Disekolah, kalian pasti pernah merasakan yang namanya iri dan dengki akan orang lain mau itu prestasi ataupun nilai akademisnya, akan tetapi cerita ini adalah cerita singkat yang menceritakan sebuah kisah dari tiga sahabat yang berawal dari persaingian kelas
Singkatnya kalian bisa mengambil makna dari cerpen ini*
Sinar mentari yang menyinari samudra raya adalah waktunya bagi seorang siswa berangkat kesekolah tapi berbeda dengan pria yang mengunakan switer hitam dengan ransel dipunggung, dirinya seringkali merasa risih dan gelisah ketika harus bersama dengan teman kelas
Namanya Beny dia adalah orang nolep yang suka menghabiskan waktu dirumah, orang tuanya tinggal diluar kota karena pekerjaan jadinya ia tingggal seorang diri dan bebas melakukan berbagai macam kegiatan tanpa ada orang melarang
Disekolah Beny cenderung pendiam dan tidak perduli dengan lingkungannya hingga pada akhirnya dia tidak mendapat teman disisinya tapi semua ketidak perdulinya tiba-tiba sirna ketika ada murid baru yang bernama Ari, dia pindahan dari luar kota
Namun sifatnya jauh berbeda Beny setiap kali dia mendapat nilai bagus dia selalu merendahkan orang lain dengan sebutan bodoh dan malas, karena sebutan itulah Beny mulai kesal dan membuka mulutnya kepada ketua kelas yang saat itu duduk di kursi paling depan
"Cahya, apa kamu tidak kesal dengan dia" tanya Beny kepada ketua kelas sambil duduk dikursi sebelahnya
"Beny!!, tumben banget kamu mau jalan dari kursimu" balas cahya yang baru sadar kalau beny sudah duduk di kursi sebelah
"Biasa aja, lagian aku mau kekantin ya pasti jalan juga" ketus beny sambil mengamati Ari yang sibuk menghina murid dengan nilai rendah
"Lalu ada apa kamu datang kemari?" tanya cahya
"Tidak ada, hanya mau dia berhenti menghina orang lain, itu saja"
"Maksudmu aku harus tinju dia"
"Bukan"
"Lalu?" bingung cahya mulai berpaling menatap Ari dari kejauhan
"Yasudahlah aku malas berdebat" keluhnya yang berdiri dari kursi dan pergi meninggalkan kelas
"Sebenarnya dia kenapa ya" batin Cahya yang memperhatikan beny keluar kelas
Singkat waktu jam istirahat telah berakhir yang mengharuskan siswa kembali ke kelasnya masing-masing termasuk beny dengan wajah lesu terlihat dari ekspresinya
Awalnya suasana sangat ramai karena guru belum masuk kelas, beberapa saat setelahnya guru masuk dengan membawa sebutir buku ditangan
"Selamat Pagi, murid-murid" sapa guru tersebut yang masuk dan duduk didepan muridnya
"Pagi, pak" balasan dari murid dengan serentak
Beberapa saat bapak guru mulai membuka mulutnnya, " Baiklah, untuk pagi ini kita akan belajar seperti biasa tapi ada sesuatu hal yang sepesial yang akan bapa kasih tahu ke kalian"
"Apa itu pak?" tanya cahya karena duduknya berada didepan sekaligus Ketua kelas
"Mulai hari senin besok kalian akan menghadapi ujian akhir sekolah, oleh karena itu sebaiknya kalian persiapan diri karena ujian ini adalah penentu kenaikan kelas"
Setelah mendengar perkataan guru dengan sontak mereka semua terkejut karena datangnya ujian tinggal beberapa hari lagi termasuk beny yang awalnya duduk tenang kini langsung panik
Berbeda dengan Ari, dia awalnya diam namun kini langsung berkata, "Dasar tidak berguna gitu aja panik, benar-benar bodoh" ceplos Ari tanpa memikirkan perasaan orang lain
Namun semua perkataannya tidak ada yang membantah karena secara akademis Ari lebih unggul dari mereka semua bahkan Cahya yang awalnya diam kini langsung emosi dengan perkataan Ari
"Sudah-sudah, pelajaran akan kita mulai" ucap guru hingga memulai pelajaran seperti biasa
Setelah jam istirahat kedua berbunyi mulailah mereka saling berdiskusi tentang cara agar bisa menjatuhkan Ari karena mereka sudah terlanjur membencinya, akan tetapi Ari tidak perduli dengan semua itu karena menurut dia tidak akan ada orang sukses tanpa kepintaran
Tapi disaat mereka berdiskusi datang beny kehadapan Ari, lalu berkata, "Sudah cukup, kamu menghina kami" ujar beny dengan tatapan sinis
"Kamu siapa?" ketus Ari
"Diakan orang nolep dari kelas kita" Bisik dari murid satu
"Kamu benar, walaupun diam tapi nilainya bagus juga" balas dari murid dua
"Siapa namanya?"
"Kalau enggak salah Beny namanya coba kamu lihat daftar piket" balas murid satu
Bisik demi bisik mulai terdengar hingga ke kuping Ari, "Oh,.. Murid nolep yah" ledek Ari membuat wajah Beny merah padam
"Apa maksudmu!!" bentak Beny menarik kerah baju milik Ari hingga seluruh tetapan siswa tertuju kepadanya
"Sudah-sudah, kalian itu panutan disini, tapi kenapa attitude kalian kaya gak ada sama sekali sih" sewot cahya yang melerai pertengkaran Beny dan Ari
Dibawah amarah Beny berkata, "Ari, aku menantangmu untuk bertaruh dalam nilai ujian kita nanti"
"Maksudmu?" bingung ari
"Mari kita bertaruh, jika kamu kalah maka kamu harus berhenti menghina orang lain termasuk aku"
"Kamu kira, kamu sepintar apa"
"Aku tidak pintar, tapi aku harus membela yang lemah dan akan aku bungkam mulutmu" balas Beny
"Oke, aku terima tantanganmu" ucap Ari dengan santai sambil memperhatikan Beny pergi ke kursinya, bahkan orang yang awalnya diam kini langsung menyemangati Beny, karena mereka juga tidak terima dengan perkataan Ari yang menindas
"Ketua kelas bagaimana?" tanya murid tiga kepada cahya
"Entahlah" jawab singkatnya
Sebenarnya beny tidak yakin dengan kemampuan yang dimilikinya namun setelah dia lihat lagi ternyata memang benar, mau gimanapun dia terhadap lingkungan tapi rasa ingin menolong pasti akan ada didalam hati walaupun terkadang orang tidak perduli kepadanya
Hingga hari-hari yang dilaluinya penuh dengan belajar dan berlatih itu karena beny yakin usaha tidak akan menghianati hasil selama persiapan beny tidak mengharukan orang lain, bahkan karena tantangannya kemarin Ari semakin besar kepala
Dia mulai mengupat beny dihadapan orang banyak bahkan tanpa disadari terkadang beny selalu diberondongi hinaan dari orang lain, semua itu karena orang tidak percaya dengan kemampuannya
Semua itu berlanjut sampai ujian sekolah selesai dan tinggal pembagian hasil, yaitu cahya sebagai juara 1, Beny juara 2 dan Ari juara 3, dan sisanya didapati oleh siswa lain
Disaat Moment itulah semua orang terkejut karena beny yang dianggap pendiam kini mendapat prestasi dan pada akhirnya mereka sudah tidak ada lagi yang namanya iri dan dengki kepada orang pintar
Karena menurut mereka semua orang itu cerdas dan pintar bahkan orang yang kita anggap bodoh bisa saja mengalahkan orang pintar asalkan kita mau berusaha dan bekerja keras
Bahkan Ari orang yang selalu angkuh dan sombong kini mulai luluh karena kata-katanya yaitu, "Tidak akan ada orang sukses tanpa kepintaran" dari saat itulah dia belajar dan mengerti arti keberhasilan
Bakat alami memang bagus namun tidak sebagus dengan kerja keras, karena dengan adanya kerja keras semua orang akan tahu arti keberhasilan yang sesungguhnya
Setelah kejadian itu Ari mulai membuka hatinya untuk orang lain yaitu mau berteman dengan sesama manusia, bahkan beny yang awalnya pediam kini tahu apa itu namanya kebahagiaan
Hingga pada akhirnya mereka mulai berteman dan akrab dikelas sampai-sampai membuat club belajar bersama dikelas, yang diketuai cahya diwakili Beny dan sekretaris di pegang Ari, sampai mereka menjadi sahabat yang disebut trio belajar
***
Sekian cerita pendek dari Author walaupun jelak namun bisa kita ambil hikmahnya, dan semoga cerita ini dapat menghibur teman-teman sekalian, dan saya do'akan orang yang membaca cerita ini, akan diberkati oleh tuhan yang maha kuasa
Dan jika ada kata yang menyinggung teman-teman saya sebagai author ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya, untuk masalah nama saya tidak ada niat untuk menyinggung ataupun menghina, nama itu saya jadikan nama samaran untuk teman saya
Sekian dari saya , "Terimakasih"
Good bye 👋