Menikah itu akan terjadi baik di usia muda ataupun di usia tua. Tapi tak jarang pernikahan juga kadang kala di pikirkan nanti setelah sukses.
Atau bisa jadi setelah menemukan seseorang yang tanpa sengaja namun akhirnya berakhir dengan sebuah pernikahan.
Dan di balik itu semua kebanyakan orang pasti memiliki pernikahan impian nya masing - masing. Baik itu karena ia ingin menikah dengan orang yang mapan, cantik dan ganteng wajah nya, baik akhlaknya, sikap atau pun perilakunya.
Seperti yang saat ini Winda harapkan dalam pernikahannya yang akan terjadi beberapa bulan ke depan.
Setelah ia menerima lamaran dari Iqbal beberapa hari yang lalu.
"Hem... nggak nyangka baru aja aku mengenalnya, tapi sekarang dia malah menjadi tunangan ku."
"Apa ini kali ya, yang namanya jodoh pasti bertemu."
"Iya kan kita memang nggak tau siapa jodoh kita, ada di mana dan saat apa kita di pertemukan. Bisa aja saat kita sudah tak ingin mengenal seseorang tapi kita malah di pertemukan dengan seseorang yang akhirnya bisa langsung ke pernikahan." kata Susan temannya Winda.
"Hem... tapi aku masih nggak percaya, bentar lagi status ku akan berganti."
"Yakin kan lah semua yang terjadi dan yang akan terjadi ke depannya itu adalah yang terbaik untuk mu. Jadi saat kamu menerima lamaran itu, saat itu lah kamu harus siap dengan perubahan statusmu yang akan datang."
"Jujur awalnya aku ragu dan takut untuk menerima lamaran itu. Tapi setelah aku melihat ia dengan niat baiknya memilih aku jadi pendamping hidupnya. Aku pun sudah bertekad dalam hati menerima dia seperti dia memilih ku menjadi pilihannya."
"Memang itu lah seharusnya yang kamu lakukan. Jadi sekarang jangan banyak pikiran jalanin aja semuanya dengan hati yang sama - sama ikhlas menerimanya."
"Iya makasih"
"Hem"
"Win, boleh aku tanya sesuatu padamu?"
"Boleh, mau tanya apa?"
"Pernikahan impian mu seperti apa?"
"Pernikahan impian aku dan harapan aku ke depan nya. Setelah aku resmi jadi seorang istri. Aku ingin suami ku selalu menyayangi ku, membimbing ku, menasehati ku saat aku salah dalam bersikap dan memberi ku banyak kebahagiaan serta tak akan merasa kehilangan orang tua ku. Saat di mana suami ku membawa pergi aku dari kedua orang tua ku. Hanya itu harapan dan impian ku mengenai pernikahan ku ini."
"Kalau mengenai resepsi pernikahan gimana?"
"Kalau mengenai itu aku terserah ia aja mau sederhana atau pun mewah terserah kepadanya. Karena aku tak ingin membebankan nya. Tapi kalau boleh memilih aku ingin yang sederhana aja yang terpenting kami berdua bisa menikah dan di persatu kan oleh ikatan pernikahan."
"Hem... tapi ternyata malah ia ingin pernikahan yang mewah, lalu kamu mau resepsi yang seperti apa? terus mau yang di gedung, di taman, atau di halaman rumah."
"Karena dari awal aku bilang ingin sederhana jadi aku pilih yang di halaman rumah."
"Oke... terus hiburannya yang seperti apa? apa dari pagi sampai sore selesai atau dari pagi sampai malam."
"Dari pagi sampai sore aja. Soalnya kalau harus duduk berdiri di pelaminan dari pagi sampai sore aja udah pegel apa lagi sampai malem. Bisa - bisa aku pingsan karena kecapean."
"Eh... ko bahas nya tentang pernikahan aku sih. Nggak ada yang lain apa?"
"Ya nggak papa kali aku bahas ini. Lagi pula kapan lagi aku bahas yang kaya gini. Masa ia aku bahas setelah kamu menikah, kan aneh."
"Iya juga ya pasti aneh"
"Hahaha.... hahaha... hahaha..."
Mereka berdua pun tertawa lepas setelah percakapan itu.