih terjalin baik. hanya sebagai silahturahmi.
kami berempat pun tinggal berjauhan, kalo aq tinggal di jogja, wanto dikalimantan.ina di papua barat. dan jay dijakarta. kami hanya bisa bertemu di fb atau vc lewat hp kalo pas pada kangen
Masih ku ingat masa masa indah dulu di masa smp ketika tinggal didesa.
flass back.
" wan sepedanya bocor ngak bisa pergi nih kita" teriakku pada wanto.
" tambal dulu, masih ada waktu " kata wanto.
" kok bisa kata jay, wah ngak bisa nonton layar tancap nih " kata jay
" kan sepeda ina ngak bocor jay" kataku.
" yah gimana sih yun, emang kalian berdua ngak ikut ya ngak reme, ngak heboh" kata jay.
" ck ...makanya jay, ini mau ditambal kata wanto yang masuk kedalam rumahnya ketika kami kumpul di halaman rumah wanto.
" woi.....bantuain kata ina" yang baru saja datang mendorong sepeda.
jay pun menoleh dan berlari pelan menuju ina untuk
mendorong sepeda.
" bocor in" kata jay.
" iya tuh tadi tahu dimana" kata ina
" yah pada apes ngak jadi nonton dong " keluh jay.
" jalan kaki kan bisa jay, kalo sepeda ngak dipake.
" jauh wan, kaki pegal jalan" kata jay sambil menyandarkan sepeda di tembok rumah
" walah dasar kamu jay, itu gunanya kaki ada buat jalan pergunakan" kata wanto.
" sudah ngak usah ribut, tambal dulu aja tuh, nanti ngak bener baru mikir " kataku.
malam ini kami berempat berniat nonton layar tancap di lapangan balai desa,.maklum dikampung
pada jaman itu tv pun belum berwarna.hanya ada tv hitam putih.
Ina dan aq hanya duduk santai diteras sambil makan gorengan ubi ketika jay dan wanto menambal sepeda yang bocor.
.....................
Pada sore hari kami pun berangkat, karna sepeda sudah ditambal.
" wah akhirnya jadi juga." kata wanto yang sudah nongol sama jay didepan rumahku.
" mana inanya " kata jay yang tengak tengok menunggu ina.
" tuh lagi jalan" tunjukku ketika ina sudah nongol ditepi jalan kearah kami.
" kamu boceng wakto ya yun" kata jay
" terserah " kataku.
" sama aja yang penting berangkat " kata wanto menatap ku sejenak entah apa yang dipikirkannya hanya tuhan yang tahu.
" lama banget in, dandan ngak usah cantik cantik" kata jay.
" biar dapat gebetan jay, lumayan buat hiburan ya kan yun" kata ina melirik ku
" yoi..... na, kita cari yang ganteng ya" kata ku menimpali.
" trus kita...." kata wanto dan jay.
" dianggurin........" kataku dan ina kompak
" hadeh, emang kita ban serep , hayo ajalah" kata wanto cemberut.
" nanti kita balas wan, kalo ada cewe cantik disana " bisik jay tapi masih kedengaran
" ya.....monggo cari yang semok" kata ku.
" ha ...ha...ha....yah kita lihat nanti " kata wanto sambil terkekeh.
ina yang melirikku hanya tersenyum.aq pun membalas dengan senyum maklum jiwa remaja. pasti ada aja ulah yang nyeleneh.
Malam yang indah ketika bulan bersinar membuat suasana makin berkesan. kami berkumpul ditengah lapangan balai desa setiap ada acara di malam minggu yang dimeriahkan dengan layar tancap. aq dan ina mencari celah untuk duduk. begitu juga dengan jay dan wanto.
" hai yun , lama ngak ngelihat " kata seseorang menepuk pundakku.
aq pun menoleh melihat kebelakangku ada dua cowo yang sebaya dengan wanto dan jay. ina menyenggol tanganku seolah bertanya.aq cuma mengangkat bahu.karna belum yakin apa yang kulihat
" ono ya kataku memastikan apa benar apa tidak
dia adalah teman sewaktu sd.
" iya kok lupa nih kenalan teguh temanku" kata ono
memperkenalkan temannya
" nih ina temanku" kataku juga memperkenalkan ina yang duduk disebelahku.
" bukannya kamu pindah di kampung sebelah no" kataku.
' iya setahun ngak ketemu kamu makin cantik aja yun" kata ono.
bluss.......pipiku langsung memerah untung malam
jadi tak terlihat
" heh....biasa aja kali" jawab ku.
sedangkan teguh intens menatap ina.kami ngobrol lama sambil duduk lesehan makan kacang rebus.
sambil nonton film rhoma irama yang sedang di putar.
sedangkan tak jauh dari kami wanto dan jay mulai gelisah.melihat kami asyik dengan teman cowo lain.
" gila benaran tuh anak berdua nyari gebetan" kata jay.
" yuk jay cari juga jangan kalah" kata wanto.
" malas aq, gi panas nih hati" kata jay.
" kebakar dong, maklum cewe cewe yang lagi mekar banyak kumbangnya" kata wanto berpribahasa.
" tapi ngak semua cowo diembat wan, kemaren juga mereka berdua dapat surat dari abdullah dan adi" kata jay.
" hah......tahu dari mana.
" mini tuh yah kasih tahu aq, katanya yuna dan ina dititipin surat lewat mini. jelas mini cerita aq" kata jay.
" wah banyak pengemar tuh " kata wanto.
" maklum bunga desa" kata jay.
...................
ketika sedang asyik ngobrol wakto dan jay datang menghampiri kami.
" in, yun ayo pulang " kata jay sambil menatap lekat kedua cowo didepan ku dan ina.
" kok cepat belum malam, baru jam berapa ini" kata ina.
" sudah jam 9 pulang , nanti kami dimarahi pakde bila telat antar kalian" kata wanto.
" oh ya wan, jay ni kenalan ono sama teguh dulu teman sdku" kataku memperkenalkan.
wanto mengulurkan tanganya begitu juga jay dan disambut ono dan teguh.setelah kenalan kami berempat pulang dengan berbocengan namun belum sampai rumah dipertengahan jalan sudah turun hujan. wanto dengan sigap berlari kearah pohon pisang dan memotong dua batang pohon pisang memberikannya pada ina dan aq. jadi malam itu kami berpayung daun pisang sambil berboncengan.
flass off
Banyak cerita indah dan kenangan antara kami berempat yang tak bisa diurai lewat kata kata
kadang tingkah konyol anak smp. dan kelucuan
serta keakraban
jalan kami sebagai remaja masih panjang saat itu.
dan ketika lulus smp kami tak pernah bertemu lagi.
cuma satu kali aq bertemu ina waktu di sma karna kami beda sekolah begitu juga dengan jay dan wanto
banyak cerita kami yang membuatku kadang tertawa sendiri mengingatnya. sikap polos
dan lugu membuat tambah konyol dan terlihat bodoh pas waktu kumpul bersama kala itu.
ada ada saja polah dan kelucuan kami berempat
yang bersahabat.
.......................
kini kami berempat hanya bisa bertemu lewat wa, vc, dan fb. masa masa itulah yang menjadikan kami untuk slalu saling bercerita satu sama lain.
dan masih banyak waktu dan panjang cerita kita bersama.dan tak bisa hadir berkumpul lagi disini
hanya cerita ini tersimpan rapi disetiap saat untuk
persahabatan yang tak hilang di telan waktu.dan berharap sampai maut menjemput.
kini semuanya tinggal kenangan dan dak bisa lagi untuk hadir bersama. juga tak bisa lagi ada dalam ceritaku. karna kami sudah masing masing berkeluargga. tempat yang jauh dan waktu diisi
dengan kesibukan masing masing. tak ada lagi bisa hadir dalam ceritaku hari ini.
harapanku semoga kenangan ini jadi sebuah kenangan yang berarti. karna perjalanan kita masih panjang kedepan.dan cerita itu cukup jadi kenangan teridah dalam hidup kita.
Tamat.