ini adalah kisah seorang ibu yang baik hati yang menyimpan rahasianya sampai akhir hayat yang menjadi sebuah cerita dan inspirasi yang akan menyentuh hati dengan ketulusanya dia adalah ibuku yang lemah lembut dan bersahaja, kisah ini bermula ketika ibu masih muda dan polos di adalah ibu yang rajin dan bertanggung jawab, tak pernah absen dengan tugas yang dia emban, sampai suatu hari ibu bertemu dengan pemuda yang pada saat itu adalah calon ayahku, ibu selalu pergi bersama ayah untuk melakukan dinas atau mengajar bersama ayah, ibu tidak tahu bahwa ayahku diwaktu muda bisa dibilanh golongan fakboi kalau bahasa anak muda sekarang, ibu dengan tulus mencintai ayah setiap harinya, karena ayah adalah anak kampung yang pergi kekota untuk mengadu nasib, dan dari golongan orang kurang mampu dan kemudian bertemu ibu yang cantik dan mapan namun sederahana dan polos, mereka berencana menikah namun apa daya orang tua ibuku menolak keras hubungan mereka, karena status sosial dan tingkah ayahku yang kurang baik, namun ibu terlanjur mencintai ayah, pada akhirny mereka menikah tanpa restu orang tua. ini adalah kesalahan awal mereka dan membuat kakekku murka dan mengeluarkan sumpah yang kejam" tak kan selamat rumah tangga kalian sampai mati" ini kata-kata kakekku yang tak pernah ibu lupakan, tapi karena sudah terlanjur terjadi penyesalanpun tak berarti, ibu hanya bisa pasrah dan menjalani,.
dengan seiring brjalannya hari, bulan dan tahun, umurpun bertambah namun momongan tak kunjung berhasil, ibu menjadi sedih, dan ayah mulai berubah karena ibu belum memberi anak, dan sampai suatu hari ibu mendapat musibah yang sangat menyakitkan, rahimnya harus di angkat karena suatu penyakit, dengan ini pupus sudah harapan ibu memberi ayah seorang penerus, dan ayah pun kian hari mulai mudah marah dan selalu memulai sesuatu yang remeh menjadi masalah ysng besar, bahkan pernah mengajak ibuku untuk berpisah, namun ibu tetap sabar dan mengalah, karena dia sadar ini adalah kesalahan yang dia buat karena cinta yang buta, akhirnya ibu memutuskan mengadopsi anak.
waktu itu ibu mengambil anak dari adik kandung ayahku perempuan, dia mencintai kk perempuanku seperti darah dagingnya sendiri, namun tidak demikin dengan ayah, ayah tetap dengan sifat pemarah dan keras kepalanya, karena ayah tak berubah ibu kembali mengadopsi seorang anak perempuan, dari seorang yang dia kenal, namun kk perempuan keduaku mengalami sakit step yang membuat kk perempuan keduaku mengalami kerusakan otak dan berhenti berkembang dewasa secara nalar namun tetap sehat secara fisik, ini menjadi beban ke 2 buat ibuku namun ibu tetap mencintai kk ku apapun yg terjadi, berbeda dengan ayah yang menjadi-jadi seakan semua adalah salah ibuku, namun ibu belum menyerah dia kembali mengadopsi anak kali ini seorang laki-laki iya itu adalah aku, ibu membesarkanku dengan penuh kasih sayang dan cinta begitu besar, namub berbeda dengan ayahku, aku adalah pelarian ketika dia kesal, pukulan dan cambukan adalah makanan sehari-buatku, sampai suatu hari ayah mendapat pemikiran yang bahkan lebih gila lagi, dia ingin menikah lagi agar bisa mempunyai keturunan dari hasil dirinya sendiri, karena ibu mencintai ayah, menolakpun tetap ayah lakukan jadi ibu ikhlas walaupun air mata berlinang begitu deras, akhirnya ayah menikah dengan mantan muridnya yang hanya berbeda 10 tahun dari ayah, tetapi tetap saja ayah tak mendapat keturunan dari istri mudanya.
sampai suatu hari aku mendekati ibukuyang setiap hari hanya lebih sering berdiam diri, aku bertanya" bu, aku penasaran kenapa ibu tak pernah membantah perkataan ayah barang 1x, " ibu menjawab" surga istri adalah suami nak" aku begitu terkejut dan tersulut emosi dan kembali bertanya" apakah ibu benar ikhlas ayah menikah lagi??" walaupun aku tau ini pertanyaan yang tak pantas karena akan menyakiti ibuku, ibu duduk dan mentapku sambil memegang pundakkku" nak aku memang mencintai ayahmu, tapi tak ada istri yang mau dimadu" sambil menetes air matanya, aku yang mendengar perkataan ibu begitu lemah merasa sakitt piluh hatiku mendengarnya, namun ibu tetap menjalani hari-hari dengan ikhlas dan sabar, sampai suatu hari ibu di diagnosa terkena kangker payudara, dan sebelah payudara ibuku harus di angkat, inilah awal mula komplikasi dan akhirnya yang membuat ibuku kembali ke pelukan allah. namun setidaknya ibu tak perlu menahan sakit hati setiap kali melihat ayah bersama istri mudanya. pada saat-saat terakhir sebelum ibu pergi aku diberi sebuah pesan" nak nanti ketika ibu sudah pergi, lihatlah dunia yang begitu luas, dan jangan sekali, menghianati istri karena hadiah paling mulia adalah cinta, dan kelilingi dunia dan pelajari apa yang bisa dipelajari" kemudian ibu batuk dan kembali tidur, ak berlinangan air mata mendengar ucapan ibu, yang begitu dalam, pada saat itu ibu menyimpan sebuah rahasia bahwa aku bukanlah anak kandung ibuku, sampai ia pergi tak sepatah katapun ibu ucapkan karena baginya aku adalah anakny, aku mengetahui kalau aku di adopsi ketika ulang tahub ke 20 ku itupun tanpa sengaja, kemudia aku mencari ibu kandungku, cukup lama bagiku mengitari pulau sumatera untuk mecari ibu kandungku dan akhirnya aku bertemu, aku ingat pernah berdoa" ya allah seandainya ibuku bisa kembali aku rela umurku ditukar dengan ibu" allah menjawab dengan memberi ibu kandungku yang baik dan sangat mirip dengan ibu yang membesarkanku, dulu ak diadopsi karena ibu kandungku membesarkan 4 orang kk ku dan kurang berkecukupan, ibu kandungku takut kalau nanti tak sanggup memberiku makan atau mati, jadi terpaksa aku di beri ke ibuku, sekarang aku kembali bersama ibu kandungku kadang aku sekali- sekali mengunjungi kk perempuanku, namun aku tak tau kabar ayah, semoga ayah bahagia bersama istri barumu, dan ibu terima kasih telah membesarkan dan mendidik aku menjadi anak yang luar biasa, doaku tak putus cintaku bak arus, sayangku bagaikan angin semoga syurga sertinggi adalah tempat terakhirmu.
alfatihah untuk ibu :)