🌸 HAPPY RAEDING 🌸
Dulu arham tetangga masa kecil Dee, setiap pulang sekolah Dee selalu bermain bersama keempat saudaranya. Hanin, ilham, syiffa dan alyas.
Dee bermain sampai tak ingat waktu, ketika menjelang petang. Arham selalu mengantarkan Dee pulang, kadang Dee susah dibujuk untuk pulang.
Dee sangat dekat dengan adik keduanya, hanin novita pratiwi. Orang pertama yang mengajarkan Dee memasak. Mulai menyiapkan sayuran, bumbu alat masak dan yang lainnya.
Dee senang dan sangat senang sekali, bukan senang karena bisa melihatnya setiap menit. Tetapi, Dee senang ketika berada disana.
" tante......"
"ilham jahil tan" ujar Dee sambil berlari kearah dapur.
"tan, ilham gangguin Dee. Dibilangin enggak mau denger" rengekku sambil menarik narik lengan baju melody.
"ham kamu itu cowok, mainnya sama bang arham sana. Jangan gangguin Dee sama syiffa main" jelas melody sambil menatap ilham.
"Dee duluan mah yang ganggu ilham, ngatain ilham bencong" celetuk ilham sambil cemberut.
"emang benerkan tan, kalo cowok mainan boneka itu nanti jadi bencong" ucap Dee.
"tuh kan mah, Dee ngatain ilham lagi" rengek ilham sambil menghentak hentakkan kakinya.
"uweee, cengeng. ilham cengeng iih" kata Dee sambil menjulurkan lidahnya.
Melihat kedua anaknya yang sedang bertengkar, melody menggeleng gelengkan kepala sambil tersenyum manis, jika Dee sudah datang untuk bermain. Ilham tak akan membiarkan Dee bermain dengan tenang, selalu mengekori Dee.
Pertengkaran kecil Dee dan ilhamlah yang membuat kediaman putra danu wijaya tersebut selalu ramai, danu atau pun melody tak pernah memarahi anak anaknya jika ada yang menangis atau bertengkar kecil.
Itu salah satu obat atau terapi bagi danu dan melody, ketika pekerjaan mulai membuat kepala mereka pusing. Saat pulang kerumah dan melihat anak anaknya sedang bercanda gurau, membuat hati seorang ibu bahagia.
Seletih apapun pekerjaan yang dilakukannya ketika seorang ibu melihat senyum dan canda tawa anaknya, semua letih itu hilang seketika.
Tidak ada obat yang lebih efektif dari senyum kebahagiaan seorang anak untuk ibunya, melody selalu meluangkan waktunya untuk bermain bersama keenam anaknya.
Arham sering kali memarahi melody, ketika pulang kerumah langsung ikut bermain atau mengurus urusan dapur tanpa istirahat terlebih dahulu.
"mamah istirahat dulu sana, mamah itu baru pulang kerja jangan urus dapur dulu" oceh arham sambil mengambil alih alat memasak dari tangan melody.
Melody tak pernah membantah ucapan anak sulungnya tersebut, melody sangat bangga mempunyai seorang anak yang baik budi dan pekertinya. Tak sia sia melody mendidik semua anak anaknya.
"loh Dee belum pulang" tanya melody sesaat melihat anak angkatnya yang masih enggan untuk meninggalkan rumahnya.
"Dee mau nginep disini tan, tapi dilarang bang arham" ujar Dee dengan wajah memelas.
"mah, tadi bunda telpon nyuruh Dee pulang sekarang. Dee belum nyelesaiin PRnya dan harus dikumpul besok" jelas arham dengan tegas.
"tugas Dee kan bisa dibawa kesini bang, Dee enggak mau pulang bang" titah Dee sambil cemberut.
"yaa sudah, minta tolong bang arham ambilkan tugas Dee" saran melody lalu dijawab dengan anggukan kepala.
"tante mel buat apa" tanya Dee saat duduk dikursi sambil melihat kegiatan melody.
"ini abang arham minta dibuatkan dadar gulung" jawab melody sambil tersenyum manis.
"tan ajarin Dee buat dadar gulung yaa" ujar Dee memohon lalu dijawab anggukkan kepala.
Melody paham betul dengan tingkah laku Dee, Dee sangat antusias membuat sesuatu yang disukai anak sulungnya tersebut.
Dan melody tak keberatan mengajari Dee, melody sangat senang jika Dee berada dikediamannya, apa lagi menemani dirinya didapur sambil mencicipi makanan yang dibuatnya. Dee adalah gadis siperiang, tak pernah mengeluh lelah jika melody meminta bantuannya.
Dee dianggap layaknya anak kandung, melody sering melibatkan Dee saat membuat kue. jika melody punya waktu luang, melody mengajari Dee untuk membuat kue.
Dan sering kali juga Dee menginap disana, sesibuk apapun itu yang mereka kerjakan. Tak pernah sekalipun meninggalkan kewajibannya sebagai seorang muslim.
Dee merasa nyaman bukan karena ada sang pujaan hati, tetapi perlakuan keluarga putra danu wijaya terhadap Dee yang membuatnya nyaman.
Jangan ditanya bagaimana perlakuan orang tua Dee, ayah dan bunda sangat sibuk dibandingkan dengan putra danu wijaya.
ayah Dee sering pulang pergi keluar negeri, memang pekerjaan beliau ada disana. ayah selalu membujuk bunda untuk menetap dikuala lumpur, tetapi bunda menolak.
"tania, aku mau ngomong sesuatu" ujar damian
"silahkan" ucap tania
"aku cape bolak balik indo, kuala lumpur. aku mau kita pindah" saran damian
"kita, enggak salah kamu bilang kita" tanya tania
"aku mohon jangan bahas itu lagi, cukup tan cukup" titah damian
"egois kamu mas, aku enggak mau pindah. audah berapa kali aku bilang mas, jangan pernah maksa aku buat ngebujuk Dee Tinggal dikuala lumpur"
"ingat mas, jangan pernah berfikir untuk bawa Dee keluar dari rumah ini" titah tania dengan penuh penekanan.
"tergantung jawaban Dee, kalo dia enggak betah tinggal sama kamu. Dee akan keluar dari rumah ini" ujar damian
Dee mendengar pertengkaran kedua orang tuanya, bukan hanya sekali orang tua Dee seperti ini. Bisa dibilang setiap hari, dengan persoalan yang sama.
Dee berlari meninggalkan rumah, Dee butuh melody untuk mencurahkan isi hatinya. Bukan karena anak sulungnya melainkan permasalahan orang tuanya.
"tante mel, tante mel" panggil Dee saat berada di halaman rumah putra danu wijaya.
Arham yang melihat Dee menangis tersedu sedu lalu membawanya masuk kedalam rumah untuk menenang diri.
"nin buka pintu, Dee nangis" ujar arham
"iya bentar bang"
"Dee adapa"
"bawa masuk dulu, paling nangis cari mamah" ucap arham
"jagain Dee dulu nin, bunda masih arisan. Tadi abang telpon mamah" ujar arham lagi
"Dee ayoo kebalkon" ucap hanin sambil menarik lengan Dee.
"hiikss, hiikksss"
"Dee udah yaa, jangan nangis terus. nanti kamu sakit lagi" ujar hanin khawatir.
"bang ham, gimana dong. Kasian Dee nangis terus, bisa bisa dia pingsan" adu hanin lagi kepada arham.
"abang juga bingung nin gimana caranya buat Dee diem" ujar arham sambil mondar mandir didalam kamar.
"cemen kalian, ngurus anak kecil aja enggak bisa" celetuk ilham sambil berjalan kearah balkon.
"sok atuh diemin, kalo bisa aku kasih pinjam PSP sebulanan dah" ucap arham kesal.
Hanin dan arham memperhatikan ilham bagaimana caranya dia bisa menenangkan Dee, jika arham sudah tak kuasa membujuk Dee apa lagi ilham dan hanin.
Hanya satu orang yang bisa membujuk Dee untuk tidak menangis lagi, yaitu melody. Melody obat sakit hati yang bisa membujuk gadis manis tersebut.
tok..tok..tok...
"mamah" ucap arham dan hanin bersamaan
"Dee mana sayang" tanya melody khawatir
"dibalkon mah sama ilham" jawab arham jengah sambil memutarkan bola matanya.
"Dee..." panggil melody saat melihat Dee semakin kecang menangis.
"Dee kenapa tambah nangis ham, kamu apain" tanya melody khawatir dan disusul hanin serta arham yang mendengar suara tangisan Dee semakin kencang.
"hehehe ilham cubit mah" jawab ilham sambil beranjak dari duduknya kemudian berlari keluar kamar.
"Dee kenapa mah" tanya arham dengan nada khawatir.
"biasa dicubit ilham supaya diem" jawab melody sambil memeluk Dee dengan erat.
"ilhaaammmmm.........." teriak arham berjalan meninggalkan kamar hanin.
"sayang sudah yaa, jangan nangis terus. nanti Dee sakit loh" ujar melody sambil mengelap air mata Dee.
"Hiikksss hiikksss"
"nin, tolong ambilkan mamah air hangat buat Dee yaa" ucap melody dan dijawab anggukan kepala lalu hanin berjalan meninggalkan kamar menuju lantai dasar.
"ayah bunda berantem lagi tan"
"ayah mau bawa Dee pindah keluar negeri, tapi bunda enggak mau"
"tan, cerai itu apa. hiikkss hiiikkksss" tanya Dee
"siapa yang bilang cerai nak" ujar melody
"bunda tan, bunda sudah enggak betah tinggal sama ayah. kata bunda, ayah enggak pernah perhatian sama Dee. kata bunda, ayah sibuk sampe lupain Dee, ayah jarang dirumah jangan ngajak Dee jalan jalan"
"kata bunda, lebih baik cerai dari pada ayah bersikap begitu sama Dee tan. Tapi kata ayah, ayah enggak mau cerai tan. Tapi bunda maksa ayah buat cerai, cerai itu apa sih tan" jelas dan tanya Dee penasaran.
"Dee minum dulu" usul hanin sambil menyodorkan gelas berisi air hangat.
"minum dulu nak" ucap melody sambil membantu Dee Memegang gelas.
Melody menarik nafas panjang saat mendengar penjelasan Dee, kasihan melihat Dee yang selalu mendengar pentengkaran kedua orang tuanya.
"tante mel jawab Dee, cerai itu apa" tanya Dee lagi sambil mengguncang tubuh melody.
"Dee.." panggil melody dengan nada khawatir
"iyaa tan" jawab Dee berlinangan air mata
"tante mel laper, makan dulu yuk" usul melody, melody sengaja mengalihkan pembicaraan mereka. Melody tak tega menjelaskannya, takut jika Dee akan terpuruk dan menjadi pendiam.
Dimana lagi Dee mencurahkan isi hatinya selain dengan melody, Dee masih anak anak pada saat itu. Tidak tahu menahu tentang perihal masalah yang dialami keluarganya, tidak tahu juga ingin mencurahkan isi hatinya dengan siapa selain melody.
Melody dengan senang hati menjadi pendengar setia Dee, saat Dee menceritakan apa yang ingin diceritakan. Ada kala melody menjawab pertanyaan Dee ada kala juga melody tak menjawab, sebab anak seusia Dee yang hanya dipikirkan hanyalah bermain.
Tetapi Dee anak yang berbeda, gadis periang, cepat tanggap dalam sesuatu hal, dan mudah pendiam jika Dee menyimpan suatu masalah.
Dan mungkin kata orang diusia 7 tahun itu hanya cinta monyet, tetapi seiring berjalannya waktu, itu dan menyadarinya. itu bukan lagi cinta monyet.
Cinta, kagum, serta sayang itu tiga kata berbeda makna, mencintai seseorang mendasarkan fisik, seiring berjalannya waktu cinta itu memudar. Yang disebabkan fisik orang yang dicintai sudah tak sama seperti dulu lagi.
Mengagumi seseorang itu wajar, melihat dari sisi fisik, agama serta kemampuan berbicarannya. Mendengarkan dia menjelaskan sesuatu yang tidak kita mengerti. Namun, masih setia untuk menjadi pendengarnya.
Menyayangi seseorang dengan setulus hati, ketika orang yang disayang mulai menghianatinya. Mengucapkan kata kata dan kalimat yang begitu romantis saat masih bersama.
Ketika jarak memisahkan, orang tersebut menghianatinya. Namun, dia memilih untuk mundur untuk menjaga harga dirinya.
Sesayang apapun kita terhadap sesuatu ciptaan Allah swt, tak selamanya kita bisa memilikinya. Mengikhlaskan sesuatu yang kita sayang adalah cara yang tepat bagi kita untuk berbagi.
🌸🌸🌸🌸🌸
*SELAMAT MEMBACA*
🌸TERIMA KASIH SUDAH MAMPIR DIAKUN INI🌸
by: hartinah widiastuti