Mengenalmu adalah suatu perjalanan indah di hidupku. Berawal dari sebuah event moto GP yang membawaku hingga sampai ke sirkuit Mandalika. Ya disitulah awal aku mengenalmu. Lewat sebuah aplikasi toktok yang menyatukan kita. Yang saat itu menjadi alasanmu follow ke salah satu akun yang sedang online untuk menyaksikan moto GP secara langsung. Dan berbarengan dengan sebuah nama "Camelia" yang lewat tepat berada di berandaku, membuat ku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu untuk lebih mengenalmu.
"Dari Lombok ya?".... Tanya aku di awal lewat message toktok
"Tidak... Sulawesi", jawab kamu
"Oooo tadi aku lihat typing mu di radar Lombok dan pengen nonton moto gp?", Tanya aku lagi
"Iya....fyp terus dari tadi yang ada Marquez nya, apalagi yang dia kecelakaan itu, makanya pas ada yg live jadi suka nontonnya", jawab kamu
"Aku orang Lombok, tau lokasi tikungan pas Marques jatuh tuh, sebenarnya itu tempat makam yg di gusur, mitosnya gitu.." kata ku mulai menjelaskan
"Tapi emang beneran makam yang emang di gusur, tapi masalah jatuh enggaknya kurang tau juga", kata aku lagi sedikit bersejarah tentang tempat yang menjadi sirkuit moto GP saat itu.
"Oww pantesan banyak komentar netizen tuh yang suruh ritual dulu sebelum sirkuitnya digunakan biar aman 😁", jawab kamu lagi yang sudah menambah emot ketawa di akhir chat yang membuat aku makin suka dengan cara kamu yang sudah mulai nyaman ngobrol dengan ku walaupun hanya sebatas Chatting.
"Iya makanya aku perhatikan jatuhnya itu ekstrim loh....padahal kecelakaan tunggal", kata kamu lagi
"Tapi kan orang luar Lombok, gak tau betapa keramatnya Lombok, Limbad aja mau atraksi di lombok gagal", Kata ku lagi
"Dari komen para netizen aja sudah bisa ketebak kok Lombok itu seperti apa.... btw kamu lagi di Mandalika sekarang yaa?" Tanya kamu yg mulai penasaran tentang aku
"Iya tapi di luar, ujannya masih deras", kata aku lagi yang ingin menjelaskan cuaca di sirkuit Mandalika
"Pasti seru yaa disana, nanti foto sama Marquez yaa, Salamin aja, bilang ke Marquez GPP jatuhnya di aspal sakitnya bentar aja, daripada jatuh di hati yg salah sakitnya parah tuh 😂😂😂", kata mu dengan canda receh yang membuatku tersenyum membacanya
"aaauuuuu bisa aja mpok alpa😂", kata ku semakin terhibur dengan candaan kamu
"Aku bilangin, titip salam dari Camelia Sulawesi, kalau dia nanya, Camelia siapa?? aku jawab apa?", Kataku yang mulai sok akrab dengan menyebutkan nama kamu yang tertera di profil toktok
"Bilang aja Camelia yang siap mo sembuhkan luka-luka kamu 😂😂😂", jawab kamu yang sekali lagi membuat aku tertawa
"Jiiaaaaahh hahaha, kalau dia nanya, ya udah sini mana nomer WhatsUp aku jawab apa?", Kata ku yang mulai mengeluarkan jurus atau cara untuk mendapatkan nomor handphone kamu
"Bilang aja : "foto dulu ma aku" (Tuan Krab maksudnya nama profil yang aku gunakan untuk akun aku) supaya bisa dapat akses ke WA 😂", kata kamu lagi yang perlahan mulai menyebut nama akun toktok aku
"Dih, udah mau mulai ini, sini ayo nonton 😁", kata ku yang merasa senang bisa ketemu dengan kamu walaupun terbentang jarak yang cukup jauh antara kita
"Otewe 😁 jangan lupa fotonya yaa...", Pinta kamu
"Foto siapa?? foto aku??🤭", Kata aku yang ingin mancing canda dari kamu lagi hehehe
"😂😂🤦 yaa dah sekalian aja", kata kamu yang tidak ingin aku tersinggung
"Sekalian aja tapi kok nepok kepala?😁 ih aku kalah saing sama Marquez, gak mau kalah donk", sedikit protes dari aku
"😂😂 Tuan Krab gak kalah saing kok sama Marquez, buktinya sama-sama pernah jatuh di hati yg salah 🤭😂😂😂🙏", seloroh kamu seadanya
"Lah kok salah??... Kata aku yang jadi bingung dengan apa yang kamu bilang
"Lihat di satu video kamu tuh, sepertinya lagi galau banget yaa 🙏", kata kamu yang ternyata mulai kepoin video toktok aku.
"Itu video lama, aku lagi galau karena kamu", kata aku yang mulai menebar rayuan
"oww jadi pernah ketemu di masa lalu tapi di sia-sia kan yaa 🤭", tebak kamu yang ternyata melesat jauh dari kenyataanya
"Enggak di sia-siakan cuma, di tinggal mati", jawab aku apa adanya
"Turut berduka cita yaa .....setidaknya kalaupun di tinggalkan, dia telah kembali ke Pencipta-NYA, bukan ke laki-laki lain 😊, semoga mendapat pengganti yg lebih baik lagi yaa, aamiin", kata kamu dalam sebuah harapan dan doa untuk menguatkan aku yang membuat aku kagum dan bertanya-tanya siapakah dirimu yang sebenarnya
"Ini kan yang baik lagi di usahain🤭😁", jawab aku lagi yang tidak ingin mengingat masa lalu
"Masya Allah 🤭 masih fokus di area moto GP apa gak sih 😁", tanya kamu sebagai pengalihan
"Masih dikit lagi🤭 maaf telat balas, makanya lewat WA aja biar cepat", alasan aku lagi yang terus berusaha untuk mendapatkan nomor handphone kamu
......... 19 Menit berlalu belum ada tanggapan darimu, sedih rasanya
"Tuh kan gak di balas😢", kata aku yang belum ingin menyudahi obrolan ini
"GPP telat daripada gak sma Skali 🤭, maaf disini baru selesai Maghrib 🙏", jawab kamu yang membuat ku baru tersadar ada perbedaan waktu 1 jam antara daerah aku dan daerah kamu.
"Gimana mau di balas lewat WA klo ditinggal bentar aja si Tuan Krab jadi Baox 😂🤦", kata kamu lagi dengan pertanyaan yang membuat aku jadi kikuk sendiri
"Iya ganti nama mulu aku ne hehe, kamu sukanya yang mana?
ya udah aku ganti lagi ne, di konfiln donk😁, gak di balas donk", tanya aku dengan pertanyaan beruntun karena melihat kamu dah beberapa menit gak balas chat aku lagi
"Komit donk dengan salah satu.....gak harus berubah untuk mendapatkan yang baru 🤭,
WiFi drumh lagi dikit bermasalah, sama dengan cuaca 😁 jawab kamu
"Lama balasnya klo di toktok", pengalihan dari aku lagi untuk mendapatkan nomor handphone kamu
"0852xxxxxxxx....", Nomor yang akhirnya aku dapatkan setelah beberapa kali berjuang untuk mendapatkannya
Senang rasanya ketika angka yang berjejer itu akhirnya menjadi salah satu kontak di handphone aku.
Seminggu telah berlalu....
Hubungan kita semakin intens meski komunikasi hanya lewat telepon. Ada banyak harapan yang menjadi mimpiku untuk bersamamu, setelah sekian banyak kisah mengiringi setiap waktu komunikasi antara kita berdua. Rindu itu perlahan mulai menelusup direlung hatiku, ketika sehari saja tidak melihat update status kamu.
"Andai kamu ada di dekat ku Lia, begitulah nama pendek yang menjadi panggilan kesayangan ku untuk mu, andai kita bisa bertemu untuk menyatukan hati kita, aku ingin mengenal mu lebih jauh", gumam ku
Senja perlahan berlalu, tenggelam bersama matahari, hingga malam pun berganti. Aku semakin merindukan mu, namun mengapa selalu saja jarak yang menjadi jeda antara kita.
Hari berganti hari, kesibukan demi kesibukan selalu menyertai aktivitas mu, semakin sayang aku melihat setiap usaha dan perjuangan mu Lia, izinkan aku untuk menjadi bagian dari perjuangan mu itu demi untuk masa depan kita dan anak-anak kita nanti. Seyakin itu aku untukmu.
Cinta....secepat itu datang mengobati pilu yang tengah kurasa, sehebat itu mampu mengalihkan dunia yang terasa sempit bagiku sepeninggal seseorang yang pernah hadir di kehidupan ku. Kau hadir dengan segala ketulusan mu, membawa kisah baru menemani setiap hariku, melihatmu ketika tersenyum menjadi penyemangat disetiap hariku, oh Camelia ku bahagia selalu saat bersamamu.
❤️❤️❤️=====FN Story=====❤️❤️❤️