Saat ini aku tengah memimpikan hal yang sama selama 1 bulan lamanya.
Entah siapa pria misterius itu, dia tak pernah mau memberi tahukan namanya padaku sama sekali hingga detik ini.
"Sekarang kenapa kau mengajakku kemari?" Tanyaku
Di mimpiku kali ini, pria misterius ini sekarang tengah membawaku ke sebuah taman yang penuh dengan bunga cantik namun juga terlihat sedikit menyeramkan di waktu yang bersamaan.
Saat ini kami tengah mengenakan sebuah kereta kuda yang sangat indah seperti dalam dongeng yang pernah ku baca dulu.
"Kali ini aku akan menjawab segala pertanyaanmu" jawabnya tersenyum padaku
Dia benar-benar tampan!
Sampailah aku di sebuah kamar kaca di tengah taman itu, di dalam nya terdapat sebuah kasur besar putih yang telah di hias sedemikian rupa layaknya kamar pengantin, bahkan di atas kasur itu terdapat beberapa serpihan kelopak bunga mawar merah yang terlihat sangat persis seperti di film televisi.
Pria itu merangkak naik ke atas ranjang lalu menggodaku dengan gerakan sensualnya
"Naiklah kemari!" Titahnya padaku sambil membuka dua kancing atas kemeja putihnya satu persatu dengan tatapan menggoda
"H-hei! Apa maksudmu mengajakku kemari?" Tanyaku gugup
ku lihat dia menyunggingkan seringaian kecil hingga dapat membuat ku merasa sedikit merinding, namun tetap saja senyuman anehnya itu malah membuatnya terlihat sangat tampan
"Jika kau menginginkan sebuah jawaban maka kemari lah". Jawabnya, menepuk-nepuk bagian kosong ranjang yang sedang ia rebahi
"Baiklah" Dan entah kenapa aku tidak bisa menolaknya, Sial!
Dia kembali menyunggingkan senyuman menakutkan itu
"Jangan takut padaku Eillie" Ucapnya yang kini mulai membelai wajahku perlahan dengan tatapan serta senyuman khasnya yang sangat sulit untuk ku artikan
Aku hanya mengangguk dan membiarkan apa yang tengah ia lakukan padaku
"Kau sangat cantik" Bisiknya di telingaku, dengan nakal ia menghembuskan nafasnya di ceruk leherku yang dimana itu membuat tubuhku meremang geli.
Bahkan rasa geli dan hembusan nafasnya itu terasa sangat nyata! Ini terlalu aneh jika di sebut sebagai mimpi, tapi itulah kenyataannya.
"Eillie", panggilnya di telingaku dengan merdu
Di rentangkannya tubuhku perlahan, lalu tiba-tiba tangan besarnya mulai meraba dan mengusap-usap perut milikku.
"Nghhh", desahku tertahan saat tangan itu mulai gencar menggerayangi bagian sensitif lain dari tubuhku ku.
Hingga akhirnya dia menarik pinggang ku menyebabkan tubuh kami terkunci dan terhimpit rapat-rapat.
Tidak ada jarak sedikitpun di antara kita, dia menatapku dengan lekat lalu keluarlah senyuman itu lagi!
Dia mengelus wajah ku sambil terus mengatakan kata "Cantik" dari bibirnya
Sedangkan aku?
Aku saat ini hanya bisa tersipu malu dan menerima semua afeksi darinya
Tiba-tiba dia semakin mengikis jarak di antara kita, wajahnya perlahan semakin mendekat hingga hembusan nafas dan sentuhan dari ujung hidung bangir miliknya mulai terasa menerpa hangat dan menempel di pipiku.
Aku yang tau dia akan berbuat apa, hanya bisa bergetar syok karena ini pertama kalinya untukku.
*Chup*
Dia mendaratkan bibir plum merah mudanya itu ke bibirku, ada sedikit lumatan sensual di sana.
Aku yang sempat terpaku pun kemudian mulai membalas lumatan lidahnya, walaupun terkesan acak dan berantakan namun lambat laun ciuman ku semakin imbang, semakin menuntut dan dalam.
Udara di sekitar kami pun rasanya sudah mulai berubah, terasa panas dan menggairahkan, kini diriku sudah sepenuhnya terbuai oleh permainannya, kami menjilat, melilit dan menelan lidah satu sama lain seolah-olah tak akan ada hari esok yang menanti.
Beberapa menit kemudian, di rasa pasokan udara di paru-paru ku mulai menipis, tautan bibir kami pun terlepas hingga meninggalkan saliva yang sedikit bercucuran sampai ke dagu.
selang beberapa detik, pria itu mencium leherku dengan lembut dan meninggalkan banyak kiss Mark di atasnya.
Kini ciumannya semakin naik ke arah telingaku, aku meremang geli merasakan lidahnya yang hangat dan basah menjilati cupang telinga ku, bahkan hembusan nafasnya kini terdengar dengan sangat jelas.
*Degg degg degg degg*
Jantung ku tiba-tiba berdetak kencang seakan-akan ingin melompat dari tempatnya
'Aku sudah gila', Batinku kacau.
Dia pun membisikan sesuatu di telingaku dengan senyuman itu lagi!
"Kini kau milikku!"
Setelah itu kamipun melakukan sesuatu yang seharusnya tidak kami lakukan.
...
"Apa kau menyesal melakukannya denganku eillie?" Tanya nya dengan senyuman menawan
"T-tidak" Jawabku, tentu saja aku tidak menyesal, semua ini kan hanyalah sebuah mimpi.
Walaupun semua sentuhannya pada ku terasa sangat nyata akan tetapi tetap saja ini hanyalah sebuah mimpi, kan?
Dia kembali menyunggingkan senyuman itu lagi
"Kenapa kau selalu tersenyum seperti itu?" Tanyaku penasaran
Dia menatapku dengan lekat lalu kembali tersenyum menyeramkan
"Karena aku sangat senang" Jawabnya
"Senang?" Tanya ku heran
"Iya... Barusan kita resmi telah menikah, jiwamu dan jiwaku telah bersatu eillie, kau miliku dan selamanya akan seperti itu" pungkasnya gembira
"A-apa?" aku syok mendengarnya tentu saja.
dia mengangguk-anggukan kepalanya lucu seperti anak anjing
'Tenang eillie ini hanya mimpi, jangan kau anggap serius!' Racau ku dalam hati
"Ayoo ikut aku!!" Dia menariku keluar dari ruangan itu lalu kamipun kembali menaiki kereta kuda yang telah kami tumpangi tadi
"Mau kemana lagi?" tanyaku penasaran
"Ikut saja" Jawabnya lembut
kerata kuda itu pun berjalan menyusuri taman indah yang kini tengah kami lewati
keretanya tiba-tiba berhenti di sebuah taman yang penuh dengan bunga-bunga indah bermekaran, anehnya bunga-bunga itu membentuk berbagai macam ukiran yang berbentuk seperti tulisan dari angka kelahiran dan nama seseorang.
"Kenapa banyak nama dan tanggal lahir seseorang di sini?" tanyaku padanya
dia tidak menjawabnya dan justru kembali tersenyum menyeramkan
diapun membawa ku ke sebuah ukiran bunga yang terdapat ukiran namaku di sana
"I-ini" Aku sangat terkejut melihatnya
"Di sebelah kanan ini adalah aku" Tunjuknya pada sebuah ukiran bunga mawar merah besar
"Dominic julian, Mati pada tanggal 23 juni 1679 pukul 23:59 " Ucapnya sambil tersenyum cerah
"Dan ini kamu eillie!" Tunjuknya pada sebuah ukiran bunga mawar hitam besar di sebelah kiri ukiran milinya
"Eillie Graham, mati pada tanggal 24 juni 2019 pukul 00.00" Ucapnya yang kini melirikku dengan senyuman menawannya
"Selamat datang di dunia baru kita eillie sayang! Aku sudah sangat lama menantikan kedatanganmu." Dia merentangkan kedua tangannya padaku dan tersenyum bahagia
'A-apa? Berarti kali ini b-bukan mimpi lagi?? Apa a-aku sudah mati?!'
END.