Pernahkan kalian iri dengan kehidupan orang lain? Mereka - orang-orang itu- memiliki hidup yang begitu sempurna dimatamu. Ada yang terlahir dari keluarga kaya raya, berwajah cantik, tubuh yang proporsional, modis dan memiliki apapun yang tidak pernah kau miliki, bahkan mimpikan sebelumnya. Jika aku tidak menjadi diriku sekarang, dan beralih menjadi orang 'sempurna' itu, akankah aku menjadi orang paling bahagia di dunia ini?
Aku sadar, jawaban dari pertanyaanku sangat sederhana. Setelah aku renungi, aku mungkin tidak akan sebahagia seperti sekarang.
Hidup dengan bergelimang kemewahan, tentu kau memiliki orang tua super sibuk di luar sana. Kau mungkin dikelilingi barang-barang bermerk, uang tanpa batas, serta rumah megah bak istana negeri dongeng. Dan apapun keinginanmu, bisa terpenuhi dengan uang yang orang tuamu hasilkan. Lalu, apa dengan uang itu kau bisa membeli waktu orang tuamu? Atau tidak, mendapatkan kasih sayang dan perhatian yang sama seperti kehidupan sederhanamu? Kau mungkin tidak akan pernah merasakan, bagaimana enaknya makan masakan ibu yang terdiri dari tahu tempe yang di bumbui sambel terasi. Makan dengan seluruh anggota keluarga lengkap, diiringi canda dan tawa. Tidak ada perasaan, semua yang kau miliki (harta) akan hilang, yah pada dasarnya kita memang tidak memiliki apapun selain kerja keras untuk menyambung hidup besok. Tapi taukah kamu, waktu yang dihabiskan dengan cara seperti itu, memberimu sebuah kenangan yang menghangatkan hatimu. Ayah yang pulang dari sawah, dengan peluh keringat masih mengkhawatirkan apa kita sudah makan atau belum. Ibu yang sibuk bekerja dan memenuhi kebutuhan kita di dapur, akan menagis dalam diam ketika kita sakit. Semua itu, lebih mahal dari uang rausan milyar. Setidaknya untuk saya pribadi.
Kadang kita iri, bagaimana jika dalam hidup kita. Kita tidak pernah khawatir mengenai apa yang kita makan untuk hari esok. Semua kebutuhan kita bisa beli. Tidak pernah khawatir akan beras di rumah habis. Kita bisa membeli apapun yang kita ingin tanpa perlu mengkhawatirkan masalah uang... Uang dan uang.... Bagaimana jika seandainya aku hidup seperti itu. Akankan aku akan hidup dengan bahagia?
Jawabanya, entahlah.
Manusia seharunya lebih mensyukuri apa yang diberikan tuhan untuk hari ini. Meskipun entah hari esok kita bisa makan atau tidak. Setidaknya tuhan menganugrahi kita kesehatan. Aku bersyukur dengan berkah yang bisa aku nikmati hari ini, dan aku akan lebih bekerja keras untuk berkah di hari esok. Semua yang berlebihan, tentu membuat kita kuoa bersyukur. Kehidupannyang serba mudah, terkadang menbawa suatu penyakit dalam diri kita. Saat kita memiliki segalanya, dan tanpa sengaja akibat gaya hidup kita yang terlalu instan, kita mengidap suatu penyakit. Akankah kita menyalahkan tuhan, dan mengatakan semua ini tidak adil? Jika seperti itu, akankah kita masih bisa hidup bahagia?
Aku cukup tanamkan satu hal dalam pikiranku, dan itu terbukti menjawab berbagai hal dalam diriku. Tuhan itu maha adil. Jika kita memiliki suatu hal, orang lain mungkin tidak memilikinya. Kita memiliki waktu dan perhatian orang tua kita, belum tentu anak-anak yang kita iri dengan kehidupannya memiliki hal yang sama.
Jadi, jika aku tidak menjadi diriku saat ini. Aku mungkin menyesalinya. Meskipun penuh kekuarangan materi, hidupku sempurna bersama orang-orang disekitarku.
Jangan menganggap bintang dilangit begitu cantik bersinar, karna dasarnya itu hanyalah kumpulan bola gas panas. Sebaiknya, lihatlah apa yang ada di sekelilingmu. Hijaunya sawah atau sempitnya gang rumah penduduk, itu adalah sesuatu yang harus kau syukuri. Hidup adalah berjuangan tanpa henti.
Aku bersyukur atas hidupku hari ini.......