Menjalani masa remaja dengan begitu sederhana. Mulai dari kelas 1 Sekolah Menengah Atas sampai kelas 3 aku sering menepati posisi peringkat satu dikelas. Menjalani hari hari penuh canda menjalani yang disebut cinta monyet sampai akhirnya memutuskan untuk pemilihan perguruan tinggi.
Tapi sayang,mungkin nasibku tidak mendukung untuk menjalani sebagai mahasiswa tapi sebagai karyawan. Semenjak hari pengumuman penerimaan disalah satu perguruan ku daftar aku dinyatakan tidak LULUS padahal semua nilai dan semua sertifikat aku dapatkan sudah dilampirkan. Tapi mungkin ALLAH berkehendak lain.
Sempat aku down,karena keinginan keras ku,tapi aku tidak boleh lama-lama meratapi nasib. Karena disitu sisi keadaan ekonomi orang tua tidak mendukung. Sampai akhirnya ku pergi melamar cari pekerjaan dengan bekal semua ijazah serta sertifikat.
Pengalaman pertama ku bekerja sebagai marketing disebuah perusahaan dikota ku. Menjalani hari selama kurang lebih 1 tahun ku bekerja disana sampai akhirnya aku diangkat menjadi leader dalam salah satu tim. Atitude serta good loking harus ada dalam diri ku karena meminpin sebuah tim.
Hari ku berjalan bisa dikatakan sangat berat,karena harus turun lapangan bersama tim serta tanggung jawab dengan tim yang aku bawa. Sampai keputusan pemindahanku kesalah satu kota terbesar di negeri ini. Aku membawa semua anggota tim dan anggota tim induk lainnya.
Berjalan kurang lebih tiga bulan,aku mulai menyerah yang akhirnya aku putuskan untuk keluar dari tim dan resain dari pekerjaan itu. Sampai kedua orang tuaku khawatir,karena kota yang aku tempati termasuk keras dan bebas.
Tiba saatnya aku pergi kekota dimana ada sanak saudara disana. Aku bekerja ditempat klinik yang ada disana sebagai asisten apoteker. Semua pembelajaran aku terima dari setia rekan kerja dan aku juga belajar secara otodidak.
Semua rekan diklinik sangat mendukung dan antusias. Disana aku belajar banyak hal,mulai dari pengobatan sampai belajar memasang gibs kaki orang aku pelajari.
Sampai akhirnya klinik itu tutup akibat masalah internal dengan pihak tanah. Yang menyebabkan aku pulang kekota asal ku dengan bekal yang sudah aku dapatkan selama bekerja. Tapi sayang aku tidak mintak surat pengalaman kerja yang akan mendukungku mendapat kerja yang lain.
Selama sebulan aku lewati hari-hariku dengan tenang bersama keluargaku. Yang mana kebahagian kumpul kami tidak berjalan lama,sampai aku memutuskan untuk ikut dengan saudara ayah pergi ke kota besar. Dimana disana akan lebih banyak rintingan dan hambatan.
Dikota itu aku memutuskan melamar disebuah perusahaan,nia hati hanya ingin menjadi tukang jahit karena memang itu loker yang tersedia. Tapi mungkin nasib yang baik aku diterima dibagian Administrasi pembelian disebuah perusahaan sepatu.
Aku bekerja disana berpacu dengan waktu,untuk membuat PO serta mencek kondisi barang yang kurang atas perintah dari atasanku. Tapi sayang tidak semua rekan yang bisa menerima dengan kondisiku karena mungkin melihat tamatan aku cuma sebatas menengah atas. Jadi aku undur diri dengan alasan habis kontrak. Karena memang kenyataan kontrak ku habis dan tidak lanjut kerja.
Berbulan ku disana bersama saudara ayah dengan membantu dia mengelola toko bajunya yang sangat rame. Sampai aku memutuskan untuk balik saja ke kota asal ku lagi.
Pertama saudara ayah sempat menolak dengan segala bujuk rayuannya. Sebentar aku pikir karena memang apa adanya. Karena tidak selamanya kita menetap ditempat yang akan menghambat kita berkembang.
Jadi aku memutuskan lagi cari kerja keberbagai perusahaan,tapi semua dipanggil dengan tahap awal lulus tapi ujung-ujungnya berakhir dengan tinggi aku tidak mencukupi.
Dari sanalah aku mulai lelah mencari pekerjaan dikota maju itu,karena pertama bahagia yang akhirnya anjlok jatuh tak tersisa. Kendalanya hanya tinggi tinggi dan tinggiku. Karena itu juga aku sampai kehilangan pekerjaan yang sangat aku minati.
Tapi memang benar,setelah kesedihan pasti ada kebahagian. Karena setelah kegagalan bakal ada sebuah kenikmatan dan keberhasilan. Yang mana aku sampai dikota asal diterima diperusahan bergerak dibidang ponsel. Menjual segala sesuatu yang berkaitan dengan handphone.
Disinilah aku lama bertahan bekerja sebagai Frontliner. Aku ditempat ini mendapat teman yang sangat humble serta saling mendukung. Waktu terus berlanjut dimana aku diangkat sebagai pemimpin salah satu tokonya atau cabangnya disalah satu kota. Karena temanku yang selalu bersamaku sudah keluar.
Dengan berat hati yang bimbang aku terus berpikir. Karena bos besar berulang kali meyakinkan aku kalau aku bisa menjadi pemimpin wanita yang hebat. Karena aku orang yang sangat kreatif dan sangat bijak. Tapi aku merasa aku tidak seperti itu.
Setelah mendengar tawaran itu aku juga mintak pendapat kedua orang tuaku. Tapi mereka selalu mendukungku apapun keputusan yang aku ambil. Sampai aku memutuskan untuk menerima tawaran dari bos besar itu.
Cabang yang aku jalankan memang berjalan lancar dan sangat kondusif. Dalam setiap hari aku hanya fokus kerja kerja dan kerja. Sampai melupakan apa itu yang namanya pacaran. Karena mungkin bayangan sang mantan terindah masih terus bergelut dengan pikiranku.
Tiba suatu waktu aku mendapat tawaran perjodohan. Karena niat awalku mungkin bisa dikata untuk tidak menikah sampai aku benar sukses. Tapi takdir berkata lain,sampai aku dijodohkan. Dan harus melepas semua impian yang selama ini aku tanam dalam diri. Yaitu sebagai wanita karir.
Melihat kedua orang tuaku,aku tidak tega untuk menolaknya. Jadi aku terima saja toh nanti cinta akan bisa datang seiring waktu. Aku memutuskan untuk melepas jabatanku dicabang itu dengan bicara dengan bos besar. Sampai tibanya pengganti aku dicabang aku pamit dari dunia karir ku.
Makanya sekarang aku mengisi kekosongan waktuku disela aktifitasku yang baru. Sebuah kalimat yang terus aku tanam dalam diriku. SELALU BERUSAHA DULU MENGENAI HASIL BELAKANGAN. Kalimat itu terus aku tanam.
Semoga cerita aku menjadi penyemangat kalian. Jangan pantang menyerah walau pendidikan kita rendah. Tapi berusahalah karena yang dinilai sekarang punya kemampuan dan siap terjun kedunia penghasil uang ini. Karena semua butuh uang dan identitas diri. Buktikan siapa kita.
TERIMA KASIH🤗☺