.
.
.
aku berlari tergesah gesah melewati gang gang sempit
waktu sudah menunjukan pukul 07.30 wib
aku merutuki kebodohan ku sendiri
"dasar bod*h , kenapa aku kesiangan!" umpat ku pada diriku sendiri , sepatu kantorab yang ku pakai terpaksa ku lepas agar memudahkan aku berlari
Rok ini lagi!,arghhhh aku frustasi , terpaksa sekali aku harus menggunakan rok ini , katanya sih biar mirip orang kantoran
saat sibuk berlari tak sengaja aku melihat tiga orang preman tengah memukul seorang pemuda
karena kasihan aku langsung membantu nya
*brukkk * brukkk *brukk
ku tendang ke tiga preman tersebut
mereka meringis memegangi bokong mereka ada yang memegangi kepalanya
"arghhh, heii wanita sialan..!" umpat salah satu preman
"bos wanita itu berani menghajar mu " ucap preman satunya lagi
"hai wanita sebaiknya kau jangan ikut campur atau kau ingin kami cicipi satu persatu.." ucap bos preman itu ia tersenyum nakal ke arah ku , karena geram aku langsung menendang kejantanannya
*arghhhh
ia berteriak kesakitan sampai berguling guling di jalan
"bosss!!" teriak kedua anak buahnya
"hei wanita sepertinya kau ini memang mencari masalah dengan kami yah!" pekik salah satu preman itu , tubuhnya sih kurus memiliki banyak tato wajahnya terlihat tua tapi aku yakin ia masih muda , apa ia kecanduan ngobat atau ngelem?
ngelem= menghirup bau lem aibon (masalah ini sudah sngat marak di daerah author)
ku tatap tajam wajah mereka berdua "saya tidak mencari masalah , tapi kalian lah yang membuat masalah , dengan memalak orang kalian pikir itu perkerjaan yang halal? apa kalian tidak takut dengan Tuhan!!" ucap ku, mereka berdua mengepalkan tangannya lalu melirih satu sama lain
mereka memukul menendang ku namun aku berhasil menghindar lalu memukul balik mereka
'tidak sia sia aku berlatih bela diri , ilmu silat ku ini harus benar benar di asa' batin ku
aku berdiri sambil mengambil kuda kuda dan melirik sekeliling
*brukkk
salah satu preman memukul perut ku , aku terdorong beberapa langkah
mereka pun tertawa
"hahaha , hei wanita itu tidak akan pernah menang dari lelaki , karena lelaki lah yang paling hebat! wanita itu lemah ..! apa apa nangis huhhh cengeng !!" ejek mereka , ku kepalkan tangan ku
"hiyaaa!!!" teriak ku
*brukkk brukk brukk brukk
mereka terkapar tak berdaya di jalan
"ingat derajat wanita lebih tinggi dari laki laki dan ingat wanita tidak lemah ! tanpa wanita lelaki tidak akan ada!!" tegas ku saat ingin pergi ku tendang mereka bertiga
"gaya kalian saja bak preman tapi dengan wanita saja kalah!" ejek ku
laki laki yang tadi di palak dari tiga preman itu hanya terduduk sambil memengangi perutnya ia menatap ku seolah tak percaya kalau aku ini wanita
ku julurkan tangan ku dan ia meraih nya , ia berdiri sambil ku bantu
"terimakasih karena loe udah bantuin gue" ucap nya dan hanya ku belas anggukan
seketika aku teringat bahwa hari ini aku harus melamar pekerjaan di sebuah kantor
"alamak" keluh ku sambil menepuk jidat , aku langsung berlari , baru saja laki laki itu mau menanyakan nama ku aku malahan langsung pergi
5 menit berlari hingga sampai lah aku di depan gerbang kantor
"ahhh sial" umpat ku
ternyata gerbang nya sudah di tutup
beberapa kali aku memerhatikan sekeliling kalau kalau ada satpam , namun nihil tak ada siapa pun disitu
aku menunggu hingga 5 menit dan tak lama datang lah sebuah mobil mewah berwarna hitam
mobil itu berhenti tepat di samping ku
lalu jendela mobil itu terbuka
"nona kenapa anda di luar?" tanya sopir mobil yah bisa ku tebak ia kan memakai baju sopir
"nona?" ulang ku ,ia mengangguk
"nona sudah di tunggu tuan muda , ayo nona masuk ke mobil" ucap sopir itu mempersilahkan aku masuk ke mobil
aku terdiam bingung
"nona? kenapa nona diam?" tanya nya lagi
"aa.. iya pak biar saja jalan kaki aja " ucap ku sopan , namun sopir itu tetap memaksa , aku yang tak enak pun naik
aku melongo tak percaya
hah? ternyata membukanya cukup pencet tombol itu
ahh bodoh kalau tau gitu , sudah dari tadi aku masuk!
aku langsung di turunkan di depan pintu kantor sudah ada dua wanita yang nampaknya tengah menunggu seseorang
baru saja turun mereka langsung menghampiri ku
"nona muda!" seru mereka serempak , karena kaget aku langsung melihat kebelakang namun tak ada seorang pun lalu aku menatap mereka
"nona muda dari mana saja , tuan muda sudah menunggu nona dari tadi!" ucap salah satu wanita , tubuh nya tinggi dan langsing hidung nya mancung rambut nya panjang hitam dan lebat keriting bawah dan kulit nya seputih susu
sangat berbeda dari ku
mereka mengajak aku kesebuah ruangan yang berada di lantai paling atas
"ini nona ruangan tuan muda.." aku mengangguk seolah paham pada aku tak pahan sama sekali
"nona didalam sudah ada penata rias yang akan mendandani nona , dan di sana nona harus memilih gaun yang sangat cantik , ingat nona tuan muda tidak menyukai wanita nya memakai pakaian terbuka " sambung wanita satunya
aku masih bingung dan diam mematung
"nona apa masih ada yang bisa kami bantu?" tanya mereka
"aaa..itu sebenarnya aku ingin bertanya"
"maaf nona kami tidam bisa melayani pertanyaan nona , kalau begitu kami pergi dulu" ucap nya dan langsung meninggalkan aku yang tengah bingung
kucubit pipi ku dengan keras
"awww.. ini berarti aku sedang tidak mimpikan?" gumam ku
"iya kau mememang sedang tidak mimpi sayang..." ucap seseorang dari belakang ia baru saja ingin memeluk ku
dan tangan ku reflek memelintir tangannya hingga ia meringis sesaat
"ahh elo!!" pekik ku ketika melihat orang itu
ternyata dia yang tadi aku tolong saat dia di hajar dari tiga preman
"kenapa loe manggil gue sayang hah!!" tanya ku bingung
"karena mulai sekarang kamu akan menjadi pacar ku dan dua bulan lagi kita menikah" ucap nya gamblang
"maksud loe apa gue ga ngerti ?"
ia memeluk tubuh ku , aku sudah beberapa kali memberontak tapi ia tak mengubis nya
"aku sangat mencintai mu" singkat nya
"cinta?"
"yah aku mencintai mu, kau telah menyelamatkan ku , kau akan mendapatkan imbalannya" ku dorong tubuhnya
"loe gila yah?gue nolongin loe yah karena gue kasihan ! , lagian gue ga pantes buat loe , gue bukan dari keluarga kaya , gue jelek , dan gue lihat dari penampilan loe , kayanya kita beda umur!gue juga engga k" ucap ku tegas
ia tersenyum
"kita sudah mengenal sejak lama , apa kau lupa?" tanya nya
"aku tak mengenal diri mu!"
ia berjalan lalu membuka pintu ruangan itu dan mempersilahkan aku masuk aku pun mengikutinya
kami duduk berhadapan di sofa
" 17 tahun yang lalu kita bertemu dan berteman , apa kau lupa dengan sahabat kecil mu ini?" seketika aku teringat dengan nya
"Arhan?" ia mengangguk
aku langsung memeluknya
"gue kangen banget sama loe , loe kenapa ga balik si kekampung! loe tau ga semenjak loe pergi ngikut ortu loe ke kota , gue jadi ga punya temen " ucap ku panjang lebar ia tersenyum dan membalas pelukannya
"Gimana sayang kamu setujukan dua bulan lagi kita nikah?" tanya nya
"gila kali yah loe , gimana gue ngomong ke bunda" keluh ku
"bilang saja , kau sudah menemukan jodoh mu , jodoh yang kau selamatkan tadi dan jodoh mu adalah bos mu sendiri" terang nya aku menganga tak percaya pantas saja ia bisa masuk keruangan ini
"jadi ini perusahaan loe?" ia mengangguk
"jadi calon bos gue , elo" ia mengangguk lagi
"kalau di jadikan sinetron pasti judul nya Bos muda yang kuselamatkan ternyata jodoh ku" ucap nya yang mampu membuat ku terkekeh geli
dua bulan berlalu dan kami akhirnya benar benar menikah
mengikat hubungan suci
Semua tamu telah hadir
aku dinikahkan dengan wali nya adalah abang ku sendiri karena ayah ku sudah lama tiada
"saya nikahkan engkau dengan adik saya Elga Nathale bin abi kusuma dengan mas kawin seberat 1000 gram 20 persen saham dan seperangkat alat sholat di bayar tunai"
"saya terimah nikah dan kawinnya Elga Nathale bin Abi kusuma dengan mas kawin seberat 100 gram 20 persen sama dan seperangkat alat sholat di bayar tunai" ucap Arhan lantang dalam satu tarikan nafas
"bagaimana para saksi sah?" tanya pak penghulu
"Sah " ucap mereka semua serempak
"alhamdulilah"
pak penghulu membaca doa doa dan akhirnya kami sudah sah menjadi pasangan suami istri
ia mengecup kening ku
"i love you 3000" aku tersenyum malu
kami berdua hidup bahagia yah walaupun ada saja pertengkaran kecil namanya juga pernikahaan
di sini lah aku setelah menikah 10 bulan yang lalu
akhirnya aku sebentar lagi akan melahirkan
ku pegang erat tangan Arhan
"tenang sayang , kamu harus kuat , yah ingat jangan tinggalkan aku" ucap nya
beberapa menit berlalu kini terdengar suara dua orang bayi tengah menangis
Arhan benar benar menangis sambil mengazani dua anak kami , aku meneteskan tangisan haru
"aku menikahi sahabat kecil ku dan aku menikahi bos ku aku juga menikahi orang yang pernah aku tolong , ini seperti mimpi bagi ku , Yaallah berkahi lah kehidupan kami" batin ku
TAMAT