Tokoh :
Roseanne Petrav
Ben Anderson
Moskow, Rusia
" Ahh" suara desahan dan erangan memenuhi kamar yang di dalam nya ada dua orang manusia yang sedang di mabuk cinta. Di malam yang sunyi dengan di iringi hujan yang cukup lebat memberikan sensasi sendiri bagi orang yang sedang bercinta.
Entah apa yang di pikirkan Rose sehingga diri nya menyerah kan seluruh hati dan tubuh nya kepada kekasih nya hanya suatu alasan yaitu " kita saling mencintai " yah itu laht yang di pikiran Rose dan juga dia sangat menyukai sentuhan yang di berikan kekasih nya yang benar benar mengetahui titik kelemahan nya.
" Ben " suara Rose menyebut nama kekasih nya yang sedang menyentak masuk dalam tubuh nya.
" Oh shirt kau masih perawan Rose " awal nya Rose memekik kesakitan saat Ben mencoba menerobos selaput dara nya. Namun lama kelamaan sakit itu menjadi suatu kenikmatan yang belum pernah Rose rasakan ia bagaikan terbang melayang.
" Ben ahh " suara Rose sudah klimaks entah yang ke berapa kali nya " tahan sebentar Rose ahhh " suara Ben saat sampai puncak kenikmatan diri nya. Akhirnya mereka pun terlelap setelah bercinta sepanjang malam yang dingin.
Sudah jam 10 pagi tapi pasangan yang habis bercinta semalam itu belum juga bangun karena pagi ini masih gerimis tidak seperti semalam yang hujan lebat. Ben bangun lebih dulu dan memandangi wajah kekasih nya itu " Rose kau sangat jujur pada ku,, entah apa yang akan terjadi jika kau mengetahui tentang diri ku yang sebenarnya " kata Ben dalam hati sambil mengelus punggung telanjang kekasih nya yang masih terlelap dalam keadaan polos di bawah selimut yang tebal.
Karena tidur nya terganggu akhirnya Rose membuka mata nya ia melihat Ben sedang mencumbu diri nya dan tangan nya bergerilya kemana mana. " Ahh Ben itu ku masih sakit " saat Ben melepas ciuman nya dan Rose berkata dengan wajah yang memerah karena benar-benar penampilan nya sekarang sangat acak acakan.
" Emm maaf kan diri ku Rose,, sekarang ayo berendam air hangat supaya sakit nya berkurang ".
" Akh Ben " jerit Rose saat Ben menyibak selimut yang menutupi tubuh polos mereka dan mau tidak mau Rose mengalungkan tangannya ke leher Ben sambil menerima cumbuaan yang panas di pagi yang dingin.
Saat di kamar mandi dua sejoli yang sedang di mabuk cinta tidak benar-benar mandi mereka melakukan nya lagi entah berapa lama tapi yang pasti saat Rose keluar dari kamar mandi sambil di gendong Ben dengan bibir yang pucat karena terlalu lama di kamar mandi. " Ben aku lapar " kata Rose dengan manja saat Ben membantu diri nya memakai baju.
" Em baik laht aku akan memasak untuk mu,, kamu istirahat laht dulu Rose " kata Ben sambil memakai baju nya sendiri setelah membantu Rose memakai baju dan Rose hanya mengamati Ben dari atas tempat tidur.
" Aku ikut,, aku ingin menemani kamu sambil melihat TV " kata Rose sambil mengulurkan tangannya meminta Ben untuk menggendong dirinya.
6 bulan yang lalu...
Flashback
Di sebuah kafe Rose sedang menikmati waktu nya dengan meminum kopi dan melihat pemandangan. Roseanne Petrav adalah seorang gadis biasa di daerah Moskow Rusia mempunyai pekerjaan yang biasa biasa saja sebagai pemilik toko bunga.
Keluarga? Rose adalah anak yatim-piatu dia besar di panti asuhan dia tidak tau seperti apa keluarga nya menurut nya dia adalah anak yang tidak di harapkan kehadiran nya.
Rose tersadar dari lamunannya kemudian Rose keluar dari kafe langsung pulang ke rumah nya yang kecil,, tapi saat ia sudah berada di depan rumah nya ia melihat seorang pria entah pingsan atau apa yang sedang tergolek di depan rumah nya.
" Tuan " panggil Rose
" Tuan " panggil Rose lagi tapi kali ini dengan menepuk pelan bahu pria misterius itu.
Karena pria itu tidak membuka mata nya Rose pun secara spontan menyeret dan membawa pria itu masuk ke dalam rumah nya.
setelah beberapa jam dia pingsan akhir nya dia siuman. Rose secara spontan menyodorkan teh hangat supaya dia lebih baik lagi kesehatan nya.
" Siapa kau " kata Rose sambi menatap tajam pria itu.
" Ah kepala ku " kata pria itu sambil memegang kepala nya.
" Siapa kau " kata Rose lagi mengabaikan rasa sakit pria itu.
" Aku Ben Anderson " jawab pria itu dengan linglung.
" Kenapa kau ada di sini seperti nya kau bukan laht orang sembarangan " kata Rose melihat pakaian pakaian Ben yang bermerek.
Ben pun menceritakan tentang keluarga nya tentang Ibu nya yang sudah lama meninggal dan Ayah nya menikah lagi.
Dan di rumah nya sedang memperebutkan kekuasaan siapa yang akan memimpin perusahaan. Ayah nya menyuruh Ben untuk melanjutkan usaha keluarga tapi Ibu tiri nya menolak nya dengan dan banyak alasan Ibu tiri nya mencoba mencelakai Ben tanpa sepengetahuan suami nya.
Flashback off.
Hari-hari Ben dan Rose di lalui dengan sukacita dengan cinta dan gairah yang membara seperti sekarang Rose sedang memasak makan malam tapi Ben selalu memeluk nya dari belakang dan mencium leher jenjang Rose dengan sesekali menggigit nya semua di lakukan Ben,, Rose selalu menikmati nya dan itu membuat Rose tidak fokus untuk memasak.
" Ben " kata Rose terdengar seperti desahan.
" Akh " teriak Rose saat Ben mengangkat diri nya di meja makan sebelum ia sudah mematikan kompor nya terlebih dahulu.
Mereka bercinta di atas meja makan dan melupakan tentang makan malam nya,, sungguh tubuh Rose bagi candu untuk Ben karena mungkin ia mencintai Rose sungguh dia adalah wanita yang berbeda yang pernah ia temui.
Ben dan Rose sedang sarapan pagi sungguh akhir-akhir ini dia sedang merasa ingin mual terus.
" Wegh " suara Rose sambil berlari ke kamar mandi dengan Ben yang menyusul dari belakang Rose dengan khawatir.
" Kau tidak apa-apa " kata Ben sambil memijat tengkuk nya Rose.
" Hm aku oke " kata Rose lalu berdiri dan membasuh wajah nya dan dengan sigap Ben menggendong Rose menuju kamar mereka.
Karena keadaan Rose tidak baik-baik saja akhir nya Ben memutuskan untuk di rumah dan menemani Rose.
Sepasang kekasih itu sedang berpelukan di atas ranjang dengan Ben mendekat Rose dari belakang sambil mengelus lembut perut Rose.
Tiba-tiba suara ketukan pintu membangun kan mereka.
" Ayah " kata Ben terkejut melihat Ayah nya berdiri di depan pintu.
" Ben sekarang pilih laht antara Ayah atau wanita itu " kata Ayah nya sambil menatap tajam Rose.
" Ben " peluk Rose dari belakang saat melihat Ben akan keluar rumah nya.
" Apa yang kamu lakukan " kata Rose sambil menangis terisak tanpa sepatah kata pun Ben melepaskan tangan Rose yang memeluk nya erat. Dan itu semakin membuat Rose menangis terisak.
Semua orang pergi meninggalkan diri nya termasuk Ben pria yang di cintai nya itu.
Sepi dan sendiri Rose terduduk lemas sambil menangis. Ternyata pria yang selama ini ia cintai lebih memilih Harta & Tahta dan mengabaikan diri nya yang mencintai Ben dengan sepenuh hati dan jiwa nya.
" Maafkan Mommy sayang " kata Rose sambil mengelus perut nya yang masih datar.
YOU NEVER WALK ALONE by: BTS album.