Aq baru saja pulang bekerja dari pabrik. shif malam ku ambil separuh waktu sampai jam
11 malam. biasa sampai jam 6 pagi.karna aq ngak enak badan jadi bekerja setengah hari jam kerja .
ku lajukan motor untuk pulang kerumah, jalan begitu lengang mudahan ngak ada apa apa di
jalan. ku lafadkan baca" bismillah" dalam hati
agar bisa sampai dengan selamat.
" akh .......tolong......tolong.......tolong........
" teriak seseorang sambil berlari kearah motor yang ku jalan kan.
Deg...........
" mas .....mas.......mas..... tolong " katanya.
aq pun heran kenapa, pria itu berlar kearah ku.
" mas .....mas.....mas...... tolong katanya menghentikan motorku.
aq mun mendadak menghentikan motorku.
dan pria itu pun langsung naik dibelakang ku.
" nas .cepat jalan mas" katanya dengan nafas tak
beraturan.
" hei.... kejar .....itu dia.......
aq pun menoleh ada beberapa preman mengejar
dibelakangku. tampa pikir panjang aq langsung tancap gas daat itu juga.
" cepatan mas" kata pria di belakangku tegang.
" iya pa " jawabku tampa menoleh.
Ketika k preman preman itu ketinggalan agak jauh
aq pun bertanya bapa mau kemana pada pria itu.
" bapa mau diantar kemana " tanyaku ketika
sudah kurasa aman.
" jalan kenanga mas" katanya dengan suara serak.
" akhirnya kuantar pria itu kejalan kenanga yang tak jauh dari rumah tinggalku.
" brummmmm.........
" sini ya pa " tanyxku pas depan jalan kenanga.
" iya mas " jawabnya pria itu dan turun dari motorku.
aq pun membuka helm ku dan menatap pria yang
kira kira berumur 30 itu.hal sama pun terjadi pria
itu pun menatapku penuh selidik.
" maaf saya pikir tadi mas mas ?" katanya.ketika tahu aq seorang wanita.
aq memang memakai jaket kulit yang membuat orang kadang salah paham karna rambutku yang pendek terlihat sebagai wanita tomboy.
" ngak apa apa pa" jawab ku.
" oh ya berapa yang kubayar " kata pria itu.
" ngak usah pa , gratis itung itung nolong bapa"
jawabku.
" waduh ....trimakasih mb, eh namanya siapa " kata pria itu padaku.
" nama saya aya pa, kok bapa bisa dikejar preman " tanyaku heran.
" tadi saya mampir saudara eh malah pas pulang
dipalak preman yang iingin dompet saya saya melawan tapi rupanga mereka manggil teman tamanya" kata pria itu.
" kenalku nama ku bram " katanya mengulurkan tangannya kepadaku.
" aya " jawabku menerima jabatan tangannya.
" ya sudah pa ,saya pulang dulu " kataku yang menghidupi motor.
" trimakasih aya, jangan panggil pa panggil saja mas" katanya seraya tersenyum.
" ya mas ,slamat malam " kataku sambil kembali melajukan motor fan pulang kerumah.
sesampai dirumah aq langsung istirahat dan langsung zertidur sampai pagi.
.....................
Seminggu kemudian aq tak sengaja aq melihat pria itu di dalam pabrik. walau belum yakin mataku
tidak salah iya orang itu yang ku tolong waktu malam malam itu bathinku.
namun ketika aq menyusun bahan yang sudah dicek ulang pria itu mendekatiku.
" aya ya " katanya ketika sudah dekat dengannku.
Aq ku menoleh melihat padanya.
" lho kok mas bram ada disini , mas bram kan " kata ku memastikan.
" iya , kamu aya kan" tanyanya penuh selidik padaku.
" iya mas, saya bekerja disini " kata ku.
" oh jadi kamu karyawan disini" katanya sambil mangut mangut.
" iya mas bram ngapain disini" selidik ku heran.
" oh bukan apa apa, cuma lihat lihat" jawabnya santai.
" hah.......kok bisa, mas disini orang di larang masuk kexuali karyawan pabrik tampa izin
pemilik pabrik " kataku lagi.
" iya tahu " jawabnya datar.
" oh ya maaf mas, saya lanjut kerja" kataku melanjutkan mengecek bahan karna takut diawasi bos.
aq pun meninggalkan mas bram sendiri, dia hanya diam memperhatikan ku bekerja tampa terusik.
karna ngak mungkin aq ngobrol di pabrik pas jam kerja , bisa bisa di pecat bathin. apalagi cari kerja susah.
Selesai mengecek semua bahan aq kembali kumpul bersama karyawan lain di depat loker kerja
untuk minum sejenak.karna sebagai quality kontrol
tetap harus slalu staybay ketika bahan datang. sesekali boleh minum dan nyemil kalo lelah.
tak sengaja mata ku melihat mas bram lagi sedang berbicara dengan pengawas dan kepala bagian.
" kok bisa sih bathin ku"
" kenapa ya, kok begong " kata jihan temanku
"ngak apa apa " jawabku duduk sambil makan sepotong kue"
" wow keren......tuh pria yang samping mas adi" kata jihan.
mataku pun mengarah kemana jihan melihat.
yaitu pada mas adi pengawas ku, kabag pa roni dan mas bram.
" naksir nih " kataku pada jihan.
" yah lumayan masih muda tuh" kata jihan yang memang hobby ganta ganti pacar.
" eh jangan mimpi" kata dimas teman kami yang juga sedang membuka loker untuk ambil bekal.
" emang ngapa mas" tanya jihan.
" ini bos kita, anak yang punya pabrik ini yang digantikan anaknya sekarang yaitu orangnya" jelas dimas.
" ah masa sih dim, eh malah kebetulan bisa jadi gebetan" kata jihan.
" dasar mata bonsang lho ji ngak bisa lihat cowok
bening" kata dimas.
Aq yang mendengar hanya diam saja , karna aq memang karyawan baru masuk sekitar 2 bulan ini.
" tapi lumayan keren kok dim" kata jihan lagi.
" eh ji mana mau dia sama kamu, yang brengsek
gitu gonta ganti pacar nyari yang tajir" kata dimas
cemberut.
" lah apa urusan lho dim, suka suka aq lah mumpung laku masih bisa milih miilih " jawab jihan
sewot kepada dimas.
"hadeh. .... dasar cewe matre kamu ji, mudahan ditolak sama pa bram " kata dimas berlalu pergi.
" ck.....sakit hati cintanya ku tolak trus sewot" kata jihan percaya diri.
Aya yang mendengarnya tak bicara apapun, karna bukan wilayahnya untuk ikut campur.
..........................
Ketika waktu pulang aya yang hari ini takembawa mobil berjalan dari luar pabrik mencari angkutan umum.
" ya duluan ya" kata dimas yang membonceng ismail teman sepabrik juga.
" ya hati hati " kataku setengah berteriak.
namun tiba tiba tak lama ada sebuah mobil mendekati tempatku berdiri.
tin......tin.....tin.......
aq menoleh mobil siapa, dan ketika kaca jendela
terbuka......
" naik ya, mas bram antar pulang " katanya dari dalam mobil
" makasih mas, tunggu angkut aja takut merepotkan " kata ku sopan.
" naik sekarang atau mas yang turun maksa" katanya.
" ih kok maksa" jawabku.bingung.
Mas bram tersenyum dan membuka pintu dari dalam mobil
" ayo masuk angkut nya sepi keburu magrib" katanya tersenyum
Terpaksa aq pun masuk kedalam mobil perhubung angkut lama, hitung hitung gratis bathinku.
" alamatnya dimana " kata mas bram setelah aq duduk disamping nya.
" jalan mawar mas " jawabku.
" oh berarti yang dekat jalan kenanga itu ya" kata mas bram seraya melirikku.
" iya mas " jawab ku. tampa menoleh.
" berarti delkat rumah saya" kata mas bram membertahuku.
" memang rumah mas ram dijalan kenanga" tanyaku.
" iya, kapan kapan main ke rumah mas ya " katanya
tersenyum mengoda.
" astaga godaan apa ini ya tuhan" bathinku.
"oh iya kapan kapan ya mas." kataku sopan dan tersenyum.
Tak lama mobil pun berhenti di jalan mawar.
" mas depan sini aja ya" pintaku.
" ngak sampai masuk gang " katanya menawarkan.
" makasih mas, itu rumah aya sudah dekat" kataku seraya menunjuk rumah ber cat hijau.
" makasih banyak ya mas" kataku sopan seraya membuka pintu mobil dan turun.
" ya sama sama" jawab mas bram tersenyum.
........................
Sejak saai itu hubunganku dengan mas bram mulai dekat,atas pertolongan malam itu. tapi aq juga tak berharap banyak, karna hati ku belum siap
untuk dekat dengan seorang pria lagi butuh waktu
untuk kembali merajut asa.
Mas bram pun juga mengerti karna aq baru pindah dan baru menjadi karyawan pabrik dia pun menjaga jarak antara kami agar tak ada gosiip atau omongan yang ngak jelas entah hubungan ini sebagai teman atau lebih biar waktu yang akan menjawabnya kami hanya tetap menjaga silahturahmi antar karyawan dan bos. danpertolonganku malam dengan niat iklas.
karna allah di bulan ramadhan.
Tamat .......