cahaya lembut matahari di pagi ini membawa siapa pun yang melihatnya merasa tenang dan bersemangat.
Eumm...kecuali...
Pagi ini, seorang gadis mendudukkan dirinya yang baru terbangun dengan mata yang masih terpejam.waktu sudah menunjukkan pukul 9 tapi dia baru bangun akibat begadang semalam,
Ketika bangun,gadis itu tertunduk lesu karena memikirkan cara agar kesulitan ekonomi yang dihadapi keluarganya saat ini bisa teratasi.
"Huh!" dia menghela napas kasar karena jenuh,dia tidak habis habis memikirkan ini semalaman
krieett...
bunyi pintu kamarnya yang telah di buka oleh sang ibu "feera?oh sudah bangun,ayo mandi dulu!"
Yang di perintah pun mengangguk dan beranjak dari tempat tidur ke kamar mandi. Ya,dia tak butuh waktu lama untuk mandi,setelah itu,gadis yang bernama Zhafeera Razeta itu sibuk dengan pikiran nya lagi
"kalau keadaan ekonomi keluarga gue gini terus,kehidupan kita bakal gini gini aja" kata gadis cantik itu
"tapi gue harus kerja apa biar bisa hasilin duit?sedangkan gue aja baru kelas 12 SMK.Belum lagi, beberapa hari ini ayah lagi sakit."sambung nya.
Terlihat raut muka putus asa dari sana.memang sejak kelas 9 SMP, ayah nya Zhafeera mengalami kebangkrutan sejak virus covid19 mewabah di Indonesia,dari situlah para karyawan nya diberhentikan karena tidak sanggup lagi untuk membayar gaji mereka,
karena krisis yang tiba tiba itu mau tak mau ayah nya berhutang ke bank dan berharap usaha nya masih dapat tertolong,namun sebaliknya,malah bangkrut dan terlilit hutang dengan jumlah yang tidak sedikit.
Hmm...
"apa gue masih bisa kuliah?sedangkan keadaan untuk beberapa tahun lagi belum terjamin,ngga ngga,gue harus dapat solusi secepatnya!." pikir nya.
Jika di ingat ingat masalah yang ada di keluarganya itu bukan hanya itu,melainkan banyak sekali,dari ayahnya bangkrut dan terlilit hutang,pembayaran spp sekolah nya dan adek adek nya yang nunggak ,orang nagih utang, tak lama setelah itu ayah nya sakit, belum lagi sempat ada pikiran dari ayah nya agar mereka berhenti sekolah,
Akkhhh!!....
mengingatnya saja sudah membuatnya pusing
Berhari hari dia hanya merenung dan meratapi nasib, tidak berbuat apa apa dan terus mengeluh,menjadi pribadi yang mudah marah, dia tau ini tidak baik, entahlah apakah dia depresi? stress? jika pun benar,ingin sekali dia memiliki seseorang yang mau mendengarkan segala keluh kesah juga kegelisahan nya saat ini.
tapi sekali lagi, itu hanya JIKA!
sejenak dia mengingat apakah ke dua sahabatnya itu mau mendengar ceritanya,tapi dia urungkan kembali, karena pikirnya masalah keluarga adalah hal yang sangat privasi
2 hari kemudian...
Kini,sifat Zhafeera makin hari makin berubah,yang dulunya mudah sekali tersentuh dan yang langsung menangis tidak mengenal tempat,sekarang menjadi jarang berekspresi,
Zhafeera tau, dia merasa jauh berbeda sekarang,
"jadi gini yaa jadi orang dewasa yang dipaksa oleh keadaan" kata nya sendu
Kerana dewasa tidak melihat umur,melainkan dari cara bagaimana kita menghadapi situasi yang sulit dengan sabar dan ikhlas
"gue juga sekarang jarang nangis,walaupun gue waktu itu pengeen banget nangis tapi ngga bisa,kek ada yang bilang ke gue,kalau gue harus kuat"
Memang benar yang dikatakan Zhafeera, 1 minggu ini dia ingin sekali menangisi keadaan keluarganya yang makin susah, tapi tidak bisa, hingga dia tiba di sekolah nya pun bgtu
Karena merasa ada perubahan dari Zhafeera, 2 sahabatnya itu menanyakan perihal dirinya yang berubah 180° dari biasanya.
"gue ngga papa kok,kalian sans aja,lagi emang pengen calm doang." ujar nya sambil mengukir senyum manis nya.
"yaudah deh kalau lo emang belum bisa cerita ke kita ngga papa,tapi kalau lo butuh bantuan bilang yaa." ucap Arisha,
"iya ra, kita kan sahabat lo, jadi ngga perlu sungkan" sambung Alanna.
Yaa..sahabat sahabatnya ini memang terlalu peka
Zhafeera mengangguk dan tersenyum pada 2 orang yang telah menemaninya dari kelas 10
"tapi gue ngga mungkin cerita masalah gue ke mereka,sama aja bongkar aib keluarga sendiri." batin nya.
Seusai pulang dari sekolah, dia masih memikirkan cara agar menghasilkan duit, maklum, saat ini dipikirannya hanya duit duit dan duit
Saat ini dia sedang berkutat dengan medsos yang bernama instagram itu, tiba tiba matanya tertuju pada suatu postingan video yang berisi para desainer terkenal.
"gue bisa kayak gitu juga ngga yaa?." pikir nya.
Zhafeera memang dari dulu tertarik dengan urusan jahit menjahit, karena itu, dia memilih SMK jurusan tata busana dan berharap bisa melanjutkan kuliah nya di Turki,
tapi pikiran bahwa dia tidak akan bisa kuliah selalu menghantui dirinya akhir akhir ini, karena jika dia tidak kuliah itu berarti dia hanya punya 2 pilihan:
KERJA atau PENGANGGURAN
"aaakkh! ngga bisa! ngga boleh! pokoknya gue harus kuliah dan jadi business woman, HARUS!."
gadis yang kerap dipanggil Feera kini sangat amat takut jadi pengangguran,tapi segera dia buang jauh jauh pikiran buruk itu,
Dia janji pada diri sendiri bahwa akan berusaha lebih giat lagi
AHA!
akhirnya sebuah ide muncul di pikirannya
dia mulai mencari sketsa, dari desain gaun, mini dress,sampai outer mengembangkan skill menggambar nya itu,agar sekolah yang di tempuhnya selama 2,5 tahun ini tidak sia sia
"ok, ini belum terlambat, thinking positive Feera, masih ada waktu 3 bulan sebelum kelulusan, you can do it!" kini semangat nya berapi api dari biasanya. Dia berpikir jika lebih baik membuat agenda untuk perencanaan nya beberapa bulan kedepan hingga goals yang ingin dicapainya.
"ok, bulan ini gue harus bisa ngembangin bakat gue dibidang desain sambil nabung, bulan depan,tabungan gue harus sudah terkumpul 3/4 dari target sambil cari jalur beasiswa, bulan depannya lagi duit yang ditabung harus nyampe target dan belajar buat persiapan ujian kelulusan, yap!Istanbul i'm coming!"
1 bulan awal dia habiskan dengan keseriusan, kini desain" nya sudah memenuhi "sketchbook fashion" nya.
Dia semakin yakin dengan tekadnya, entahlah dia yang dulu selalu merenung dan putus asa kini jadi si ambisius, seperti tidak akan ada yang bisa mencegah dia untuk sukses kali ini,
2 bulan berikut nya pun dia lalui sesuai dengan yang direncanakannya, terbukti dia lulus dengan nilai tertinggi juga mendapat kan beasiswa ke universitas incarannya selama ini.
"Dady,bundaa feera lulus dengan nilai terbaik"
pekik nya
"iya,alhamdulillah,cita cita kamu untuk kuliah di Turki juga akan tercapai nak,selamat yaa" jawab bunda nya
"kamu hebat" sambung dady nya sambil mengacungkan 2 jempol
Ah!
Dia telah mengerti hikmah dibalik semua kejadian yang menimpa dia dan keluarganya
3 tahun kemudian...
Sekarang adalah tahun terakhir dia berada di universitas IMA, Istanbul,Turki. 2 tahun telah di lalui di sini, dan kenangan masa sekolah atau pun diri nya yang dulu senang merasa putus asa dari rahmat Tuhan nya sendiri masih tersimpan jelas.
"Allah itu Maha Baik, Dia membantu saya untuk selalu maju walau diterpa masalah, Dia mau saya berkembang dan ngga stuck disitu-situ aja,walau berkali kali saya mencoba menyerah,tapi selalu aja ada alasan untuk tetap semangat dan bersabar, yang penting ikhlas dan mau terus berusaha, in shaa Allah ada jalannya." kata Zhafeera di akhir buku yang di tulisnya.
Selain mengembangkan bakat di jurusan busana dia juga mulai menjadi penulis karena keisengannya dan yaa banyak yang meminati buku nya, sering kali dia diundang di beberapa tempat organisasi di Turki untuk menjadi motivator,
akhirnya kini seorang Zhafeera Razeta menjadi seorang yang sukses dan mampu mengangkat keuangan keluarga nya karena belajar dari masalah yang di alaminya dulu.
-SELESAI-