"Semoga Ayah Ibu dan Kakak hidup bahagia tanpa aku disamping kalian.Doakan semoga Reny bisa kembali dengan sukses sesuai keinginan ibu".Sepenggal Surat yang dituliskan Reny.
Reny Maheswari putri dari Adam Maheswari dan Rully Antika.Reny mempunyai Kakak yang bernama Arini Maheswari.
Kehidupan Reny yang sangat beda jauh dengan kakaknya.Reny mulai merasakan kepedihan terdalamnya saat usianya akan menginjak 17 tahun.Saat mereka berkumpul.
"Bu Yah Reny mendapatkan sedikit uang dari hasil Reny menulis online"..Reny menyerahkan beberapa lembar kertas uang seratus ribuan kepada ibunya.
"Alhamdulillah".Ucap Ibu Rully.
"Iya bu langsung aja kasih pada Arini biar buat jajan besok"..Ucap Ayah Adam.
Deg...
Reny berkaca-kaca mendengar ucapan ibunya.Reny tak menyangka jika ibunya dan ayahnya begitu tega denganya.Reny mendapatkan uang dari hasilnya menjadi Author dan juga Resseler.Diusianya yang semakin dewasa Renypun dengan senang hati menyisihkan waktunya untuk menulis dan juga menawar-nawarkan barang jualanya.
Tapi disaat dirinya ingin memberikan jeri payahnya sayang saja dengan sangat halus orang tuanya menolaknya walaupun menerimanya.Reny merasa jika orang tuanya tidak mau menerima uanh dari Reny.
"Ini nak"..Ibu Rully memeberikan uang yang diberikan Reny kepada Arini.
"Makasih bu"..Ucap Arini kakak Reny dengan senang hati.
"Itu tak sebanyak dari uang yang diberikan Arini saat gajian pertamanya.".Ibu Rully berucap tanpa memikirkan perasaan Reny.
"Iya bu"..Ucap ayah Adam.
"Reny pamit kekamar dulu bu"..Ucap Reny berpamit.
Reny sedikit berlari dengan menitihkan air matanya.Apa yang orang tuanya katakan semakin lama semakin membuatnya down.Reny tak pernah mengeluh kepada siapapun itu.
Reny selalu menguatkan hatinya saat ucapan orang tuanya begitu menyakitinya.Apa tidak ada rasa iba kepadanya yang kini menjadi down dan sedikit Depresi.
Reny kerap ditemui ibunya dikamar mandi dengan air yang mengalir dari shower dan Reny berada dibawahnya.Bukanya mengjawatirkan Reny tapi ibunya malah memarahi Reny.
Seperti setelah kejadian tadi Reny memilih kamar mandi sebagai pelampiasanya kali ini.
Reny menatap kosong kedepan dengan air yang terus mengalir.
"Reny apa kamu tuli?".Tanya ibu Rully dengan suara tegasnya.
"ibu sudah katakan kan jika air itu dibayar jika kamu seperti iti terus tunjakan listrik kita menambah apa kamu siap membayarny"..
"Gajimu dari menulis belum tenti cukup untuk memebayarnya belum dengan keperluanmu yang akau keluarkan"
"Cobalah seperti kakakmu yang selalu menyenagkan orang tuamu ini.Apa kau tidak sayang pada kami?.Apa kamu ingin kami mati?."
"Lihat kakakmu yang sedang belajar dan tidak membuanh-buang waktinya sepertimu yang todak jelas seperti orang gila sungguh aku malu jika orang lain melihatmu seperti ini apa kata mereka."Teriak ibu Reny dengan keras tanpa berhenti.
Reny segera mematikan shower dan mendengarkan cacian demi cacian dari orang tuanya.Bukan hal biasa jika Reny tidak mendapatkan setiap cacian dan makian toap harinya.
Setelah ibunya Rully pergi Reny berdiri dengan air matanya yang mengalir deras
Reny mengganti pakaianya dengan pakaian yang baru.Tak lupa mencucinya.
Setelah selesai Reny memilih untuk menulis dibuku kecilnya.Ditulislah keluh kesahnya hari ini.Setelah selesai menulis Reny mengambil bingkai foto.
Bingkai foto dirinya dan juga neneknya.Reny sangat merindukan neneknya yang tinggal jauh darinya.Dari sejak kecil Reny tinggal bersama neneknya tapi sejak memasuki Sma Reny diambil alih oleh ibunya agar ikut serta dengan orang tuanya.
"Nekk Reny rindu Reny kangen.Sampai kapan Reny merasakan ini semua?.Apa Reny tak bisa hidup bahagia dengan orang tua Reny??.Nek bawa Reny kembali kenenek!"..Reny berucap dengan begitu diiringi air matanya.
Diusapnya kepala neneknya dalam foto berbingkai tersebut.Reny sungguh-sungguh menderita dalam hidupnya saat pindah bersama orang tuanya.
Setelah lelah menangis Reny melanjutkan dengan mengistitahatkan tubunhnya sebentar.Reny tidur dengan lelapnya sampai pagi.Mungkin karna tubuhnya yang kelelahan.
Keesokan Harinya Reny akan berkunjung keneneknya.Dengan menumpuh perjalanan selama 3 jam akhirnya Reny sampai dirumah neneknya.Dimana Rumah yang menjadikannya sebagai seseorang yang kuat dimana rumah yang menjadikannya menjadi tabah dan sabar.
"Nekkk"..Reny memeluk neneknya dengan eratnya.Reny berencena menginap disana.
"Sendirian?"..Tanya Nenek Reny.
"Kakakmu Arini?"...Lanjutnya.
"Kakak datang berasama ayah ibu tapi tidak sekarang..Nek."Tuturnya pada sang nenek.
Nenenya dengan senang hati membawa Reny untuk makan.Setelahnya bercerita.Banyak cerita yang Nenek nya dengar tentang Orang tua Reny.Reny selalu jujur tanpa membohongi atau pun menutupi.Jika Reny berbohong atau menutupi sesuatu itu akan mudah ditebak oleh neneknya.
"Sayang..Jangan mengeluh menjadilah seorang yang kuat."Nenek selalu ada bersamamu.
"Dengarkan ini"..
"Ada sebuah kerang yang kemasukan Pasur yang tajam.Dirinya selalu mengeluh meneteskan aor matanya setiap hari.Mengadu pada ibunya.Sepertimu yang mengadu pada nenek."ibunya berkata.Allah menakdirkan kita tidak mempunyai tangan.Bersabarlah Titihkan airmatamu pada pasir yang tajam agar dia menjadi lembut dan tidak tajam".Dengan perkataan itu kerang tadi menjalankan apa yang dikatakan ibunya.Sampai suatu hari batu itu menjadi sebuah gumpalan keras yang bernama mutiara sungguh indah bukan?.Jadi kau paham bukan apa yang nenekmu katakan ini?"..
Reny mulai memahami perkataan neneknya.
"Jadilah seseorang yang sabar jika kau membutuhkan mengeluarkan air matamu keluarkan.Suatu saat jika kebahagiaan datang padamu tetesan air matamu akan menjadi sebuah pancar kebahagianmu."..Ucap Neneknya lagi.
Dengan itu Reny mulai berhenti menangis dirinya mengingat perkataan neneknya tangisanmu akan berubah kebahagianmu itulah yang diingatnya selalu.
Hari terus berganti Kini Reny sudah pulang kerumahnya lagi.Bukan Rumahnya tapi Rumah orang tuanya.
Seperti biasa Reny akan mendapatkan cacian dan makaian dari orang tuanya.Dan sepertu biasa Reny tak menganggap ucapan orang tuanya karna itu akan membuatnya down dan membuatnya Depresi.
"Anak ini ya.Nek dibilangi ki susah kon pulang pagi nyampek sini sore."...Tutur ibunya dengan tegas dan suara yang tinggi.
"Nde Rumah ki banyak pekerjaan..Jadi seperti kakakmu sekarang belum selesai mengerjakan pekerjaan rumah"..Tuturnya lagi.
Reny hanya diam.Dirinys sudah terbiasa dengan ucapan kasar ibunya itu.
Reny masuk kamarnya.Direbahkan tubuhnya sambil berfikir.Dan ya dia menulis tentang semua pemikiranya.
Jika kau benci diriku..Anakmu...
Buanglah aku jangan kau merusak mentalku.
Aku selalu menjunjung tinggi wibawamu didepan keluargamu
Aku akan menerima itu dengan senang hati jika kau melepaskanku.
Aku cukup menderita dengan perilakumu bahkan perkataanmu.
Apakah aku hanya seorang sampah yang mengganggumu??.
Bantulah aku agar bisa menjadi baik dari seorang yang kau anggap sampah.
Jangan kau membuat aku menjadi seorang yang lebih buruk banyulah aku.
Aku mohon ibu...
Ya begitulah isi dari tulisan Reny hari ini.Dirinya meneteskan air mata saat menuliskanya.Setiap air matanya menetes dibuku penanya itu.
Reny keluar dan tidak sengaja mendengar perkataan orang tuanya.
"Bu..Sebaiknya kita segera bilang kepada Neneknya anak-anak jika Reny akan kita kirim ke pondok saja".Ucap Ayah Adam pada istrinya.
Reny yang mendengar ucapan ayahnya merasa tertusuk jarum-jarum dihatinya.Matanya mengekuarkan air mata.Dirinya tak tahu jika orang tuanya begitu kejam terhadapnya begitu bencinya orang tuanya terhadapnya.
Reny menangis tersedu-sedu dikamarnya anadaikan Allah berkehendak untuk mencabutnya sekarang Reny sudah siap walaupun perilakunya dulu tak menjaminkannya untuk masuk surga.
Menghilangkan rasa sedihnya pun Reny bergegas mengambil wudhu dan melaksanakan sholat.Setelahnya Reny berdoa kepada sang maha pencipta.
"Ya Allah jika memang hambamu tidak ditakdirkan untuk hidup bahagia hambamu ini akan menjalaninya dengan senang hati.Tapi jika hambamu doberikan pilihan untuk hidup bahagia maka datangkanlah agar hambamu bisa tersenyum seperti yanh lainya Ya Allah."
Begitulah kurang lebih Doanya.
Hari berganti menjadi pagi matahari bersinar dengan terang kini disekolaha Reny akan diadakan lomba menyanyi dan Reny adalah salah satu pesertanya.Reny datang bersama Kedua orang tuanya dan juga kakaknya yang mendapat undangan khusus mengingat Reny juara lomba berturut-turut.
Setelah lama menunggu kini gikiran Reny untuk menyanyi.Kali ini Reny memilih lagu berbeda dia memilih lagu dengan genre kalem dan dipadu dengan petikan gitar yang ia sendiri mainkan.Reny muali menyanyi.
Malam ini hujan turun lagi
Bersama kenangan yang ungkit luka di hati
Luka yang harusnya dapat terobati
Yang ku harap tiada pernah terjadi
Ku ingat saat Ayah pergi, dan kami mulai kelaparan
Hal yang biasa buat aku, hidup di jalanan
Disaat ku belum mengerti, arti sebuah perceraian
Yang hancurkan semua hal indah, yang dulu pernah aku miliki
Wajar bila saat ini, ku iri pada kalian
Yang hidup bahagia berkat suasana indah dalam rumah
Hal yang selalu aku bandingkan dengan hidupku yang kelam
Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan
Mungkin sejenak dapat aku lupakan
Dengan minuman keras yang saat ini ku genggam
Atau menggoreskan kaca di lenganku
Apapun kan ku lakukan, ku ingin lupakan
Namun bila ku mulai sadar, dari sisa mabuk semalam
Perihnya luka ini semakin dalam ku rasakan
Disaat ku telah mengerti, betapa indah dicintai
Hal yang tak pernah ku dapatkan, sejak aku hidup di jalanan
Wajar bila saat ini, ku iri pada kalian
Yang hidup bahagia berkat suasana indah dalam rumah
Hal yang selalu aku bandingkan dengan hidupku yang kelam
Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan
Wajar bila saat ini,
Ku iri pada kalian yang hidup
Bahagian berkat suasana indah dalam rumah
Hal yang selalu aku bandingkan dengan hidup ku yang kelam
Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan
Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan
Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan
Last Child-Diary Depresiku.
Reny membawakanya dengan penuh pengahayatan sampai-samapi orany yang mendengarkanya ikut terharu dan menangis.
Kini tiba waktunya penentuan sang juara.Juri menyebutkan juara ketiga dan kedua.Kini tiba juara satu dipanggil dan itu adalah Reny.Semua orang bertepuk tangan mendengar nama Reny dipanggil.
Reny menaiki panggung dengan orang tuanya disampingnya.Reny diberikan hadiah uang sebsar 5 juta dan juga piala dan piagam sebagai penghargaan.
Sampai dirumah Reny dan keluarganya berada diruang tengah.Reny tam bisa berhenti tersenyum karena bahagia.
"Ren ada yang ingin Ayah bicarakan!"..Tutur tegas sang ayah.
"Iya yah"..Ucap Reny dengan senyumnya dan penuh kelembutan.
"Ayah langsung pada intinya saja.Ayah ingin memasukanmu keasrama"...Ucap Ayah Reny.
Ibu Rully terlihat biasa tidak dengab Arini yanh langsung terkejut.
"Ayah ibu dan kakakmu akan mengunjungimu 1 bulan sekali dan tidak ada penolakan titik".Ucap sang ibu.
Dengan air mata yang jatuh tanpa henti Reny berkata.
"Ayah ibu dan kak Arini tak perlu mengunjungi Reny.Dengan senang hati Reny akan pergi tanpa masuk keasrama atupun pondok.Reny akan menjauh dari hidup kalian jika itu membuat kalian bahagia.Ibu ayah aku tidak pernah sedikitpun butuh uangmu aku hanya ingin kasih sauangmu ada untukku.Tapi sepertinya nihil itu tidak akan pernah terjadi.Semoga kalian bahagia"Ucap Reny dengan derai air matanya.Tanpa menunggu jawaban orang tuanya Reny pun pergi kekamarnya.
Hari berganti malam Reny mengemasi barangnya yang diabutuhkan saat pergi dengan berbekal uang tabunganya.Reny menuliskan sebuah surat untuk orang tuanya.
Keesokan paginya Nenek Reny dan Arini datang.Hal yang pertama dicari adalah Reny entah mengapa perasaanya mengatakan jika Reny tidak baik-baik saja.
Dan betul saat dibukanya pintu kamar Reny,Reny tidak ada disana.
Dibacanya surat peninggalan Reny.Nenek langsung menampar anak dan menantunya.
"Apa yang membuatmu benci pada Reny"..
"Apa aku pernah mengajarkan cara membenci anak?"..
"Dia selalu kupentingkan dari pada diriku sendiri!.Atau kau benci karna Reny mengidap kanker??.
"Katakanlah"...Ucap Nenek dengan berderai air matanya.
"Apa kau tahu saat dia datang kerumahku dia selalu mengeluh meneteskan air matanya mengeluarkan isi hatinya HANYA PADAKU NENEKNYA BUKAN ORANG TUANYA"...Nenek berucap dengan menunjuk-nunjuk kedua oranh tersebut.
"Apa kau tega jika anakmu kelaparan darah dagingmu.Apa kau tega jika dia mengalami gejalanya kanker?"...Ucap Nenek dengan amarahnya.
Nenek pergi entah kemana.Dikerahkanya semua anak buahnya untuk mencari sang cucu.
Orang tua Reny hanya terdiam membisu dirinya tak menyangka jika semuanya akan menjado seperti ini fikiranya tak terlalu jauh untuk memikirkan kondisi sang putri.
SELESAI.
"MENJADILAH ORANG TUA YANG ADIL UNTUK ANAKMU.MENCOBALAH MENJADI CONTOH YANG BAIK UNTUK MASA DEPAN ANAKMU KELAK."
SEMUA BUKAN TENTANG HARTA TAPI TENTANG KASIH SAYANG ORANG TUA.