Siang itu rara baru saja, kekuar dari kampus, ketika
karya menyusulnya.
" ra...... tungguin dong." karya akrabku itu
" hah......ta pikir kamu dah pulang dari tadi ya" kataku.
" tadi aq nyariin kamu kok ngak ada dikelas" katanya
" emang kenapa nyari in aq ya?" kataku.
" ngak apa apa" jawabnya lemas.
" kok lemas gitu,gi galau nih " godaku sambil menyenggol tangannya
" bete " katanya sambil melangkah manyun.
" heh.....katanya mau bareng malah di tinggal" kataku mengejar karya yang berjalan duluan.
" mhemmm...........jawabnya.
....................
" kenapa sih, kok muka ditekuk terus " tanya ku ketika dibis. yang kami tumpangi sambil duduk berdampingan.
" cintaku ditolak " katanya terlihat sedih.
" ha.....ha ...ha...... oalah gono tioh" kataku terkekeh.
" senang banget kamu ra, melihat aq menderita" kata karya dengan wajah sendu.
" ck......cuma gara gara cewe toh masih segitu galaunya ya, noh masih banyak cewe cewe antri kalau kamu sukses. kuliah yang benar dulu baru lancap gas lamar ngak bakal kabur" kataku asal.
" enak ya ngomong" kata karya sewot.
" iyalah ha....ha ...ha ......" aq pun tertawa kecil
" nanti kalo kamu jatuh cinta baru gerasain" katanya padaku
" yah aq sih santai.......lagian aq dikejar boy ngak mau ngejar kan kodrat wanita" kataku tersenyum.
"halah pede banget " cibir karya kesal.
"ya dong rara gitu, cintaku hanya pada allah " kataku dengan pede.
" lebay ..." sewotnya.
" he ....he.....he.....
.........................
Dua hari setelah kejadian itu karya jarang pulang bareng denganku.aq ngak tahu kenapa tapi sepertinya dia menghidar mungkin takut aq ledekin
bathinku.
Akhirnya aq menulis surat untuknya.
dear karya sahabat ku.......
Tetaplah tersenyum walau kadang apa yang kita ingin menjauh.....
tetap lah semangat walau apa yang kita kejar lari...
jangan sedih kawan....allah bersama kita
ketika cinta tersemat dalam hati unggkap kan semua ke pada allah.karna dia sang pemilik
hati seluruh hati.
tersenyumlah dan teryawalah walau hidup sepahit
kopi tapi tetep akan manis ketika diberi gula
cinta datang dan pergi......tapi cinta allah kita bawa mati.
hai kawan.....
tetap semangat kejar mimpimu
cinta yang singgah hanya penghibur
suatu hari nanti ketika kau menyadari
bahwa cinta sesungguh cinta yang halal seutuhnya.
hai teman .....
jangan marah dan benci untuk cinta yang hilang
anggap sebagai angin lalu atau terlewati
kala hati gundah.......berharap lah pada yang khalik
cinta yang sejati akan datang suatu hari nanti.
Teman tersayangku.......
buka mata buka hati.
jangan larut dalam nestapa
masih panjang jalan kedepan
untuk dapat cinta yang sungguh berarti
wahai teman tersayangku......
semoga harimu berarti....
dalam setiap hari yang kita lewati
yang larut dalam patah hati
karna pada saatnya nanti ada cinta sejati.
from sahabatmu
..................
Rara melipat kertas yang ditulisnya dan menyelipkannya dibuku karya yang pernah dipinjamnya yang akan rara kembalikan. nanti sore.
" rara....." panggil bunda.
" ya bun" jawab rara keluar kamarnya mendangi bunda
" tolong antarin kue pesanan bi minah ya" kata bunda.
" lho....belum di ambil bun" kata rara.
" lagi repot katanya tadi" jawab bunda.
" ya sudah sini rara antar bun sekalian lewat rumah karya " kataku
" ya sana cepatan takut di tunggu" jawab bunda.
" sebentar bun rara ambil buku karya dulu" kataku seraya berlari kekamar dan kembali lagi menemui bunda untuk mengambil baskom yang penuh kue
pesanan bi minah tetengga kami yang tak jauh dari rumah.
................
" assalamualaikum." kataku ketika didepan pagar rumah bi minah.
" walaikum salam" sahut sebuah suara.
muncullah seorang wanita parubaya dari arah dalam rumah ya tak lain adalah bi minah.
" eh rara antar pesanan bundanya ya" kata bi minah dengan senyum dibibirnya.
" iya bi ini....." kataku sambil menyodorkan sebaskom kue.
" oh ya trimakasih salam buat bunda ya" kata bi minah
" sama sama bi , rara pamit dulu " kataku seraya tersenyum pada bi minah.
" ngak masuk dulu ra, ada evan lho baru datang dari pondok kalian kan teman sejak kecil " kata bi minah menawarkan.
" ah trimakasih bi, ini mau antar buku ke rumah bi sayidah antar buku karya" jawabku tersenyum takut bi minah tersingung atas penawarannya.
" ya sudah hati hati, lain kali main sin ya" kata bi minah lagi.
" ya bi, assalamualaikum " pamit ku lalu berjalan menjauh dari rumah bi minah.
Aq pun kini berada didepan rumah karya tapi terlihat sepi seperti ngak ada orang. tapi tak menyurutkan niatku untuk mengetuk pintu
"assalamualaikum"
" walaikum salam " jawab seseorang dari dalam
clek.......pintupun terbuka lebar.
" eh rara tumben main sini " kata bi sayidah yang tak lain bundanya karya.
" iya bi, ini mau balikan buku karya, karyanya ada?" tanyaku.
" ada lagi dikamar, ayo masuk " tawar bi sayidah.
" ah ngak bi, ini titip berikan bukunya aja ya bi" pintaku.
" lho kenapa ka kasihkan langsung" kata bi sayidah yang memang tahu aq dan karya berteman baik dari kecil.
" eh ....buru buru bi, tadi habis antau kue ke bi minah jadi pesan bunda jangan lama lama" jawabku memberi alasan.
" ini bi bukunya " kataku seraya menyodorkan sebuah buku.
" oh ya makasih ,benar ngak mau ketemu dulu nih" kata bi sayidah.
" iya bi , dalam aja ya, assalamualaikum" kataku pamit dan langsung pergi.
" walaikumsalam" jawab bi sayidah yang tersenyum sepeninggalanku.
............
" ya.....le ini buku mu titipan rara" kata bi sayidah pada karya yang lagi asyik mengerjakan tugas di meja belajarnya.
"lho kok ngak masuk sih" kata karya menerima bukunya yang disodorkan bi sayidah
" lagi repot katanya buru buru" kata bi sayidah.
" mhemm......
" ya sudah le ibu kebelakang dulu ya, " kata bi sayidah.
" ya bun " jawab karya santun.
Sepeninggallan bi sayidah karya membuka buku yang dikembalikan rara.dan ....
Deg ...............
" apa ini " kata karya yang membuka secarik kertas yang diselipkan rara dan membacanya.
" buatku" bathin karya.
Karya pun dengan tenang membacanya tak ada yang terlewati dari setiap kalimat yang ditulis
dan lalu meletakkan setelah membacanya.
" ya allah ra apa kamu masih belum mengerti
juga isi hatiku" guman karya sambil menyugar rambutnya.
" ya allah bagaimana aq bisa menjelaskannya
dan mengatakannya" guman karya lagi.
karya kembali mengingat kejadian dikampus
ketika hendak menghampiri rara. karya mendengar obrolan rara dengan temannya nisa.
" wah ganteng ya ra." kata nisa sambil melihat
foto gamteng seorang artis korea dihp rara.
" iya lah ih kiyut banget......." kata rara gemes.
" kamu suka yang model gini." kata nisa.
" ia lah habisnya ganteng banget, radanya pengen tapeluk dan tacium gemes aq." kata rara senang
sambil tertawa.
" dih nih lebih ganteng pacarku lagi " kata nisa yang juga memunjuk hpnya yang mempelihatkan gambar lee min ho.
" yah .....gantengan pacarku lah" kata rara ngak mau kalah.
" idih ....pacarku lebih ganteng" kata nisa
Kedua tertawa dambil bercanda memperlihatkan idola kpop mereka berdua
Sedangkan karya yang mendengarkan mengurungkan niatnya menghampiri rara.
" ra segitu cintakah kamu sama pria itu, sampai tak pernah bisa melihat sisi baikku" gumam karya putus asa lalu kembali melangkah balik kekelasnya.
Karya sudah jarang pulang dengan rara seperti biasa, padahal keduanya slalu berdua kemana
mana bak sepasang kekasih yang lengket kaya permen karet
Bahkan karya banyak diam .apalagi setelah sang sahabat pulang dari pondok yaitu evan rasa rada hatinya ingin menangis mengingat banyaknya sainginya. dan itu tampa sepengetahuan rara.
" rara......panggil evan yang baru keluar dari masjid
habis sholat zuhur dan melihat rara melewati masjid sehabis mengantar pesanan
" eh ...evan apa khabar" kata rara ramah
" dari mana" kata evan seraya mejnyelaraskan langkahnya dengan rara.
" dari antar pesanan bunda" jawab rara.
" nanti malam sibuk ngak?" tanya evan to the point.
" ...ng....ngak ,kenapa" kata rara bingung.
" nanti malam aq mau mau kerumah, boleh" kata rvan
" boleh lah....siapa yang larang,pintu rumah kami slalu terbuka van" kata rara.
" ok nanti malam ya" kata evan yang akhir berpisah dipermpatan jalan.
" ok ......bye" kata rara tersenyum manis melangkah pulang
" ya allah tambah meleleh hati abang ra" guman hati evan yang melihat senyum manis rara.
Tampa disadari keduanya karya yang berjalan tak jauh dari belakang rara dan evan melihat semuanya. ketika karya berjalan besama bapa bapa yang pulang dari masjid.
lalu bagaimana lanjutannya.
Tamat.