" namaku Natta Reza, aku bekerja di sebuah restoran bagian Dishwasher.. aku menjalani kehidupanku dengan sabar, tabah, ikhlas, dan bertawakal.. "
pagi hari yang cerah aku sudah bersiap untuk berangkat bekerja seperti biasanya...
saat aku berjalan dipinggir jalan.. aku melihat seorang wanita tua ingin menyebrang jalan dengan membawa barang yang besar dipunggungnya dan membawa tas belanja rotan yang dipegang oleh nya.. lalu aku pun membantu nya untuk menyebrang..
Reza: permisi bu, biar saya bantu ibu membawa barang nya dan menyebrang.. (mengambil tas itu dari tangan wanita tua)
wanita tua: terimakasih nak.. (tersenyum)
lalu aku dan ibu yang disebelahku pun langsung menyebrang jalan..
disaat Reza sedang membantu wanita tua itu dia tidak menyadari bahwa ada seorang wanita bercadar yang melihatnya membantu ibu itu untuk menyebrang jalan dari kejauhan
sesampainya di restoran Reza pun mengerjakan pekerjaannya dan sampai nya waktu zuhur dia bergantian dengan temannya untuk sholat zuhur
Reza: aku sholat dulu ya.. (ucapnya pada temannya yang bernama Faisal)
Faisal: iya.. nih sajadahnya (memberikan sajadah itu ke Reza)
Reza: terimakasih.. (langsung pergi untuk sholat zuhur)
waktu terus berjalan dan pada akhirnya tibalah waktu malam untuk aku mencatat sesuatu untuk kebutuhanku sehari-hari
hari berganti hari.. seperti biasa aku akan bekerja di restoran untuk menghasilkan uang untuk biaya hidupku..
ketika aku sedang mencuci piring, aku melihat sepasang kekasih tua sedang makan di restoran itu dan berbincang.. aku pun tersenyum melihat sepasang kekasih itu yang terlihat bahagia diusia mereka yang sudah tua namun masih begitu mesra dan romantis..
ketika sepasang kekasih tua itu sudah beranjak pergi, wanita bercadar itu sedang bersama dengan teman-temannya untuk melakukan sesuatu dilaptopnya..
namun wanita bercadar itu melihat kacamata pria tua itu dari sepasang kekasih tadi Tertinggal diatas meja yang mereka duduki tadi.. lalu wanita bercadar itu pun mengambil kacamata itu dan memberikannya ke pria tua itu dengan senang hati..
pria tua: mah kacamata papah mana ya? (tanyanya ke wanita tua itu yang tidak lain adalah istrinya)
wanita bercadar itu pun menghampiri sepasang kekasih itu dan memberikan kacamata nya
wanita bercadar: permisi.. saya ingin memberikan kacamata ini, tadi tertinggal diatas meja yang kalian duduki.. (memberikannya dengan sedikit membungkuk)
pria tua: ohh iya.. terimakasih ya nak... (mengambil kacamata itu lalu tersenyum)
aku melihat wanita bercadar itu dengan sedikit rasa kagum di dalam hatiku saat ia memberikan kacamata itu kepada sepasang kekasih tua dengan senang hati dan tulus..
hari berganti sore dan berganti malam... seperti biasa malam harinya aku akan mencatat untuk keperluanku sehari-hari
beberapa hari ini aku slalu bertemu dengan wanita bercadar itu di restoran tempat ku bekerja saat ini.. disuatu hari saat aku sedang bekerja membereskan meja restoran, aku melihat ada sebuah buku tergeletak diatas meja.. dan buku itu adalah milik wanita bercadar itu, mungkin dia tidak sengaja meninggalkan nya..
namun saat aku hendak mengembalikkan buku itu, wanita bercadar itu sudah pergi jauh entah kemana.. lalu aku memutuskan untuk mengembalikannya besok hari..
saat malam hari entah kenapa aku penasaran dengan buku novel itu yang berjudulkan tentang "cinta" lalu aku pun membuka nya dan sedikit membacanya..
ke esokan harinya saat aku sudah berada di restoran, aku melihat wanita bercadar itu baru datang dan aku pun menghampiri nya..
Reza: mbak.. (panggilku ke wanita bercadar itu)
wanita bercadar: Yaa..? (jawabnya)
Reza: mohon maaf, ini buku nya ya? (ucapku sembari menyodorkan bukunya)
wanita bercadar: owh ya, terimakasih.. (mengambilnya dengan kepala yang diayunkan kebawah sedikit)
Reza: Iyah sama-sama mbak.. (jawabku dengan membungkukkan sedikit tubuh ku)
dia pun pergi setelah aku mengembalikkan bukunya yang kemarin tertinggal diatas meja restoran..
aku pun melihat kepergiannya dengan senyuman yang lebar, dan sejak saat itu entah mengapa perasaan ku slalu tidak tenang karena memikirkan wanita bercadar itu..
aku pun sholat tahajud dan berdoa kepada sang maha cinta untuk memberikan petunjuk kepada ku.. dan memberikan aku keberanian untuk berbicara dengan wanita bercadar itu...
ke esokannya aku melihat wanita itu beranjak pergi untuk meninggalkan restoran namun aku segera menghampiri nya dan berbicara padanya
Reza: maaf.. (ucapku ke wanita itu)
wanita bercadar: (membalikkan tubuhnya ke arah sumber suara dan menundukkan pandangannya)
Reza: bolehkah aku mengenalmu? (ucapku dengan penuh keberanian)
wanita itu pun terdiam sejenak lalu dia pun menjawab...
wanita bercadar: Tanyakan itu... pada yang lebih berhak atas diriku..
aku pun terdiam dan dia langsung memberiku kertas yang berisikan nomor telfon .. lalu aku pun menerimanya, setelah itu wanita bercadar itupun langsung pergi..
di malam harinya..
dengan keberanian dan kematangan yang sudah aku tetap kan di dalam hatiku, aku memberanikan diri untuk menelfon nomor yang wanita itu berikan kepada ku tadi siang..
setelah malam itu, ke esokannya aku langsung pergi kerumah wanita bercadar itu untuk menemui kedua orang tuanya..
Reza: Asalamualaikum pak..
ayah dari wanita: Waalaikumsalam..
Reza: Saya ingin melamar putri bapak.. (ucapku dengan penuh keberanian)
ayah dari wanita: kamu kan belum melihat wajah anak saya, apa yang membuat kamu yakin? (tanyanya pada ku)
Reza: saya yakin, karena akhlaknya pak..
ayah dari wanita: agama kita mengajarkan, sebelum kamu melamar anak saya..
ayah dari wanita: kamu berhak untuk melihat wajah anak saya dan kamu pun berhak untuk menolak, seandainya kamu telah melihat wajah anak kami dan kamu tidak berkenan.
aku pun mengangguk paham dan wanita yang aku lamarpun membuka cadarnya dengan perlahan.. setelah melihat wajahnya, aku tersenyum bahagia dan yakin bahwa aku tidak akan menolakknya dan akan menikah dengan nya..
hari pernikahan pun tiba.. kini para undangan yang telah hadir, sedang menyaksikan ijab kabul yang akan aku ucapkan kepada wali dari sang wanita..
Reza: saya terima nikah dan kawinnya Wardah Maulina binti Mawardius, dengan mas kawin tersebut dibayar tunai..
ayah dari wanita: bagaimana,... sah?.. (ucapnya pada semuanya)
All: Sahh...
setelah itu semuanya pun mengucapkan hamdalah dan membaca Alfatihah..
dan.. itulah kisahku bersama dengan kekasih impianku yang pada akhirnya bersama dan hidup bahagia bersama dengannya..
jika memang sudah yakin dan matang untuk kamu bersama dengan kekasih impianmu, maka lamarlah dia dan pinanglah dia dengan mengucapkan bismilah..
see you..
By: Sherlynuradriati