Southgate masih dengan suasana yang sama seperti di hari-hari seblumnya sejuk, dingin, dan damai tak ada seorang pun yang mau ingin beranjak dari ranjang yang empuk dan hangat dengan selimut berbahan woll menambah kan kehangatan di Tengah tengah dingin nya suasana di southgate. Namun sayang di sayang kan kami dibuat untuk beranjak dari ranjang itu untuk beraktivitas huhhh.... "Sungguh menyebalkan knpa disaat seperti ini aku harus beraktivitas aku mau menghangatkan badan dalam selimut dan ranjang itu" Keluhnya
Setelah beranjak ak bersiap untuk melakukan aktivasi yang sama dan membosankan kenapa aku menyebutkan membosankan itu karena disetiap kantor selalu ada saja orang yang bergandengan tangan, saling menyapa, dan saling tertawa satu sama lain itu yang membuat suasana di tempat kerja ku membosankan karena selalu melihat kebiasaan yang sama di setiap harinya.
Setibanya di dalam kantor salah satu dari anggota atau karyawan kantor itu saling menegur dan menyapa dengan mesra
"Hay selamat pagi cantik semangat yah hari ini" Seru salah satu lelaki kantor
"Hay juga ganteng selamat pagi juga yeah pasti kok semangat kan ada kamu disini tentunya udah pasti semangat kok" Jawab sang wanita itu
Diriku yang mendengar nya merasa seakan gelay dengan kalimat yang di keluarkan 2 orang tersebut diriku yang hanya lewat dan menjawab "dasar bucin alay ini tempat kerja bukan tempat umum disini tempat orang bekerja bukan berpacaran you know that? " Jawab ku dengan sinis karena muak mendengar kalimat mereka.
"Yo senior emang nya kamu belum pernah pacaran kah sampai ngomong seperti itu kepada kami justru dengan ada pacar kami akan semangat bekerja karena mendapatkan dukungan dan semangat dari pacar atau wanita yang kita sayang. " Jawab aryo lelaki yang sedang bucin
"Hahhh terserah kalian saja cihhh.... " Jawabku sinis
Dan akupun pergi meninggalkan dua bucin itu tanpa berkata berkata apapun
"Sayang senior kenapa begitu sih apakah dia belum pernah pacaran ya? " Tanya aryo kepada sang kekasihnya
"Mana aku tau seperti nya belum pernah pacaran deh" Jawab aleya sang pacar aryo
"Pantasan saja sikapnya begitu ya hahahah ternyata jomblo senior" Tawa mengejek aryo
"Husttt jangan begitu nanti senior Yun mendengar bisa habis kamu sayang" Menutup mulut aryo
"Hehhh maafkan aku "
Di ruang kerja.......
Hemmm kenapa aku mendapatkan rekan kerja yang seperti ini semua sungguh bucin yang menjengkelkan...
Tak lama kemudian sekretaris masuk......
"Permisi senior Yun" Suara sekretaris sofi
"Iya masuk sofi" Jawab ku
"Ada apa kamu kesini sofi? " Tanya ku ke sofi
"Ini senior ada seorang wanita yang ingin mengirim surat lamaran kerja kepala perusahaan kita saya harap senior bisa memeriksa berkasnya" Kata sofi
"Iya baik letakan saja berkasnya di sini nanti saya periksa detailnya" Jawab ku
"Baik senior terimakasih banyak" Kata sofi
Dan diapun langsung keluar setelah memberikan berkas itu kepada sang senior atau atasannya......
Hmmmm......
Sepertinya di tempat kerja ini hanya aku dan sofi yang waras karena tidak ada bucinan....
Sudahlah lebih baik aku liat berkasnya si pelamar itu dulu
"Ahhhh namanya vio yah cukup menarik berkas lampiran nya okay" Gumam ku sendiri
"Baik bsok lebih baik langsung panggil ke kantor" Senyum semringah
Tak lama kemudian sofi masuk kembali ke ruangan senior Yun
"Permisi senior bagaimana apakah berkas nyan sudah di cek? " Tanya sofi
"Yeah kebetulan ak barusan selesai meng cek semua berkasnya setelah dilihat lihat ternyata wanita yang bernama vio itu sangat menarik" Jawab Yun
"Really senior? Syukur kalo begitu skrg apa rencana senior" Kata sofi
"Hubungi dia untuk datang ke perusahaan kita besok" Perintah ku
"Baik senior jika begitu saya izin keluar" Kata sofi
"Baik jangan lupa hubungi dia" Ingatkan sofi
"Baik senior"
Sofi keluar dari ruangan senior Yun
Keesokannya.........
"Permisi kakak saya mau tanya ruangan sekretaris sofi dimana ya? " Tanya vio
"Ruangan sekretaris taris sofi ada deket ruangan senior Yun ehh btw kamu siapa ya kenapa mencari senior sofi? " Tanya karyawan lelaki
"Ahh itu saya yg kemarin melamar pekerjaan di perusahaan ini kak, sekarang saya dipanggil dengan kak sofi buat bertemu atasannya" Jawab vio
"Begitu rupanya okay selamat bergabung ya" Sapa karyawan lelaki
"Terimakasih kakak senior" Vio tersnyum
Vio bergegas menuju ruangan senior sofi
"Permisi "
"Iya siapa itu disana " Tanya sofi
"Ini saya kak vio yang kmrin kakak hubungi saya" Jawab vio
"Oh vio silakan masuk vio" Sahut sofi
"Terimakasih kak sofi"
Di dalam ruangan itu vio diberi arahan sedikit dari sofi mulai dari cara memangggil karyawan lain nya, maupun tentang aturan bekerja.
"Baiklah apakah vio sudah mengerti? " Tanya sofi
"Iya kak saya sudah mengerti" Sahut vio
"Kelak disini jangan panggil dengan nama kakak ataupun lainnya walaupun orang itu lebih tua dari kamu" Jelas sofi
"Baik kak saya mengerti" Vio senyum
"Baik kita ke ruangan senior Yun" Jelas sofi
"Baik buk" Jawab vio
Mereka berdua berjalan menuju ruangan senior Yun dengan berbincang bincang sedikit tentang pengalamannya di tempat kerja seblumnya......
Sesampainya di depan ruangan senior Yun
"Permisi senior ini saya sofi " Kata sofi
"Iya masuk sofi" Jawab yun
"Ini senior orang yang kemarin mengirim berkas lamaran kerja ke perusahaan kita" Jelas sofi kepada yun
"Ahhh yang kemarin itu ya baik baik duduklah dulu kalian berdua " Titah Yun kpda sofi dan vio
"Baik senior Yun" Menjawab dengan serempak
"Jadi begini vio saya sudah melihat berkas yang kamu kirimkan kemarin kepada sekretaris sofi" Jelas Yun
" Iya senior apakah ada kesalahan dalam lampiran berkas yang kemarin saya kirimkan? Mkny saya dipanggil kemari? " Vio merasa bingung
"Untuk berkas tidak ad kesalahan sama sekali justru berkas yang kamu lampirkan itu sangat menarik maka dari itu saya memanggil kamu untuk menerima kamu bekerja disini" Jelas Yun tersenyum
"Ehhh senior gak bercanda? Apa saya sedang mimpi? " Jawab vio
" Tidak saya tidak bercanda saya serius selamat bergabung dengan perusahaan kamu" Jawab Yun
"Terimakasih banyak senior terimakasih sudah menerima saya di perusahaan yang senior pimpin " Vio tersenyum
Deg... Deg... Deg.. Deg.. Deg.. Deg suara denyut jantung Yun mulai tak beraturan saat melihat senyum diwajahnya vio
"Ekhem ekhem senior Yun maaf knpa anda melamun" Yanga sofi
"Ahh tidak tidak Iyah vio sama sama baik selanjutnya tentang aturan perusahaan dan jabatan saya serah kepada sekretaris sofi untuk membimbing kamu" Jelas Yun
"Baik Terima kasih senior" Jawab vio
Deg.. Deg.. Deg... Deg... Deg... Deg jantung Yun masih berdegup kencang
"Bakk senior kami permisi dulu " Izin sofi
"Baik baik silahkan" Jelas Yun
Sekretaris sofi dan vio keluar dari ruangan senior Yun
Deg... Deg.... Deg... Deg
"Astaga jantung ini mulai gak beres apakah harus di ganti dengan jantung lain ya" Gumam Yun
"Sungguh wanita yang mempesona" Ujarnya dalam hati
Disitulah senior Yun mulai merasakan keanehan terhadap dirinya sendiri karena dia belum pernah merasakan perasaan yang seperti itu sebelum nya pada dirinya sendiri.
Setelah vio diterima bekerja di perusahaan Yun dia selalu mengamati vio baik mulai dri cara bekerja dan caranya bergaul dengan karyawan lain nya dan memberikan perhatian kepada vio secara diam diam tanpa di ketahui karyawan lain tanpa Yun sadari dengan sikapnya begitu itu membuat vio menjadi nyaman dan hingga menyimpan perasaan kepada nya namun hingga sesuatu terjadi yang membuat Yun merasa tidak nyaman
"Hay vio kamu kan udh cukup lama bekerja di perusahaan ini apakah kamu udah punya pacar atau belum ya? " Tanya salah seorang lelaki yg bernama davin
"Ahhh untuk itu gimana yah soal pacar itu aku belum punyan hehehe" Jawab vio
Mereka tidak sadar bahwa Yun sedang mengawasi mereka berdua terutama davin
"Beneran belum ada pacar? " Tanya davin
"Iyah emangnya kenapa y kalo boleh tau? " Vio heran
"Itu maukah kamu jadi pacar aku vio kita sama tau kamu single dan aku single jdi gpp kan kalo aku milikin kamu" Seru davin
"Ehhh, maaf aku gak bisa nerima kamu Iyah apa yang kamu bilang bener kita single tapi maaf ak sudah menyimpan perasaan untuk seseorang maaf yah" Kata vio
"Yasudah tidak apa apa Yahh siapa itu orang nya kalo boleh tau" Tanya davin
"Maaf saya tidak bisa memberi tahu kepada kamu" Jawab vio
"Yasudah tak apa " Jawab davin kecewa
Saat davin ingin menggapai tangan vio disitu lah Yun memanggil vio untuk keruangan kerja nya
Mendengar itu davin tak sempat menggapai tangan vio karena dia sudah pergi ke ruangan Yun
Di ruangan kerja Yun......
"Vio tadi aku lihat kamu berbicara dengan davin kalian berbicara soal apa" Tanya Yun heran
"Maap senior tadi davin menanyakan apakah saya sudah punya pacar apa belum dan saya jawab belum, lalu dia ingin saya menjadi pacarnya" Jawab vio
"Begitu rupanya yah hmmm baiklah" Jawab yun
"Jika begitu saya izin keluar senior tidak enak meninggalkan rekan lain nya disaat sedang bekerja" Jawab vio
Disaat vio ingin keluar dari ruangan senior Yun di terhenti karena.....
"Tunggu vio apakah kamu ada waktu? " Tanya senior Yun
"Iya senior ada apa? " Jawab vio
"Saya ingin mengajak kamu makan keluar dengan saya apakah kamu mau saya ajak keluar? " Jawab Yun
"Eummmm gimana ya senior pekerjaan saya masih banyak masa ditinggal? " Jawab vio
"Sudah tidak apa nanti saya izinkan kamu ke sekretaris sofi bahwa kamu akan saya ajak keluar, lagi pula saya ingin membicarakan sesuatu dengan mu" Kata Yun
"Baik senior" Jawab vio
Vio dan Yun keluar dari ruangan bersama dan menuju ke ruang sekretaris sofi untuk mengizinkan vio keluar dengan sang atasan nya.
"Sofi ini saya Yun apakah boleh masuk" Tanya Yun
"Ya senior Yun silahkan" Jawab sofi
"Ada apa senior datang kemari dengan vio? " Tanya sofi
"Begini tolong kamu beritahu kepda atasan dibidang nya vio bahwa vio izin untuk keluar dengan saya ya tolong sampaikan nanti" Titah Yun
"Baik senior" Jawab sofi
Wahh rupanya senior mulai menyukai nona vio (gumamnya dalam hati)
"Baik kalo begitu saya dan vio izin keluar dulu" Jawab Yun
"Baik senior Yun" Kata sofi
Mereka pun keluar dari ruangan sofi dan menuju tempat parkir untuk mengambil mobil Yun dan bergegas menuju restoran untuk makan siang bersama dengan vio
Di restoran.....
"Ehhh kok kita makan disini senior? " Tanya vio
"Iyah emang nya knpa vio apakah ini kurang untuk mu? " Jawab Yun
"Bukan begitu tuan tetapi ini sangat mahal saya merasa tidak pantas untuk makan disini " Kata vio
"Sudah tak apa vio pesan saja makanan yang kamu suka tidak boleh nolak" Titah Yun
"Ba.. Ba.. Baiklah tuan" Jawab vio
Setelah mereka memesan makanan yang mereka pesan dan mereka mulai memakan hidangan yg sudah di pesan saat makan Yun menanyakan ini kpda vio....
"Vio tadi kamu bilang kamu belum ada pacar yakan? " Tanya Yun
"Iya bener tuan kenapa yah apakah ada yang aneh? " Jawab vio
"Tidak bukan begitu jadi begini" Yun terdiam sementara
"Iya tuan kenapa" Jawab vio
"Jdi gini sebernya saya menyukai kamu sejak awal kamu saya Terima kerja di perusahaan saya bisakah bolehkah saya menjadi pasangan mu vio" Jawab Yun
"Eummm gimana ya tuan saya" Vio terbatah batah
"Iya saya tau kamu menolak ku mungkin saya tidak masuk akreditasi kamu sebagai pria idaman kamu" Jawab Yun kecewa
"Bukan begitu tuan saya ingin menjadi pacar tuan lagi pula saya juga sudah menyukai tua namuk tidak berani karena anda atasan saya " Jawab vio
"Kamu menerima saya? Itu bukan karena saya kekuasaan dan yang semua saya punya? " Jawab Yun
"Tidak tuan saya menerima anda bukan karena saya tertarik dengan kekuasaan tuan dan harta tuan saya murni menyukai tuan karena cinta tak memandang kekuasaan dan harta bagi saya cinta itu mengutamakan hati dan perasaan yang kita miliki disitu lah namanya cinta tuan bila orang yang menyukai Anda tetapi bukan karena tuan melaikan karena harta orang itu namanya cinta terhadap harta tua buka kepada pemilik harta tersebut " Jawab vio senyum
"Owhh vio sungguh terimakasih berkat kamu saya tau artinya Cinta " Jawab Yun
"Sama-sama kekasih ku Yun" Ujar vio memeluk kekasihnya itu
Vio dan Yun pun resmi menjadi sepasang kekasih dan Yun merasa bahagia baginya ternyata begini kah orang jatuh Southgate masih dengan suasana yang sama seperti di hari-hari seblumnya sejuk, dingin, dan damai tak ada seorang pun yang mau ingin beranjak dari ranjang yang empuk dan hangat dengan selimut berbahan woll menambah kan kehangatan di Tengah tengah dingin nya suasana di southgate. Namun sayang di sayang kan kami dibuat untuk beranjak dari ranjang itu untuk beraktivitas huhhh.... "Sungguh menyebalkan knpa disaat seperti ini aku harus beraktivitas aku mau menghangatkan badan dalam selimut dan ranjang itu" Keluhnya
Setelah beranjak ak bersiap untuk melakukan aktivasi yang sama dan membosankan kenapa aku menyebutkan membosankan itu karena disetiap kantor selalu ada saja orang yang bergandengan tangan, saling menyapa, dan saling tertawa satu sama lain itu yang membuat suasana di tempat kerja ku membosankan karena selalu melihat kebiasaan yang sama di setiap harinya.
Setibanya di dalam kantor salah satu dari anggota atau karyawan kantor itu saling menegur dan menyapa dengan mesra
"Hay selamat pagi cantik semangat yah hari ini" Seru salah satu lelaki kantor
"Hay juga ganteng selamat pagi juga yeah pasti kok semangat kan ada kamu disini tentunya udah pasti semangat kok" Jawab sang wanita itu
Diriku yang mendengar nya merasa seakan gelay dengan kalimat yang di keluarkan 2 orang tersebut diriku yang hanya lewat dan menjawab "dasar bucin alay ini tempat kerja bukan tempat umum disini tempat orang bekerja bukan berpacaran you know that? " Jawab ku dengan sinis karena muak mendengar kalimat mereka.
"Yo senior emang nya kamu belum pernah pacaran kah sampai ngomong seperti itu kepada kami justru dengan ada pacar kami akan semangat bekerja karena mendapatkan dukungan dan semangat dari pacar atau wanita yang kita sayang. " Jawab aryo lelaki yang sedang bucin
"Hahhh terserah kalian saja cihhh.... " Jawabku sinis
Dan akupun pergi meninggalkan dua bucin itu tanpa berkata berkata apapun
"Sayang senior kenapa begitu sih apakah dia belum pernah pacaran ya? " Tanya aryo kepada sang kekasihnya
"Mana aku tau seperti nya belum pernah pacaran deh" Jawab aleya sang pacar aryo
"Pantasan saja sikapnya begitu ya hahahah ternyata jomblo senior" Tawa mengejek aryo
"Husttt jangan begitu nanti senior Yun mendengar bisa habis kamu sayang" Menutup mulut aryo
"Hehhh maafkan aku "
Di ruang kerja.......
Hemmm kenapa aku mendapatkan rekan kerja yang seperti ini semua sungguh bucin yang menjengkelkan...
Tak lama kemudian sekretaris masuk......
"Permisi senior Yun" Suara sekretaris sofi
"Iya masuk sofi" Jawab ku
"Ada apa kamu kesini sofi? " Tanya ku ke sofi
"Ini senior ada seorang wanita yang ingin mengirim surat lamaran kerja kepala perusahaan kita saya harap senior bisa memeriksa berkasnya" Kata sofi
"Iya baik letakan saja berkasnya di sini nanti saya periksa detailnya" Jawab ku
"Baik senior terimakasih banyak" Kata sofi
Dan diapun langsung keluar setelah memberikan berkas itu kepada sang senior atau atasannya......
Hmmmm......
Sepertinya di tempat kerja ini hanya aku dan sofi yang waras karena tidak ada bucinan....
Sudahlah lebih baik aku liat berkasnya si pelamar itu dulu
"Ahhhh namanya vio yah cukup menarik berkas lampiran nya okay" Gumam ku sendiri
"Baik bsok lebih baik langsung panggil ke kantor" Senyum semringah
Tak lama kemudian sofi masuk kembali ke ruangan senior Yun
"Permisi senior bagaimana apakah berkas nyan sudah di cek? " Tanya sofi
"Yeah kebetulan ak barusan selesai meng cek semua berkasnya setelah dilihat lihat ternyata wanita yang bernama vio itu sangat menarik" Jawab Yun
"Really senior? Syukur kalo begitu skrg apa rencana senior" Kata sofi
"Hubungi dia untuk datang ke perusahaan kita besok" Perintah ku
"Baik senior jika begitu saya izin keluar" Kata sofi
"Baik jangan lupa hubungi dia" Ingatkan sofi
"Baik senior"
Sofi keluar dari ruangan senior Yun
Keesokannya.........
"Permisi kakak saya mau tanya ruangan sekretaris sofi dimana ya? " Tanya vio
"Ruangan sekretaris taris sofi ada deket ruangan senior Yun ehh btw kamu siapa ya kenapa mencari senior sofi? " Tanya karyawan lelaki
"Ahh itu saya yg kemarin melamar pekerjaan di perusahaan ini kak, sekarang saya dipanggil dengan kak sofi buat bertemu atasannya" Jawab vio
"Begitu rupanya okay selamat bergabung ya" Sapa karyawan lelaki
"Terimakasih kakak senior" Vio tersnyum
Vio bergegas menuju ruangan senior sofi
"Permisi "
"Iya siapa itu disana " Tanya sofi
"Ini saya kak vio yang kmrin kakak hubungi saya" Jawab vio
"Oh vio silakan masuk vio" Sahut sofi
"Terimakasih kak sofi"
Di dalam ruangan itu vio diberi arahan sedikit dari sofi mulai dari cara memangggil karyawan lain nya, maupun tentang aturan bekerja.
"Baiklah apakah vio sudah mengerti? " Tanya sofi
"Iya kak saya sudah mengerti" Sahut vio
"Kelak disini jangan panggil dengan nama kakak ataupun lainnya walaupun orang itu lebih tua dari kamu" Jelas sofi
"Baik kak saya mengerti" Vio senyum
"Baik kita ke ruangan senior Yun" Jelas sofi
"Baik buk" Jawab vio
Mereka berdua berjalan menuju ruangan senior Yun dengan berbincang bincang sedikit tentang pengalamannya di tempat kerja seblumnya......
Sesampainya di depan ruangan senior Yun
"Permisi senior ini saya sofi " Kata sofi
"Iya masuk sofi" Jawab yun
"Ini senior orang yang kemarin mengirim berkas lamaran kerja ke perusahaan kita" Jelas sofi kepada yun
"Ahhh yang kemarin itu ya baik baik duduklah dulu kalian berdua " Titah Yun kpda sofi dan vio
"Baik senior Yun" Menjawab dengan serempak
"Jadi begini vio saya sudah melihat berkas yang kamu kirimkan kemarin kepada sekretaris sofi" Jelas Yun
" Iya senior apakah ada kesalahan dalam lampiran berkas yang kemarin saya kirimkan? Mkny saya dipanggil kemari? " Vio merasa bingung
"Untuk berkas tidak ad kesalahan sama sekali justru berkas yang kamu lampirkan itu sangat menarik maka dari itu saya memanggil kamu untuk menerima kamu bekerja disini" Jelas Yun tersenyum
"Ehhh senior gak bercanda? Apa saya sedang mimpi? " Jawab vio
" Tidak saya tidak bercanda saya serius selamat bergabung dengan perusahaan kamu" Jawab Yun
"Terimakasih banyak senior terimakasih sudah menerima saya di perusahaan yang senior pimpin " Vio tersenyum
Deg... Deg... Deg.. Deg.. Deg.. Deg suara denyut jantung Yun mulai tak beraturan saat melihat senyum diwajahnya vio
"Ekhem ekhem senior Yun maaf knpa anda melamun" Yanga sofi
"Ahh tidak tidak Iyah vio sama sama baik selanjutnya tentang aturan perusahaan dan jabatan saya serah kepada sekretaris sofi untuk membimbing kamu" Jelas Yun
"Baik Terima kasih senior" Jawab vio
Deg.. Deg.. Deg... Deg... Deg... Deg jantung Yun masih berdegup kencang
"Bakk senior kami permisi dulu " Izin sofi
"Baik baik silahkan" Jelas Yun
Sekretaris sofi dan vio keluar dari ruangan senior Yun
Deg... Deg.... Deg... Deg
"Astaga jantung ini mulai gak beres apakah harus di ganti dengan jantung lain ya" Gumam Yun
"Sungguh wanita yang mempesona" Ujarnya dalam hati
Disitulah senior Yun mulai merasakan keanehan terhadap dirinya sendiri karena dia belum pernah merasakan perasaan yang seperti itu sebelum nya pada dirinya sendiri.
Setelah vio diterima bekerja di perusahaan Yun dia selalu mengamati vio baik mulai dri cara bekerja dan caranya bergaul dengan karyawan lain nya dan memberikan perhatian kepada vio secara diam diam tanpa di ketahui karyawan lain tanpa Yun sadari dengan sikapnya begitu itu membuat vio menjadi nyaman dan hingga menyimpan perasaan kepada nya namun hingga sesuatu terjadi yang membuat Yun merasa tidak nyaman
"Hay vio kamu kan udh cukup lama bekerja di perusahaan ini apakah kamu udah punya pacar atau belum ya? " Tanya salah seorang lelaki yg bernama davin
"Ahhh untuk itu gimana yah soal pacar itu aku belum punyan hehehe" Jawab vio
Mereka tidak sadar bahwa Yun sedang mengawasi mereka berdua terutama davin
"Beneran belum ada pacar? " Tanya davin
"Iyah emangnya kenapa y kalo boleh tau? " Vio heran
"Itu maukah kamu jadi pacar aku vio kita sama tau kamu single dan aku single jdi gpp kan kalo aku milikin kamu" Seru davin
"Ehhh, maaf aku gak bisa nerima kamu Iyah apa yang kamu bilang bener kita single tapi maaf ak sudah menyimpan perasaan untuk seseorang maaf yah" Kata vio
"Yasudah tidak apa apa Yahh siapa itu orang nya kalo boleh tau" Tanya davin
"Maaf saya tidak bisa memberi tahu kepada kamu" Jawab vio
"Yasudah tak apa " Jawab davin kecewa
Saat davin ingin menggapai tangan vio disitu lah Yun memanggil vio untuk keruangan kerja nya
Mendengar itu davin tak sempat menggapai tangan vio karena dia sudah pergi ke ruangan Yun
Di ruangan kerja Yun......
"Vio tadi aku lihat kamu berbicara dengan davin kalian berbicara soal apa" Tanya Yun heran
"Maap senior tadi davin menanyakan apakah saya sudah punya pacar apa belum dan saya jawab belum, lalu dia ingin saya menjadi pacarnya" Jawab vio
"Begitu rupanya yah hmmm baiklah" Jawab yun
"Jika begitu saya izin keluar senior tidak enak meninggalkan rekan lain nya disaat sedang bekerja" Jawab vio
Disaat vio ingin keluar dari ruangan senior Yun di terhenti karena.....
"Tunggu vio apakah kamu ada waktu? " Tanya senior Yun
"Iya senior ada apa? " Jawab vio
"Saya ingin mengajak kamu makan keluar dengan saya apakah kamu mau saya ajak keluar? " Jawab Yun
"Eummmm gimana ya senior pekerjaan saya masih banyak masa ditinggal? " Jawab vio
"Sudah tidak apa nanti saya izinkan kamu ke sekretaris sofi bahwa kamu akan saya ajak keluar, lagi pula saya ingin membicarakan sesuatu dengan mu" Kata Yun
"Baik senior" Jawab vio
Vio dan Yun keluar dari ruangan bersama dan menuju ke ruang sekretaris sofi untuk mengizinkan vio keluar dengan sang atasan nya.
"Sofi ini saya Yun apakah boleh masuk" Tanya Yun
"Ya senior Yun silahkan" Jawab sofi
"Ada apa senior datang kemari dengan vio? " Tanya sofi
"Begini tolong kamu beritahu kepda atasan dibidang nya vio bahwa vio izin untuk keluar dengan saya ya tolong sampaikan nanti" Titah Yun
"Baik senior" Jawab sofi
Wahh rupanya senior mulai menyukai nona vio (gumamnya dalam hati)
"Baik kalo begitu saya dan vio izin keluar dulu" Jawab Yun
"Baik senior Yun" Kata sofi
Mereka pun keluar dari ruangan sofi dan menuju tempat parkir untuk mengambil mobil Yun dan bergegas menuju restoran untuk makan siang bersama dengan vio
Di restoran.....
"Ehhh kok kita makan disini senior? " Tanya vio
"Iyah emang nya knpa vio apakah ini kurang untuk mu? " Jawab Yun
"Bukan begitu tuan tetapi ini sangat mahal saya merasa tidak pantas untuk makan disini " Kata vio
"Sudah tak apa vio pesan saja makanan yang kamu suka tidak boleh nolak" Titah Yun
"Ba.. Ba.. Baiklah tuan" Jawab vio
Setelah mereka memesan makanan yang mereka pesan dan mereka mulai memakan hidangan yg sudah di pesan saat makan Yun menanyakan ini kpda vio....
"Vio tadi kamu bilang kamu belum ada pacar yakan? " Tanya Yun
"Iya bener tuan kenapa yah apakah ada yang aneh? " Jawab vio
"Tidak bukan begitu jadi begini" Yun terdiam sementara
"Iya tuan kenapa" Jawab vio
"Jdi gini sebernya saya menyukai kamu sejak awal kamu saya Terima kerja di perusahaan saya bisakah bolehkah saya menjadi pasangan mu vio" Jawab Yun
"Eummm gimana ya tuan saya" Vio terbatah batah
"Iya saya tau kamu menolak ku mungkin saya tidak masuk akreditasi kamu sebagai pria idaman kamu" Jawab Yun kecewa
"Bukan begitu tuan saya ingin menjadi pacar tuan lagi pula saya juga sudah menyukai tua namuk tidak berani karena anda atasan saya " Jawab vio
"Kamu menerima saya? Itu bukan karena saya kekuasaan dan yang semua saya punya? " Jawab Yun
"Tidak tuan saya menerima anda bukan karena saya tertarik dengan kekuasaan tuan dan harta tuan saya murni menyukai tuan karena cinta tak memandang kekuasaan dan harta bagi saya cinta itu mengutamakan hati dan perasaan yang kita miliki disitu lah namanya cinta tuan bila orang yang menyukai Anda tetapi bukan karena tuan melaikan karena harta orang itu namanya cinta terhadap harta tua buka kepada pemilik harta tersebut " Jawab vio senyum
"Owhh vio sungguh terimakasih berkat kamu saya tau artinya Cinta " Jawab Yun
"Sama-sama kekasih ku Yun" Ujar vio memeluk kekasihnya itu
Vio dan Yun pun resmi menjadi sepasang kekasih dan Yun merasa bahagia baginya ternyata begini kah orang jatuh cinta dan inikah yang namanya cinta hingga bisa membuat orang menjadi gila karena nya sungguh hal membingungkan cinta
(Gumam Yun) membuat orang menjadi gila karena nya sungguh hal membingungkan cinta
(Gumam Yun)