Aku berpacaran dengan seorang wanita, awal pertemuan kami di saat Hari raya kurban,
Sejak perkenalan itu , aku dan dia menjalin hubungan selama hampir empat tahun.
Mengingat belum memiliki pekerjaan yang tetap aku tidak berani melamar nya.
Hingga suatu hari , sang pacar pindah kelain hati , mungkin karena tidak ada nya komitmen yang jelas dari diri ku, di tambah lagi, lelaki tersebut yg mendekati nya ternyata kenal dan akrab dengan keluarga nya.
Akhirnya diriku di tinggalkan. Marah , kesal, dendam terpatri di hati Ku.
Kuingat betul malam laknat itu, seluruh kata dan ucapan yg tidak baik di tambah ancaman ku ucap kan kepada nya, aku bingung, aku sedih dan aku terluka, karena yg ku tahu tiada satu kesalahan yg ku lakukan pada nya tetapi mengapa tega ia menduakan ku , bahkan tanpa sebuah kata ketika ku tanyakan kepada nya , dia diam.
Lagu dari teteh Desi ratnasari yg berjudul tenda biru serasa terngiang di telinga ku.
Setelah ke pulangan ku dari rumahnya , aku tak berniat lagi untuk memijakkan nya kembali.
Namun Aku tidak putus asa, di saat yg tersulit ku pasrahkan segala Nya kepada yang Maha kuasa, jika memang dia Jodoh ku pasti takkan kemana, dan jika bukan Jodoh, Ku bermohon kepada Nya untuk memberikan jodoh yg lebih baik dari diri nya dalam segala hal.
Rupa nya permintaan ku di dengar oleh Yang Maha kuasa, tepat pertengahan bulan Ramadan, dia datang ke rumah ku dan minta balikan.
Masih tidak lepas di ingatan ku pada saat itu musim buah, dan di rumah ku ada pohon rambutan yg sedang berbuah lebat dan sedang ranum ranum nya karena bulan Ramadan tiada yg mau mengambil kecuali pada malam hari.
Dan dengan kedatangan nya ke rumah ditemani seorang sahabat nya, ia meminta maaf atas kesalahan nya yang telah menduakan ku dan ia berjanji akan setia selama nya.
Aku yang merasa kesal dan bercampur gembira sampai tidak bisa berkata apa-apa hanya menjawab, kalau memang aku mau balikan, Aku akan datang ke rumah nya, Kulihat air muka nya berubah suram, ia berpikir tidak mau memaafkkan nya, namun itu adalah strategi ku untuk tidak langsung mau menerima permohonan maaf nya, ia merasa agak senang setelah kuberikan buah rambutan yg banyak sebagai oleh-oleh untuk adik dan keluarga nya.
Selang beberapa hari sebelum Ramadan aku pun datang ke rumah nya, dan menerima nya kembali.
Sampai hubungan kami berlanjut pada masa pertunangan selama setahun dan setelah itu kami pun melangsungkan pernikahan sampai di karunia dua orang putri , memang kalau Jodoh takkan kemana.