perkenalkan nama ku Sida aku anak berokenhome.
pas usiyaku 10 tahun orang tuwaku berpisah dikarenakan masalah ekonomi keluwarga kami
sejak itu ibu bapa ku pergi entah kemana dan aku tingal bersama Nene dan kake ku.
pada suwatu hari kake jatuh sakit dikarenakan penyakit nya diya mengidap darah tinggi sejak itu kake ku tidak bisa bekerja lagi dan Nene ku lah yang bekerja aku yang masih berusia 18 tahun baru lulus dari sekolah .
aku memutuskan langsung mencari pekerjaan karena aku tak tega melihat Nene ku yang tuwa bekerja sendirian sejak hari itu aku Keliling sekitaran kota untuk melamar pekerjaan namun tak satupun lamaran kerjaku di terima di karena kan ijasah ku yang Hanyar lulusan SMK.
namu aku tak putus asa aku berjalan di sekitaran gang-gang rumah aku melihat selembaran poster lowongan kerja untuk menjadi estisten rumah tangga disela aku membaca selembaran poster hp ku berderi ternyata paman ku menelpon mengabarkan bahwa kake ku masuk rumah sakit.
dengan hati cemas bercampur perasaan sedih aku bergegas menuju rumah sakit setelah sampa di rumah sakit ku melihat kake ku yang sedang dirawat di dalam ruwangan UGD .
selang beberapa lama aku menunggu akhir nya dokternya nya menyampaikan bahwa kake ku harus segera dilakukan penanganan operasi saluran darah yang tersumbat apa bila tidak segera dilakukan operasi ditakutkan akan terjadi pecah nya pembuluh darah yang dapat berakibat patal. aku pun seyok mendengar nya aku binggun dengan cara apa agar aku bisa mendapat kan uwang banyak untuk pengobatan kakek aku pun teringat.
dengan selembar poster lamaran kerja yang tadi ku baca tanpa berpikir lama aku langsung pergi ke
alamat yang tertera di poster tadi
setelah sampai di alamat itu aku melihat bangunan mewah yang bernuansa Eropa yang terletak di pinggiran kota yang terlihat tenang dan nyaman
selang beberapa lama ada sapam memanggil ku aku pun segera menghampirin nya sapam itu bertanya kamu mau ngapain disini?
aku menjawap saya disini berniat untuk melamar pekerjaan sebagai estisten rumah tangga'
sapam itu menjawap oh silah kan masuk saya akan mengantar anda ke atas untuk menemui tuwan.
akupun mengikuti sapam itu masuk menuju rumah besar itu aku sangat kagum berasa berada dalam istana yang megah tak terasa aku sudah berada di dalam rumah yang dimana berlantaikan marmer ber hiyaskan barang-barang mewah dan tentu saja mahal.
disela kekaguman ku ada Suwara Periya memanggil ku ternyata itu adalah pemilik rumah tersebut aku pun langsung berjalan menuju Periya itu
Periya itu terlihat tampan dan berwibawa aku pun memberanikan diri untuk mendekatinta nya dan memberitahukan niyat kedatangan ku ke sini
aku pun berkata tuwan maksud kedatangan saya kesini untuk melamar pekerjaan di rumah ini apa kah boleh
diya pun menjawap berapa umur mu wanita Mun dan siyapa nama mu?
aku pun sepontan menjawap nama saya Sida saya masih berusia 18 tahun tuwan.
diya pun menjawa baik lah aku akan memperkerjakan mu disini untuk menjadi pelayan peribadiku dikarena kan usiya mu yang sangat muda aku merasa kau tidak cocok bekerja di dapur
aku pun sepontan berpikir aneh apakah itu pelyana peribadi dengan canggung aku bertan nya tuwan apa yang di lakukan pelayan peribadi
diya menjawap dengan wajah yang sangat dingin mengatakan bahwa kau akan melayani hawa napsu ku dengan terwa kecil diya dengan santai nya mengatakan itu
aku pun sepontan menjawap tuwan aku memang sangat membutuhkan uwang tetapi bagai mana pun aku tidak akan menjual diriku untuk memperoleh uwang aku pamit pergi
diya pun menjawap aku juga tidak memaksa mu untuk bekerja di sini
di sela aku berjana menuju keluwar rumah itu Telpon ku berbunyi ternyata itu dari rumah sakit yang mengabar kan keadaan kake ku yang semaki.
parah dan harus segera dilakukan tindakan operasi hari ini juga aku pun seyok aku binggung harus kah aku menerima tawaran ituh dengan hati kecewa dan air mata mengalir di pipi
aku kembali memasuki rumah itu di ruwang tamu masih terlihat Periya itu duduk di sopa ruwang tamu menatap ku yang kembali ke dalam
diya pun berkata apa kau berubah pikiran ingin melayani ku dengan senyum tipis di mukanya diya mengatakan hal itu
aku pun menjawap dengan air mata yang mengalir tanpa henti aku pun berkata aku akan bersediyan melayani mu tapi boleh kan aku menerima gajiku di awal soalnya aku sangat memrluka uwang itu untuk berobat kakekku
Periya itu menjawap baik lah akan ku berikan berapa pun yang kau minta
aku pun menjawap baik tuwan ayok ikut saya ke rumah saki untuk bayar uwang operasi kake saya
Periya itu menjawap baik lah ayok segera kita ke rumah sakit ayok ikut aku ke depan
aku pun mengikutinya menuju rumah sakit setelah sampai aku buru-buru ke ruwangan administrasi untuk membayar biaya operasi setelah aku mebayar operasi terhadap kake ku pun di lakukan
aku dengan hati cemas menunggu di depan ruwangan operasi dengan Periya tersebut selang beberapa lama akhir nya operasi selesai aku pun merasa senang dan merasa kecewa karena aku senang kakekku telah sembuh tapi aku harus merelakan hargadiri ku di renggut seorang Periya yang tidak ku kenal .
setelah itu aku memasuki ruwangan kake ku Kaka ku pun dengan wajah gembira dan senang melihat ku aku pun memeluk kake ku dan Nene ku di sela itu Nene ku bertanya pada ku dari mana kamu mendapat kan uwang sebanyak ini untuk operasi kake mu kamu kan baru lulus sekolah tidak mungkin memiliki uwang sebanyak ini
aku pun menjawap dengan gugup pertanyaan nenek ku tapi Periya itu masuk dan mengatakan
bahwa diya yang mebayar dan diya mengatakan bahwa diya adalah calon suwami ku .
aku pun terkejut mendengar nya anmu Nene ku gembira mendengar nya diya bertanya ke Periya itu kapan kaliyan akan menikah Periya itu menjawap dengan sepontan malam ini juga kami akan menikah
aku pun terkejut neneku pun berkata semoga Kaliyan bahagiya yah bersama dan semoga segera di beri momongan aku pun menjawap dengan gugup iya nene.
setelah itu aku keluwar dari ruwangan itu dengan Periya itu Periya itu menarik tangan ku dan membawa ku pergi aku pun memberontak namun diya mengatakan ingat kesepakatan kita di awal aku pun langsung merasa sakit hati dengan terpaksa aku mengikuti Periya itu
tanpa di duga Periya itu membawa ku ke KAUA
aku pun bertanya ke pada ngapain kita kesini?
diya pun menjawap yah aku ingin menikahimu kau kira aku mau berjina ayok segera masuk
aku pun mengikuti kedalam kantor dan di dalam kami melakukan pernikahan secara sah dan disitu baru aku mengetahui nama periya itu dan umur Periya itu naman nya ternyata Mahar Dika dan berusi 32 tahun seorang siio perusahan ternama
aku bingung dengan perasaba ku entak aku merasa senang memiliki suwami yang tampan dan kaya raya dan sedih menikahi seorang Periya yang tidak ku kenal dan tidak ku cintai
dan malam itu setelah kami menikah aku dan diya pergi kembali ke rumah besar itu dan Periya itu berkata sekarang kau isteri ku jadi kau berhak memuaskan dan membuwat suwamimu bahagi
aku dengan gugup menjawap baik tuwan
diya pun membawa ku menuju sebuah kamar besar mewah dan indah diya berkata ini kamar ku dan sekarang ini juga kamar mu.
aku pun menjawap baik tuwan boleh kah saya ingin mandi dan membersihkan di saya sangat lelah sehariyan ini diya pun menjawap
baik lah segera mandi dan habis itu layani suwami mu ini dengan senyum tipis diya berkata demi kiyan
aku pun mendengarnya merasa malam ini aku akan di makan hewan buwas yang akan mencabik cabik ku
selang beberapa lama aku keluwar dari kamar mandi aku melihat ke tempat tidur tidak ada seorang pun di sana aku berpikir oh mungkin ini cuma omong kosong nya sama aku pun karna telah lelah sehariyan aku segera berbaring di kasur itu dan terlelap tidur beberapa saat aku terbangun karena mendengan suwara bisikan ternya itu Periya tersebut diya membangun kanku dan berkata beraninya kau kelinci kecil tidur dan tidak melayani tuwan mu aku pun terkejut mendengar itu setelah diya tau aku bangun diya pun seketika langsung berada di atas tubuh ku aku melihat diya tanpa mengunakan baju hanya mengunakan celanan pendek dengan tubuh yang sempur
disela itu diya berkata sekarang kau sudah bangun layani lah suwamimu ini
aku pun menjawap maap tuwan aku tidak bisa dan tidak paham maksud tuwan
diya pun menjawap oh aku lupa kamu kan baru pertama baik lah aku yang akan mengajari mu cara memuaskan suwami mu ini
dengan tangan nya diya dengan perlahan menanggalkan pakaian ku
aku pun memberontak jangan tuwan aku masih belom siyapa untuk ini
diya pun berkata hekau lupa dengan janji kita diawal bagaiman punkau memberontak kau tatap harus melayani ku dengan air mata di pipi ku aku merasa malam itu aku di perkosa walau pun itu suwami ku sendiri malama pun berlalu pagi hari pun menyambut aku terbangun dengan tubuh yang sangat teramat sakit dan aku terbangun didalam pelukan periya tu aku pun bergerak anmun Periya itu semakin erat memeluk ku
diya berkata he kau mau kemana Diyan lah tidur dulu ini baru jam 4 subuh kau mau kemana apa kau tidak lelah saat malam tadi melayani ku apa kau mau lagi dengan mata terpejam dan mulut tersenyum tipis mengatakan itu
aku pun sepontan menjawap tidak tuwan aku hanya ingin mandi duluwan agar pagi nanti aku langsung bisa menyiapkan msarapan
diya pun menjawap baik lah aku pun pergi dari kasur menuju kamar mandi dan aku melihat bekas darah di kasur dan merasakan badan ku berasa patah²