Apa kau ingin tahu?
Alasan sebenarnya kenapa aku ingin mati dan membenci diri sendiri.
Diriku yang selalu dicaci maki Dengan sengaja, mereka semua tidak menyukai keberadaan ku. Aku yang selalu berpindah tempat, tapi selalu ada yang mengusir ku.
Aku yang mencoba untuk tahan, mereka malah menganggap diriku merepotkan.
Aku yang mencoba untuk bahagia, mereka anggap aneh
-apa yang mereka pikirkan tentangku?
Aku benci "PERTEMANAN"
aku juga mungkin benci cinta.
Dear diriku, terus gunakan topeng itu. Bagaimanapun, kau akan lebih disayang sebagai orang lain
And for me, please stop untuk terus menangis. Itu gak berguna.
"Tambah dewasa"
_waktu dimana kalian akan menjadi dewasa, mendapatkan pelajaran dari waktu ke waktu. Mulai dari pengalaman biasa yang senang sedih bercampur aduk disitu. Terkadang ada kalanya kalian akan merasakan "sulitnya hidup".jika ingin tahu 1 hal, meraih suatu mimpi jauh lebih sulit dibanding mencari pasangan. Dewasa, waktu dimana kalian mulai belajar menjadi mandiri, menjadi diri sendiri, dengan banyaknya rintangan yang dihadapi, disitulah kalian berkembang. Kecewa adalah hal yang wajar, karna dunia tidak akan mengabulkan semua kemauan mu, kecuali kau berusaha, dan benar-benar mendapatkannya dengan usahamu sendiri._
-mi_seni-
And then
Manusia itu punya perasaan, ok?
You know that, right?
Apa wajar bagi seseorang untuk terus diam? Apa wajar bagi seseorang untuk terus menahan tangis sendirian?
Jika memang ada orang yang peduli, maka mereka akan selalu ada disini. Bersamaku.
But, semua orang punya rencana masing-masing, jangan buat mereka terganggu hanya karena dirimu yang bahkan tidak mengerti masalahmu sendiri.
Thank you buat semua orang, yang masih support aku, walau aku berharap untuk mati.
Dunia itu.. Kadang gak adil loh, jadi jangan mikir.. " KENAPA MALAH AKU YANG GAK KAYAK DIA?!" "KENAPA DIA LEBIH SUKSES?!" "KENAPA MALAH DIA YANG JADI KESAYANGAN?!"
Your broke? Me too.
Tapi yah, mereka itu.. Udah punya hak nya sendiri-sendiri.
Gak usah peduli, gak usah cemburu, gak usah iri. Kamu, pasti bakal dapet endingnya juga kok. Entah itu baik atau buruk.
And, kita semua, bakal jalanin kehidupan kita masing-masing, jadi mandiri lah. Jangan terlalu manja.
Itu lah yang ingin aku katakan kepada diriku sendiri. Dan mungkin kepada kalian?
Jika aku tidak suka hasilnya, maka buang. Lalu mulai lagi.
Apa hari ini terasa berat untukmu? Apa hari ini ada yang menyakitimu? Apakah hari ini begitu sulit untukmu? Kau itu kuat. You're the best people in the world. Jangan kau anggap bahwa kau tak mungkin bisa seperti yang lain, karena kau luar biasa, kau hebat. *jangan hancurkan hatimu, biarkan itu tetap utuh.luangkan waktumu tuk bercerita, untuk hilangkan semua rasa sakitnya.*
Mi_seni
Tak akan ada kebohongan di dalam hati, tapi akan selalu ada kebohongan di setiap kata. Akan selalu ada topeng di setiap situasi, tapi tangisan tetap tidak bisa disembunyikan. Masih memiliki rasa simpati,dan berharap mereka bisa mengerti. Ada waktu untukku merenungkan diri, berharap bahwa mereka tidak mengomentari lagi.
Mi_seni
Ah... Bisa kah kalian membantu ku juga? Aku sulit untuk menghadapi hal ini sendiri..
Kalau misal cerita..
Aku punya beberapa masalah yang gak ku ketahui juga
Hal itu membuatku kesulitan buat merasakan emosi lagi
Lalu, aku selalu merasa baik-baik saja, tidak merasa kesepian. Tapi di beberapa waktu, aku merasa hampa dan kesendirian yang menjadi-jadi
Aku pikir, aku butuh seseorang yang mengerti?
Tapi aku tidak peduli. Lalu, untuk masalah pendiam atau tidaknya aku, mungkin itu karena mental ku aja yang lemah. Di ejek dikit langsung nunduk layaknya orang rendahan
Iri sama orang lain? Oh itu selalu. Sampai sekarang aku masih di fase yang sama, fase yang diulang lagi untuk kesekian kalinya.
Gak ada rasa apa-apa di hati, semuanya kosong. Itulah sebabnya aku gak mau buat bicara.
Fase dimana aku selalu berfikir semua yang aku omongin itu bakal salah, dan berakibat fatal juga. Itu ngebuat aku stress.
Dimana saat aku nangis, rasanya lebih memuakkan dan membuatku kesal.
Sedangkan ada beberapa saat dimana aku bahkan tidak bisa menangis disitu, dan itu membuatku malah semakin sedih. Fase dimana aku nyerah dengan apa yang aku bisa
Dan malah menginginkan hal yang gak bisa kulakukan
Aku mau segalanya! Setidaknya begitulah kira-kira
Beberapa minggu lalu, aku sadar aku bukan mau punya segalanya
Tapi kebebasan, ketenangan, juga kebahagian ku sendiri
Karena aku lihat orang-orang, mereka bahagia dengan apa yang mereka punya. Jadi aku pikir kalau aku punya hal yang sama, aku bakal bahagia seperti itu juga.
Untuk ini, terimakasih sudah mendengarkan! Ini cerita terakhir, dan semoga, dengan menceritakan hal ini.. Aku bisa lebih tenang...? Kuharap.
Aku arisawa miya, dan sampai jumpa