Malam itu cahaya bulan masuk menembus jendela rumah ku, aku yang tengah tertidur dngan wajah tepat menghadap jendela ikut tertimpa cahaya malam bulan, memaksa ku untuk membuka ke dua mata ku.
Saat ku buka mata ku aku baru tersadar jika aku tidur dengan posisi duduk di atas kursi dngan mendaratkan kepala dan sebagian tubuh ku ke meja, tangan ku ku lipat sebagai bantal kepalaku, wajah ku yang meng hadap jendela melihat jelas bulan yang bulat sempurna itu.
"(aku melihat ke arah jam tangan ku)"Jam sebelas, aku pastinya ketiduran lagi ini......"(memberi jeda jadi agak linglung)"seperti dapur, ha...iya ini di rumah syukur lah untung tidak ketidur di jalan, kalo begitu aku mandi saja dulu dan setelah itu coba aku lihat bahan makanan apa yang masih aku punya, tiba² perut ku lapar."(monolog ku)".
Aku pun beranjak dan segera ke kamar mandi. setelah beberapa menit selesai mandi dan memakai baju tidur panjang, aku menuju dapur dan membuka lemari es ukuran sedang.
"(aku terpaku dan hanya menatap ke dalam)"telur !!!,haaa....aaa, aku lupa membeli bahan makanan"(menutup pintu lemari es)"Ini sudah malam aku terlalu takut untuk keluar, hah...sekarang bagaimana aku sangat lapar".
Belum selesai dengan urusan perut ku yang sedang memberontak tiba² ada suara ketukan di daun pintu dari luar rumah.
Tok!
Tok!
Tok!
"Hem siapa yang mengetuk pintu malam² begini?"(monolog ku)".
Aku mengayunkan kaki ku perlahan menuju pintu rasa takut dan ragu sudah pasti menylimuti ku, setelah sampai di depan pintu yang hanya tinggal 2 langkah lagi aku mengambil payung yang ku letakan di ranjang khusus tdak jauh dari pintu mana kala jika itu orang jahat akan langsung aku pukul. Bunyi ketukan terdengar kembali tapi sedikit melemah.
Tok!!
Tok!
Tok.
Bunyi ketukan terakhir nyaris tidak terdengar,
aku memegang gagang pintu dan memurarnya sampai terdengar bunyi....
Cklek,
aku menelan air liurku kasar tubuh ku gemetar berbarengan dengan rasa takut.Aku mencoba membuang rasa takut ku dan ingin segera mengakhirinya, aku menarik gagang pintu itu di ikuti dngan mengangkat tangan ku yang menggenggam erat payung dan mata ku menatap kedepan sosok yang tengah berdiri di depan ku.
"Hyaaaa......rasakan ini dasar orang jahat, he..."(ter tahan)".
"(menangkap pukulan)"To tolong aku, aku bukan orang jahat."
"He,..."(aku bengong)"
Sesosok pria misterius yang berada tepat di depan ku dengan nafas yang tak teratur serta raut wajah yang terlihat tengah menahan rasa sakit ini tiba² tangannya mengawang seperti hendak meraih dan kakinya melangkah mendekat karena sudah tidak kuat menahan rasa sakit pria misterius itu jatuh dan.....
"Tolong......!".
"Heeee....ka kamu mau apa?,"(menghindar)"
"Brukkk....!!!,uh."(jatuh ke lantai)".
"(Berjongkok)"Um...apakah kamu baik² saja?"(melihat punggung pria itu)"tubuh mu terluka cukup parah, apakah mau aku panggilkan dokter?"
"(mengangkat wajahnya menghadap ku dengan masih menahan sakit tentunya)"Tidak perlu, apa kamu mau menolongku?, tenang saja aku bukan lah orang jahat percayalah."(penuh harapan)".
"Ba....baik lah aku akan menolong mu."(ucap ku pada akhirnya)".
Aku akhirnya memutuskan untuk menolong pria misterius itu, aku membantunya bangun dan menyuruhnya masuk lalu aku pun menutup pintu yang terbuka.
Malam semakin larut saja jam menunjukan pukul 00 : 00 M. Aku mencari pria itu bukan kah tadi aku menyuruh nya untuk masuk tapi aku tidak menemukanya di mana pun kecuali ada satu tempat yang belum aku periksa yaitu...
"Kamar ku, apa mungkin dia di sana?"(segera menuju kamar)".
Aku segera menuju ke kamar ku, sesampainya di sana terlihat sesosok pria itu sedang duduk di bawah sinar bulan di depan jendela dengan korden yang di buka lebar.
Aku melangkah masuk menuju meja di samping tempat tidur ku, menarik laci meja dan mengambil kotak P3K lalu menutup kembali laci meja itu. Aku melangkah menuju tombol lampu hendak menyalakan lampu namun terhenti.
"Tunggu!, bukan kah malam ini bulan bersinar sangat terang a...."(tanpa mengalihkan pandangannya ke luar jendela)".
"Pfft...(menahan tawa)"Baiklah baiklah aku mengerti."(aku memotong pembicaraan)".
Langkah kaki ku ayunkan menghampiri pria misterius yang duduk menghadap ke luar jendela. Aku duduk di sebelahnya dan mulai mengobati luka nya.
"Um itu...."(aku canggung)".
"O itu, maaf aku tidak menyadari kamu sudah ada di sini"(melepas kemeja putih dnfan beberapa sobekan dan noda darah dari tubuhnya dan membalikan tubuhnya membelakangi)",tolong ya!".
"Em..."(aku menganggukan kepala)".
Aku mulai membersihkan lukanya yang masih mengeluarkan darah, ada rasa ngeri saat aku membersihkan lukanya bagai mana tidak bekas cambukan yang begitu parah dan beberapa luka sayatan memenuhi seluruh tubuh pria misterius itu, rasanya ingin bertiak dan menangis saat itu juga tapi aku urungkan karena ini sudah malam, sangat mengerikan.
"Bagai mana bisa kamu mendapatkan luka seperti ini?"(tanya ku takut²)"
"Ceritanya panjang, lebih baik kamu tidak usah tau!"(menahan rasa sakit)".
"Aku mengerti"(mengambil salep obat luka)".
"(melihat dari ekor matanya)"tunggu!, maaf apa kamu bisa oleskan ini saja untuk luka ku?"(memberikan)".
"Oh baiklah"(mengambil)".
Aku mengambil wadah salep obat yang pria misterius itu berikan membuka penutupnya dan mulai mengoleskannya perlahan. Aku rasa telah mengolesi seluruh luka itu dengan salep obat lalu aku pun menutup kembali wadah obat itu dan mengambil perban yang ada di dalam kotak putih.
"Em maaf apa kamu bisa membantuku mengoper perban ini ke belakang"(tanyaku sedikit ragu dan sedikit menunduk)".
"Oh baiklah".
"*jika di lihat² dia sangat tampan meski agak aneh,eee....h apaan si jangan berpikir seperti itu kamu harus sadar ayo sadar!!!!*"(monolog ku dlm hati dengan beberapa kali melihat wajahnya yang terlihat sedikit saat menerina operan perban dari ku)".
Aku terus mengulurkan perban sedikit demi sedikit lukanya tertutup oleh perban dan tidak lama semua lukanya sudah tertutup.
"(menarik nafas lega)"Sudah selesai".
"(menggeser posisi duduknya meng hadap jendela)"Terimakasih sudah mau menolong ku"( menoleh menatap ku)".
"Ah iya sama², ini aku kembalikan"(mengulurkan salep obat miliknya)".
"(menerima)"O...iya siapa nama mu?".
"Nama ku Rhury salam kenal, lalu siapa nama mu?".
"Itu..."(memberi jeda)"rahasia."
"He...,apakah seperti ini caramu berterima kasih?, apa salahnya memberi tau nama mu?,
sampai segitunya menyembunyikan identitas mu aku tidak masalah jika kamu tidak beritau aku dapet luka itu dari mana, aku hanya ingin tau sepatah kata nama mu, tapi kmu juga tidak memberi tau aku seakan² itu adalah nyawa mu, kamu tidak akan mati hanya karena memberi tau nama mu.huh..."(kesal ku)".
"Pfft__"(menahan tawa sambil menutup mulut dengan salah satu tangannya" Ternyata kamu sangat lucu ketika sedang marah"(terkekeh pelan)".
"Jangan tertawa aku sedang tidak bercanda!".(semakin kesal)".
"(menghentikan kekehannya dan menurunkan tangan yang menutupi mulutnya)"Baik lah besok saat matahari terbit aku akan memberi tau mu".
"Siapa bi....."(sambil menunjuk ke arah pria itu)".
KRUUUUKKK.......!?!? 2 +
Kini suara dua perut yang unjuk rasa. Kami pun hening beberapa detik dan kemudian aku teringat masih ada 2 cup mie instan di dalam lemari dapur.Aku pun beranjak dari duduk ku.
"Kamu mau kemana ?"(tanya pria itu menengadah melihat ku)".
"(menoleh menatap)"Aku ingin menenangkan unjuk rasa cacing² di dalam perut"(berbalik menuju dapur)"
Sesampainya di dapur aku mengambil 2 cup mie instan membuka tutupnya dan menuangkan air panas dan menutupnya kembali. 3 meni berlalu aku membawa 2 cup mie instan itu dan menghampiri pria yang masih terduduk di sana, benar² tidak bergerak sedikit pun, aku pun duduk di sampingnya bersama meletakan 1 cup mie instan untuknya.
"Ini milik mu"(meletakan)"Cepat makan nanti dingi, jika dingin rasanya berubah"(membuka penutup cup mie yang ku pegang)"
"(tersenyum tipis)"Terimakasih"(mengambil dan membuka cup mie)".
SELAMAT MAKAN_____2 +
Kami pun mulai menyantap cup mie kami sampai habis.
Pukul 01 : 30 P.
Setelah membereskan semuanya aku pun tidur di atas kasur ku yang empuk sedangkan pria misterius itu tdur di lantai, tapi dengan kasur lantai dan selimut tentunya dia sudah terlelap.
"Malam ini kejadian tak terduga menimpa ku ini seperti mimpi buruk, aku ingin saat mata ku terpejam aku bermimpi indah"(pinta ku dlm hati diikuti mata yang terpejam)".
❇❇❇❇
Pukul 06 : 00 P.
Ke Esokan harinya.......
"(membuka mata)"Ha....sudah pagi"(berguling ke samping tempat tidur dan melihat ke bawah)"He, kemana dia?"(bengong)".
Aku terkejut melihat kasur dan selimut sudah terlipat dngan rapih dan orangnya sudah tidak ada, tapi ada lipatan kertas di atasnya aku mengambilnya dan membaca isinya.
"Maaf sebelumnya sudah mengganggu dan merepotkan nona penolong, tapi aku senang bisa bertemu dengan nona penolong aku harap suatu saat akan bertemu lagi. O iya ngomong² nona penolong ingin tau namaku buka klo begitu perkenalkan nama ku IKKI Y.01. salam kenal".
IKKI Y.01.
"Di....dia adalah pemimpin Y, jika aku boleh memilih dari awal aku tidak ingin bertemu dengan mu!!!"(meremas kertas dan melemparnya ke tempat sampah)".
MARKAS Y.
Sesosok pria dengan mengenakan jas hitam rapih tengah berdiri menatap ke luar jendela kaca besar tangannya di masukan ke saku samping celana miliknya, matanya menatap gedung² berdiri kokoh.
"Kita pasti akan bertemu lagi!"(memberi jeda)"Rhury"(tersenyum miring)".
❇❇❇❇
TAMAT
❇❇❇❇
❇⭐❇mohon maaf jika ada salah² kata, bahasa, dan cara penulisan yang masih banyak kekurangan sekali lagi saya mohon maaf❇⭐❇
*K*