Aku terperangah melihat orang di depanku ,dia adalah pria yang kemarin malam aku temui di jalan saat ingin pulang, aku teringat kembali pada kejadian kemarin malam Saat aku menemui pria itu yang sedang kebingungan di sisi mobilnya karena ban mobilnya bocor dan tak ada bengkel di sekitar sana, ia juga sedikit terluka akibat kecelakaan ringan yang terjadi karena ban mobil nya yg bocor,membuat nya menabrak pohon di pinggir jalan,aku yang terbiasa membantu ayahku di bengkel sejak kecil menawarkan diri untuk menolongnya menggantikan ban mobilnya karena kebetulan ia membawa ban cadangan di belakang mobilnya.setelah itu aku juga membantu mengobati luka yang ada di dahi dan tangan nya.
"kamu".ucap kami bersamaan
" bukan kah kamu wanita tangguh yang telah menolong ku kemarin malam?sehingga aku bisa pulang dengan selamat".
aku hanya menggangguk malu mendengar perkataan nya.
"kamu bekerja disini?".tanya nya lagi dan sekali lagi aku hanya mengganggukkan kepala ku.
" dia pegawai baru di sini pak".sambung Sonia kepala tim ku.
"kenalkan aku Brayen,CEO di sini".kata pria itu memperkenalkan diri.menyodorkan tangan nya padaku
Dengan sopan aku menyambut tangan nya," aku Zia pak".
"senang mengenal mu Zia".ucap Brayen tersenyum manis.
" aku juga senang mengenal mu pak".sahutku ikut tersenyum juga.
tapi tidak dengan Sonia ,Dia terlihat begitu kesal melihat kedekatan aku dan juga Brayen.
" Apa kamu tidak keberatan jika nanti kita makan siang bersama sebagai ucapan terimakasih dariku?"
aku merasa kaget mendengar ajakan dari Brayen bukannya menjawab Aku hanya terbengong saja.
" Apa kamu mendengarku ?"tanya Brian lagi yang merasa tak mendapat respon dari ku.
"baiklah jika tak merepotkan bapak". sahutku malu-malu
" Jangan panggil aku Bapak ,panggil saja Brayen".
"iya pak,eh..maksud ku Brayen".
"ok.aku akan menjemput mu nanti".
" tidak usah biar aku menunggu mu di kantin saja".tolak ku yang merasa tak enak
"tapi aku ingin makan di luar bukan di kantin".
" ya sudah aku tunggu di parkiran saja".
Setelah itu Brayen pergi dari ruangan staff keuangan dan kembali ke ruangan nya di lantai 5.
"jangan ke ge-eran ,pak Brayen memang orang yang baik".ketus Sonia menatap ku dengan sinis.
Sejak makan siang aku dan Brayen menjadi tambah dekat,Brayen juga sering mengunjungi rumah ku yang sederhana,dimana aku hanya tinggal berdua dengan ibu ku karena aku merupakan anak satu-satu nya dan ayah ku sudah meninggal 3 bulan yang lalu.
Tanpa ku duga ,aku mulai jatuh cinta pada Brayen meski aku berusaha menepis nya,karena aku sadar jika aku tak pantas bersanding dengan Brayen.
Sonia yang mengetahui kedekatan ku dengan Brayen berusaha menindas ku,membuat ku kerja lembur setiap hari agar aku tak punya waktu untuk menemui Brayen.
Malam ini aku pulang sedikit larut malam, jalanan juga sudah terlihat sepi tak banyak kendaraan yang lewat .aku menyusuri jalan untuk sampai ke halte Dimana tempat Biasanya aku Menunggu angkutan umum menuju kawasan rumah ku.namun sayang nya sejak tadi tak ada satu pun angkot yang lewat membuat ku sedikit gelisah.
Tanpa ku duga-duga seorang pria bertubuh kekar dan besar berjalan menghampiriku dilihat dari wajahnya sepertinya pria itu ingin berniat jahat, aku celingak-celinguk mengamati sekelilingku ,tak ada satu orang pun yang aku lihat disana yang bisa membantuku, seketika badanku bergetar ketakutan.
" Mau apa kamu?"maki ku pada pria asing itu.
" Hey Nona Mengapa takut, aku hanya ingin mengenalmu". ucap pria itu berusaha mendekati ku.
" jangan macam-macam jika tidak aku akan berteriak". ancam ku namun pria itu hanya tertawa mengejek.
" Apa kau lihat ada orang di sekitar sini". ledeknya
aku mulai panik ingin melarikan diri namun tanganku sudah dipegang oleh pria itu.
"lepaskan".
tiba- tiba saja Brayen datang di saat yang tepat, ia menghajar pria itu berkali-kali hingga pria itu tak berdaya lagi dan pergi melarikan diri.
" kamu baik-baik saja ?"tanya brayen terlihat cemas
"yah,bagaimana kamu bisa ada disini?" tanyaku heran
" aku habis bertemu klien di sekitar sini dan saat ingin pulang tak sengaja melihatmu,mengapa kamu pulang malam sekali".
"aku habis lembur".
Brayen tampak berpikir, Iya masih tak percaya jika karyawan di perusahaannya bisa pulang hingga jam segitu,siapa sebenar nya yang sudah mengganti aturan nya.apa mungkin ada yang tak menyukai Zia dan berusaha menindas nya.
" aku tak menyangka jika kau pandai berkelahi tapi aneh Mengapa mengganti ban mobil saja kamu tak bisa".goda ku
" Aku Bukan tak bisa tapi hanya takut kotor saja". sahut Bryan sambil nyengir.
"dasar kamu ini bisa-bisa nya malah menggandalkan wanita seperti ku".
" ya sudah lebih baik kita pulang ,biar aku mengantar mu".
Karena rasa curiganya Bryan mulai menyelidiki orang yang sudah menindas Zia di kantornya,Brayen tidak akan mengampuni orang yang sudah mengganggu Zia.ternyata Sonia yang merasa cemburu pada Zia sengaja membuat Zia lembur dan menyuruh seorang pria untuk mengganggu nya,mengetahui nya Brayen sangat marah dan memecat Sonia.
Di depan semua orang Brayen juga menggutarakan perasaan cinta nya pada ku,ia ingin semua orang tak mengganggu diri ku lagi,aku merasa kaget mendengar ucapan Brayen,rasa nya seperti mimpi saja seorang CEO seperti Brayen bisa mencintai ku.aku juga merasa bahagia ternyata cinta ku tidak bertepuk sebelah tangan.
"Would you marry me?".ucap Brayen menggeluarkan sebuah cincin permata dari saku celana nya.
aku yang merasa sangat senang hanya bisa menggeluarkan air mata haru dan menggangguk kan kepala ku.
tamat