Andai aku nggak jomlo. Aku pasti tengah bermain bersama empat anakku. Ah ya, tentu saja, aku bukan penganut program KB yang hanya dua anak cukup. Aku ingin anak banyak, sedikitnya empat.
Ketika bermain bersama anak-anak. Suamiku Sun Joon kok datang menghampiri. Ia membelai rambutku dengan penuh kasih sayang.
"Sayang," panggilnya mesra.
Lalu dua bibir kami bertemu untuk saling mengecup. Hal itu membuat empat anak kami saling ribut menyindir. Bahkan putri bungsuku yang begitu lengket dengan ayahnya, marah padaku.
"Mama janan shium-shium papa!"
Larangan putri bungsuku bernama Sun Sing suwe itu, malah membuat suamiku menciumi seluruh wajahku dan membuatnya menangis.
"Papa bahat ... eundat syayan Sin ladhi!"
Gadis kecilku mulai mendrama. Hal itu sangat disukai suamiku, hingga kadang aku kesal. Pria tampan dan gagah itu akan menggendong dan mengayun tubuh montok putriku, hal tersebut membuat semua saudaranya juga ingin diperlakukan sama.
Ketika malam tiba. Kami berada dalam satu selimut yang sama. Pria itu akan membuatku terbang dengan cumbuannya yang panas. Aku akan mengerang nikmat di bawah kukungan tubuhnya yang kekar.
Andai aku nggak jomlo ... sayang ... aku masih jomlo hingga sekarang.
hiks ...