Bos Cantik Mengejar Cintaku
Di perjalanan menuju ke kantor Dave tiba-tiba menghentikan kendaraannya, saat matanya menangkap seorang wanita yang sedang di ganggu oleh para lelaki hidung belang.
"Lepaskan perempuan itu, " ucapnya datar.
"Siapa loh?jangan ganggu kesenangan kita, sana pergi. "
"Tolongin saya, mas, " ujar sang wanita itu menatap Dave sambil berteriak dan menangis.
Dave yang melihat itu langsung menghajar kedua lelaki itu.
Dan tidak berapa lama, kedua lelaki itu tumbang juga, karena memang Dave yang sangat pandai bela diri.
"Terima kasih, " ucap wanita itu dengan mata yang berkaca-kaca.
"Hem, kalo begitu saya permisi, " ucap Dave dan langsung meninggalkan wanita itu.
Sementara wanita itu hanya bisa melongo melihat kepergian Dave, tanpa menanyakan dulu keadaannya.
.
.
.
Sesampainya di kantor Dave langsung masuk, namun, baru saja ia ingin duduk, ia melihat wanita yang baru beberapa menit ditolongnya itu datang dan masuk ke ruangan Ceo tanpa mengalihkan pandangannya ke sekeliling.
Dave yang melihat itu tentu saja terkejut, dia berpikir apakah itu bosnya.
"Lo ngapain Dave bengong aja, " ujar Gilang mengagetkan Dave. Gilang adalah teman Dave di kantor, mereka baru saja kenal karena baru kemarin Dave masuk ke perusahaan itu.
"Ah, nggak, aku mau nanya yang tadi masuk itu, bos kita?"
"Oh, buk Nanda, iya dia bos kita, kenapa? "
"Nggak papa, cuma nanya aja. "
Waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 sore, Dave masih saja duduk di depan laptopnya, padahal pekerjaannya telah selesai.
"Dave, lo belum mau pulang? " tanya Gilang.
"Belum, lo duluan aja. "
"Oke."
"Udah sore gini tu bos kenapa belum keluar juga ya, apa dia lembur? " tanyanya pada diri sendiri.
Sementara di dalam ruangan, wanita cantik tampak memikirkan sesuatu, sampai tidak sadar dengan waktu yang sudah sore, yang tidak lain adalah Nanda, bos cantik yang ditolong oleh Dave.
Entah mengapa bayangan wajah Dave memenuhi pikirannya, padahal dia baru saja bertemu.
Tok tok
Mendengar suara ketukan pintu, akhirnya Nanda 'pun tersadar dari lamunannya.
"Masuk."
"Ada apa? "
"Maaf buk, ini sudah sore, apakah tidak ingin pulang? " tanya Reni. Reni adalah sekretaris Nanda, sebenarnya mereka sudah bersahabat sejak sekolah dulu.
"Memangnya ini jam berapa? "
"Jam 17.00."
"Apa? "
"Kenapa kamu baru memberi tau saya. "
"Maaf buk. "
Langsung saja Nanda beranjak dari tempat duduknya dan ingin segera keluar, namun saat dia keluar, hal pertama yang dilihatnya adalah seorang pria tampan yang tidak asing baginya sedang duduk di depannya.
"Kamu? "
"Jadi kamu bekerja disini? "
"Iya bu. "
"𝘎𝘢𝘯𝘵𝘦𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘦𝘵 𝘴𝘪𝘩, 𝘢𝘥𝘶𝘩 𝘥𝘦𝘨-𝘥𝘦𝘨 𝘢𝘯 𝘨𝘪𝘯𝘪, 𝘺𝘢."
"Kenalkan saya Nanda, " ucapnya seraya mengulurkan tangannya ke arah Dave.
"Dave."
"𝘠𝘢 𝘈𝘮𝘱𝘶𝘯, 𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘨𝘢𝘯𝘵𝘦𝘯𝘨, 𝘤𝘰𝘰𝘭 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘦𝘵 𝘭𝘢𝘨𝘪. "
"Maaf Bu, ayo kita harus segera pulang, " ucap Reni yang langsung menyadarkan Nanda.
"Eh, iya, Baiklah saya permisi dulu, Dave, sekali lagi terima kasih. "
"Sama-sama Bu. "
"Ternyata cantik juga bos ku, " gumam Dave sambil menyunggingkan senyumnya.
Sejak kejadian pertemuan itu hubungan keduanya semakin dekat, sekarang sudah tiga bulan sejak kejadian tersebut, dan Dave dan Nanda sudah akan melangsungkan pernikahan.
Dave yang jatuh cinta kepada Nanda, saat Nanda terus saja mendekatinya, walaupun awalnya Dave merasa kesal karena bosnya itu selalu mendekatinya, namun, lama kelamaan Dave pun merasa nyaman juga dan akhirnya dia jatuh juga dalam cintanya Nanda.
Sedangkan Nanda, dia jatuh cinta pada Dave pada pandangan pertama, bahkan tidak malu-malu mengejar Dave yang notabenya adalah bawahannya, sedangkan ia bos, sangat aneh memang, seorang bos mengejar cinta bawahannya.
Dan hari yang ditunggu pun tiba, yaitu hari pernikahan Nanda dan Dave, semua keluarga nampak antusias dengan pernikahan mereka, semuanya sangat bahagia, orang tua Nanda tidak pernah mempermasalahkan siapa pun yang menjadi pendamping putrinya, asalkan orang itu baik, mapan, dan tentunya yang dicintai putri mereka.
Semua tampak bahagia menyambut pernikahan Nanda dan Dave, bahkan Gilang dan Reni 'pun datang, dan itu pastinya.
"Sayang aku bahagia banget akhirnya aku bisa nikah sama aku, " bisik Nanda.
"Masa? " goda Dave.
"Ih, seriuslah,masa nggak percaya," ucapnya sambil mengerucutkan bibirnya.
"Ya Ampun sayang, kamu jangan gitu deh, aku kan jadi nggak tahan, "
"ih, nyebelin. "
"Aku tuh cuma heran sama kamu, kenapa kamu suka sama aku, seorang bos suka bawahan, "
"Emangnya salah? aku itu cinta banget sama kamu, nggak peduli deh, mau bawahan kek apa kek yang penting aku cinta, kan cinta itu nggak menilai apapun. "
"Hem, aku bahagia banget, bisa dapetin kamu. "
"I love you. "
"Love you too. "
"Ih mereka so sweet banget sih, " ucap Reni yang dari tadi memperhatikan bos sekaligus sahabatnya itu dengan Dave.
"Aku juga bisa kayak gitu, kamu mau? " tanya Gilang sambil menaik turunkan alisnya.
"Eh, sejak kapan kamu disini? " tanya Reni terkejut sekaligus deg-deg an, jantungnya berasa habis berlari.
"Dari tadi. "
Mendengar itu Reni hanya memalingkan wajahnya ke arah lain dengan wajah yang memerah.
"Hem Reni. "
"Iya."
"Sebenarnya aku suka sama kamu. " ucapnya tiba-tiba dan membuat Reni sangat terkejut sampai melotot menatap Gilang tidak percaya.
"Sebenarnya dari awal aku ngeliat kamu, aku udah suka sama kamu tapi aku takut kamu menolakku, tapi sekarang aku tidak bisa menahan perasaanku lagi, setidaknya aku bisa lega walaupun kamu tidak menerimaku, Reni aku tau ini waktu yang mungkin tidak tetap, di situasi seperti ini aku malah ngungkapin perasaan aku."
"Reni, sekali lagi aku ulangi aku menyukai kamu, aku mencintai kamu, Will You Marry Me? "
Sedangkan Reni yang mendengar itu langsung meneteskan air matanya.
"kamu kenapa nangis, yaudah kalau nggak suka sama aku, aku permisi."
Baru saja ia ingin beranjak, Reni langsung menghentikannya, dan menjawab...
"Yes I Will. "
"Serius? "
"Iya."
Gilang sangat bahagia, dia langsung berdiri dan memeluk Reni dengan sangat erat, sementara semua orang yang tampak menyaksikan mereka sebagian ada yang menitikkan air matanya, tidak terkecuali Nanda dan Dave yang melihat sahabat mereka itu sangat bahagia.
Satu tahun kemudian...
Hari demi hari,pekan demi pekan, bulan demi bulan, berjalan dengan sangat cepat dan semuanya hidup dengan bahagia Nanda dan Dave hidup dengan kebahagiaan dan dikaruniai putri yang sangat cantik dan diberi nama Naysilla Dave Pratama.
Nanda tidak pernah menyangkah lelaki yang dulu menolongnya ternyata jodohnya, Allah sangat baik memberikannya Jodoh seperti Dave, Nanda sangat bersyukur Dave adalah lelaki yang sangat baik, cerdas, berwibawa, dan juga rajin ibadah, ia merasa beruntung bisa bersama Dave.
Sama halnya dengan Nanda, Dave pun tidak menyangkah bisa menikah dengan wanita yang pernah ditolongnya yang ternyata adalah bos nya, bos cantiknya.
Begitu pun dengan Gilang dan Reni, mereka sangat bahagia dengan pernikahan mereka, bahkan mereka juga sudah dikaruniai seorang anak laki-laki yang diberi nama Regil singkatan dari Reni dan Gilang. Mereka menikah seminggu setelah pernikahan Dave dan Nanda.
🅃🄰🄼🄰🅃