seorang pria duduk sendiri dalam gelapnya malam , malam-malam yang dilalui juga sendiri , temannya adalah angin , kawannya adalah langit , setiap dia berjalan hanya bayangan diri sendiri yang selalu setia tak pernah ingkar dari janji , kecuali sang takdir ,
saat hujan datang ia akan mencari tempat untuk berteduh , saat lapar dia mengangkat bakul untuk bekerja , hidup sebatang kara sepi tiada sanak saudara yang merasa ibah kepada nya .. ia pun terus berjalan menyusuri lorong dan gang ,, Tibalah dia di suatu tempat yang rindang beranyamkan bambu dan daun-daunan , lumayanlah untuk manusia berteduh , rumah kadang ayam mungkin masih layak untuk di tinggalin oleh nya , mereka masih ada atap dan terkadang bentuk nya sempurna untuk ras ayam , namun rumah ini seperti bukan sebuah rumah ,
" haaai lumayan penghasilan ku hari ini " bhatin nya yang tulus tanpa mengharap suatu hal yang lebih besar , dia orang yang penuh puji syukur atas Rezki yang Tuhan berikan , ia pun beristirahat merebah dirinya di atas daun-daun lalang yang ia anyam menjadi tempat tidur , kalau bathin seseorang merasakan hidup seperti dirinya semua itu akan terasa sangat berat dan menyiksa , tapi sifat yang ia tanamkan dalam hatinya membuat nya terus bertahan dengan rasa syukur dalam hatinya ,
jam menunjukkan pukul 6: 30 pagi , rupanya pria itu sudah tertidur dan terbangun saat hari sudah pagi , ia pun mandi memakai baju yang seadanya sudah dicuci , berangkat melangkah kan kaki menuju jalan raya penuh lalu lalang orang dan kendaraan mobil dll , di saat tanpa dia sadari ,,, saat ia sedang fokus berjalan... tiba-tiba ia tertabrak mobil yang lewat , ia pun tersungkur ditanah beraspal , darah pun mengucur Disana -sini rasa perih tak tertahankan saat kulit tergores tajamnya tanah beraspal , ia pun mencoba berdiri , tertatih ia melangkah ,,, tanpa ia sadari mobil yang menabraknya tadi berbalik dan melihat keadaanya yang menyedihkan , orang yang menabraknya adalah seorang pemuda yang hampir sama usianya dengan nya terpaut dua tahun perkiraan , pemuda kaya itu adalah maxs Anderson Peterson , sedang yang ditabraknya adalah juan Matriks ,
🕥🕥🕥🕥🕥🕡🕡🕡🕡🕡🕡🕡🕡🕡🕡🕡🕡🕡🕡🕡🕡🕡🕡🕡🕡🕡🕡🕡
waktu telah bekerja dengan tugas nya yang benar ,,, terkecuali jam yang berdetak akan terdiam saat baterei yang habis ,
nasib dari seorang pria yang ditakdirkan ,,,,,,,,,,,
juan yang tertatih pun berhenti di saat mobil itu berhenti dihadapan nya , seorang pemuda keluar dari mobil mengenakan kacamata hitam membuat nya terlihat lebih tampan dan menawan ,
" anda tidak apa-apa ?..." pemuda itu bertanya , padahal dia sendiri tahu kalau sekarang juan sedang tertatih , mungkin kaca mata hitam nya yang menutupi pandangan nya atau kah dia memang seperti itu ,
" apakah kamu tidak bisa melihat ? .." kata Juan yang dongkol akan sikap pemuda itu , sang pemuda tersenyum melihat sikap Juan yang seperti orang tua yang menahan sakit di pinggangnya ,
" aku lihat kamu baik-baik saja ," kata pemuda itu , yang langsung dijawab ,
" haaaakh " kata Juan , ia pun meneruskan perkataannya ,
"memang kamu benar-benar tak bisa melihat , atau mungkin kaca mata hitam mu yang telah menutup matamu " kata Juan semakin dongkol ,
" tidak seperti itu ,aku pikir kamu sudah mati tadi ,, tapi ternyata kamu masih hidup dan tidak ada cedera hanya luka dan memar kecil " kata pemuda itu menerangkan maksud nya ,
" ohhhh jadi kamu mau menyumpahi aku mati kah ?..." tanya Juan sudah hampir tancap gas ...
" haaaaa ..tentu tidak,,, mana mungkin aku sebodoh itu " kata pemuda itu , Juan yang tak ingin semakin dongkol dia pun melangkah kan kakinya pergi meninggalkan tempat itu , namun dia dicegah oleh pemuda itu ,
" kenapa ..." tanyanya ,
" ikut aku ..." kata pemuda itu ,
" untuk apa ..." Juan bertanya lagi ,
" sudahlah ikut aku , jangan banyak tanya " pemuda itu dan bodyguard nya menyeret Juan kedalam mobil , pergi meninggalkan tempat itu ,
mobil berhenti didalam sebuah rumah bak istana raja dengan pagar dan dinding yang kokoh dan kuat ,
Pemuda itu keluar dari dalam mobilnya ,,, ia langsung masuk kedalam rumah diikuti oleh bodyguard dan Juan ,,, Juan yang masih terkagum oleh kemewahan rumah milik maks hanya bergumam dan menelusuri setiap lekuk Diding rumah tersebut ,,, sampai lah ia di depan meja kursi ruang makan yang sudah penuh dengan berbagai hidangan makanan ,,, maks pun langsung duduk diantara kursi tersebut , Juan hanya terdiam dan melihat maks yang sudah siap ingin menyantap makanan nya ,,, Maks tidak memperhatikan Juan , mungkin juga ia lupa kalau didepan nya saat ini masih ada Juan yang memperhatikan dirinya yang sedang makan ,,, namun maks langsung sadar kalau ia sedang membawa tamu datang ke rumah nya ,,,
" Oh...maaf kamu kenapa belum duduk ... Apa kamu tidak ingin makan atau kamu sudah Kenyang " maks menebak semua yang biasanya orang katakan jika seseorang diundang nya untuk makan , Juan yang mendengar ocehan maks hanya terdiam saja , namun maks langsung mengatakan ,
" Oh .. apakah kamu sedang diet seperti para gadis cantik yang ingin berpenampilan menarik ?...." Maks melontarkan pertanyaan itu sambil tersenyum manis kepada nya ,,, Juan hampir terjengkang dengan perkataan maks yang seperti nya sedang mengejek nya ,
" Oh iya ,,, aku juga ingin berperan sangat cantik ..dan menarik untuk semua kaum hawa ..." Sautnya Dengan perasaan dongkol dan kesal ...
" Oh begitu ... Bagus ... Kamu sebenarnya cukup tampan ... Tapi sangat Kumal ...jika saja Wajah mu sedikit di poles , maka artis papan atas akan kalah dengan mu " kata maks sepontanitas yang membuat Juan seperti tertendang oleh kaki kuda berpuluh-puluh meter jauhnya ,,, ia pun lunglai sambil bergumam ,,,
" Khaahhkk... Allamak ... Ampun deh ... Gue amsyongs kayak gini .. andai dia cewek mungkin sudah ku kawini dia " suara juan lirih yang hampir tak terdengar oleh siapapun ... namun maks seperti mendengar perkataan Juan ia pun melontarkan pertanyaan nya ,,,
" Hemm... Ada apa ...apa kamu benar-benar tidak ingin makan ?.." maks masih ingin bertanya lagi , Juan yang mendengar perkataan maks ia pun tak membuang waktu segera duduk di kursi meja makan dan menyendok nasi dan lauk yang sangat banyak ,,, tanpa rasa segan atau malu ia mengambil ayam goreng daging rendang dan semua yang sudah terhidang diatas meja makan ,,, mungkin karena ia sangat dongkol dan kesal membuat nya bertingkah sangat aneh ,,, maks yang melihat aksi nya hanya terbengong dan terdiam ,,,ia pun menggelengkan kepalanya ,,,
" Apa makan sebanyak itu tidak membuat mu sakit ..." Tanya maks pada Juan , Juan yang mulutnya penuh dengan nasi dan lauk pauk hanya menggeleng dan berkonsentrasi dengan makanan yang sudah diatas piring nasi nya , maks yang merasa aneh hanya terdiam dan melanjutkan acara makan-makan nya , sampai seluruh makanan hampir habis Juan berhenti dengan aksi makan nya bahkan ia pun bersendawa nyaring sekali ... Membuat semua yang berada di situ hampir tertawa dengan tingkah lakunya ,