🎀HAPPY READING🎀
Satu kata untuk keluarga, apa makna berkeluarga bagi kalian selain mempunyai keturunan? Apakah mempunyai keluarga itu penting atau sangat sangat penting?
Mungkin dari 100% yang mempunyai keluarga hanya 40% saja keluarga yang harmonis. 60% lagi? Yaa bisa jadi keluarganya disia siakan. Menikah karna ingin mengubah status lajang menjadi menikah.
Atau menikah karena materialistis, tidak ingin hidup susah. Menikah karena ingin mengubah keturunan dan beberapa tahun kemudian, ada yang memulai dengan kekerasan atau KDRT, tinggal satu atap atau satu rumah tapi seperti orang asing.
Dan ada juga anak yang dibuang atau ditelantarkan karena tidak mau atau tidak sanggup mengurusnya. Apa mempunyai seorang anak itu suatu beban bagi para ibu rumah tangga atau seorang wanita karir?
Apa sebegitunya tidak punya waktu untuk tegur sapa?setidaknya memberi kabar walau hanya lewat telpon, hanya 1 menit, tidak? Hanya 10 detik, tidak? Hanya 5 detik, tidak?
Lalu, apa aku sebegitunya tidak berarti bagi dirinya? Apa aku bukan anak kandung? Anak hasil adopsi? Anak tiri? Anak hasil perselingkuhan sebelum menikah? Atau aku anak titipan orang yang dengan terpaksa dipelihara?
Apa seorang anak sepertiku hanya ingin dikasih fasilitas yang lengkap tanpa adanya kasih sayang dari keluarganya?
Aku tidak ingin fasilitas yang selengkap lengkapnya, tidak butuh uang bulanan yang sebanyak gaji presiden. Aku hanya butuh kasih sayang dan perhatian dari keluarga.
Aku hanya punya bunda dan abang, rumah untuk pulang dan tempat berlindungku. Aku ingin seperti mereka, quanty time family, jika tidak bisa berlama lama hanya 10 menit saja.
Aku ingin seperti mereka, setiap 1 minggu sekali liburan. Jika tidak bisa membawaku liburan ke puncak, kepantai, dirumah saja sudah cukup bagiku. Asalkan bunda dan abang ada menemaniku dihari wekeend, aku hanya meminta kasih sayang dan perhatian kalian.
Apa itu susah buat kalian? Apa aku patung hiasan? Setiap kali berpendapat ataupun bersuara tidak pernah sekalipun didengarkan.
Aku tidak ingin mempunyai keluarga yang seperti ini, aku dianggap seperti orang asing bagi mereka. Aku tidak sanggup hidup seperti ini, diperlakukan seperti hiasan atau pajangan rumah.
Aku ini manusia sama seperti kalian, tapi kenapa sikap kalian seperti itu. Seakan akan aku patung, hanya beban bagi kalian.
Yaa tuhan aku tidak ingin hidup bagaikan patung hiasan, tolong cabut nyawaku yaa tuhan. Berkali kali aku ingin bunuh diri, namun gagal, gagal dan gagal.
Dan itu menambah beban bagi mereka, aku dianggap gila dengan keluarga sendiri. Aku setres karena mereka, aku seperti ini karna mereka juga.
Bagi mereka, aku tidak mengapa menjadi gila segila gilanya. Setidaknya aku masih hidup, aku seperti anak yang diculik dan mereka ingin meminta tebusan. Jika aku meninggal, mereka tidak mendapatkan apapa.
Dan itu semua memang benar, semua nama perusahaan atas namaku. Dan surat wasiat dari almarhum ayah menyatakan, jika aku, putri amelia azahra kusumabangsa tidak ingin mengurus semua perusahaan atau mengalihkan atas nama kamelia sinta atau ilham pratama wijaya kusumabangsa.
Akan disumbangkan seluruh harta kekayaan kusumabangsa kepada panti asuhan, panti jompo, dan tempat tempat sosial lainnya.
Aku baru sadar akan semua itu, ketika aku gagal bunuh diri ketiga kalinya.
"aaahh bunda ternyata matre, bukan menikah karna cinta" ucapku
Siapa yang tidak ingin menikahi putra tunggal dari galang indra kusumabangsa dan hasnawati pertiwi orang terkaya kedua seantero asia.
Saat itu aku baru mengetahui semuanya, jika aku bukan anak kandung bunda lia. Aku adalah anak dari istri pertama danu dermawan kusumabangsa.
Amelia azahra nama ibuku, beliau meninggal dunia saat usiaku baru 2 minggu. Beliau mempertahankanku untuk bisa melihat dunia.
Aku lahir prematur, saat usia kandungan ibu baru 7 bulan. Mengingat kondiri ibuku yang kritis, ibu mengidap kanker rahim stadium akhir.
Sebelum ibu meninggal aku dititipkan kepada sahabatnya kamelia sinta, seorang janda beranak 1. Saat itu usia anaknya 5 tahun, bercerai karena kekerasan dalam rumah tangga.
Ibu berpesan untuk menjagaku dengan kasih sayang dan sepenuh hati, Saat itu juga aku dijodoh dengan anak tante lia.
Aneh bagiku jika memanggilnya dengan sebutan tante, aku harus terbiasa memanggilnya seperti itu. Nama dikontakku bukan lagi bunda melainkan tante, bang ilham. Bukan abang lagi melainkan ilham tanpa embel embel apapun.
Saat ini kondisiku sudah membaik, sangat drastis sekali. Aku diperbolehkan untuk pulang oleh pihak rumah sakit jiwa, ini sekian kali dan terakhir bagiku untuk masuk sebagai pasien gangguan jiwa.
Aku bertekad untuk menjadi diri lebih baik dari sebelumnya, dan saat ini usiaku sudah menginjak 18 tahun. Yang artinya tidak butuh pengawasan orang tua lagi, bebas sebebas bebasnya. Aku bisa melakukan apapun yangku mau tanya diatur atau dikekang oleh siapapun.
"pulang sekarang" tanya adit saat melihatku keluar dari ruangan kepala rumah sakit.
"let's go" jawabku sambil tersenyum manis lalu menggandeng tangan adit sambil berjalan kearah parkiran mobil.
"mau langsung balik kerumah atau singgah ngaffe dulu" tanya adit lagi saat berada didalam mobil.
"pulang dulu, tapi kerumah lu. Gw kangen mommy" jawabku sambil memasang seatbell. Dan dijawab anggukan kepala oleh adit.
Adit mulai menjalankan mobilnya dengan kecepatan normal, aku menurunkan kaca jendela lalu menghirup udara segar pagi ini.
"selama 17 tahun gw jadi beban mereka dit, tapi kaga saat umur gw 18 tahun. Gw buktiin sama mereka kalo gw bisa hidup tanpa mereka" titahku pelan namun masih bisa didengarkan adit.
"itu baru pacarnya adit" ucap adit lalu membawaku dalam dekapannya sambil memperhatikan jalan.
Dalam perjalanan adit membiarkanku terlelap didekapannya lalu membetulkan posisi tidurku, setengah jam perjalanan yang kami tempuh untuk sampai dikediaman putra anggara.
Orang terkaya pertama seantero asia, dan juga sahabat almarhum ayah dari kecil. Lalu adit memarkirkan kendaraannya tanpa membangunku, entah berapa lama kami berada didalam mobil.
Adit tak berani membangunkanku, dia tau jika tidurku terganggu. Aku pasti akan marah dan memukulnya. Dan akhirnya kami pun sama sama tertidur dikursi masing masing.
Ketikaku terbangun, adit masih tertidur lelap. Terdengar sekali dengan dengkurannya. Adit pasti lelah sekali, bagaimana tidak.
Setelah pulang sekolah, dia selalu menjengukku dirumah sakit jiwa. Bukan sekedar menjenguk tapi, menemaniku dan menjagaku.
Selalu berangkat sekolah dari rumah sakit, aku sudah melarangnya. Namu hasilnya nihil, adit bersih keras menjagaku setiap malam. Mommy dan daddy pun ikut serta menjagaku ketika adit berangkat sekolah.
Mereka tak punya hubungan darah sedikitpun denganku, tapi kasih sayang dan perhatiannya lebih besar. Mereka menganggapku sebagai putri mereka sendiri, inilah yangku inginkan dari bunda dan abang, tapi itu dulu.
Sekarang, aku tak mau mengemis kasih sayang atau perhatian mereka lagi. Karna aku sudah mengetahui semuanya.
Aku keluar dari mobil, meninggalkan adit yang masih tertidur didalam. Aku melangkahkan kaki memasuki rumah putra anggara.
"assalamu'alaikum dad, mom. Where are you" ucapku sedikit teriak lalu mengedarkan pandangan kesegala isi ruangan, namun tak mendapati siapapun.
Aku berjalan menelusuri dapur, dan aku melihat bi marti sedang membuat hidangan. Bau dari aromanya aku tau bibi sedang masak seblak mercon.
Aku berjalan perlahan lahan mendekati bi marti, tanpa mengeluarkan suara. Harum masakannya menggoda perutku, cacing cacing didalamnya sedang aksi ingin menyantap seblak buatan bi marti dan.....
Duuaaarrr.....
"eeh copot copot, sayap ayamnya copot eeh" latah bi marti ketikaku kagetkan, lalu bi marti menoleh dengan mata melotot kemudian memelukku erat sehingga hampir sesak napas.
"yaa Allah non amel, bibi dari tadi nungguin loh. Tuh sup iganya sudah dingin bibi buatnya tadi pagi" keluh bi marti dengan cemberut.
"maaf bi, amel ketiduran dimobil hihihi" jelasku sambil cengir lalu memegang kedua telinga.
"bibi tau non, tadi den adit kasih tau bibi suruh buatin seblak. Makanya nih bibi buatkan" ucap bi marti lalu menyalin makanannya kedalam mangkuk.
Lalu bi marti menyuruhku makan terlebih dahulu, aku pun antusias untuk menghabiskannya.
"oia bi, mommy sama daddy dimana" tanyaku saat membersihkan tempat makan.
"ooh itu, tuan sama nyonya lagi ada rapat dikantor, Makanya tadi pagi enggak bisa jemput non dirumah sakit" jawab dan jelas bi marti padaku, aku hanya menganggukkan kepala mengerti apa yang di bilang bi marti.
"amel tinggal yaa bi, mau bangunkan adit dulu" ucapku
Bi marti menganggukkan kepala sebagai jawaban, lalu aku berjalan keluar menuju parkiran mobil. Saat membuka pintu mobil, ternyata adit sudah bangun.
"dari tadi" tanyanya sambil mengerutkan dahi dan aku hanya menganggukkan kepala dengan samar namun masih bisa dilihat oleh adit.
Kemudian adit keluar dari mobil lalu berjalan beriringan denganku masuk kedalam rumah.
"makan sono" suruhku saat ingin duduk disofa tapi adit malah menarik tanganku untuk ikut kemeja makan.
"ayo" jawab adit saat menarik tanganku lalu duduk dimeja makan kembali.
"gw udah makan, lu aja yang makan" ucapku saat adit menyiapkan makanan lalu adit melirikku sambil menaikkan sebelah alisnya.
"gw enggak ngajak lu ya, gw tau lu udah makan. Mulut lu bau seblak, gw cuma minta ditemeni doang" celetuknya lagi sambil tersenyum sinis.
"bego gw" batinku lalu mengambil handphone didalam saku celana.
Hanya keheningan yang ada diruangan tersebut, ketika adit sedang menyantap makanannya, dia paling tidak suka diajak berbicara sedikitpun, dia hanya ingin fokus dengan makanan dan menikmati makanannya.
Setelah adit selesai makan, kami berdua naik kelantai atas menuju kekamar masing masing. Untuk membersihkan diri lalu mengerjakan kewajiban sebagai seorang muslimah dan mengistirahatkan badan, karena jam sudah menunjukkan pukul 21:52 malam.
🎀🎀🎀🎀🎀🎀
❤❤SELAMAT MEMBACA❤❤
Mon maap kalo ada kata, kalimat ato tanda baca yang kurang tepat. Gw masih pemula guyss :')
JANGAN LUPA VOTE DAN VOMMENTNYA😘
JANGAN LUPA FOLLOW AKUN INI JUGA YAA😘
__PUTRI AMELIA AZAHRA