Perkenalkan namaku Syahrini yang di sapa akrab dengan panggilan Rini. Aku berumur 30 tahun dan aku masih single. Mungkin kalian bertanya-tanya kenapa di usiaku yang sekarang, aku masih single?
Itu semua karena laki-laki yang tak bertanggung jawab. Laki-laki yang mempermainkan aku selama 9 tahun lamanya.
Aku mengenalnya saat umurku masih 21 tahun, saat aku masih kuliah dan semester 6. Dia adalah laki-laki pekerja kantoran. Awal bertemu, saat aku sedang menunggu angkot untuk pulang. Dan tiba-tiba saja ia berhenti di depanku, ia menawariku untuk naik mobilnya. Awalnya aku gak mau tapi karena dia maksa, akhirnya aku pun nurut juga.
Aku masuk ke dalam mobilnya dan duduk di kursi depan di samping dia yang fokus menyetir. Kami pun saling nanya nama masing-masing bahkan sampai tukeran telpon. Dia ternyata bukan laki-laki jahat, dia juga enak di ajak ngobrol. Sebelum pulang, dia mengajak aku makan di warung pinggir jalan. Saat aku tanya kenapa gak makan di resto padahal dia memakai jas dan dasi serta mobil, apakah gak malu dan jawabannya adalah, "Aku gak mau mengatakan orang yang sudah kaya. Yang punya resto sudah cukup mempunyai banyak uang jadi aku lebih suka makan di sini, di pinggir jalan. Karena mereka lebih membutuhkan, lagian mereka jualan bukan untuk menjadi kaya tapi agar bisa bertahan hidup," itulah jawabannya yang bahkan sampai saat ini masih membekas di ingatanku.
Aku sangat salut padanya, karena ia masih memikirkan nasib orang lain. Bahkan ia juga membelikan beberapa nasi bungkus untuk di berikan kepada fakir miskin yang saat itu lewat di depan kami.
Aku sangat terenyuh bahkan aku gak nyangka, di zaman sekarang masih ada laki-laki seperti dia.
Setelah aku dan dia selesai makan, dia pun mengantarkan aku pulang dengan tanpa kekurangan sesuatu apapun.
Sejak saat itu, hubungan kami semakin hari semakin akrab. Dia sering antar jemput aku ke kampus dan saat aku libur kuliah, dia juga mengajak aku pergi ke pantai, Mall dan tempat wisata lainnya yang masih satu kota. Karena jika keluar kota, dia gak berani membawaku karena bagaimanapun aku ini perempuan dan dia takut aku kenapa-kenapa.
Setelah aku lulus kuliah, dia mengungkapkan perasaannya bahwa selama ini, dia mencintai aku dan aku pun mencintainya. Aku dan dia sepakat untuk menjalin hubungan pacaran sampai aku siap untuk di lamar dan dijadikan sebagai seorang istri.
Setelah aku lulus, aku bekerja di kantor yang sama dengannya karena kebetulan di sana ada lowongan pekerjaan dan itu sesuai dengan ijazah aku. Aku pun melamar di sana dan di terima.
Entahlah apakah ini sudah di rencanakan oleh Allah atau kebetulan? Aku gak ngerti. Tapi aku bahagia bisa lebih dengan laki-laki yang kini berstatus sebagai pacar aku.
Saat aku kerja di sana, semua orang kantor tau aku pacarnya hingga gak ada laki-laki yang berani deketin aku begitupun sebaliknya, gak ada perempuan yang berani deketin dia.
Hingga beberapa tahun kemudian, umurku sudah genap 26 tahun. Ibuku menyuruhku menikah, dan aku pun menyuruh pacarku untuk melamarnya namun dia selalu aja punya alasan yang membuat aku akhirnya mengalah.
Dan setiap hari raya dan tahun baru, ia akan pulang kampung selama dua Minggu. Setiap kali aku mau ikut, dia selalu saja menolaknya padahal aku ingin kenalan dengan calon mertua aku.
Bahkan ketika aku mengajak dia untuk bermain ke rumah aku dan bertemu ayah dan ibu aku, dia juga menolaknya katanya belum siap. Dan ketika aku memaksanya pasti dia akan marah sama aku. Dan akhirnya bertengkar, dan lagi-lagi aku yang akan minta maaf duluan karena aku gak bisa jika dia diemin aku apalagi sampai berhari-hari.
Dan setelah umur aku 29 tahun, ayah dan ibu terus mendesak aku untuk menikah. Sedangkan pacarku terus saja bilang belum siap dan belum mapan. Aku yang merasa ada yang aneh berusaha menyelidikinya, aku memberanikan diri pergi ke kampungnya dan betapa kagetnya ketika aku tau, dia sudah punya istri dan dua anak.
Jujur, hatiku hancur sehancur hancurnya karena ternyata aku pacaran dengan suami orang dan bodohnya aku, bertahun-tahun pacaran tapi gak tau status pacar aku. Karena dia selalu bilang single.
Saat aku mengetahuinya, aku pun langsung memutuskan dia dan berhenti kerja. Karena bagaimanapun aku ini perempuan, aku gak mau merusak rumah tangga orang lain dan menyakiti wanita lain.
Namun dia berusaha untuk terus deketin aku, padahal aku sudah berusaha menghindar darinya. Akhirnya aku pun memutuskan untuk pergi keluar kota, dan cari pekerjaan di sana. Berat rasanya hidup sendiri karena ini pertama kalinya aku jauh dari orang tua tapi ini adalah pilihan yang terbaik menurutku karena bagaimanapun aku gak mau menjadi wanita yang akan menghancurkan rumah tangga orang lain. Bagiku pantang mendekati laki-laki yang sudah beristri. Andai aku tau dari dulu, mungkin sudah dari dulu aku mengakhiri hubungan ini.
Aku memang sangat menyayangi dan mencintainya tapi aku gak mau bahagia di atas penderitaan wanita lain. Karena bagaimanapun kelak aku juga akan menikah dan aku juga gak mau jika suamiku nanti menduakan aku. Untuk itulah, aku harus berhati-hati dan jangan sampai menyakiti wanita lain.
Dan sekarang sudah satu tahun aku hidup di kota orang, untunglah aku punya teman kantor yang sangat baik sama aku. Kebanyakan teman wanitaku sudah pada nikah semua dan hanya aku yang masih single namun aku masih nyaman dengan statusku yang sekarang.
Aku juga belum siap untuk menjalani hubungan dengan laki-laki lain, aku masih trauma. Tapi aku janji, aku pasti akan menikah tapi tidak dalam waktu dekat karena aku harus menyembuhkan rasa traumaku dan juga harus mencari laki-laki yang jujur dan terbuka. Karena aku gak mau di bohongi untuk kedua kalinya.
Untuk wanita di luar sana, jika kamu punya hubungan dengan laki-laki lain, pastikan dulu dia bukanlah suami orang. Dan jangan pernah sesekali mendekati pria beristri walaupun kamu mencintainya sekalipun karena karma itu pasti ada..