"Apa itu? Apakah itu mayat? Di tepi pantai tak mungkin ada hantu atau perampok, apa juga yang mau dirampok dari ku. Ikan? Kalo mau merampok ikan mah silakan." gumamku dengan takut takut aku mendekati orang yang tergeletak di pasir dibalik batu karang.
Tuk tuk
Orang itu menggeram saat aku mencolok dia dengan kayu yang aku bawah, dan itu artinya dia masih hidup.
"Tuan tak apa?" aku bertanya dan mencobak menyentuh tubuhnya.
Greb
"Waaaah.!" teriak ku karena kaget ditarik dengan tiba tiba oleh orang itu, dan secepat kilat orang itu membalikkan tubuhku dengan mencekik ku.
"Apa yang kau inginkan?!" bentaknya dan dia kemudian ambruk serta pingsan.
Untung saja dia pingsan kalo tidak aku pasti sudah mati dicekiknya, karena cengkramannya sangat kuat.
Dengan susah paya aku membawahnya setelah aku mengatasi rasa terkejud ku karena cekikkannya. Aku membawahnya dengan sedikit ku seret karena tubuhnya sangat berat.
"Ya Ampun ni orang berat sekali ya, dia makan apa sebenarnya."
"Siapa yang kamu bawah itu Mer?" tanya ayah ku yang melihat aku membawah seorang pria.
Ya namaku adalah Meryana Meriska, aku anak tunggal dari ayah ku Yahya dan ibu ku sudah menikah lagi 15 tahun yang lalu karena tertarik dengan pria kaya yang datang untuk berdagang di daerahku, dari pada ayah ku yang hanya seorang nelayan kecil. Siapa nama ibu ku aku tak mau mengingatnya karena dia telah tega meninggalkan aku yang masih kecil dan juga ayah ku.
"Tidak tau yah, dia pingsang dan masih hidup kasian kalo dibiarkan jadi ku bawah pulang." jelasku pada ayah ku.
"Hem, sepertinya dia korban perampokan ya, atau penculikan? Bagaimana bisa orang yang terlihat kaya ini berada di daerah nelayan begini." gumam ayah ku yang membantu aku membersihkan tubuh pria itu dengan melepaskan semua bajunya.
"Mer, sepertinya dia habis dirampok dan dibuang kesini. Cobak lihat ini ada luka memar Ditengkuknya dan beberapa memar di kaki dan juga punggungnya ada luka sayatan.
"Ya Allah benarkah yah? Aduh aku tak memperhatikan karena langsung menyeretnya kemari."
"Biar aku bersihkan dan aku akan pergi ke klinik dulu untuk mengambil alat jahit dan obat obatan lainnya.
Setelah ku bersihkan aku langsung lari ke klinik tempat sepupuku Damar bekerja, ya aku emang tak berpendidikan karena ayahku tak punya cukup uang untuk membiayai aku sekolah. Namun aku membantu di klinik mas damar dan belajar tentang ilmu pengobatan sehingga aku pun bisa dan juga terkadang membantu mas damar bekerja.
Setelah ku sterilkan lukanya dan ku suntik obat bius aku mulai menjahit luka sayatannya sekitar ada 8 jahitan.
Entah karena pukulan di tengkuknya atau ada benturan di kepalanya sehingga dia lupa akan siapa dirinya dan dari mana asalnya. Untuk mengetahui semuanya aku memintak pada sepupu ku mas Damar untuk membawahnya ke rumah sakit yang ada di kota agar dia mendapatkan perawatan yang lebih baik lagi.
3 bulan berlalu, aku yang menaruh lamaran di sebuah restoran di pusat kota pun mendapatkan panggilan. Hati ku sangat senang akhirnya aku bisa bekerja di kota, impian ku yang selalu ingin bisa melihat keramaian kota dan juga warna warni lampu malam di kota akan terwujud, karena dikampung ku kalo malam sangat gelap, jadi hanya ada kegelapan dan juga lampu pijar saja.
"Mer apa kamu mau pulang bareng aku nanti malam?" tawar Yuni teman kos ku dan juga teman kerja ku di restoran Cina ini.
"Boleh, tapi tunggu dulu ya aku mau mengantarkan makanan ini ke dalam ruangan vip, karena katanya di sana lagi ada bos besar dan juga keluarganya yang sedang makan malam." jawab ku dan langsung mendorong troli yang berisikan makanan itu kesebuah ruangan vip bersama dengan Bayu teman kerjaku.
Greeek
Aku dan bayu masuk kedalam ruangan vip itu yang disana sudah ada pak Muklis manager restoran yang sedang berramah tamah dengan bos dan keluarganya.
"Ah, Mer itu sup ayam dan juga salad buahnya kamu bawah kesini karena itu kesukaan bos Dafid." ucap pak Muklis pada ku, dan aku langsung menatanya tepat di depan orang yang dimaksudkan oleh pak Muklis tanpa melihat orangnya karena aku takut dikata tidak sopan.
"Silakan menikmati tuan, nyonya." ucap pak Muklis dengan sopan dan kami pun keluar dari ruangan vip itu.
Kegiatanku setiap hari adalah berangkat ke restoran untuk bekerja dan pulang ke kosan, hidupku berputar di 2 tempat itu saja, dan saat libur aku pulang ke kampung untuk bertemu dengan ayahku, jaraknya hanya 2 jam perjalanan dengan naik bis.
Suatu hari tiba tiba saja aku dipanggil kesebuah kantor untuk menghadap pada pimpinan, yang katanya pemilik restoran tempat ku kerja adalah salah satu milik perusahaan besar.
Dengan hati berdebar aku melangkahkan kaki menuju ke kantor yang disebutkan oleh pak Muklis padaku. "Wao ini adalah kantor yang sangat besar." gumamku saat aku sampai didepan kantor itu setelah turun dari ojek.
Karena aku tak bisa menggunakan lif jadi aku memilih naik lewat tangga darurat untuk sampai di lantai 7, capek banget memang karena harus naik dengan setapak.
Setelah sampai di lantai 7 aku bertemu dengan seorang pria namun dia bukan bos, karena bos sedang ada rapat mendadak dan tak bisa ditunda dan pria itu bernama Yusron asisten bos.
Aku pun terpaksa pulang lagi dan menuruni anak tangga lagi sampai lantai dasar, nafasku sudah tersengal sengal dan hampir putus, langkah kakiku gontai karena capek.
1 Minggu berlalu dan tak ada kabar lagi dari bos itu kenapa memanggilku waktu itu. Dan malam itu aku pulang kerja dengan berjalan kaki karena mau mampir ke mini market dulu untuk beli keperluan wanita, namun tiba tiba ada motor yang oleng dan melaju dengan cepat hingga menabrak aku karena aku belum sempat menghindar.
Dengan cepat aku memintak pada orang orang yang datang berkerumun untuk mengantarkan ke rumah sakit karena orang yang bermotor itu berlumuran darah akibat menabrak pohon.
Setelah berjalan tak begitu jauh aku baru merasakan kalu kakiku sakit dan berdarah, ku pikir tadi darah dari pemotor tadi. Aku duduk di bangku taman rumah sakit merasakan rasa sakit ku agar sedikit hilang.
1 Minggu kemudian saat aku mau pulang kerja pak Muklis bilang kalo aku disuruh menunggu dulu di ruangannya karena bos mau ketemu sama aku. Sekitar 15 menit aku menunggu masuklah seseorang dengan perawakan tinggi tegap dan baju yang rapi serta kaca mata hitam, menampilkan wajah yang sangat rupawan dan juga tatapan mata yang tajam.
Deg
Secara kebetulan waktu itu aku menyelamatkan seseorang dan ternyata dia adalah bos ku, hari ini aku berada dalam situasi yang harus berhadapan dengan dia dan sepertinya dia mengenaliku, bagaimana ini jadinya? Aku langsung berdiri dan menunduk karena takut.
Tiba tiba saja dia berterima kasih karena telah 2 kali menyelamatkannya, yang pertama adalah dirinya sendiri dan yang kedua adalah adiknya, yaitu pria bermotor yang menabrak ku 2 Minggu lalu.
Bos mengatakan dia menyukai ku dari pertama kali melihat ku dan hari ini dia ingin melamar ku untuk menjadikan aku sebagai pendamping hidupnya dan nyonya pimpinan.
"Orang yang ku selamatkan rupanya bos ku."
Hatiku tak karuan karena aku yang tak berpendidikan ini dicintai dan juga dilamar oleh seorang bos besar yang memiliki kantor yang sangat megah dan besar di kota besar ini.