“Geisha,ayo donk cepetan turun!” Teriak sang papa yang dari tadi menunggu putrinya yang tak segera ke luar dari kamarnya.
“Sabar pa.Sebentar lagi geisha pasti turun.” Ucap mamanya geisha
“Gimana bisa sabar ini udah jam berapa? Papa bisa telat pergi ke kantor padahal pagi ini papa ada meeting yang sangat penting.” Kata papa geisha dengan nada jengkel,ia benar-benar gak habis fikir,punya anak satu tapi sangat sulit untuk di atur.
“Nah itu geisha sudah turun.” Ucap mama geisha sambil menunjuk ke arah geisha.
“Aduuuuh papa,maafin geisha.Tadi geisha bangunya kesiangan.”
“Kamu itu,pasti tadi malem kamu tidurnya sampai larut malem gara-gara liat pertandingan sepak bola.Kalau kayak gini terus.Papa akan menjual tivinya.” Papa memandang geisha dengan marah sedangkan geisha hanya menunduk.Ia tak berani melawan papanya,geisha sadar ia telah melakukan kesalahan.Tak seharusnya ia menonton tivi sampai larut malam dan akhirnya ia bangun kesiangan.
“Udah dong pa, jangan marah-marah terus.Lebih baik papa dan geisha segera berangkat.Jangan buang-buang waktu lagi.” Ujar sang mama yang selalu mengingatkan papa agar selalu bersabar dalam menghadapi putrinya.
“Iya sudah,ayo berangkat.” Kata papa dengan nada ketus
“Ma,geisha berangkat dulu.”
“Iya,hati-hati sayang.Nanti pulangnya jangan terlalu sore ya.”
“Iya ma.”
Geisha segara masuk ke dalam mobil.Di sepanjang perjalanan,geisha dan papanya tak ada yang bicara sepatah katapun.Semuanya memilih untuk diam hingga tak terasa ternyata mereka sudah sampai di depan pintu gerbang sekolah geisha.Geisha segera turun dari mobil dan lari menuju kelasnya.
“Hei ges,kenapa loe? Kog pagi-pagi udah cemberut? Di marahin lagi sama papanya ya?” Tanya melly sahabat geisha. Geisha hanya mengangguk tanpa menjawab pertanyaan melly.
“Loe yang sabar aja ya ges.Oia loe sudah makan?”
“Belum.”
“Kalau gitu kita ke kantin yuk!”
“Tapi....?”
“Kenapa? Loe takut di marahin bu mirna.Tenang aja,bu mirna sekarang gak masuk.Jadi jam pertama kosong.Kita manfaatkan waktu ini untuk ngisi perut kita.”
“Oh gitu,iya sudah.ayo.”
Geisha dan Melly pergi menuju kantin.Saat ia melintasi kelas XI ips.Tiba-tiba mata geisha tertuju sama cowok yang duduk sendirian sambil membaca buku.Geisha seperti kenal dengan cowok itu tapi ia lupa.
“Kenapa geis kog berhenti?” tanya melly
“Kamu kenal dengan cowok itu?” tanya balik geisha sambil menunjuk ke arah cowok yang duduk menyendiri.
“Yang mana?”
“Itu yang lagi baca buku.”
“Oh itu Denis.Emang kenapa,Kog kamu nanya cowok itu,naksir ya?”
“Gak,gak mungkin aku naksir sama cowok kayak gitu.”
“Terus kenapa kamu nanya tentang dia?”
“Aku seperti mengenalnya.”
“Oh tak kira kamu naksir dia.Dia itu anak pindahan dari bandung.”
“Apa? Anak pindahan? Pantesan aku baru melihatnya tapi kenapa aku bisa gak tau kalau di sekolah kita ada anak pindahan?”
“Kemaren kan kamu gak masuk sekolah.Geis jangan lihat dia melulu donk.Kita kan mau ke kantin.Laper nich!”
“Iya ayo.”
Merekapun melanjutkan langkahnya menuju kantin.
Entah kenapa geisha kefikiran terus sama denis,ia seperti sangat mengenalnya tapi ia begitu sulit untuk mengingatnya.
Ada rasa yang geisha sendiri tidak tau mengapa ia merasakan hal seperti itu.
“Apakah aku jatuh cinta padanya?” tanya geisha dalam hati.Geisha merasa gelisah,tak pernah ia merasa seperti ini sebelumnya.
“Geis kita duduk di sana yuk?” Ajak melly.Geisha tak menjawab ia hanya mengangguk lalu berjalan di belakang melly.
“Loe kenapa sih geis? Dari tadi ngelamun terus?” tanya melly yang dari tadi memerhatikan sikap sahabatnya yang tak seperti biasanya.
“Gak,gak papa.” Geisha berusaha mengelak,ia tak mungkin jujur tentang perasaan yang telah mengganggu fikirannya.
“Hemmm aku tau,kamu berbohong geis,tapi aku gak akan memaksa kamu untuk mengatakan hal-hal yang tak ingin kamu katakan.Lebih baik kamu makan aja dulu,kasian tuh makanannya dari tadi gak tersentuh.” Ucap melly sambil tersenyum.Ia tau kalau sahabatnya sekarang lagi jatuh cinta pada seseorang yang ia lihat tadi.
Selesai makan,geisha dan melly kembali ke kelas.Saat mereka melewati kelas XI ips, geisha tak lagi melihat denis padahal ia ingin sekali melihat wajahnya,geisha menoleh ke kanan ke kiri mencarinnya namun tetap saja gak ketemu.
“Geis kamu mencari denis?” tanya melly yang dari tadi ada di sampingnya.
“Gak kog.”
“Udah jangan bohong.” Ucap melly yang tak ingin di bohongi lagi oleh sahabatnya.
“Ayo ikut aku.” Tambah melly
“Ke mana?” tanya geisa
Melly tak menjawab,ia hanya memegang tangan geisha lalu membawanya ke lapangan basket.
“Tuh denis,ia sedang bermain basket tuh sama temen-temenya.” Ucap melly
Geisha bener-bener terpanah melihat denis, ia terlihat begitu keren ketika main basket.Tak heran jika banyak wanita yang menyukainya termasuk dirinya.Geisha tersenyum-senyum sendiri melihat denis.Tiba-tiba ia teringat akan sesuatu,ia ingat bahwa denis adalah temen lamanya waktu ia masih sama-sama sekolah dasar.Pantas saja jika geisha merasa pernah mengenalnya.
“Mel,sekarang aku sudah ingat denis itu siapa?” Ucap geisha kegirangan karena berhasil mengingat teman lamanya.
“Emang dia siapa?” Tanya melly
“Dia itu Denis firmansyah,teman lamanya aku waktu kami masih sama sama sekolah dasar.Dulu aku sama dia sering bermain bersama dan dulu aku sama dia juga bisa di bilang tetanggaan karena rumah aku bersebelahan dengan rumah dia.Tapi ketika ia kelas enam SD,ia terpaksa pindah sekolah karena ayahnya harus kerja di bandung, pantas saja ketika pertama kali aku melihatnya, aku merasa sudah mengenalnya.Ingin sekali aku menyapa dia tapi aku takut dia sudah lupa sama aku?” Ucap geisha dengan nada sedih.
“Loh tapi apa salahnya jika kamu mencoba untuk menyapa dia duluan.Siapa tau ketika dia ngeliat wajah kamu.Dia langsung ingat.” Melly mencoba memberikan dukungan kepada geisha.Ia tau kalau temanya itu sudah jatuh hati pada teman lamanya.
“Gak ah, aku malu.Lagian aku kan sudah punya ferdian.Gimana perasaan dia kalau sampai dia ngeliat aku berbicara dengan cowok lain.”
“Kenapa kamu malah memikirkan perasaan ferdian.
Bukankah kamu selama ini gak pernah mencintai dia? Kamu kan nerima dia hanya buat hiburan.Toh selama ini ferdian gak pernah ngasih perhatian sedikitpun sama kamu.Ia selalu mengabaikan kamu.Lalu buat apa lagi kamu mempertahankan hubungan kamu sama ferdian?”
“Ia juga sih,terus aku harus bagaimana sekarang?” tanya geisha yang merasa kebingungan tak tau harus berbuat apa.
“Kamu harus putusin ferdian dan kamu harus perjuangkan cinta kamu jika emang kamu sudah jatuh hati pada denis.” Jawab melly
“Tapi mel?” Geisha masih ragu dengan perasaan yang ia rasakan.Ia takut perasaan ini hanya sebentar dan hanya numpang lewat saja.Ia takut perasaan ini hilang tampa bekas.Ia takut untuk patah hati.Ia takut perasaan ini nantinya akan buat ia terluka.
“Geis,kesempatan itu tidak akan pernah datang dua kali.Kamu harus ingat,denis itu banyak yang suka.Denis itu adalah salah satu cowok yang menjadi idaman para wanita.Walaupun aku tidak begitu kenal tapi aku tau dia anak yang baik.Ketika dia pertama kali menginjakkan kaki di sekolah ini.Ia langsung akrab dengan siapapun.Dia adalah anak yang mudah bergaul dan aku lihat dia gak suka neka-neko deh.Waktunya belajar ia akan belajar walaupun di ajak main,dia gak akan mau kecuali jika waktu istirahat telah tiba.Kamu lihat sendiri kan tadi,walaupun tak ada gurunya,ia tetap belajar seorang diri padahal teman-temannya sedang asyik ngobrol dan bercanda gurau,itulah mengapa aku mendukung kamu untuk memperjuangkan cinta kamu,jika kamu emang bener-bener menyukainnya.Aku sudah menganggap kamu sebagai saudaraku sendiri jadi apapun yang kamu lakukan dan apapun keputusan kamu.Aku akan selalu dukung.” Ucap melly yang selalu memberikan dukunganya kepada melly.
“Makasih ya mell,untuk semuanya.Kamu emang sahabatku yang terbaik.Kamu selalu ada di saat aku butuh.Kamu selalu menghiburku di kala aku sedih.Kamu selau membantuku di kala aku butuh bantuan,kamu selalu datang dan menemaniku di kala aku merasa kesepian.Aku janji,aku gak akan pernah melupakan semua kebaikan kamu.” Geisha memeluk melly sebagai tanda kalau ia sangat menyayangi melly dan ia menganggap melly sebagai saudaranya juga.
Saat geisha berniat untuk menghampiri denis tiba-tiba seorang cewek datang dan memeluk denis dari belakang.Dan ia membuat geisha mengurungkan niatnya untuk menyapa denis.Ia tak menyangka secepat ini denis punya pacar di sekolah barunnya.Ia tak ingin menjadi orang ke tiga dalam hubungan mereka.Melihat sikap geisha,melly merasa kasian dan segera menghampiri geisha untuk menenangkan hatinya.
“Kamu yang sabar ya ges.Mungkin semuanya tidak seperti yang kau lihat,kamu Cuma salah faham.Aku yakin kog kalau cewek itu bukan pacarnya denis.”
“Gak mel,aku udah gak mau memperjuangkan cintaku lagi.Toh rasa yang aku rasakan belum tentu bisa bertahan lama.Lebih baik kita ke kelas aja.”
“Iya sudah.”
Geisha dan mellypun kembali ke kelas dan mengikuti pelajaran selanjutnya.Selama pelajaran berlangsung,geisha tidak bisa berkonsentrasi terhadap materi yang di berikan oleh pak yusuf karena fikiranya masih terus tertuju pada pemandangan yang tak seharusnya ia lihat.Pemandangan yang begitu menyakitkan,padahal baru saja ia merasakan jatuh cinta tapi ia sudah merasakan rasa sakit dan perih yang begitu mendalam.
“Tuhannn.....ternyata seperti ini rasanya cemburu,rasanya begitu menyakitkan.” Ucap geisha dalam hati.
Tak terasa geisha meneteskan air mata.Baru kali ini ia menangis karena cinta.
“Pak?” panggil geisha.
“Iya geis,ada apa?” tanya pak yusuf.
“Saya izin mau ke belakang.” Jawab geisha.
“Iya sudah tapi jangan lama-lama.’
“Iya pak.”
Geisha segera lari tapi tiba-tiba saja ia menabrak seseorang.
“Aduh maaf-maaf,aku gak lihat.” Ucap geisha sambil menunduk
“Geisha,kamu geisha kan?” tanya denis ketika ia melihat wajah geisha.
“Denis...Iya den,aku geisha.Kamu masih inget sama aku?” tanya geisha,ia tak menyangka bahwa denis masih mengenalinya,ia fikir denis akan melupakannya setelah lebih dari lima tahun ia tak pernah bertemu denganya.
“Bagaimana mungkin aku bisa melupakanmu,orang yang selalu ada di hati aku.” Jawab denis sambil tersenyum.
“Maksud kamu apa den? Aku gak ngerti.” Tanya geisha penasaran.
“Jujur ges,aku suka sama kamu sejak kita masih sekolah dasar.Aku sangat menyayangi dan mencintai kamu tapi aku gak bisa ngungkapin perasaanku karena dulu kita masih kecil.Pasti akan terlihat konyol kalau dulu aku mengatakan kalau aku jatuh hati pada kamu.Aku juga takut ketika aku mengungkapkan perasaanku,kamu akan marah dan menjauhiku.Aku gak ingin semua itu terjadi.Aku gak mau persahabatan kita hingga pada akhirnya aku harus pindah sekolah dan ikut sama ayah ke bandung tapi sekarang aku datang untuk mencari kamu.Ketika aku datang ke rumah kamu ternyata kamu sudah pindah rumah.Ges,aku sangat menyayangi kamu dan tiap hari aku selalu merindukanmu.Dan jujur aja aku gak nyangka banget,orang yang aku cari-cari ternyata satu sekolahan denganku tapi kenapa kemaren aku gak melihat kamu?” Denis berbicara panjang lebar sedangkan geisha mendengarkan dengan seksama.Ia benar-benar terharu dengan ucapan denis.Ia tak menyangka bahwa selama ini denis menaruh rasa padanya dan ia datang ke sini hanya untuk mencari dirinya.Ia benar-benar tak percaya dengan semua ini.Ini bagaikan sebuah mimpi terindah yang sulit untuk di percaya.Tadinya ia berfikir cintanya akan bertepuk sebelah tangan ternyata dugaanya salah,denis juga punya perasaan yang sama seperti dirinya.
“Den kita duduk di sana yuk.” Ajak geisha.
“iya.”
Geisha dan denis pun memilih duduk di bawah pohon rindang.Untuk sesaat mereka sama-sama diam.
“Den?”
“Iya geis,ada apa?” tanya denis.
“Den,sejujurnya aku juga suka sama kamu tapi masalahnya aku udah punya pacar namanya ferdian.Aku menjalin hubungan denganya bukan atas dasar cinta tapi hanya sebagai hiburan.Tapi aku sudah berniat untuk mengakhiri hubunganku denganya.Den,jangan tinggalin aku lagi.Jangan biarkan aku jauh dari kamu,aku gak sanggup,sungguh aku gak sanggup melihat kamu dengan wanita lain.”
“Gei jadi selama ini kamu juga menaruh rasa padaku?” tanya denis sambil memegang kedua tangan geisha.
“Iya den,dan rasa itu semakin tumbuh di hatiku ketika pertama kali aku melihat kamu tadi pagi.Dan ketika kamu bermain basket tadi,aku melihat kamu dari kejauhan.Ingin sekali aku menghampiri dan menyapa kamu dan tiba-tiba seseorang memelukmu dan itu membuatku aku sakit hati.Dan aku gak sanggup melihat semua itu.Akhirnya aku putuskan untuk masuk kelas tapi aku gak bisa konsen pada pelajaran karena fikiranku selalu tertuju sama kamu.Itulah sebabnya aku ke luar kelass untuk menenangkan hati aku tapi tanpa aku sengaja,aku menabrak kamu.Tadinya aku fikir,kamu sudah lupa sama aku tapi dugaanku meleset.” Tak terasa geisha menangis,air mata terus mengalir membasahi pipinya.Tapi air mata yang keluar bukanlah air mata kesedihan melainkan air mata kebahagiaan.Denis memegang pipi geisha dan mengusap air matanya.
“Jangan menangis lagi geis.” Ucap denis lalu memeluk geisha dengan erat.
“Geis,aku janji mulai saat ini aku akan selalu menjaga kamu seumur hidup aku.dan aku gak akan pernah ninggalin kamu lagi.” Kata denis lalu melepaskan geisha dari pelukannya.
“Makasih ya den,makasih atas cinta yang telah kamu berikan kepadaku.”
“Sama-sama geis.Aku juga ucapkan banyak terima kasih karena kamu mau menyayangi dan mencintai aku.Aku sangat menyayangi kamu geis.”
“Aku juga sangat menyayangi kamu den. Besok pagi aku akan mutusin ferdian agar tidak ada lagi orang yang akan memisahkan kita,aku tak ingin ada orang ketiga di antara kita.”
“itu terserah kamu.oh ya entar pulang sekolah kita pulang bareng ya,aku ingin main-main ke rumah kamu.Boleh kan?”
“Boleh dong.Papa sama mama pasti senang ngeliat kamu.”
“Syukur deh.Kita masuk kelas dulu yuk.”
“Iya den.”
Geisha dan denis pun masuk kelas masing-masing.Geisha mengikuti pelajaran dengan penuh semangat tidak seperti tadi yang hanya diam tanpa bisa mencerna apa yang di jelaskan oleh pak yusuf.Sungguh kata-kata yang di ucapkan denis tadi bagaikan angin surga yang turun ke bumi.Sejuknya terasa sampai ke dalam lubuk hati yang paling dalam.Bahkan desiranya mampu memadamkan kobaran api cemburu yang ada di dalam dada.Melly yang dari tadi memerhatikan sahabatnya tidak lagi murung seperti tadi.Ia bisa menerka bahwa tadi geisha pasti sudah bertemu dengan denis.
Tak terasa jam pelajaran sudah usai.Kini telah tiba saatnya untuk pulang.Melly segera menghampiri geisha ketika geisha kaki menuju kelas denis.
“Geis,kamu gak mau pulang bareng aku?” tanya melly.
“Aduhh mel,sorry banget ya....hari ini aku gak bisa pulang bareng kamu soalnya denis mau nganterin aku pulang.Kamu gak papakan pulang sendirian? Aku bener-bener minta maaf.” Ucap geisha berharap melly ngerti tentang perasaanya.
“Oh gitu,iya sudah aku pulang dulu ya.”
“Iya hati-hati di jalan.”
“oke.”
Setelah melly pergi,geisha langsung menuju kelas denis.
“Den ayo.”
“Iya bentar.Aku masih merapikan buku nih.” Ucap denis sambil memasukkan buku satu persatu ke dalam tasnya.
“Ayo.” Kata denis ketika semua buku telah di masukkan ke dalam tasnya.Denis mencoba memegang tangan geisha,walau merasa malu tapi geisha tak bisa menolak.Di dalam hati ia merasa bahagia yang tiada tara,inilah cinta sejati yang ia cari selama ini.Denis emang bukan pacar pertamanya tapi denis adalah cinta pertamanya.Ketika geisha dan denis sudah sampai di depan parkir.Tiba-tiba saja ferdian datang menghampiri mereka.
“Oh jadi ini yang kamu lakukan di belakangku,
bergandengan tangan bersama cowok lain.” Ucap ferdian ketika sudah ada di dekat geisha.
“Emang kenapa?” tanya geisha
“Hei kamu itu pacar aku.Tega-teganya kamu menghianati aku.”
“Aku bukanlah cewek penghianat tapi kamu yang bikin aku seperti ini.Kamu selalu sibuk,sibuk dan sibuk.Kamu selalu mengabaikan aku.Kamu lebih memilih teman-teman kamu dari pada aku.Kamu gak pernah ada waktu buat aku.Apakah kamu gak sadar,sikap kamu yang kekanak-kanakan itu sudah buat hatiku terluka?...Fer,aku punya pacar tapi seperti gak punya pacar.Ketika aku sedih,kamu ke mana?..Apakah kamu pernah mencoba untuk menghibur aku.Ketika aku kesepian kamu ke mana?...Apakah kamu pernah menemani hari-hari aku?...Ketika aku butuh bantuan kamu ke mana?...Apakah kamu pernah datang kepadaku dan memberikan aku pertolongan.Kamu cowok egois fer,paling egois yang pernah aku kenal.Kamu selalu mementingkan diri kamu sendiri.Kamu gak pernah memikirkan gimana perasaanku.Selama aku jadian sama kamu bukan kebahagiaan yang aku rasakan tapi derita dan tetesan air mata yang slalu aku dapatkan.Apakah kamu fikir hatiku gak sakit ketika kamu bercanda gurau dengan cewek lain?...Fer,aku menyesal udah pernah jadian sama kamu.Aku menyesal udah memberikan kamu kesempatan untuk jadi pacar aku.Sekarang aku sudah menemukan cinta sejatiku yang akan selalu ada buat aku,yang bisa menjaga dan melindungi aku.Gak seperti kamu yang hanya bisa melukai hati dan perasaanku.” Ucap geisha,tak terasa air mata membendung di pelupuk matanya.Baru kali ini ia berani mengungkapkan apa yang ia rasakan selama ini,mengungkapkan unek-unek yang selama ini ia simpan seorang diri.Ia sudah gak sanggup mempertahankan hubunganya yang tidak di dasari atas dasar cinta.
Denis merasa kasian mendengar semua cerita geisha,ingin sekali ia memeluknya dan menenangkanya tapi semua itu gak bisa ia lakukan karena di depan dia sekarang ada ferdian.Ia gak mau bikin masalah.Iapun akhirnya memilih untuk tetap diam,ia gak mau ikut campur karena ia takut akan memperkeruh suasana.Sedangkan ferdian,ia seperti menyesali perbuatannya.Ia tak tau harus berbuat apa.Selama ini ia emang sangat egois,ia selalu marah setiap geisha bercanda sama cowok lain sedangkan dirinya hampir setiap hari bercanda gurau sama cewek lain.Ia juga gak pernah ada waktu buat geisha.
“Geis,aku minta maaf atas semua sikap dan sifat aku yang sudah keterlaluan.Maafkan aku karena sudah menyakiti hati dan perasaan kamu.Tapi aku mohon beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya.” Ucap ferdian sambil memegang tangan geisha,ia berharap geisha akan memaafkannya dan memberikan ia kesempatan sekali lagi.
“Maafin aku,fer.” Geisha melepaskan tanganya dari tangan ferdian.lalu ia melanjutkan kata katanya “Aku gak bisa meneruskan hubungan ini.Rasa sakit yang kamu berikan sudah terlalu banyak.Kenangan kita terlalu buruk untuk di ingat.Aku gak sanggup menjalin hubungan yang menyiksa batinku.Dan asal kamu tau,hati aku sudah ada yang memiliki.Dan gak ada satu orangpun yang bisa menggantikan posisi dia di hati aku.Aku juga minta maaf jika aku ada salah.Maafkan aku karena aku gak bisa jadi cewek seperti yang inginkan selama ini.Mungkin suatu saat nanti,kamu akan menemukan pengganti yang jauh lebih baik dari pada aku.Fer lebih baik kita jadi teman aja.Walaupun aku gak bisa mencintai kamu tapi setidaknya aku bisa menyayangi kamu sebagai teman aku.”
“Hemmmmmmmmmmm jika itu mau kamu.Aku gak bisa berbuat apa-apa.Semoga kamu bahagia bersama orang yang kamu sayang.”
“Makasih ya fer,kalau gitu aku pulang dulu.” Ucap geisha sambil tersenyum.
“Ayo den,kita pulang.” Kata geisha kepada denis,denis tak menjawab.Ia hanya langsung mengambil sepeda.Ketika geisha dan denis sudah pergi.Ferdian merasa sedih banget,sekarang ia benar-benar menyesal karena dulu ia telah menyia-nyiakan orang yang ia sayang.
Sedangkan geisha dan denis,mereka sangat bahagia karena tuhan telah mempertemukan mereka dan cinta di antara mereka akan membawa mereka ke jenjang yang lebih serius.
TAMAT