Nadia seorang wanita yang cantik dan cerdas tapi, ia bingung akan kebenaran tuhannya, seorang yang bimbang akan jatih dirinya dan sang pencipta didunia. Anisa sahabat nadia yang merupakan seorang wanita muslimah yang baik dan santun kepada siapa pun meskipun dia bukan muslim termasuk nadia seorang nasrani. Farhan kakak anisa yang merupakan seorang da’I muda dia lulusan al-askar kairo mesir.
kisah ini bermula ketika nadia beranjak dewasa memasuki universitas terkenal di Indonesia untuk menempuh jenjang S-2 yakni universitas gajah mada, dia se-jurusan dengan anisa yaitu jurusan sastra Indonesia. Ketika mereka diberi tugas, anisa dan nadia menjadi satu kelompok, setelah mengetahui bahwa nadia satu kelompok dengan nisa. Nadia pun berkata bahwa dia akan kerumah nadia sebentar malam sekaligus bermalam dirumah anisa. Sesampainya dirumah anisa, waktu sudah hampir menunjukkan waktu salat maghrib sedangkan anisa mempersiapkan menu buka puasa yang terdiri dari 7 biji kurma dan segelas air serta menyiapkan makanan untuk nadia makan.
Nadia: “apa yang kamu buat nisa?”
Anisa: “ohh aku lagi siap-siap untuk buka puasa, ohh ya ini ada kue silahkan kamu makan”.
Nadia: “kalau gitu aku tunggu sampai kamu buka puasa ajadehh”.
Anisa: “ohh iyaa udah adzan maghrib mari kita makan soalnya aku juga mau buka puasa”.
Nadia: “okk, nis aku boleh Tanya nggak sesuatu?”
Anisa: “boleh aja kok tapi sesudah aku sholat maghrib yaa”.
Setelah anisa sholat maghrib nadia dengan semangatnya ingin mengetahui tentang islam itu seperti apa. Karena nadia seumur hidupnya belum pernah berdo’a kepada tuhannya, bahkan dia pun belum pernah sedikit pun menyentuh daging babi maupun daging anjing, sama seperti keluarganya ayah dan ibunya karena mereka tinggal dipenduduk yang mayoritasnya islam. selain itu keluarga nadia juga tidak pernah berdo’a karena kepercayaan umat nasrani tidak diterima do’a mereka kecuali digereja yang mereka sudah ditempati sebelumnya sedangkan kalau mereka berdo’a ditempat lain maka do’a mereka tidak akan dikabulkan, namun sejak SD nadia dan keluarganya sudah pindah ke Yogyakarta dan rumahnya pun tidak terlalu jauh dengan rumah anisa.
Nadia: “apa yang tadi kamu lakukan”
Anisa: “oohh aku sholat”
Nadia: “aku tanya dong tadikan kamu puasa, sebenarnya puasa itu apa siihh?”
Anisa: “puasa itu adalah menahan diri dari segala sesuatu seperti makan ataupun minum serta nafsu dan perkara-perkara yang tidak bermanfaat mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari”.
Nadia: “ohh caranya cuman menahan haus, lapar, nafsu dan meninggalkan perkara yang tidak baik mulai terbit fajar dan terbenam matahari”.
Anisa: “hhmm iyya itu puasa tapi caranya bukan itu cara atau rukunnya itu dimulai dari niat tidak sah suatu perbuatan kalau tidak ada niatnya karna “sesungguhnya amal itu tergantung niat”. Niatnya itu boleh dalam hati boleh juga diucapkan boleh niatnya satu kali untuk sebulan ramadhan boleh juga niatnya sebelum waktu terbit fajar nanti. Setelah kita nanti barulah kita menahan haus, lapar, nafsu dan lain-lain yang membuat batalnya suatu puasa mulai dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari”.
Nadia: “adakah syaratnya kita itu berpuasa?”
Anisa: “tentu ada syaratnya yaitu syarat sah dan syarat wajib.
Syarat sahnya puasa yaitu: (pertama) islam, jadi tidak sah ibadah puasa seseorang kalau dia belum islam. (kedua) mumayiz , mumayiz itu dapat membedakan antara benar dan salah jadi kalau ada seseorang yang belum bisa membedakan antara benar dan salah puasanya itu tidak sah. (Ketiga) suci dari haid dan nifas jadi kalau kita haid atau nifas itu tidak boleh berpuasa namun khusus puasa yang wajib seperti ramadhan kita harus mengganti jumlah puasa yang kita tinggalkan dihari lain setelah hari raya idul fitri. (keempat) waktu yang diperbolehkan kita untuk berpuasa seperti bulan ramadhan, hari senin dan kamis, puasa 3 hari pada pertengahan bulan qomariyah yaitu tanggal 13, 14, 15 pada tiap bulan qomariyah dan lain-lain ada juga hari-hari dilarang kita untuk berpuasa seperti hari raya idul fitri, hari raya idul adha, 3 hari setelah hari raya idul adha (hari tasyrik).
Syarat wajibnya puasa yaitu: (pertama) berakal jadi kalau orang tidak berakal atau orang gila itu tidak diwajibkan untuk berpuasa, (kedua) baliq, baliq itu ketika anak berumur sekitar 12 tahun atau munculnya perkembangan sekunder seperti untuk perempuan itu haid sedangkan untuk prianya itu mimpi basah, sedangkan anak-anak yang belum baliq itu tidak diwajibkan untuk berpuasa. (ketiga) kuat atau mampu menahan diri untuk berpuasa sedangkan orang yang tidak mampu untuk berpuasa tidak diwajibkan namun untuk puasa wajib seperti puasa ramadhan itu hendak membayar fidyah yaitu member makan seorang miskin”.
Nadia: “oohh seperti itu yaa nisa ohh iya kita lanjutkan tugas aja yyaa nanti lagi kita bicarakan”.
Anisa: “oohh iyyaa”
Setelah tugasnya selesai tepat jam 10 malam nadia pun tidur duluan untuk beristirahat karena kecapean dari mengerjakan tugas kelompok yang diberikan oleh dosen. Berbeda dengan nisa sebelum tidur anisa berwudhu dulu lalu membaca surah al-mulk lalu menutupnya dengan surah al-ikhlas, al-falaq, dan an-nas sebanyak masing-masing 3 kali. Suaranya yang merdu membacakan lantunan ayat suci al-qur’an membuat nadia terbangun, hati nadia seolah-olah tersentuh oleh ayat-ayat yang dibajakan oleh anisa. Setelah mengaji anisa langsung tidur begitupun nadia yang melanjutkan tidurnya setelah mendengarkan anisa mengaji.
Tepat jam 3 pagi anisa terbangun untuk menyiapkan menu saat sahur karena dia ingin berpuasa ayyaumul bidh (pertengahan qomariyah) sebelum sahur anisa mendirikan salat tahajjud dulu sebanyak 4 rakaat baru lalu membangunkan nadia makan sahur bersama meskipun nadia tidak berpuasa.
Selama 5 hari dirumah anisa, nadia selalu memperhatikan ibadah-ibadah yang sering dilakukan oleh anisa, meskipun nadia tidak mengerti hikmah dari ibadah yang dilakukan oleh anisa tapi yang nadia sadar bahwa dimanapun umat islam berdo’a pasti do’anya akan dikabulkan oleh tuhan mereka. Yang membuat nadia berpikir ‘apakah tuhan islam adalah tuhan yang sebenarnya?’. Untuk menghilangkan rasa penasarannya dia pun bertanya pada anisa tentang sholat yang ia lakukan dalam 5 kali sehari semalam.
Nadia: “apakah kamu sembahyang tiap hari”.
Anisa: “iya aku selalu sholat tiap hari, kebanyakan orang berpikir kalau sholat adalah hanya kewajiban dari seorang yang sudah menerima tanggungan islam saja atau bahkan hanya mengikuti perintah sang pencipta tapi kalau aku memandang bahwa sholat itu adalah interaksi yang aku lakukan pada tuhanku untuk meminta kemudahan dari penyelesaian masalahku karna aku tahu masalah akan selalu muncul selain itu juga aku memandang sholatku sebagai kebutuhan aku tidak bisa hidup tanpa sholat ibarat manusia yang selalu membutuhkan oksigen tiap harinya, kadang-kadang aku juga memandang sholat adalah tiang agama kalau aku tidak sholat berarti agamaku akan mudah dirobohkan, dan pastinya aku sholat itu untuk mendapatkan keberkahan atau keridhaan dari Allah yang maha pencipta”.
Nadia: “bagaimana cara kamu sholat?”
Anisa: “ohh caranya mudah kok. Seperti yang kamu lihat tadi dimulai dari niat, tidak sah sholatnya seseorang kalau dia tidak niat, niat itu bisa didalam hati ataupun bersuara, niat juga boleh sebelum berangkat kemasjid bagi laki-laki dan perempuan yang mau sholatnya dimasjid, dan boleh juga niatnya ketika hendak mulai sholat. Setelah niat kalau mampu untuk berdiri, maka berdirilah tapi kalau tidak mampu berdiri, maka duduklah kalau tidak mampu lagi, maka baringlah kalau tidak mampu lagi, maka sholat dengan isyarat mata, kalau masih tak mampu maka sholatlah dalam hati. Setelah itu takbiratul ikhram yaitu mengangkat kedua tangan boleh sejajar dengan daun telinga bisa juga sampai sejajar dengan dada disunahkan ketika berdiri atau duduk sambil melihat kearah sujud, setelah kita takbir boleh kita membaca do’a iftitah tapi hukum membaca do’a iftitah adalah sunnah. Lalu membaca surah al-fatihah tidak diterima sholat seseorang kalau tidak membaca surah al-fatihah untuk sholat secara berjamaah seorang imam mengeraskan suara bacaannya pada dua rakaat pertama untuk sholat wajib seperti subuh, sedangkan satu rakaat setelahnya dikecilkan suaranya untuk sholat maghrib, dan dua rakaat setelahnya dikecilkan suaranya untuk sholat isya untuk makmum (pengikut imam) disunnahkan mengucapkan amin keras bagi pria untuk wanita cukup didengar oleh telinga mereka sendiri, dan mengecilkan suaranya pada semua rakaat pada sholat dzuhur, kalau sholat sendiri untuk wanita dikecilkan suara bacaan al-fatihah baik untuk sholat yang dibesarkan suara bacaannya maupun sholat yang dikecilkan suaranya dan untuk pria wajib sholat berjamaah, ada juga beberapa sholat sunnah yang dibesarkan bacaan surahnya seperti sholat idul fitri dan adha, sholat tarwih (dalam bulan ramdhan), dan sholat witir, sholat tahajjud (boleh juga suaranya dikecilkan), dan ada juga sholat sunnah yang dikecilkan bacaan surahnya seperti sholat dhuha, sholat rawatib yang mengirigi sholat wajib. setelah itu disunnahkan membaca surah atau ayat dalam al-qur’an selain surah al-fatihah, pada 2 rakaat pertama pada tiap sholat fardhu maupun sunnah, kalaupun masih ada rakaat yang hendak sikerjakan seperti sholat maghrib, isya, dzuhur, dan ashar maka cukup membaca surah al-fatihah saja. Setelah itu rukuk bagi seorang yang sholat berdiri sekurang-kurangnya adalah menunduk kitra-kira dua telapak tangan sampai kelutut, sedangkan yang baiknya adalah menunduk sampai lurus tulanh punggung dan leher serta meletakkan kedua telapak tangan sampai kelutut, bagi yang sholatnya duduk ialah sekurang-kurangnya sampai mukanya sejajar dengan lutut tapi alangkah baiknya sampai sejajar dengan tempat sujud. Disunnahkan ketika hendak rukuk untuk mengangkat kedua tangan seperti takbiratul ikhram dan membada tasbih “subhana robbial adzimi wa bihamdi” sebanyak 3 kali. Setelah itu I’tidal yaitu bangkit kembali setelah rukuk, disunnahkan ketika I’tidal untuk mengangkat kedua tangan dan membaca do’a “robbana wa lakal hamdu”. Setelah itu sujud dua kali sekurang-kurangnya adalah meletakkan dahi ketempat sujud namun para ulama mengatakan bahwa sujud dilakukan dengan dahi, kedua telapak tangan, kedua lutut dan ujung jari kedua kaki, sujud itu hendak dengan posisi menungkit (pinggul lebih tinggi dari pada kepala) dan membaca tasbih “subhana robbial a’la wa bihamdi” sebanyak 3 kali. Setelah itu duduk diantara dua sujud dengan posisi membantangkan punggung kaki kiri dilantai sedangkan kaki kanan ditegakkan dan jari kaki kanan menghadap ke kiblat dan dan disunnahkan membaca do’a “robbigfirlii warhamni wajburni warfa’nii warzuqni wahdini wa’aafini wa’afuanni”. Dan disunnahkan juga untuk duduk istirahar (sebentar) setelah sujud kedua kemudian berdiri untuk mengambil rakaat selanjutnya sama seperti sebelumnya membaca surah al-fatihah, membaca surah selain al-fatihah disunnahkan surah atau ayat yang lebih pendek dari surah atau ayat pada rakaat pertama dan disunnahkan juga surah atau ayat yang diambil sesuai dengan urutan yang terdapat pada susunan al-qur’an, rukuk, I’tidal, pada rakaat kedua setelah I’tidal khusus sholat shubuh dan sholat sunnah witir pada tanggal ke 16 sampai terakhir ramadhan disunnahkan bahkan hukumnya sunnah muakkadah yaitu qunut adapun do’a qunut yaitu “Allahummah dinii fii man hadait wa’aafinii fii man’aafait wa tawallanii fii man tawallait wa barik lii fimaa athoiit wa qini syarroma qadthoit fa innaka taqdhthii walaa yuqthdaa alaik. Wa innahu laa yadzillu man walait walaa ya’izzu man ‘aadait tabaa rakta rabbanaa wata’alait falakal hamdu ‘alaa maa qadhait astaghfiruka wa atuubuu ilaik wa shollallah ‘alaa sayyidina muhammadinnabiyil ummiyyi wa’alaa aalihi wa shohbihi wa sallam” sujud, duduk diantara dua sujud, lalu sujud kedua. Kemudian duduk akhir untuk sholat yang hanya terdiri dari dua rakaat seperti subuh dan sholat sunnah lainnya. Sedangkan untuk sholat yang melebihi dari dua rakaat di sunnahkan bahkan hukumnya sunnah muakkadah yaitu sunnah yang sangat dianjurkan oleh rasulullah duduk iftirosy cara duduknya sama dengan duduk diantara dua sujud hanya yang membedakan adalah jari telunjuk kanan diangkat menunjuk ketempat sujud sedangkan duduk diantara dua sujud jari telunjuk kanan tidak diangkat untuk menunjuk ketempat sujud.adapun bacaan duduk iftirosy adalah “at’tahiyyatul mubarakatush sholawatuth thoyyibatulillah assalamu’alaika ayyuhannabiyu wa rahmatullahi wa barakaatuh assalamu’alaina wa’ala ibadillahisholihin asyhadu Allah ilaaha illallah wa asyhadu anna muhammadar rasulullah Allahumma sholli’ala Muhammad wa’ala ali Muhammad” Setelah duduk iftirosy berdiri lagi untuk mengambil rakaat yang tersisa dan melakukan lagi gerakan yang sama seperti sebelumnya hanya saja tidak lagi membaca surah selain surah al-fatihah lalu setelah sujud kedua diakhiri dengan duduk akhir. Duduk akhir hampir sama dengan duduk iftirosy hanya perbedaannya adalah kaki kiri dikeluarkan sedikit kesebelah kanan dan kaki kanan tetap ditegakkan dan jari-jari kaki kanan menghadap kekiblat adapun bacaan do’a duduk akhir atau yasyhad akhir “at’tahiyyatul mubarakatush sholawatuth thoyyibatulillah assalamu’alaika ayyuhannabiyu wa rahmatullahi wa barakaatuh assalamu’alaina wa’ala ibadillahisholihin asyhadu Allah ilaaha illallah wa asyhadu anna muhammadar rasulullah Allahumma sholli’ala Muhammad wa’ala ali Muhammad kamaa sholaita ala ibrohim wa’ala ali ibrohim wa baarik’ala Muhammad wa’ala ali Muhammad kamaa baarakta ala ibrohim wa’ala ali ibrohim fil’alamiina innaka hamiidum majid”. Setelah selesai membaca do’a tasyhadu akhir memberi salam pertama kepala menghadap kekanan sedangkan pandangan ditundukkan sedikit dan mengucapakan sekurang-kurangnya dengan ucapan “assalamu alaikum” alangkah baiknya mengucapkan “assalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh”. dan disunnahkan salam kedua kepala menghadap kekiri dengan pandangan menunduk kebawah sedikit. Menertibkan rukun maksudnya adalah meletakkan tiap rukun pada tempatnya masing-masing sesuai dengan susunannya”.
Nadia: “ohh seperti itu tapi tadi kamu sholat apa nis?”
Anisa: “ohh aku tadi sholat sunnah dhuha”
Nadia: “emang tiap hari kamu begitu?”
Anisa: “iya tiap hari aku juga baru belajar kok kakakku yang ngajarin aku sholat sunnah biasanya sih aku hanya mau sholat wajib aja tapi kakakku menasehatiku untuk membiasakan juga yang sunnahnya seperti sholat sunnah rawatib 2 rakaat sebelum subuh, 2 rakaat sebelum dan sesudah zuhur, 2 rakaat sesudah salat maghrib dan isya, shalat tahajjud, shalat idul fitri dan idul adha, shalat tahyatul masjid, shalat witir, sholat gerhana matahari dan dulan, sholat dhuha dan sholat tarawih pada bulan suci ramadhan itu semua adalah shalat yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan oleh nabi Muhammad yang disebut dengan sholat sunnah muakkadah, dan ada juga sholat sunnah gairu muakkadah seperti 4 rakaat setelah sholat zuhur, 2 atau 4 rakaat sebelum sholat ashar dan 2 rakaat sebelum sholat maghrib dan isya, dan sholat istisqo atau biasa disebut dengan shalat meminta hujan ini adalah sholat yang tidak terlalu ditekankan untuk dikerjakan tapi nabi pernah mengerjakannya atau disebut sholat sunnah gairu muakkadah”.
Setelah mendengarkan semua penjelasan dari anisa mulai dari pertanyaan yang bersangkutan dengan puasa dan sholat , nadia telah memiliki sebagian nilai islam yang ada pada dirinya dan merasa bahwa dirinya cocok dengan islam awalnya ia ingin masuk islam tapi dia takut diketahui oleh orang tuanya selain itu juga nadia membeli buku-buku yang berkaitan dengan fikih ibadah dan islam, tonggak pertama islam membuatnya takut untuk mengucapkan dua kalimat sahadat dia juga takut berhijab didepan orang tuanya bahkan lainnya yang berhubungan dengan islam.
Ketika mereka pulang dari kampus nadia meminta izin lagi untuk tinggal dirumah anisa untuk belajar tentang islam. selama sebulan penuh iya belajar tentang islam hanya membahas putaran sholat dan puasa saja.
Nadia: “nisa aku ingin sholat seperti kamu”.
Anisa: “tapikan kamu bukan muslim nad”.
Nadia: “emang syaratnya apa kalau mau sholat, kamu telah melarangku puasa sekarang kamu larang aku sholat”.
Anisa: “syarat wajibnya yaitu seseorang yang hendak sholat itu harus islam kalau dia tidak islam tentu tidak ada beban atau hukum yang menjadi kewajiban dia untuk sholat karena yang membedakan kami umat islam dan kaum lainnya adalah sholat kami, kemudian dia itu harus suci dari haid dan nifas bagi wanita jadi kalau ada seorang wanita muslimah yang haid atau nifas maka dia hilang kewajibannya untuk sholat, berakal jadi kalau orang tidak berakal atau orang gila itu tidak diwajibkan untuk sholat, baliq itu ketika anak berumur sekitar 12 tahun atau munculnya perkembangan sekunder seperti untuk perempuan itu haid sedangkan untuk prianya itu mimpi basah, sedangkan anak-anak yang belum baliq itu tidak diwajibkan untuk sholat. Terjaga atau tidak sedang dalam keadaan tidur, dan sadar sedangkan orang yang tertidur dan terlupa akan masuknya waktu sholat tidak diwajibkan untuk sholat kecuali mereka sudah terbangun ataupun mengingat waktu sholat yang mereka telah tinggalkan. Sedangkan syarat sahnya yaitu harus menghadap kekiblat atau ka’bah kalau dia tidak mengetahui arah kiblat cukup niatkan saja dalam hati bahwa dia sedang sholat mengarah kekiblat, lalu menutup aurat untuk pria auratnya itu antara pusat sampai lutut tidak sah seoeang pria shalat kalau tidak menutup auratnya begitupun wanita hanya saja aurat wanita itu seluruh tubuh dari ujung rambut sampai ujung kaki kecuali muka dan telapak tangan, kemudian mengetahui masuk waktu sholat seperti sholat subuh waktunya itu mulai terbit fajar kedua yaitu garis-garis cahaya putih sampai tebitnya matahari, sholat dzuhur mulai dari tergelincirnya matahari dari pertengahan langit sampai matahari menonggat tepat diatas ubun-ubun atau bayangan suatu benda sama dengan panjang benda yang sebenarnya, sholar ashar dimulai ketika matahari menonggak sampai terbenamnya matahari atau bayangan benda lebih panjang daripada bayangan benda yang aslinya, sholat maghrib waktunya terbenamnya matahari sampai terbenamnya syafaq atau cahaya garis-garis merah dilangit, sholat isya mulai dari terbenamnya fajar sampai terbit fajar kedua”.
Nadia: “kalau gitu nisa tepat hari jumat nanti temani aku kemasjid aku akan masuk islam dan berusaha untuk melewati semua tantangan yang akan aku hadapi termaksud tantangan dari orang tuaku”.
Anisa: “kamu yakin nad”.
Nadia: “dengan nama tuhanmu yang aku yakini aku hanya berserah diri atas kepadanya, islam itu dibangun oleh 5 tonggak pertama ia harus mengucapkan dua kalimat syahadat bukan hanya sekedar ucapat tapi juga itu adalah suatu keyakinan yang kita tanamkan dihati, kemudian sholat sebagaimana pembeda antara umat islam dan umat lainnya adalah sholatnya, lalu berpuasa pada bulan suci ramadhan sebagaimana itu adalah bentuk ketaqwaan yang pernah dilakukan oleh ummat sebelum nabi Muhammad, kemudian membayar zakat sebagaimana dia adalah rasa kesyukuran kita kepada sang khaliq atas reski yang ia berikan kepada kita, lalu haji bagi mereka yang mampu jasmani dan materi serta rohani mserta bukan hanya sekedar kunjungan saja tetapi juga suatu yang dapat mengingatkan kita pada kematian. Itu semua telah aku yakini nisa tapi aku masih takut akan orang tuaku nis mohon rahasiakan ini dari orang tuaku yaahh”.
Keesokan harinya tepat hari jumat seusai sholat jumat nadia seorang gadis cantik Dn pemberani menyatakan dirinya untuk masuk islam, aku dan kakakku farhan serta orang-orang yang menghadiri sholat jumat menyaksikan nadia untuk memasuki agama islam dengan keyakinan dan ucapan “asyhadu Allah ilaaha illallah wa asyhadu anna muhammadar rasulullah Allahumma” nadia pun masuk islam dan merubah namanya menjadi siti aisyah.
Selama menjadi islam aisyah selalu tetap menjalankan ibadah meskipun dilakukan secara sembunyi-sembunyi tanpa diketahui oleh orang tuanya, tanpa disadari selama satu tahun lebih menjalankan syariat islam pertama kalinya ia ingin membayar zakat fitrah namun ia dilarang oleh farhan karna ia masih tanggungan dari orang tuanya yang non muslim, meskipun aisyah sudah memiliki pekerjaan tapi ia merasa dirinya wajib untuk membayar zakat, karna syarat yang wajib dipenuhi seseorang untuk membayar zakat fitrah adalah dia wajib beragama islam, sedangkan aisyah sekarang beragama islam, jadi aisyah memiliki kewajiban untuk membayar zakat, dia mempunyai harta berlebih dari keperluan makan untuk dirinya sendiri dan untuk yang wajib dinafkahinya, sedangkan orang yang berkurangan harta tidak diwajibkan untuk membayar zakat, meskipun aisyah memiliki keluarga yang kaya tetapi keluarganya non-muslim sedangkan hanya aisyah yang muslim, akan tetapi aisyah juga ingin membayar zakat dia tidak ingin menerima zakat karna dia menganggap dirinya mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari tanpa bergantung pun pada orang tuanya, lahir sebelum matahari terbenam pada penghabisan bulan ramadhan akan tetapi anak yang lahir setelah matahari terbenam pada hari raya maka tidak diwajibkan anak yang baru lahir untuk membayar zakat bahkan hukum membayar zakat setelah matahari terbenam pada hari raya hukumnya haram, begitu pun yang wafat setelah matahari terbenam pada hari raya tidak diwajibkan membayar zakat.
Aisyah dari rumahnya sampai kemasjid menemui farhan juga berniat ikhlas tulus karena Allah harta yang ia keluarkan untuk berzakat, selain itu juga besar zakat yang ia keluarkan adalah sesuai aturan yang telah ditetapkan oleh islam yakni 3,2 liter atau 2,5 kg beras sesuai dengan makanan pokok setempat, terdapat pemberi sebagaimana aisyah yang memberikan zakat dan terdapat pula penerima zakat, yang semuanya merupakan rukun dari zakat fitrah.
Namun menurut farhan ada beberapa yang hal yang harus diperhatikan dalam pembayaran zakat yakni orang yang wajib dibayarkan zakat fitrahnya adalah seluruh dari anggota keluarga dan orang yang ditanggungnya, dan juga memiliki harta yang berlebihan makanan dihari idul fitri nanti, sedangkan aisyah mempunyai keluarga yang non muslim bagaimana pun juga aisyah masih menganggap dirinya wajib membayar zakat sebagaimana persyaratan yang berlaku. selain itu waktu pengeluaran pembayaran zakat yang baik pada malam hari penghujung ramadhan sampai menjelang pelaksanaan sholat idul fitri. Bahkan aisyah membawa pembayaran zakatnya pada tanggal ke 21 ramadhan.
Karena kecintaannya kepada Allah, aisyah ingin menyempurnakan islam dan agamanya, dia pun berkata kepada farhan bahwa dia ingin menikahi farhan agar farhan bisa menanggunginya, namun aisyah meminta agar pernikahannya dipercepat sebelum tanggal 27 ramadhan. Awalnya farhan tidak menerimanya tapi karena ingin membantu menyempurnakan islam yang ada pada diri aisyah akhirnya farhan pun menerimanya.
Namun sayang ketika orang tua aisyah mengetahui aisyah bahwa dirinya sudah memeluk islam aisyah pun dihina bahkan tidak dianggap lagi sebagai salah satu anggota keluarga mereka. Tapi aisyah tidak berkecil hati ia akan selalu menganggap bahwa orang tuanya adalah orang yang terbaik didunia walaupun aisyah telah dicaci dan diusir dari kedua orang tuanya. Dan tidak melupakan jasa-jasa orang tuanya yang sudah membesarkan.
Tepat tanggal ke-27 ramadhan aisyah pun menikah dengan farhan, aisyah dan farhan pun bahagia karena sama-sama telah menyempurnakan agama dan islam hanya tersisa satu rukun lagi yakni haji, selama menikah mereka hidup sakina mawaddah wa rahmat namun dibalik kebahagiaan hidup tersimpan sedikit rasa kepahitan aisyah yang selalu menanggap bahwa dirinya bisa menjadi istri yang baik tapi tidak dapat menjadi anak yang baik, begitupun dengan farhan dia bisa menjadi suami yang baik tapi belum tentu menjadi menantu yang baik.
Hari demi hari mereka lalui tanpa disadari bahwa ayah aisyah diduga telah melakukan kasus korupsi, ketika kpk melakukan penyelidikan semua barang bukti tertuju pada ayah aisyah, setelah aisyah mengetahui bahwa ayahnya dipenjara, aisyah dan farhan pun pergi menemui ayah aisyah dipenjara, namun ayah aisyah menolak untuk berjumpa dengan aisyah dan farhan, beda halnya dengan ibu aisyah yang menyambut mereka dengan menyatakan bahwa dirinya masuk islam, aisyah dan farhan sungguh terharu dan bahagia karena ibunya mendapat hidayah, ibu aisyah sadar bahwa selama ini memang islamlah agama yang paling benar. Karena islam adalah agama yang menyempurnakan untuk agama sebelum islam yakni nasrani dan yahudi.
Setelah beberapa bulan kemudian ayah aisyah jatuh sakit dan dibawah kerumah sakit kata dokter penyakit tersebut hanya bisa sembuh dengan cangkok ginjal artinya ayah aisyah akan kehilangan satu buah ginjal, berita tersebut didengar oleh aisyah sendiri tanpa berpikir panjang aisyah dan anisa pergi kerumah sakit tanpa member tahu farhan dan ibunya. Karena rasa sayangnya kepada ayahnya, aisyah tidak mempedulikan dirinya bahwa dia juga sebenarnya memiliki satu buah ginjal yang rusak dan yang satu lagi ginjalnya bagus sejak ia dilahirkan, tanpa berpikir panjang aisyah meminta kepada dokternya untuk segera melakukan operasi, Setelah operasi dilakukan aisyah berpesan kepada dokternya bahwa tidak boleh diketahui oleh pasiennya (ayah aisyah), tanpa aisyah sadari anisa menelphon ibu aisyah dan mencerikan semuanya pada ibu aisyah, lalu ibu aisyah pergi kerumah sakit untuk menemui suaminya
Setelah ayah aisyah sadar dan dibebaskan dari penjara. Ayah aisyah terheran kenapa dia bisa terbebas dari penjara, dan sehat kembali, lalu ibu aisyah bertemu dengan suaminya dan menceritakan perihal tentangnya mengapa dia bisa terbebas dari penjara karena farhan telah membayar denda yang harus ia bayar untuk membebaskan anda (ayah aisyah), dan anda (ayah aisyah) bisa sembuh karena aisyah mendonorkan satu ginjalnya yang sempurna demi anda (ayah aisyah), mendengar penjelasan ibu aisyah, ayah aisyah merasa malu atas tindakan yang pernah ia lakukan kepada putrid satu-satunya dan menantu satu-satunya, kemudian ayah aisyah meminta bahwa dia ingin juga masuk islam.
Kehidupan aisyah dan farhan semakin lengkap karena ayahnya dan ibunya pun sudah memeluk islam. aisyah berniat bahwa dirinya ingin menyempurnakan rukun islam yang ke-5 yaitu naik haji bersama suaminya, ayahnya, dan ibunya. Keinginannya pun dikabulkan oleh suaminya bahwa mereka akan pergi ketanah suci bersama ibu dan ayah aisyah dan farhan untuk menegakkan rukun islam yang kelima. Setelah mereka sampai dimekkah mereka pun melakukan ihram sebagaimana rukun haji yaitu melakukan niat dan memakai pakaian yang tidak berjahit untuk melakukan haji, disunnahkan melakukan haji dengan cara ifrad dimana pelaksanaan haji dulu dilakukan baru pelaksanaan umrah. ihram diwajibkan dari miqat zamani bermula pada awal bulan syawal sampai terbit fajar hari raya idul adha dan untuk miqat tempatnya Mekah ialah miqat (tempat ihram) orang yang tinggal di mekah. Berarti orang hendaklah ihram dari rumah musing-musing, Zul-Hulaifah ialah miqat (tempat ihram) orang yang datang dari arah madinah dan negeri-negeri yang sejajar dengan madinah, Juhfah ialah miqat (tempat ihram) orang yang datang dari arah syam, mesir, magribi, dab negeri-negeri yang sejajar dengan negeri negeri tersebut. Juhfah adalah nama suatu kampug di antara mekah dan madinah, Yalamlam adalah nama suatu bukit dari beberapa bukit Tuhamah. Bukit ini adalah miqat orang yang datang dari yaman, india, Indonesia, dan negeri-negeri yang sejajar dengan negeri tersebut, Qarnul manazil adalah nama sebuah bukit, untuk daerah yaman, hijaz, dan Negara-negara yang sejajar dengan itu, Zatu ‘irqin adalah nama suatu kampung yang jauh dari mekan, tempat ini merupakan mikat untuk orang yang datang dari Irak dan negera-negara yang sejajar dengan itu, lalu tawah qudum sebagai mana sunnah haji dilakukan karena pertama kali tiba dimekkah dan sekaligus sebagai penghormatan terhadap ka’bah. Kemudian wukuf dipadang arafah dimana seluruh jamaah haji berkumpul disuatu tempat yang bernama padang arafah pada tanggal 9 zulhijjah dari waktu zuhur sampai terbit fajar tanggal 10 zulhijjah wukuf diarafah adalah rukun yang paling utama karena tidak sah haji seseorang kalau tidak wukuh diarafah, selama menunggu wukuf jamaah haji hendak hendak banyak meningat Allah bertasbih, takbir, tahmid, dan perbanyak beristighfar. Lalu mabit dimuzdalifah walaupun sebentar waktunya dimulai dari tegelincirnya matahari sampai terbitnya fajar pada tanggal 10 zulhijjah, lalu melontar jumratul aqobah sebagai wajib haji setelah sampai dimina jamaah haji melontar tujuh buah butir kerikil dibukit aqabah dan membaca bismillah Allahu akbar, lalu tahallul pertama, dimana menghalalkan hal-hal yang dilarang ketika sedang haji atau umrah kecuali bersetubuh yang masih menjadi perkara haram untuk dilakukan pada tahallul pertama, tahallul dilakukan dengan cara memotong sedikit sekurang-kurangnya tiga helai rambu. Lalu melakukan tawaf ifadah yang menjadi rukun haji yakni dengan cara mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali, disunnahkan menghadap dan mencium hajar aswad ketika memulai tawaf, berdzikir dan berdo’a secara sir ketika sedang tawaf. Lalu sa’I yang merupkan rukun haji yakni dilakukan dengan cara berlari-lari kecil dari bukit safa ke bukit marwah sebanyak tujuh kali putaran, setelah itu tahallul kedua dimana semua yang dilarang ketika berhaji sudah dihalalkan termaksud bersetubuh. Lalu diwajibkan untuk bermalam dimina untuk melompar tiga jumrah yakni jumratul aqabah, jumratul ula, dan jumratul wusta pada tanggal 11,12,13 zulhijjah (hari tasyrik) masing-masing sebanyak tujuh buah lemparan. Setelah itu bagi yang ingin kembali ke tanah air diwajibkan untuk melakukan tawaf wada yang digunakan untuk meninngalkan kota mekah debgan cara berputar tujuh kali hanya tidak disertai dengan sa’i.
Setelah sempurna mengerjakan tawaf wada putaran ketujuh sejajar didepan hajar aswad aisyah terjatuh dan dibawah kerumah sakit ternyata ginjalnya bermasalah, aisyah berpesan pada suaminya dan keluarganya kalau aku ditakdirkan untuk wafat hari ini juga tapat pada tanggal 14 zulhijjah dikota mekkah aku hanya berpesan bahwa kita mudah-mudahn bisa berjumpa bersama kelak diakhirat nanti dan memasuki surganya besama-sama.
Aisyah: “mas tun tun aku kejannahnya Allah”.
Farhan: “baiklah (sambil mengusap air mata) la ilaha illallah muhammadarrasulullah”.
Aisyah:” la ilaha illallah muhammadarrasulullah”.
Setelah mengucapkan kalimat suci aisyah kemudian wafat, tekadnya yang kuat, kecintaannya yang kuat, serta kasih sayangnya terhadap Allah dan nabi Muhammad diatas segala-galanya.