EXIT!
 
<< Kembali
3. Love (Rasa Yang Tak Akan Pernah Mati)
Kategori: Cerpen Cinta Sedih
Judul: “Love” (Rasa Yang Tak Akan Pernah Mati)
Nomor Urut: 3

Cinta. Satu kata penuh makna yang indah. Melebihi kilauan berjuta bintang di langit.
Cinta. Semanis senyum yang terlukis di wajahmu. Ya, setiap lekuk wajahmu yang memancarkan keindahan. Sungguh mempesona sehingga memikat diriku. Tatapanmu yang teduh membuatku ingin lebih dan lebih lama melihatmu. Mendekat ke arahmu. Kemudian berlindung dalam dekapanmu. Tapi semua itu hanya sebatas anganku. Aku cukup sadar dengan keadaanku. Siapa aku. Hanya seorang manusia yang sudah tidak pantas lagi mempunyai mimpi. Seorang manusia yang tak mempunyai daya lagi. Tapi aku mohon kepadamu. Tolong biarkan aku mencintaimu dengan sederhana. Biarkan aku memilikimu walau hanya di dalam hatiku. Cukup aku saja yang memiliki rasa kepadamu. Cukup aku saja yang selama ini mencintaimu setulus hati. Dengan begitu aku tau bagaimana rasa cinta itu. Aku dapat belajar bagaimana memahami. Dan menghayati sebuah rasa. Maafkan aku karena selama ini aku telah mencintaimu. Tanpa kau tau. Karena aku adalah seorang yang tidak lagi mempunyai daya. Aku sungguh meminta maaf atas kelancanganku menumbuhkan rasa ini dalam hatiku. Dan maafkan aku karena tidak sanggup mengatakannya padamu. Kamu, yang selalu menjadi penyemangat untukku. Aku mencintaimu. Karena kau adalah cinta pertama dan terakhirku.
Dengan penuh cinta.
Elena Sahira
Surat itu masih berada di genggaman Alex. Yang mulai basah karena tetesan air matanya. Perlahan surat itu digenggam dengan erat. Kemudian diletakkan dengan kasar di jok sebelahnya.
Kepalanya dibenturkan ke kemudi setir dengan sengaja.
Dia sungguh frustasi. Wanita yang beberapa tahun lalu pernah dekat dengannya kini meninggalkannya. Dan hanya meninggalkan sebuah surat yang sudah di tunggu tunggu alex sejak dulu. Tapi kenapa semuanya datang saat waktu sudah terlambat. Kanker otak itu merenggut nyawa elena lebih cepat. Sebelum alex menyatakan perasaan yang sesungguhnya pada elena.
“Apa ini karena dia sudah lelah untuk mencintaiku?”. Alex berteriak murka. Menginjak gas sesukanya dengan kecepatan extra. Tidak peduli meskipun pandangannya kabur karena tertutup dengan air matanya. Mobil tetap melaju tanpa kendali.
Sampai akhirnya alam menjawab semua pertanyaan alex. Sebuah truk yang akan menyebrang malah menghantam mobil alex. Raga itu akhirnya terpental jauh dari lokasi mobilnya berada. Dengan darah segar yang bercucuran dia masih bisa melihat kenangannya bersama elena. Sebelum semuanya gelap.
Digantikan dengan cahaya yang sangat terang. Itu berasal dari gadis berparas cantik yang sangat dirindukan alex. Gadis yang menyimpan rasa yang sama dengan alex. Maka dengan sekuat tenaga alex menghampiri elena. Mendekap dalan pelukannya seerat mungkin. “Dan aku juga ingin mencintaimu dengan sederhana”. Bisik alex pelan.
~saat aku tak lagi di sisimu kutunggu kau di keabadian. Aku tak pernah pergi. Selalu ada di hatimu. Kau tak pernah jauh selalu ada di hatiku. Sukmaku berteriak. Menegaskan ku cinta padamu. Terimakasih pada maha cinta menyatukan kita.~ (bunga citra lestari: cinta sejati)
Dalam pelangi keabadian mereka berjalan setapak demi setapak. Saling berpegangan dan berangkulan. Tidak akan lagi ada perpisahan karena cinta mereka tidak akan pernah mati.