Clara dan Kevin adalah sepasang kekasih yang sudah berpacaran sejak SMA. Hubungan mereka sangat manis, mereka selalu percaya satu sama lain yang membuat hubungan mereka awet bahkan sampai mereka kuliah. Tetapi dalam hubungan tetap saja ada sesuatu yang mengganjal.
Clara selalu penasaran dengan alasan kenapa setiap sebulan sekali Kevin selalu pergi ke rumah sakit. Padahal Kevin tidak terlihat sakit sama sekali. Setiap kali bertanya jawaban Kevin selalu sama, yaitu dia hanya melakukan pemeriksaan rutin.
Suatu hari Clara pergi ke mall. Tidak disangka Clara bertemu dengan orang tua Kevin. Karena penasaran, Clara memberanikan diri untuk bertanya langsung kepada orang tua Kevin. Sebelumnya dia belum pernah bertanya pada orang tua Kevin.
"Hallo tante, om" sapa Clara sambil berjalan mendekati mereka. "Kebetulan sekali kita bertemu disini. " ucap Clara sambil tersenyum.
"Oh, Clara. Kebetulan sekali yaa. Kamu sendirian?" tanya mama Kevin.
"Iya tante" jawab Clara.
"Kalau begitu kita makan siang bersama saja." kata papa Kevin.
"Emm maaf om, tante saya boleh bertanya sesuatu." kata Clara dengan gugup.
Orang tua Kevin saling memandang satu sama lain
"Iya kamu tidak perlu sungkan begitu." kata papa kevin.
"Begini, sebenarnya kenapa Kevin setiap bulan pergi ke rumah sakit." tanya Clara dengan ragu. "Bukan apa-apa saya hanya khawatir saja." jelas Clara dengan cepat.
"Ah Kevin ya. Itu hanya pemeriksaan kesehatan rutin saja. Kami sekeluarga memang setiap bulan selalu periksa kesehatan. Kalau mau kamu juga bisa ikut." jelas mama Kevin.
" kalau boleh aku juga akan ikut." jawab Clara dengan semangat.
Setelah selesai makan Clara diantar pulang oleh orang tua Kevin.
Hari untuk pemeriksaan tiba, Clara dan keluarga Kevin datang ke rumah sakit kota. Setelah selesai Kevin mengantar Clara pulang dengan mobil.
"Ternyata memang benar hanya pemeriksaan kesehatan biasa." ucap Clara dalam hati sambil melepas nafas lega.
"Kamu kenapa terlihat bahagia sekali??" tanya Kevin kebingungan.
"Tidak kok. Aku cuma merasa lega setelah tau kalau hanya pemeriksaan biasa."
Setelah sampai rumah Clara, mereka berdua berpisah. Dan sejak hari itu semua rasa panasaran Clara sudah hilang. Kevin dan Clara menjalani hubungan mereka seperti biasa.
Dua bulan berlalu, semua yang awalnya baik-baik saja berubah menjadi guncangan hebat bagi Clara. Gadis yang dulunya periang sekarang menjadi pendiam.
Dua hari yang lalu Clara pergi ke rumah sakit kota, sepupunya magang di sana. Clara membawakan barang HP milik sepupunya yang tertinggal saat tadi datang kerumahnya. Walau hari sudah gelap, Clara tetap pergi ke rumah sakit untuk mengembalikan HP sepupunya.
Setelah memberikannya Clara langsung pulang.Pada saat turun tangga Clara melihat orang tua Kevin. Clara penasaran apa yang di lakukan orang tua Kevin malam-malam di rumah sakit, dia mengikuti sampai di halaman belakang rumah sakit.
"Penyakitnya sudah semakin parah, sampai kapan kalian mau menyembunyikannya??" kata dokter itu dengan muka kesal.
"Bukannya kami tak ingin memberitahunya, tapi..." jawab papa Kevin.
"Iya aku tahu maksud kalian baik, tapi jika kalian tidak memberitahunya, bagaimana jika suatu hari dia tau sendiri dan syok?" tanya dokter dengan tegas.
"Dia pasti akan sembuh, pasti akan sembuh. Kami sudah memberikan perawatan terbaik untuknya, dia pasti sembuh. Anakku harus sembuh." kata mama Kevin dengan menangis.
"Aku mengerti perasaan kalian sebagai orang tuanya. Tapi kalian mau berbohong sampai kapan?? Kalian menyuruh Kevin ke rumah sakit dengan alasan hanya pemeriksaan kesehatan biasa padahal sebenarnya untuk control, menyuruhnya minum obat dengan alasan itu vitamin, dan setiap masuk rumah sakit kalian bilang kalau dia lahir prematur dan bertubuh lemah. Kalian selalu berbohong padanya, tapi Kevin selalu percaya. Bagaimana nanti saat dia tahu kebenarannya, bukannya dia akan sangat sedih tahu orang tuanya selama ini berbohong padanya." kata dokter itu dengan marah.
"Kamu ini sudah belajar di luar negeri selama lima tahun, kamu pasti bisa menyembuhkannya!" ucap papa Kevin sambil memegang bahu dokter itu.
"Kalian tahu sendiri penyakit leukimia itu susah sembuhnya dan kebanyakan pada akhirnya juga meninggal. Walau sehebat apapun dokter yang menanganinya, hasilnya tetap sama. Apalagi sekarang penyakit Kevin sudah makin memburuk." jelas dokter dengan tegas.
Clara yang mendengarnya seketika kakinya lemas dan terjatuh. mendengar ada suara dari belakang mereka langsung menoleh, orang tua Kevin terkejut melihat Clara yang duduk lemas di tanah.
"Clara!! Kam kamu kenapa bisa ada disini? sejak kapan kamu disana??" tanya mama dan papa Kevin sambil berjalan mendekati Clara.
"Apa itu benar?? Yang dokter itu bilang apa benar?" tanya Clara dengan wajah pucat. "Tante dokter itu berbohongkan. Kevin tidak sakit kan om?" sambil berusaha tersenyum.
Orang tua Kevin hanya diam dan memalingkan wajahnya.
"Jadi kamu Clara pacar Kevin??" tanya dokter.
"Iya aku pacarnya Kevin. Dokter yang kamu katakan tadi hanya bercanda kan?" wajah Clara semakin pucat.
"Yang kamu dengar tidak salah, Kevin memang mengidap penyakit leukemia dan sekarang sudah bertambah buruk." kata sang dokter.
Mendengar kata dokter, Clara tidak tahu harus bagaimana badannya lemas tak berdaya.
"Clara, om dan tante tidak bermaksud menyembunyikannya. Kami takut kalau Kevin tahu yang sebenarnya penyakitnya akan bertambah buruk. Tolong kamu jangan katakan hal ini pada Kevin ya." kata mama Kevin sambil memegang tangan Clara.
"Kevin mungkin akan syok kalau dia sampai tahu. Jadi tolong jangan katakan ini ya, kami mohon Clara." ucapa papa Kevin memohon pada Clara.
"Kalian ini sudah keterlaluan!! Sampai kapan kalian mau bohong?! Kalian harus memberitahu yang sebenarnya pada Kevin!!" potong dokter dengan marah.
"Iya kami akan berusaha memberitahunya sendiri." kata papa Kevin.
Malam itu Clara pulang tanpa mengatakan apapun. Selama di jalan air matanya terus mengalir tanpa henti pikirannya kacau. Harapannya untuk selalu bersama Kevin hancur. Dia tidak tahu harus bagaimana saat bertemu Kevin.
Setelah sampai rumah Clara langsung masuk kamar dan mengunci diri seharian. Kevin yang tidak melihat Clara di kampus terus mengkhawatirkan dia, apalagi semua panggilan dan chatnya tidak di respon oleh Clara.
Sudah seminggu Kevin dan Clara tidak pernah bertemu maupun berkomunikasi. Setiap kali Kevin mencari Clara, Clara akan selalu menghindar. Kevin yang bingung tidak tahu apa yang terjadi pada kekasihnya itu, akhirnya minta tolong pada Lily teman baik Clara. Lily membohongi Clara, mengatakan bahwa Kevin kecelakaan.
Clara bergegas pergi ke taman kota, tapi sesampainya disana tidak ada kecelakaan. Tiba-tiba ada yang memanggilnya dari belakang.
"Clara, kamu sudah datang." ucap orang itu dari belakang.
Clara menoleh ke belakang, "Kevin! Bukannya kamu kecelakaan??" tanya Clara sambil berdiri.
"Tidak aku tidak kecelakaan. Maaf aku berbohong. Aku hanya mau bertemu kamu." jawab Kevin sambil berjalan mendekati Clara.
"Iya tidak papa. Kalau begitu aku pulang dulu ya, ini sudah malam." Clara bergegas pergi.
"Tunggu, Clara kenapa kamu selalu menghindar dariku? Ada apa?" Tanya Kevin sambil memegang tangan Clara dan membalikkan badannya.
"Bukan apa-apa." jawab Clara sambil menundukkan kepala.
Kevin terdiam sejenak, "Ya sudah kalau kamu tidak mau cerita. Tapi setidaknya kamu jangan menghindar dariku seperti ini. Aku khawatir padamu!"
Mendengar itu Clara tidak bisa lagi menahan air matanya. Ia tidak sanggup menatap Kevin, hingga tubuhnya gemetaran.
( "Kevin maaf, maafkan aku." ) ucap Clara dalam hati.
Melihat Clara yang gemetaran, Kevin memegang wajahnya dan mengangkat kepalanya.
"Ada apa sweety kecilku??" tanya Kevin sambil tersenyum.
Melihat wajah kekasihnya itu, air matanya tak dapat di bendung lagi, tanpa sadar air mata Clara mengalir deras. Hatinya hancur berkeping-keping, dadanya sakit bagai tertusuk pisau.
( "Sakit-sakit sekali, hatiku sangat sakit. Kenapa, kenapa dunia ini begitu kejam?? kenapa?!" ) ucap Clara dalam hati.
Seketika Clara langsung memeluk Kevin dengan erat dan berkata, "Jangan pergi, jangan tinggalkan aku sendiri. Kamu harus selalu bersamaku selamanya. JANGAN TINGGALKAN AKU!!" Clara berteriak histeris.
Kevin terkejut mendengarnya dan menjawab, "Iya aku tidak akan meninggalkanmu aku akan selalu ada di sampingmu, aku janji." sambil membalas pelukan Clara.
Clara menangis kencang di pelukan Kevin, dia menangis selama setengah jam tanpa henti. Setelah Clara sedikit tenang Kevin mengantarnya pulang.
Setelah malam itu Clara tidak lagi menghindar dari Kevin. Clara berusaha membuat Kevin bahagia, dengan harapan supaya penyakitnya cepat sembuh.
Hingga suatu hari saat Kevin sedang mencari papanya dan masuk ke ruang kerja, ia menemukan ada setumpuk kertas diatas meja. Betapa terkejutnya Kevin melihat tulisan di kertas itu. Kertas itu adalah hasil pemeriksaan Kevin selama setengah tahun terakhir. Dia bergegas mencari papanya.
"Papa mama, apa maksud kertas ini??" tanya Kevin sambil menyodorkan kertas itu.
Akhirnya orang tua Kevin menjelaskan semuanya. Kevin terkejut hingga tiba-tiba pingsan. Orang tuanya langsung membawa Kevin kerumah sakit. Dan menelpon memberitahu Clara.
Seketika Clara langsung pergi dari kelas dan menuju rumah sakit. Clara melihat orang tua Kevin sedang menangis didepan ruang ICU. Clara duduk lemas di depan ICU.
Tiga jam kemudian dokter keluar. Semua orang langsung bertanya pada dokter, "Dok bagaimana Kevin sekarang?? Apa kami boleh masuk" tanya mereka.
"Dia sekarang sudah mendapat penanganan medis, keadaannya sudah lebih baik, dan dia juga sudah sadar. Kalian boleh masuk tapi tolong jangan buat dia tertekan. Mohon orang tuanya ke ruangan saya." jelas dokter.
Clara bergegas masuk ke dalam. Melihat Kekasihnya yang sedang berbaring di atas kasur pasien dengan beberapa alat bantu yang menempel di tubunya, membuat Clara menangis. Tapi Clara menguatkan dirinya dan mendekati Kevin.
"Kevin bagaimana perasaanmu sekarang?? Maaf ya aku tidak sempat membawa buah untukmu." Clara menyeka air matanya dan tersenyum.
"Maaf Clara sepertinya aku tidak bisa menepati janjiku untuk selalu bersamamu." kata Kevin.
"Kalau begitu temani aku sebisamu." jawab Clara sambil menangis.
Penyakit leukemia Kevin sudah tidak bisa lagi di sembuhkan, waktu yang tersisa untuk Kevin juga tinggal hitungan bulan. Setiap hari Clara datang menjenguk Kevin. Mereka berdua menghabiskan waktu bersama di ruang ICU. Walau begitu mereka menikmati waktu saat mereka bersama
Satu setengah bulan setelah itu Kevin meninggal di pelukan Clara. Kata terakhir yang di ucapkan Kevin adalah, "Sweety kecilku, walau aku sudah tiada, aku akan selalu menemanimu dari jauh dan datang padamu di malam hari. Jadi kamu jangan bersedih. Aku mencintaimu Clara."
Sejak kepergian Kevin, Clara hidup dengan kenangan indah yang di tinggalkan Kevin. Saat malam hari Clara selalu merasakan kehadiran Kevin. Merasakan pelukan hangat kekasihnya tercinta.♡
~Terimakasih~