Jia baru saja menunaikan sholat isyanya, ketika bunda mengetuk pintu kamarnya
" jia makan dulu nak" kata bunda mengetuk pintu
" clek.......,iya ma sebentar " jawab jia yang membiarkan pintu kamarnya terbuka
" ayah dan bunda tunggu ya, ngak pake lama" kata bunda.
" ya bun nanti jia menyusul" jawab jia
Bunda pun pergi meninggalkan jia yang lagi mengecek buku buku sekolah untuk mapel bespk.
" ya ampun, jia menepuk jidatnya sendiri dompet dan wadah pencilku masih dilaci meja sekolah" guman jia.
" yah masa malam malam gini kesekolah, trus gimana gerjain prnya." guman jia lagi.
" ah .........ambil ngak ya" kata jia sambil mondar mandir di kamarnya.
Akhirnya jia berpikir untuk mengambilnya nanti setelah makan. jia pun bergegas menuju ruang makan.disana ayah dan bundanya juga sang kaka
menunggunya untuk makan malam bersama.
" lagi ngapain sih kok lamat amat" kata jio sang kakak.
" udah ayo makan jio pimpin berdoa " kata ayah.
" ya yah." jawab jio.
Jio pun mimpin doa makan bersama. setelah selesai semua orangpun mengambil makanan sesuai selera masing masing yang sudah disiapkan bunda.
" kak jio nanti boleh ngak jia minta tolong kakak" kata jia disela makannya.
" mau apa emang" jawab ka jio.
" kotak pencil jia dan dompet ketinggalan disekolah, jia belum ngerjain tugas " kata jia.
" idih ...ngapin juga malam malam kesekolah ih serem.......pinjam pencil kakak aja dikamar sana" jawab jia.
" jio......ngak boleh gitu pake nakutin adikmu" kata ayah menegur.
" iya kak, mana ada hal hal yang begituan jaman sekarang" sela bunda.
" ya sudah kalo ngak mau , biar jia sendiri aja masalahnya penting " kata jia.
" jio........" kata ayah menatap jio.
" iya ...kakak antar " kata jio malas.
Jadi lah selesai makan jia di antar jio untuk mengambil kontak pencil dan dompetnya. jio yang memakai motor ninjanya melaju pelan ketika sudah mendekati gerbang sfkolah jia.
brum...........
jio pun mematikan motornya didepan pintu gerbang persis.
" satpam yang berjaga dipos jaga sekolah di pintu gerbang pos keluar ketika jia turun dari motor.
" siapa ya " tanya satpam yang bernama pa seno.
" saya pa jia , mau masuk ke gedung kelas 2 c yang atas mau ambil kotak pencil penting" kata jia.
" oh neng jia" kata pa seno.
" silakan brani ngak, atau bapa temani" kata pa seno.
" tuh temani pa seno ya de, kakak tunggu sini aja" kata jio seraya memainkai dawainya.
" ih kak jio gitu " kata jia cemberut.
" dah neng bapa temani" kata pa seno.
Jia dan pa seno pun berjalan menuju gedung sekolah. seraya menaiki gedung atas....
" neng nanti bapa ke toilet dulu ya, neng branikan
ke kelasnya sendirian ini sentarnya " kata pa seno
" ya pa seno....." cemberut jia.
" ngak apa apa wong bapa ngak jauh tuh bapa tunggu disitu." kata pa seno.
" ya pa jangan lama ya pa , susul jia..ke kelas c " kota jia yang mulai merinding.
" ya siap neng, aduh.......nih sudah kebelet" kata pa seno yang kebelet pipis.
Pa seno yang sudah tak tahan langsung melangkah cepat ..berjalan ke toilet umum sekolah
sedangkan jia cepat cepat berjalan menuju kelasnya.
sesampainya didepan kelas perlahan jia membuka pintu dan masuk ke kelasnya menuju tempat duduknya.
" mana ya " guman jia sambil meraba raba laci meja.
" oh ini dia" kata jia yang akhirnya menemukan dompet dan kotak pencilnya.
" alhamdulilah " guman jia.
Deg............tubuh jia membatu ketika melihat dua mata merah dan sesosok bayangan berdiri dipojok kelas.
" astagfirullah .....ya allah " kata jia dan cepat cepat
melangkah berlari ke arah pintu kelas.
bruk......aaa.........................teriak jia.
" neng ......ini pa seno" kata pa seno yang di tabrak jia kaget.
" ya allah .....maaf pa" kata jia ketakutan.
" kenapa neng jia" kata pa seno yang memang menyusul jia kekelasnya.
" itu pa ada..........
" ada apa......" kata pa seno seraya mengarahkan senternya ke dalam kelas.
jia pun ikut mengawasi kedalam kelas dan mencari sesosok bayangan tadi.
" ngak ada apa apa" kata pa seno.
" ah .....iya pa " kata jia yang masih gemetar ketakutan.
" ayo pa kita turun " kata jia yang panik.
" ayo neng sudah diambilkan barangnya " kata pa seno.
" ini sudah pa" kata jia sambil memperlihatkan barangnya.
Keduanya pun bergegas turun ke lantai bawah.
jia berjalan cepat ,entah kenapa perasaannya tidak enak seakan akan bayangan itu mengiikutinya bersama pa seno.
" lewat sini neng " kata pa seno.
" iya pa " kata jia yang sedikit lega ketika sudah sampai di luar gedung.namun ketika jia menoleh
ke belakang kedua bola mata merah itu menatap tajam ke arah jia.
" ya allah ya rabb .. . lindungilah kami dari hal hal
di luar nalar" doa jia ketika memalingkan wajahnya kearah lain.
" kenapa lagi neng" kata pa seno yang melihat jia berhenti dan menoleh kebelakang.
" ah ngak apa apa pa" kata suci sambil komat kamit membaca ayat kursi.
pa seno pun menemani jia sampai gerbang sekolah di mana tadi ka jio menunggunya.
" kok lama" tanya kak jio.
" ngak ini cuma ngambil lansung balik kok" jawab jia .
" iya mas cuma sebentar wong tadi bapa pipis neng jia langsung kekelasnya" kata j pa seno.
" wah punya nyali juga de, kan disekolah mu ada penunggunya" kata kak jio
" wah mas ini malah nakut nakuti aja, sudah sana pulang bapa juga mau pulang sudah jam 09 lewat
nih" kata pa seno.
" kenapa pa setan nya pada reuni ya pa kalo sudah rada tengah malam" kelakar kak jio.
" astagfirullah mas sudah pulang sana jangan aneh aneh deh malah nanti kesambet " kata pa seno.
" iya ka jio nih, asal jjiblak aja" kata jia cemberut.
" pa makasih ya sudah nemani jia" kata jia pamit.
" ya neng sama sama, ini juga bapa mau pulang" kata pa seno yang sudah mulai merinding.
" ya pa kami pamit ,makasih sudah nolongi ade saya" kata ka jio.
" ya mas ......sama sama" jawab pa seno.
Jia pun naik keboncengan kak jio. dan mesin motorpun dihidupkan dan melaju cepat menjauh
dari gerbang sekolah
Begitu juga pa seno yang bergegas pulang .karna tugas jaganya hanya sampai jam 9 malam.
...............
Sesampainya di rumah jia membuka garasi dan ka jio memasukkan motornya. jia pun dengan cepat menutup garasi dan masuk kedalam rumah.
Dengan cepat jia melangkah kekamar dan menghela nafas lalu masuk kadalam kamar untuk mengerjakan tugas.untuk mengalihkan pikirannya
atas kejadian menegangkan di gedung sekolahnya tadi .
jio yang melihat sang adik, hanya geleng geleng
sambil berjalan menuju kamarnya sendiri.
"pasti jia melihat mata itu," bathio jio.
karna jio juga pernah melihat mata itu ketika malam itu kekelas bersama teman temannya menyiapkan acara osis untuk persiapan pagi hari
saat itu jio tak sengaja melihat bayangan itu.untung ada adi temannya. jio juga alumni di
mana jia sekolah. gedung sekolah memang sudah tua banget karna gedung itu peninggalan jaman belanda. dan bukan jio dan jia yang penarnah melihat. sebagian suswa lain pun juga pernah melihat. namun tak semua orang bisa setenang jia
dan jio yang diam tak terlalu histeris dan takut.
Sejati di dunia ini kita adalah hanya menumpang, ada mahluk lain yang berdampingi dengan kita.
selama kita tak menganggu pastilah kita aman
begitu juga dengan mahluk lain.
pengelaman itu menjadi pelajaran buatku yang penting kita slalu bertawakal ke pada sang pemilik alam karna tak ada yang mustahil bagi allah menciptakan mahluknya dengan tujuan masing. masing dan arti ciptaannya.
Tamat......